Pangsit Ayam Kucai Kukus
Pangsit Ayam Kucai Kukus: camilan kukus tinggi protein dan serat, lebih sehat daripada digoreng, cocok untuk keluarga.
Resep Herbal #0074
Resep Pangsit Ayam Kucai Kukus
Pangsit kukus berisi ayam cincang dan kucai yang gurih, tanpa digoreng. Teknik mengukus menjaga tekstur dan mengurangi penggunaan minyak; dalam tradisi kuliner Asia, kucai juga dipakai sebagai bumbu dan penghangat tubuh.
0 29
Resep:
Bahan:
| 150 g Dada ayam giling |
| 40 g Kucai segar, iris halus |
| 30 g Bengkuang, potong dadu kecil (opsional) |
| 1 sdt Jahe parut |
| 1 sdm Saus tiram rendah natrium (opsional) |
| 1 sdt Minyak wijen |
| 1/4 sdt Garam |
| 1/8 sdt Lada putih bubuk |
| 10-12 lembar Kulit pangsit |
| Secukupnya Air untuk mengukus |
Manfaat:
Ayam giling menyediakan protein dan zinc; kucai memberi serat prebiotik serta flavonoid. Pangsit kukus lebih rendah lemak total dibanding versi goreng dan cocok sebagai camilan atau lauk.
Cara Membuat:
Langkah:
- Campur ayam giling, kucai, bengkuang, jahe parut, saus tiram, minyak wijen, garam, dan lada putih. Aduk rata.
- Siapkan kulit pangsit; letakkan 1 sdm adonan di tengah.
- Basahi tepi kulit pangsit dengan air, lalu lipat dan kerut hingga rapat.
- Susun pangsit di atas kukusan yang sudah dialasi kertas atau dioles tipis minyak.
- Kukus dengan api sedang selama 12-15 menit hingga matang. Angkat dan sajikan hangat.
Takaran/Porsi:
1 porsi = 3-4 pangsit; dapat dijadikan camilan 1-2 porsi per kali makan.
Interaksi:
Saus tiram menambah natrium; perhatikan bila sedang memakai obat hipertensi atau diuretik. Vitamin K dari kucai tetap perlu dijaga konsistensinya selama terapi antikoagulan.
Kontraindikasi:
Hindari jika alergi ayam, gluten, atau kucai. Bagi penderita dispepsia berat, makan dalam porsi kecil dan kunyah perlahan.
Resep Herbal: #0074