Lengkuas

Galangal | Alpinia galanga
Lengkuas
Nama
Lengkuas (Galangal)
Nama Latin/Ilmiah
Alpinia galanga
Bagian Digunakan
Rimpang
Rasa
Pedas, tajam, & sedikit asam

Nama Lain
Laos (Indonesia), kha (Thailand), langkawas (Filipina), riềng (Vietnam), kulanjan (India)
Asal
Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina
Kandungan Utama
Minyak atsiri, galangin, 1,8-cineole, eugenol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Lengkuas

Alpinia galanga, yang dikenal luas sebagai lengkuas atau galangal, merupakan tanaman rimpang dari famili Zingiberaceae. Berbeda dengan jahe atau kunyit, lengkuas memiliki batang semu yang tegak dan dapat tumbuh hingga 2–3 meter. Rimpangnya keras, berwarna cokelat kemerahan, serta memiliki aroma khas yang lebih tajam dan sedikit pedas dengan sentuhan pinus. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Tenggara, terutama Indonesia, Thailand, dan Malaysia, karena kemampuannya tumbuh di daerah tropis dengan curah hujan tinggi. Secara botani, lengkuas dibedakan menjadi dua varietas utama: lengkuas merah (sering digunakan dalam pengobatan) dan lengkuas putih (lebih umum untuk bumbu masakan).

Baca Lebih Lanjut
Update: 09 Agu 2026 - 21:40:04
 

II. Ciri-ciri Lengkuas

Lengkuas paling suka tumbuh di tempat yang kena sinar matahari cukup atau sedikit teduh. Tanaman ini banyak ditemukan di lahan subur, area terbuka, atau di pekarangan rumah dengan tanah yang tidak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Lengkuas (Alpinia galanga):

Bagian Ciri-Ciri
Rimpang Bentuknya besar, tebal, dan bercabang-cabang. Kulitnya warna cokelat agak kemerahan atau keputihan, dagingnya keras, berserat, dan punya aroma khas yang tajam.
Batang Batangnya tegak, merupakan batang semu yang terbentuk dari pelepah daun yang saling menutup, warnanya hijau agak kemerahan.
Daun Bentuknya memanjang (lanset) dengan ujung yang runcing. Teksturnya kaku, permukaannya halus, dan tepiannya rata.
Bunga Muncul di ujung batang, bentuknya seperti malai. Warnanya putih kehijauan atau agak kekuningan, terlihat cantik dan unik.
Buah Buahnya jenis buah buni, bentuknya bulat, saat masih muda berwarna hijau dan kalau sudah tua berubah menjadi hitam kecokelatan.

III. Manfaat Lengkuas

8 Manfaat Lengkuas untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi (Osteoarthritis)

    Menghambat aktivitas cyclooxygenase-2 (COX-2) dan lipoxygenase (LOX), menekan aktivasi NF-κB, serta menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Senyawa galangin dan 1'-acetoxychavicol acetate (ACA) memodulasi jalur MAPK dan PI3K/Akt.

    Senyawa Aktif: Galangin, 1'-Acetoxychavicol acetate (ACA), Kaempferol
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Mengganggu integritas membran sel bakteri dan jamur melalui interaksi dengan lipid bilayer, menghambat sintesis dinding sel, serta menginduksi stress oksidatif. Minyak atsiri dan ACA juga menghambat pompa efluks bakteri.

    Senyawa Aktif: 1'-Acetoxychavicol acetate (ACA), Minyak atsiri (eugenol, kamper, metil sinamat), Galangin
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Menyapu radikal bebas (DPPH, ABTS, OH) dan mengkhelat ion logam transisi. Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase (GPx) via aktivasi Nrf2.

    Senyawa Aktif: Galangin, Kaempferol, Kuersetin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Lengkuas

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Lengkuas.

  1. 1'-Acetoxychavicol acetate (ACA)

    Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (indukasi Apoptosis Pada Sel Kanker), Antiinflamasi (inhibisi NF-κB), Antioksidan, Antimikroba (terhadap Bakteri Dan Jamur).
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan (menangkal Radikal Bebas), Antiinflamasi (inhibisi COX-2), Antikanker (menghambat Proliferasi Sel), Hepatoprotektif.
    Tampilkan
  3. Golongan: Minyak atsiri (Monoterpen)
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Ekspektoran, Antiinflamasi (penghambatan Sitokin Proinflamasi), Antimikroba (aktivitas Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Candida Albicans), Analgesik Topikal.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Lengkuas

Interaksi & Kontraindikasi Lengkuas dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan karena galangal memiliki efek antiplatelet yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Galangal dapat menurunkan kadar gula darah. Pantau gula darah secara ketat dan konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis obat diabetes.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Galangal dapat sedikit menurunkan tekanan darah. Pantau tekanan darah secara rutin, terutama pada awal penggunaan. Umumnya aman, tetapi konsultasi dokter disarankan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+3)

VI. Efek Samping Lengkuas

Lengkuas (Alpinia galanga) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari makanan. Namun, konsumsi dalam dosis tinggi atau bentuk suplemen ekstrak dapat menimbulkan beberapa efek samping pada sistem pencernaan. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi iritasi lambung, rasa terbakar pada ulu hati (heartburn), dan mual, terutama pada individu yang memiliki lambung sensitif atau penderita tukak lambung (ulkus peptikum). Senyawa bioaktif seperti minyak atsiri dan galangin di dalamnya dapat merangsang sekresi asam lambung secara berlebihan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Lengkuas

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Lengkuas.

  1. Tinjauan Sistematis Aktivitas Antiinflamasi Lengkuas (Alpinia galanga) dan Senyawa Utama 1'-Asetoksikavikol Asetat

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Lengkuas menghambat jalur NF-κB serta menurunkan ekspresi sitokin proinflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Senyawa 1'-asetoksikavikol asetat merupakan komponen bioaktif utama yang bertanggung jawab atas efek antiinflamasi.
    Tampilkan
  2. Efektivitas Ekstrak Lengkuas terhadap Kadar Gula Darah dan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian ekstrak lengkuas selama 12 minggu menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c secara signifikan dibandingkan plasebo. Profil lipid juga mengalami perbaikan tanpa efek samping serius.
    Tampilkan
  3. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Lengkuas pada Edema Kaki Tikus yang Diinduksi Karagenan

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak lengkuas dosis 200 dan 400 mg/kgBB mengurangi volume edema kaki dan menurunkan kadar myeloperoksidase dibandingkan kontrol. Efek antiinflamasinya setara dengan diklofenak natrium 10 mg/kgBB.
    Tampilkan

VIII. FAQ Lengkuas

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Lengkuas.

Apa saja senyawa aktif utama dalam lengkuas (Alpinia galanga) dan manfaat kesehatannya?
Lengkuas mengandung senyawa aktif seperti galangin, kaempferol, quercetin, 1'-acetoxychavicol acetate (ACA), dan berbagai minyak atsiri (misalnya sineol, eugenol). Galangin memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. ACA menunjukkan efek antimikroba dan antiinflamasi yang kuat. (Journal of Ethnopharmacology, 2015; 171: 96-104)
Bagaimana cara mengonsumsi lengkuas untuk kesehatan sehari-hari? Apakah aman dikonsumsi mentah?
Lengkuas sering digunakan sebagai bumbu masakan, baik segar, kering, atau dalam bentuk bubuk. Konsumsi dalam jumlah wajar (misalnya 1-2 iris tipis per porsi masakan) umumnya aman. Mengonsumsi mentah dalam jumlah sedikit juga aman, namun karena teksturnya keras dan berserat, sebaiknya diiris tipis atau dihaluskan. Tidak ada laporan toksisitas akut pada dosis kuliner. (Food Chemistry, 2013; 141(2): 1116-1123)
Apakah lengkuas efektif sebagai antiinflamasi dan analgesik?
Ya, ekstrak lengkuas menunjukkan aktivitas antiinflamasi melalui penghambatan COX-2 dan produksi sitokin pro-inflamasi. Senyawa 1'-acetoxychavicol acetate (ACA) terbukti mengurangi nyeri pada model hewan uji. Namun, efektivitasnya pada manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut. (Phytomedicine, 2018; 45: 1-9; Journal of Pain Research, 2017; 10: 1275-1284)
Apakah lengkuas aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Penggunaan lengkuas dalam jumlah makanan (kuliner) umumnya aman. Namun, dosis tinggi dalam bentuk suplemen atau ekstrak pekat tidak disarankan karena kurangnya data keamanan pada kehamilan dan menyusui. Beberapa senyawa seperti ACA dapat mempengaruhi kontraksi rahim pada dosis tinggi berdasarkan studi hewan. Konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan terapeutik. (Uterine stimulant effect of Alpinia galanga: a study in rats. Journal of Ethnopharmacology, 2002; 82(2-3): 183-188)
Apakah lengkuas dapat digunakan untuk bayi atau anak-anak? Apa efek sampingnya?
Penggunaan lengkuas pada bayi dan anak-anak secara umum tidak direkomendasikan dalam dosis terapeutik. Sebagai bumbu masakan, jumlah sedikit mungkin aman, namun karena potensi iritasi saluran cerna dan alergi, sebaiknya dihindari pada bayi di bawah 6 bulan. Efek samping yang mungkin terjadi adalah gangguan pencernaan, reaksi alergi kulit, atau interaksi dengan obat. Tidak ada studi klinis yang memadai pada populasi ini. (Pediatric considerations in herbal medicine: a review. Journal of Pediatric Pharmacology and Therapeutics, 2015; 20(5): 354-364)
Apa efek samping potensial dari konsumsi lengkuas berlebihan?
Konsumsi lengkuas dalam jumlah sangat besar (misalnya >20 gram segar per hari) dapat menyebabkan iritasi lambung, mulas, diare, dan mual. Beberapa laporan menyebutkan potensi reaksi alergi pada individu sensitif. Ekstrak pekat dapat menurunkan tekanan darah dan mempengaruhi pembekuan darah (antitrombotik). (Safety assessment of Alpinia galanga: acute and subchronic toxicity studies. Food and Chemical Toxicology, 2010; 48(8-9): 2191-2197)
Apakah lengkuas berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya, lengkuas dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan (seperti warfarin) karena memiliki efek antiplatelet, meningkatkan risiko perdarahan. Juga dapat berinteraksi dengan obat antihipertensi karena efek penurun tekanan darah. Pada dosis tinggi, lengkuas dapat mengganggu metabolisme obat di hati melalui penghambatan enzim CYP450. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika mengonsumsi obat rutin. (Herb-drug interactions: a focus on Alpinia galanga. Journal of Dietary Supplements, 2016; 13(4): 421-430)
Bagaimana lengkuas dapat membantu mengatasi masalah pencernaan?
Lengkuas secara tradisional digunakan untuk mengatasi kembung, mual, dan dispepsia. Senyawa minyak atsiri seperti sineol dan eugenol memiliki efek karminatif (mengeluarkan gas) dan antispasmodik. Ekstrak lengkuas juga merangsang produksi enzim pencernaan dan meningkatkan motilitas lambung. Studi klinis pada manusia menunjukkan perbaikan gejala dispepsia setelah konsumsi ekstrak lengkuas. (BMC Complementary and Alternative Medicine, 2019; 19: 140; Journal of Gastroenterology and Hepatology, 2014; 29(4): 719-724)

Kunyit

Curcuma longa

Kencur

Kaempferia galanga

Cari: