Chamomile

Chamomile | Matricaria chamomilla
Chamomile
Nama
Chamomile (Chamomile)
Nama Latin/Ilmiah
Matricaria chamomilla
Bagian Digunakan
Bunga
Rasa
Pahit, manis

Nama Lain
Manzanilla (Spanyol), camomilla (Italia), kamille (Jerman), papatya (Turki), romashka (Rusia)
Asal
Eropa Selatan, Asia Barat, dan Asia Selatan
Kandungan Utama
Kamazulen, alfa-bisabolol, apigenin, luteolin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Chamomile

Matricaria chamomilla, yang lebih dikenal sebagai chamomile Jerman, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Asteraceae. Tanaman ini memiliki batang tegak bercabang dengan tinggi sekitar 20–50 cm, daun menyirip berganda yang halus seperti benang, dan bunga majemuk berbentuk bonggol dengan kelopak putih di tepi serta cakram kuning di tengah. Bunga ini mengeluarkan aroma manis yang khas, terutama saat dikeringkan. Tumbuhan asli Eropa dan Asia Barat ini kini telah tersebar luas di berbagai daerah beriklim sedang, sering ditemukan tumbuh liar di ladang, pinggir jalan, atau dibudidayakan sebagai tanaman obat.

Baca Lebih Lanjut
Update: 23 Agu 2026 - 20:41:37
 

II. Ciri-ciri Chamomile

Tumbuh subur di daerah beriklim sedang dengan sinar matahari penuh dan tanah yang berdrainase baik. Sering ditemukan di ladang terbuka, pinggir jalan, atau lahan pertanian sebagai tanaman liar yang tahan banting. Karakteristik/ciri-ciri Chamomile (Matricaria chamomilla):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Akar tunggang yang ramping dan bercabang halus.
Batang Batang tegak, halus, tidak berbulu, dan banyak bercabang dengan tinggi rata-rata 15-60 cm.
Daun Daun berbentuk menyirip ganda (pinnatisect) dengan helai yang sangat halus dan sempit seperti benang, berwarna hijau cerah.
Bunga Bunga majemuk bertipe bongkol (capitulum) dengan pusat kuning berbentuk kerucut yang menonjol dan dikelilingi kelopak bunga putih (ray florets) yang melengkung ke bawah.
Aroma Memiliki aroma khas yang harum, manis, dan menenangkan seperti apel, terutama saat bunganya dihancurkan.

III. Manfaat Chamomile

8 Manfaat Chamomile untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada osteoartritis

    Penghambatan aktivitas cyclooxygenase-2 (COX-2) dan lipoxygenase (LOX) oleh chamazulene dan apigenin, serta penurunan ekspresi mediator pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan NF-κB. Senyawa flavonoid juga menghambat jalur MAPK dan prostaglandin E2.

    Senyawa Aktif: Chamazulene, Apigenin, α-Bisabolol
    Tampilkan
  2. Antimikroba (multispektrum)

    Kerusakan membran sel mikroba oleh minyak atsiri (terutama chamazulene dan farnesene) yang meningkatkan permeabilitas lipid bilayer, penghambatan sintesis ergosterol pada jamur, serta gangguan quorum sensing bakteri. Sinergisme dengan antibiotik konvensional juga dilaporkan.

    Senyawa Aktif: Chamazulene, α-Bisabolol, Farnesene
    Tampilkan
  3. Gastroprotektif (ulkus lambung dan dispepsia)

    Peningkatan produksi mukus lambung dan penghambatan sekresi asam melalui efek antioksidan apigenin dan α-bisabolol; aktivasi prostaglandin E2 dan penurunan histamin. Efek anti-Helicobacter pylori juga telah diamati.

    Senyawa Aktif: α-Bisabolol, Apigenin, Chamazulene
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Chamomile

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Chamomile.

  1. Chamazulene

    Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Bunga (capitula kering)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menghambat Enzim Siklooksigenase-2), Antioksidan, Antimikroba.
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Bunga (capitula kering)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antiseptik, Antiiritasi, Mempercepat Penyembuhan Luka.
    Tampilkan
  3. Bisabolol oxide A

    Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Bunga (capitula kering)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antispasmodik, Relaksasi Otot Polos, Antiinflamasi.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Chamomile

Interaksi & Kontraindikasi Chamomile dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Anak di bawah usia 2 tahun

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tidak dianjurkan tanpa anjuran tenaga kesehatan karena belum ada data keamanan yang memadai pada kelompok usia ini.

  2. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan ekstrak pekat atau dosis tinggi karena efek emmenagogue yang berpotensi merangsang kontraksi uterus. Konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat yang dimetabolisme CYP1A2 (misalnya clozapine, theophylline, tizanidine)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Gunakan dengan hati-hati karena chamomile dapat menghambat enzim CYP1A2 sehingga meningkatkan kadar obat dalam darah. Pantau tanda-tanda toksisitas dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Chamomile

Chamomile (Matricaria chamomilla) umumnya dianggap aman dan dapat ditoleransi dengan baik bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai teh atau suplemen. Namun, pada individu yang rentan atau dalam dosis tinggi, beberapa efek samping dapat terjadi. Efek samping yang paling umum meliputi reaksi alergi, terutama pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap tanaman dari famili Asteraceae (seperti ambrosia, marigold, dan aster), yang dapat bermanifestasi sebagai dermatitis kontak, reaksi kulit, hingga reaksi anafilaksis yang parah pada kasus yang sangat jarang. Konsumsi berlebihan juga dapat menyebabkan mual, muntah, dan kantuk yang berlebihan karena sifat sedatif ringan yang dimilikinya.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Chamomile

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Chamomile.

  1. Efektivitas Chamomile (Matricaria chamomilla L.) terhadap Kualitas Tidur: Systematic Review dan Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Konsumsi chamomile secara signifikan meningkatkan skor kualitas tidur dibandingkan plasebo. Efek terlihat pada dewasa dengan insomnia ringan hingga sedang.
    Tampilkan
  2. Efek Ekstrak Chamomile terhadap Gejala Kecemasan pada Gangguan Kecemasan Menyeluruh: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak chamomile selama 8 minggu menurunkan skor kecemasan secara signifikan dibandingkan plasebo. Efek klinis mulai terlihat setelah 2 minggu dengan tolerabilitas baik.
    Tampilkan
  3. Pengaruh Teh Chamomile terhadap Kontrol Glikemik dan Profil Lipid pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Konsumsi teh chamomile selama 8 minggu menurunkan kadar glukosa puasa, HbA1c, dan trigliserida. Kolesterol total serta LDL juga mengalami penurunan yang bermakna.
    Tampilkan

VIII. FAQ Chamomile

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Chamomile.

Apa saja senyawa fitokimia utama dalam chamomile (Matricaria chamomilla) yang bertanggung jawab atas efek kesehatannya?
Chamomile mengandung minyak atsiri (terutama α-bisabolol, chamazulene, dan farnesene) serta flavonoid seperti apigenin, luteolin, dan quercetin. Apigenin memiliki efek ansiolitik dan antiinflamasi, sedangkan chamazulene bersifat antioksidan dan antispasmodik. Referensi: Singh O, et al. Chamomile (Matricaria chamomilla L.): An overview. Pharmacogn Rev. 2011;5(9):82-95.
Apakah aman mengonsumsi teh chamomile setiap hari?
Konsumsi teh chamomile dalam jumlah sedang (1-3 cangkir per hari) umumnya aman untuk orang dewasa sehat. Namun, penggunaan jangka panjang dalam dosis tinggi dapat menyebabkan reaksi alergi atau interaksi obat. Referensi: European Medicines Agency (EMA). Community herbal monograph on Matricaria chamomilla L., flos. 2014.
Bolehkah ibu hamil atau menyusui mengonsumsi chamomile?
Ibu hamil sebaiknya menghindari chamomile dalam dosis tinggi karena efek stimulasi uterus yang potensial (misalnya dari α-bisabolol). Untuk ibu menyusui, data keamanan terbatas; disarankan konsultasi dokter sebelum konsumsi rutin. Referensi: Forster DA, et al. Herbal medicine use during pregnancy and breastfeeding. Aust Fam Physician. 2005;34(5):387-391.
Apakah chamomile aman untuk bayi dan anak-anak?
Teh chamomile encer dapat digunakan untuk bayi di atas 6 bulan untuk meredakan kolik atau gangguan tidur ringan, namun harus dalam pengawasan. Hindari penggunaan pada bayi prematur atau dengan riwayat alergi Asteraceae. Referensi: Kroll DJ, et al. The use of herbal medicines in pediatric populations. Pediatr Clin North Am. 2007;54(6):1031-1048.
Apa efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan chamomile?
Efek samping jarang terjadi, tetapi bisa meliputi reaksi alergi (ruam, anafilaksis pada individu sensitif terhadap tanaman Asteraceae), kantuk berlebihan jika dikombinasikan dengan sedatif, dan gangguan pencernaan ringan. Referensi: Gardiner P, et al. Safety of chamomile. HerbalGram. 2012;94:30-39.
Bisakah chamomile berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya, chamomile dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah (warfarin) karena kandungan kumarin, serta dengan obat penenang (benzodiazepin) karena efek sinergis pada reseptor GABA. Konsultasi dengan dokter jika Anda mengonsumsi obat resep. Referensi: Izzo AA, Ernst E. Interactions between herbal medicines and prescribed drugs. Drugs. 2009;69(13):1777-1798.
Bagaimana dosis harian chamomile yang dianjurkan untuk manfaat kesehatan umum?
Untuk teh: 2-3 gram bunga kering diseduh dalam 150 ml air panas selama 5-10 menit, diminum 3-4 kali sehari. Ekstrak cair (tincture) biasanya 1-4 ml per hari. Dosis umum mengikuti sediaan yang terdaftar di farmakope. Referensi: Blumenthal M, et al. The Complete German Commission E Monographs. 1998.
Apakah chamomile efektif untuk mengatasi gangguan tidur atau kecemasan ringan?
Studi klinis menunjukkan bahwa konsumsi teh chamomile secara rutin selama 2-4 minggu dapat memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi gejala kecemasan ringan, terutama karena efek apigenin yang mengikat reseptor benzodiazepin di otak. Referensi: Amsterdam JD, et al. Chamomile (Matricaria chamomilla L.) for generalized anxiety disorder. J Clin Psychopharmacol. 2009;29(4):378-382.

Jemuju

Trachyspermum ammi

Kamomil Roma

Chamaemelum nobile

Cari: