Advertisement
Alpinia galanga, yang dikenal luas sebagai lengkuas atau galangal, merupakan tanaman rimpang dari famili Zingiberaceae. Berbeda dengan jahe atau kunyit, lengkuas memiliki batang semu yang tegak dan dapat tumbuh hingga 2–3 meter. Rimpangnya keras, berwarna cokelat kemerahan, serta memiliki aroma khas yang lebih tajam dan sedikit pedas dengan sentuhan pinus. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Tenggara, terutama Indonesia, Thailand, dan Malaysia, karena kemampuannya tumbuh di daerah tropis dengan curah hujan tinggi. Secara botani, lengkuas dibedakan menjadi dua varietas utama: lengkuas merah (sering digunakan dalam pengobatan) dan lengkuas putih (lebih umum untuk bumbu masakan).
Lengkuas paling suka tumbuh di tempat yang kena sinar matahari cukup atau sedikit teduh. Tanaman ini banyak ditemukan di lahan subur, area terbuka, atau di pekarangan rumah dengan tanah yang tidak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Lengkuas (Alpinia galanga):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Rimpang | Bentuknya besar, tebal, dan bercabang-cabang. Kulitnya warna cokelat agak kemerahan atau keputihan, dagingnya keras, berserat, dan punya aroma khas yang tajam. |
| Batang | Batangnya tegak, merupakan batang semu yang terbentuk dari pelepah daun yang saling menutup, warnanya hijau agak kemerahan. |
| Daun | Bentuknya memanjang (lanset) dengan ujung yang runcing. Teksturnya kaku, permukaannya halus, dan tepiannya rata. |
| Bunga | Muncul di ujung batang, bentuknya seperti malai. Warnanya putih kehijauan atau agak kekuningan, terlihat cantik dan unik. |
| Buah | Buahnya jenis buah buni, bentuknya bulat, saat masih muda berwarna hijau dan kalau sudah tua berubah menjadi hitam kecokelatan. |
8 Manfaat Lengkuas untuk kesehatan.
Menghambat aktivitas cyclooxygenase-2 (COX-2) dan lipoxygenase (LOX), menekan aktivasi NF-κB, serta menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Senyawa galangin dan 1'-acetoxychavicol acetate (ACA) memodulasi jalur MAPK dan PI3K/Akt.
Mengganggu integritas membran sel bakteri dan jamur melalui interaksi dengan lipid bilayer, menghambat sintesis dinding sel, serta menginduksi stress oksidatif. Minyak atsiri dan ACA juga menghambat pompa efluks bakteri.
Menyapu radikal bebas (DPPH, ABTS, OH) dan mengkhelat ion logam transisi. Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase (GPx) via aktivasi Nrf2.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Lengkuas.
Interaksi & Kontraindikasi Lengkuas dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Lengkuas (Alpinia galanga) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari makanan. Namun, konsumsi dalam dosis tinggi atau bentuk suplemen ekstrak dapat menimbulkan beberapa efek samping pada sistem pencernaan. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi iritasi lambung, rasa terbakar pada ulu hati (heartburn), dan mual, terutama pada individu yang memiliki lambung sensitif atau penderita tukak lambung (ulkus peptikum). Senyawa bioaktif seperti minyak atsiri dan galangin di dalamnya dapat merangsang sekresi asam lambung secara berlebihan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Lengkuas.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Lengkuas.