Advertisement
Sage (Salvia officinalis) merupakan tumbuhan semak hijau abadi yang berasal dari kawasan Mediterania dan telah dikenal selama ribuan tahun sebagai rempah sekaligus tanaman obat. Daunnya yang bertekstur agak tebal dan berbulu halus memiliki aroma khas yang kuat, dengan warna hijau keabu-abuan. Nama genus Salvia berasal dari bahasa Latin salvare yang berarti "menyembuhkan", merujuk pada reputasi historisnya dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini termasuk dalam famili Lamiaceae (suku mint) dan dapat tumbuh hingga setinggi 60 cm, dengan bunga ungu kebiruan yang mekar di musim panas.
Tanaman ini asli dari wilayah Mediterania. Suka banget sama tempat yang kena sinar matahari penuh, tanah yang berpasir atau berbatu, dan punya drainase yang baik (nggak suka tanah becek). Tahan sama cuaca kering. Karakteristik/ciri-ciri Sage (Salvia officinalis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Semak berkayu menahun yang tumbuh rendah. |
| Batang | Batangnya berbentuk segi empat saat masih muda, lalu akan berubah menjadi berkayu dan agak keras seiring bertambahnya usia. |
| Daun | Bertekstur agak kasar atau berkerut (rugose), warnanya hijau keabuan dengan bulu halus di permukaannya. Aromanya sangat khas dan wangi kalau diremas. |
| Bunga | Bentuknya seperti corong atau bibir (bilabiate), biasanya berwarna ungu kebiruan, tapi ada juga yang pink atau putih. Tumbuh dalam kelompok di ujung tangkai. |
| Akar | Sistem perakaran serabut yang cukup kuat dan menyebar, cocok untuk menopang tanaman di tanah yang agak kering. |
8 Manfaat Sage untuk kesehatan.
Menghambat asetilkolinesterase (AChE) dan butirilkolinesterase (BuChE) sehingga meningkatkan kadar asetilkolin di sinapsis; juga melindungi neuron dari stres oksidatif melalui aktivitas antioksidan asam rosmarinic dan carnosic acid
Diduga melalui aktivitas estrogenik lemah (fitoestrogen) dan modulasi pusat termoregulasi hipotalamus; senyawa fenolik bekerja pada reseptor estrogen beta
Senyawa terpenoid dan fenolik merusak membran sel bakteri, menghambat enzim bakteri (glukosiltransferase), dan mengganggu quorum sensing
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sage.
Interaksi & Kontraindikasi Sage dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Paparan dosis tinggi atau penggunaan berulang sediaan Salvia officinalis —terutama daun terkonsentrasi dan minyak atsiri sage— dapat menimbulkan efek neurotoksik yang terutama berasal dari tujon (thujone). Tujon adalah monoterpen yang bekerja sebagai antagonis reseptor GABAA, sehingga dapat menyebabkan hipereksitasi susunan saraf pusat. Gejala awal dapat berupa rasa panas, mual, muntah, pusing, palpitasi, vertigo, dan tremor; pada dosis yang lebih tinggi dapat muncul kejang tonik-klonik, status epileptikus, kerusakan otot (rhabdomyolysis), peningkatan enzim hati, dan gagal ginjal akut. Minyak atsiri sage sangat berbahaya jika tertelan; bahkan beberapa mililiter pada kasus tertentu telah dilaporkan memicu kejang umum yang membutuhkan perawatan intensif.[3,4,5] Selain itu, pemakaian topikal dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi atau iritasi pada individu sensitif.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Sage.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sage.