Advertisement
Asam rosmarinat (RA) adalah senyawa polifenol asam fenolat yang tersusun dari ester antara asam kafeat dan asam 3,4-dihidroksifenilaktat, dengan rumus molekul C₁₈H₁₆O₈ dan berat molekul 360,31 g/mol. Senyawa ini merupakan metabolit sekunder utama yang banyak ditemukan pada tumbuhan famili Lamiaceae (Lamiaceae), seperti rosemary (Rosmarinus officinalis), kemangi (Ocimum basilicum), mint, sage, thyme, dan perilla, serta menjadi komponen bioaktif penting pada kemangi suci (Ocimum sanctum) yang digunakan dalam pengobatan tradisional.
Secara fisikokimia, asam rosmarinat bersifat hidrofilik dengan kelarutan dalam air mencapai 24 mg/mL dan larut baik dalam DMSO serta etanol. Absorpsi intestinalnya terjadi melalui difusi paraseluler karena esterifikasi pada strukturnya menghambat afinitas terhadap transporter asam monokarboksilat (MCT), berbeda dengan asam fenolat sederhana seperti asam ferulat atau p-kumarat yang diabsorpsi secara aktif.
Asam rosmarinat menunjukkan aktivitas farmakologis yang sangat luas, terutama sebagai agen anti-inflamasi, antioksidan, antimikroba, dan neuroprotektif. Mekanisme anti-inflamasinya dimediasi melalui penghambatan jalur sinyal MAPK dan NF-κB, yang menekan ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-6, IL-1β, dan iNOS. Studi pada sel otot polos vaskular menunjukkan bahwa asam rosmarinat dosis rendah (10-25 μM) secara signifikan menghambat respons inflamasi yang diinduksi lipopolisakarida. Dalam konteks neuroinflamasi, senyawa ini menekan aktivasi mikroglia melalui penghambatan ekspresi TLR4 dan CD14 serta aktivasi NF-κB dan inflamasi NLRP3, menunjukkan potensi untuk penyakit neurodegeneratif.
Penelitian pada cedera ginjal yang diinduksi asam folat membuktikan bahwa asam rosmarinat (100 mg/kg) menurunkan kadar NF-κB, TNF-α, IL-6, serta menurunkan rasio Bax/Bcl-2 dan kadar Caspase-3 melalui jalur FoxO3/NF-κB, yang menekan inflamasi dan apoptosis. Studi penambatan molekuler juga menunjukkan afinitas pengikatan asam rosmarinat terhadap target asma sebesar -8,2 kkal/mol, lebih baik dibandingkan salbutamol standar (-7,0 kkal/mol).
Dalam pengobatan tradisional, asam rosmarinat merupakan komponen kunci pada tanaman yang digunakan secara luas dalam sistem Ayurveda dan Pengobatan Tradisional Tionghoa (TCM). Dalam Ayurveda, kemangi suci (Ocimum sanctum) atau Tulsi yang kaya akan asam rosmarinat digunakan sebagai adaptogen untuk mengatasi stres, infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, dan penyakit kulit. Dalam TCM, tanaman seperti rosemary dan perilla digunakan untuk mengatasi inflamasi dan infeksi. Tantangan utama implementasi modern asam rosmarinat adalah bioavailabilitas oralnya yang sangat rendah. Studi farmakokinetik pada tikus menunjukkan bioavailabilitas absolut hanya 0,91-1,69% setelah pemberian oral dosis 12,5-50 mg/kg.
Absorpsi terjadi cepat (Tmax 8-18 menit) namun dengan paparan sistemik yang sangat terbatas. Dalam sirkulasi, asam rosmarinat sebagian besar hadir dalam bentuk terkonjugasi (glukuronida atau sulfat) dan/atau termetilasi, serta didegradasi menjadi asam kafeat, asam ferulat, dan asam m-kumarat yang juga terkonjugasi. Dari sisi interaksi obat, penelitian pada mikrosom hati manusia menunjukkan bahwa asam rosmarinat secara moderat menghambat aktivitas UGT1A1, UGT1A6, dan UGT2B7 dengan nilai IC50 masing-masing 9,24; 19,1; dan 23,4 µM, sementara hanya menghambat lemah CYP2C9 dan CYP2E1.
Hal ini mengindikasikan bahwa secara klinis, asam rosmarinat berpotensi menimbulkan interaksi signifikan dengan obat-obatan yang dimetabolisme oleh jalur UGT. Berbagai strategi formulasi seperti sistem nanopartikel dan pengembangan akar rambut (hairy root culture) pada tanaman Ocimum sedang dieksplorasi untuk meningkatkan produksi dan bioavailabilitas asam rosmarinat.
---
- Wang, J., et al. (2017). Pharmacokinetics of rosmarinic acid in rats by LC-MS/MS: absolute bioavailability and dose proportionality. RSC Advances.
- (2025). Rosmarinic acid attenuated inflammation and apoptosis in folic acid-induced renal injury: Role of FoxO3/NFκB pathway. Iranian Journal of Basic Medical Sciences, 28(3), 316-322.
- Kim, S.B., et al. (2019). Metabolic interactions of rosmarinic acid with human cytochrome P450 monooxygenases and uridine diphosphate glucuronosyltransferases. Biomedicine & Pharmacotherapy, 110, 111-117.
- Rosmarinic acid datasheet. Adooq Bioscience.
- (2004). Orally administered rosmarinic acid is present as the conjugated and/or methylated forms in plasma. Life Sciences, 75(2), 165-178.
- Chen, C.P., et al. (2022). Rosmarinic Acid Attenuates the Lipopolysaccharide-Provoked Inflammatory Response of Vascular Smooth Muscle Cell via Inhibition of MAPK/NF-κB Cascade. Pharmaceuticals, 15(4), 437.
- Pandey, V., et al. (2021). Harnessing the Potential of Roots of Traditional Power Plant: Ocimum. Frontiers in Plant Science.
- Eno, E.A., et al. (2023). Investigation on the molecular, electronic and spectroscopic properties of rosmarinic acid. Journal of Biomolecular Structure and Dynamics, 41(20).
- Konishi, Y., et al. (2004). Pharmacokinetic Study of Caffeic and Rosmarinic Acids in Rats after Oral Administration. Journal of Agricultural and Food Chemistry.
- (2018). Rosmarinic Acid Mitigates Lipopolysaccharide-Induced Neuroinflammatory Responses through the Inhibition of TLR4 and CD14 Expression. PubMed.
- Yadav, S. (2025). Pharmacological and Therapeutic Potential of Ocimum sanctum: A Comprehensive Review. International Journal of Pharmaceutical Sciences, 3(6), 555-565.