Advertisement
Origanum majorana, yang dikenal sebagai marjoram, adalah tanaman herbal aromatik tahunan (atau perennial di iklim hangat) dari famili Lamiaceae. Berasal dari wilayah Mediterania timur dan Asia Barat, tanaman ini telah dibudidayakan sejak zaman kuno oleh Yunani dan Romawi, yang menganggapnya sebagai simbol kebahagiaan. Marjoram sering disamakan dengan oregano, namun keduanya berbeda secara botani: marjoram memiliki rasa yang lebih lembut dan manis, sedangkan oregano lebih tajam dan pedas. Nama "marjoram" sendiri berasal dari bahasa Latin maiorana, yang merujuk pada penggunaan awalnya dalam pengobatan tradisional.
Advertisement
Secara morfologi, marjoram tumbuh setinggi 30–60 cm dengan daun kecil berbentuk oval berwarna hijau keabu-abuan yang tertutup rambut halus. Bunganya muncul dalam bentuk tandan terminal berwarna putih atau merah muda pucat, mekar pada akhir musim panas. Aroma khas marjoram berasal dari senyawa terpenoid seperti sabinene, terpinene, dan carvacrol, yang menghasilkan wangi hangat, floral, dan sedikit asam. Dalam dunia kuliner, daun segar atau keringnya digunakan sebagai bumbu penyedap untuk sup, saus, daging, dan hidangan kentang, terutama dalam masakan Eropa dan Mediterania.
Selain sebagai bumbu, marjoram dikenal memiliki khasiat kesehatan seperti efek antioksidan, antimikroba, dan karminatif (mengeluarkan gas). Minyak esensialnya digunakan dalam aromaterapi untuk meredakan stres dan gangguan pencernaan. Budidaya marjoram cukup mudah: memerlukan tanah gembur, drainase baik, serta sinar matahari penuh. Perawatan utama adalah pemangkasan rutin untuk merangsang pertumbuhan daun. Meskipun mirip dengan oregano, marjoram lebih sensitif terhadap dingin dan lebih cocok ditanam sebagai tanaman tahunan di daerah beriklim subtropis hingga tropis.
Minyak atsiri marjoram mengandung terpinen-4-ol dan linalool yang menghambat pelepasan prostaglandin melalui inhibisi COX-2 dan menurunkan aktivitas NF-κB, sehingga mengurangi kontraksi uterus dan nyeri.
Linalool dan linalyl asetat berikatan dengan reseptor GABA-A, meningkatkan aktivitas klorida dan menimbulkan efek sedatif-ansiolitik. Juga menurunkan kadar kortisol melalui modulasi aksis HPA.
Terpinen-4-ol dan carvacrol merusak membran sel bakteri dengan meningkatkan permeabilitas dan menyebabkan kebocoran ion, serta menghambat sintesis dinding sel pada jamur. Efek sinergis dengan β-laktam pada bakteri Gram-positif.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Marjoram.