Kesehatan Jiwa & Saraf
Insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan memulai tidur, sering terbangun di malam hari, bangun terlalu pagi, atau tidur yang tidak nyenyak meskipun ada kesempatan untuk tidur.
Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan di siang hari, gangguan konsentrasi, perubahan suasana hati, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.
Penyebab insomnia meliputi stres, kecemasan, kebiasaan tidur yang buruk, konsumsi kafein atau alkohol, serta kondisi medis tertentu.
Bahan-bahan herbal berikut memiliki potensi sebagai terapi komplementer untuk membantu meningkatkan kualitas tidur melalui mekanisme relaksasi, efek sedatif ringan, serta pengaturan ritme sirkadian.
Ekstrak chamomile tidak secara signifikan memperbaiki total waktu tidur dibandingkan plasebo, namun menunjukkan perbaikan pada kualitas tidur subjektif dan fungsi siang hari. Efek samping minimal dan dapat ditoleransi dengan baik.
Aromaterapi lavender secara signifikan meningkatkan kualitas tidur (skor PSQI) dan mengurangi waktu laten tidur. Efeknya lebih besar pada pemberian inhalasi dibandingkan oral.
Valerian secara signifikan meningkatkan kualitas tidur subjektif dengan ukuran efek sedang. Meta-analisis menunjukkan perbaikan yang bermakna secara statistik dibandingkan plasebo.
Advertisement
Passiflora incarnata secara signifikan meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi latensi tidur dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
Ashwagandha secara signifikan meningkatkan kualitas tidur, terutama pada individu dengan insomnia. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
Ekstrak akar manis meningkatkan durasi tidur yang diinduksi pentobarbital secara signifikan pada dosis 200 dan 400 mg/kg, menunjukkan aktivitas sedatif-hipnotik.
Aromaterapi melati secara signifikan meningkatkan kualitas tidur (skor PSQI menurun) dan memperpanjang durasi tidur rata-rata 45 menit dibandingkan plasebo. Efek terlihat setelah 4 minggu intervensi.
Aromaterapi minyak serai secara signifikan memperbaiki kualitas tidur (penurunan skor PSQI rata-rata 3,2 poin) dan mengurangi waktu laten tidur hingga 15 menit dibandingkan plasebo. Efek ini terlihat setelah 4 minggu intervensi tanpa efek samping berarti.
Inhalasi minyak atsiri peppermint selama 30 menit sebelum tidur selama 4 minggu secara signifikan menurunkan skor ISI rata-rata dari 11,2 menjadi 6,8 (p<0,01) dan meningkatkan efisiensi tidur. Tidak ditemukan efek samping serius.
Suplementasi kurkumin selama 8 minggu secara signifikan meningkatkan kualitas tidur yang diukur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dibandingkan plasebo. Kurkumin juga mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.