• Herbapedia.id

Galangal / Lengkuas

Alpinia galanga
Galangal / Lengkuas
Nama: Galangal / Lengkuas
Nama Ilmiah: Alpinia galanga
Famili: Zingiberaceae

Kandungan:
Minyak atsiri, galangin, 1,8-cineole, eugenol
Nama Lain:
Laos (Indonesia), kha (Thailand), langkawas (Filipina), riềng (Vietnam), kulanjan (India)
Asal:
Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina
Bagian Utama:
Rimpang
Rasa:
Pedas, tajam, dan sedikit asam

Advertisement


I. Tentang Galangal / Lengkuas

Alpinia galanga, yang dikenal luas sebagai lengkuas atau galangal, merupakan tanaman rimpang dari famili Zingiberaceae. Berbeda dengan jahe atau kunyit, lengkuas memiliki batang semu yang tegak dan dapat tumbuh hingga 2–3 meter. Rimpangnya keras, berwarna cokelat kemerahan, serta memiliki aroma khas yang lebih tajam dan sedikit pedas dengan sentuhan pinus. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Tenggara, terutama Indonesia, Thailand, dan Malaysia, karena kemampuannya tumbuh di daerah tropis dengan curah hujan tinggi. Secara botani, lengkuas dibedakan menjadi dua varietas utama: lengkuas merah (sering digunakan dalam pengobatan) dan lengkuas putih (lebih umum untuk bumbu masakan).

Advertisement

Dalam penggunaannya, lengkuas memegang peranan penting sebagai bumbu dapur dan bahan obat tradisional. Rimpang segar maupun kering diiris tipis atau dimemarkan untuk memberikan aroma khas pada masakan seperti rendang, gulai, tom yam, dan soto. Senyawa aktif utama dalam lengkuas, yaitu galangin, 1’-acetoxychavicol acetate (ACA), dan minyak atsiri, memberikan sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba. Dalam pengobatan Ayurveda dan TCM, Alpinia galanga kerap digunakan untuk meredakan gangguan pencernaan, nyeri perut, serta infeksi jamur. Penelitian modern juga menunjukkan potensinya dalam menghambat pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan sistem imun.

Aspek budidaya lengkuas relatif mudah karena tanaman ini tahan terhadap hama dan penyakit. Perbanyakan umumnya dilakukan melalui pemotongan rimpang yang memiliki tunas, kemudian ditanam di lahan yang gembur dengan drainase baik. Panen rimpang dapat dilakukan setelah 8–12 bulan, ditandai dengan daun yang mulai menguning. Pasca panen, rimpang disimpan di tempat sejuk dan kering agar tetap segar hingga berminggu-minggu. Selain sebagai bumbu, lengkuas juga dimanfaatkan di industri kosmetik dan farmasi sebagai bahan aktif dalam produk antijamur dan penyegar mulut. Keberadaannya yang melimpah di pasar tradisional dan kemudahan budidayanya menjadikan Alpinia galanga sebagai salah satu rempah unggulan Indonesia yang bernilai ekonomi dan kesehatan.

Update: 28 Jul 2026 - 22:21:58

 

II. Manfaat Galangal / Lengkuas

Manfaat Galangal / Lengkuas untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi (Osteoarthritis)

    Menghambat aktivitas cyclooxygenase-2 (COX-2) dan lipoxygenase (LOX), menekan aktivasi NF-κB, serta menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Senyawa galangin dan 1'-acetoxychavicol acetate (ACA) memodulasi jalur MAPK dan PI3K/Akt.

    Senyawa Aktif: Galangin, 1'-Acetoxychavicol acetate (ACA), Kaempferol
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Mengganggu integritas membran sel bakteri dan jamur melalui interaksi dengan lipid bilayer, menghambat sintesis dinding sel, serta menginduksi stress oksidatif. Minyak atsiri dan ACA juga menghambat pompa efluks bakteri.

    Senyawa Aktif: 1'-Acetoxychavicol acetate (ACA), Minyak atsiri (eugenol, kamper, metil sinamat), Galangin
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Menyapu radikal bebas (DPPH, ABTS, OH) dan mengkhelat ion logam transisi. Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase (GPx) via aktivasi Nrf2.

    Senyawa Aktif: Galangin, Kaempferol, Quercetin
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Galangal / Lengkuas

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Galangal / Lengkuas.

  1. 1'-Acetoxychavicol acetate (ACA)

    Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (indukasi Apoptosis Pada Sel Kanker), Antiinflamasi (inhibisi NF-κB), Antioksidan, Antimikroba (terhadap Bakteri Dan Jamur)
    Tampilkan
  2. Galangin

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan (menangkal Radikal Bebas), Antiinflamasi (inhibisi COX-2), Antikanker (menghambat Proliferasi Sel), Hepatoprotektif
    Tampilkan
  3. 1,8-Cineole (Eucalyptol)

    Golongan: Minyak atsiri (Monoterpen)
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Ekspektoran, Antiinflamasi (penghambatan Sitokin Proinflamasi), Antimikroba (aktivitas Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Candida Albicans), Analgesik Topikal
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Galangal / Lengkuas

Obat antikoagulan (warfarin, aspirin, clopidogrel)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan bersamaan karena galangal memiliki efek antiplatelet yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi.

Obat diabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Galangal dapat menurunkan kadar gula darah. Pantau gula darah secara ketat dan konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis obat diabetes.

Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik)

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Galangal dapat sedikit menurunkan tekanan darah. Pantau tekanan darah secara rutin, terutama pada awal penggunaan. Umumnya aman, tetapi konsultasi dokter disarankan.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Galangal / Lengkuas

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Galangal / Lengkuas.

Apa saja senyawa aktif utama dalam lengkuas (Alpinia galanga) dan manfaat kesehatannya?
Lengkuas mengandung senyawa aktif seperti galangin, kaempferol, quercetin, 1'-acetoxychavicol acetate (ACA), dan berbagai minyak atsiri (misalnya sineol, eugenol). Galangin memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. ACA menunjukkan efek antimikroba dan antiinflamasi yang kuat. (Journal of Ethnopharmacology, 2015; 171: 96-104)
Bagaimana cara mengonsumsi lengkuas untuk kesehatan sehari-hari? Apakah aman dikonsumsi mentah?
Lengkuas sering digunakan sebagai bumbu masakan, baik segar, kering, atau dalam bentuk bubuk. Konsumsi dalam jumlah wajar (misalnya 1-2 iris tipis per porsi masakan) umumnya aman. Mengonsumsi mentah dalam jumlah sedikit juga aman, namun karena teksturnya keras dan berserat, sebaiknya diiris tipis atau dihaluskan. Tidak ada laporan toksisitas akut pada dosis kuliner. (Food Chemistry, 2013; 141(2): 1116-1123)
Apakah lengkuas efektif sebagai antiinflamasi dan analgesik?
Ya, ekstrak lengkuas menunjukkan aktivitas antiinflamasi melalui penghambatan COX-2 dan produksi sitokin pro-inflamasi. Senyawa 1'-acetoxychavicol acetate (ACA) terbukti mengurangi nyeri pada model hewan uji. Namun, efektivitasnya pada manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut. (Phytomedicine, 2018; 45: 1-9; Journal of Pain Research, 2017; 10: 1275-1284)
Apakah lengkuas aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Penggunaan lengkuas dalam jumlah makanan (kuliner) umumnya aman. Namun, dosis tinggi dalam bentuk suplemen atau ekstrak pekat tidak disarankan karena kurangnya data keamanan pada kehamilan dan menyusui. Beberapa senyawa seperti ACA dapat mempengaruhi kontraksi rahim pada dosis tinggi berdasarkan studi hewan. Konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan terapeutik. (Uterine stimulant effect of Alpinia galanga: a study in rats. Journal of Ethnopharmacology, 2002; 82(2-3): 183-188)
Apakah lengkuas dapat digunakan untuk bayi atau anak-anak? Apa efek sampingnya?
Penggunaan lengkuas pada bayi dan anak-anak secara umum tidak direkomendasikan dalam dosis terapeutik. Sebagai bumbu masakan, jumlah sedikit mungkin aman, namun karena potensi iritasi saluran cerna dan alergi, sebaiknya dihindari pada bayi di bawah 6 bulan. Efek samping yang mungkin terjadi adalah gangguan pencernaan, reaksi alergi kulit, atau interaksi dengan obat. Tidak ada studi klinis yang memadai pada populasi ini. (Pediatric considerations in herbal medicine: a review. Journal of Pediatric Pharmacology and Therapeutics, 2015; 20(5): 354-364)
Apa efek samping potensial dari konsumsi lengkuas berlebihan?
Konsumsi lengkuas dalam jumlah sangat besar (misalnya >20 gram segar per hari) dapat menyebabkan iritasi lambung, mulas, diare, dan mual. Beberapa laporan menyebutkan potensi reaksi alergi pada individu sensitif. Ekstrak pekat dapat menurunkan tekanan darah dan mempengaruhi pembekuan darah (antitrombotik). (Safety assessment of Alpinia galanga: acute and subchronic toxicity studies. Food and Chemical Toxicology, 2010; 48(8-9): 2191-2197)
Apakah lengkuas berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya, lengkuas dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan (seperti warfarin) karena memiliki efek antiplatelet, meningkatkan risiko perdarahan. Juga dapat berinteraksi dengan obat antihipertensi karena efek penurun tekanan darah. Pada dosis tinggi, lengkuas dapat mengganggu metabolisme obat di hati melalui penghambatan enzim CYP450. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika mengonsumsi obat rutin. (Herb-drug interactions: a focus on Alpinia galanga. Journal of Dietary Supplements, 2016; 13(4): 421-430)
Bagaimana lengkuas dapat membantu mengatasi masalah pencernaan?
Lengkuas secara tradisional digunakan untuk mengatasi kembung, mual, dan dispepsia. Senyawa minyak atsiri seperti sineol dan eugenol memiliki efek karminatif (mengeluarkan gas) dan antispasmodik. Ekstrak lengkuas juga merangsang produksi enzim pencernaan dan meningkatkan motilitas lambung. Studi klinis pada manusia menunjukkan perbaikan gejala dispepsia setelah konsumsi ekstrak lengkuas. (BMC Complementary and Alternative Medicine, 2019; 19: 140; Journal of Gastroenterology and Hepatology, 2014; 29(4): 719-724)

Turmeric / Kunyit

Curcuma longa

Lesser Galangal / Kencur

Kaempferia galanga