Advertisement
Matricaria chamomilla, yang lebih dikenal sebagai chamomile Jerman, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Asteraceae. Tanaman ini memiliki batang tegak bercabang dengan tinggi sekitar 20–50 cm, daun menyirip berganda yang halus seperti benang, dan bunga majemuk berbentuk bonggol dengan kelopak putih di tepi serta cakram kuning di tengah. Bunga ini mengeluarkan aroma manis yang khas, terutama saat dikeringkan. Tumbuhan asli Eropa dan Asia Barat ini kini telah tersebar luas di berbagai daerah beriklim sedang, sering ditemukan tumbuh liar di ladang, pinggir jalan, atau dibudidayakan sebagai tanaman obat.
Tumbuh subur di daerah beriklim sedang dengan sinar matahari penuh dan tanah yang berdrainase baik. Sering ditemukan di ladang terbuka, pinggir jalan, atau lahan pertanian sebagai tanaman liar yang tahan banting. Karakteristik/ciri-ciri Chamomile (Matricaria chamomilla):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Akar tunggang yang ramping dan bercabang halus. |
| Batang | Batang tegak, halus, tidak berbulu, dan banyak bercabang dengan tinggi rata-rata 15-60 cm. |
| Daun | Daun berbentuk menyirip ganda (pinnatisect) dengan helai yang sangat halus dan sempit seperti benang, berwarna hijau cerah. |
| Bunga | Bunga majemuk bertipe bongkol (capitulum) dengan pusat kuning berbentuk kerucut yang menonjol dan dikelilingi kelopak bunga putih (ray florets) yang melengkung ke bawah. |
| Aroma | Memiliki aroma khas yang harum, manis, dan menenangkan seperti apel, terutama saat bunganya dihancurkan. |
8 Manfaat Chamomile untuk kesehatan.
Penghambatan aktivitas cyclooxygenase-2 (COX-2) dan lipoxygenase (LOX) oleh chamazulene dan apigenin, serta penurunan ekspresi mediator pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan NF-κB. Senyawa flavonoid juga menghambat jalur MAPK dan prostaglandin E2.
Kerusakan membran sel mikroba oleh minyak atsiri (terutama chamazulene dan farnesene) yang meningkatkan permeabilitas lipid bilayer, penghambatan sintesis ergosterol pada jamur, serta gangguan quorum sensing bakteri. Sinergisme dengan antibiotik konvensional juga dilaporkan.
Peningkatan produksi mukus lambung dan penghambatan sekresi asam melalui efek antioksidan apigenin dan α-bisabolol; aktivasi prostaglandin E2 dan penurunan histamin. Efek anti-Helicobacter pylori juga telah diamati.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Chamomile.
Interaksi & Kontraindikasi Chamomile dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Chamomile (Matricaria chamomilla) umumnya dianggap aman dan dapat ditoleransi dengan baik bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai teh atau suplemen. Namun, pada individu yang rentan atau dalam dosis tinggi, beberapa efek samping dapat terjadi. Efek samping yang paling umum meliputi reaksi alergi, terutama pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap tanaman dari famili Asteraceae (seperti ambrosia, marigold, dan aster), yang dapat bermanifestasi sebagai dermatitis kontak, reaksi kulit, hingga reaksi anafilaksis yang parah pada kasus yang sangat jarang. Konsumsi berlebihan juga dapat menyebabkan mual, muntah, dan kantuk yang berlebihan karena sifat sedatif ringan yang dimilikinya.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Chamomile.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Chamomile.