Pangsit Ayam Kucai Kukus

Pangsit Ayam Kucai Kukus: camilan kukus tinggi protein dan serat, lebih sehat daripada digoreng, cocok untuk keluarga.

Deskripsi:

Pangsit kukus berisi ayam cincang dan kucai yang gurih, tanpa digoreng. Teknik mengukus menjaga tekstur dan mengurangi penggunaan minyak; dalam tradisi kuliner Asia, kucai juga dipakai sebagai bumbu dan penghangat tubuh.

Resep:

Bahan:
150 g Dada ayam giling
40 g Kucai segar, iris halus
30 g Bengkuang, potong dadu kecil (opsional)
1 sdt Jahe parut
1 sdm Saus tiram rendah natrium (opsional)
1 sdt Minyak wijen
1/4 sdt Garam
1/8 sdt Lada putih bubuk
10-12 lembar Kulit pangsit
Secukupnya Air untuk mengukus

Manfaat:

Ayam giling menyediakan protein dan zinc; kucai memberi serat prebiotik serta flavonoid. Pangsit kukus lebih rendah lemak total dibanding versi goreng dan cocok sebagai camilan atau lauk.

Cara Membuat:

Langkah:
  1. Campur ayam giling, kucai, bengkuang, jahe parut, saus tiram, minyak wijen, garam, dan lada putih. Aduk rata.
  2. Siapkan kulit pangsit; letakkan 1 sdm adonan di tengah.
  3. Basahi tepi kulit pangsit dengan air, lalu lipat dan kerut hingga rapat.
  4. Susun pangsit di atas kukusan yang sudah dialasi kertas atau dioles tipis minyak.
  5. Kukus dengan api sedang selama 12-15 menit hingga matang. Angkat dan sajikan hangat.

Advertisement


Interaksi:

Saus tiram menambah natrium; perhatikan bila sedang memakai obat hipertensi atau diuretik. Vitamin K dari kucai tetap perlu dijaga konsistensinya selama terapi antikoagulan.

Dosis:

1 porsi = 3-4 pangsit; dapat dijadikan camilan 1-2 porsi per kali makan.

Kontraindikasi:

Hindari jika alergi ayam, gluten, atau kucai. Bagi penderita dispepsia berat, makan dalam porsi kecil dan kunyah perlahan.

Resep Herbal: #0074