Advertisement
Kaempferia galanga, yang lebih dikenal sebagai kencur atau lesser galangal, adalah tanaman rempah dan obat dari famili Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman herba tahunan ini memiliki rimpang kecil beraroma khas yang digunakan secara luas dalam masakan dan pengobatan tradisional. Kencur mudah dibedakan dari jahe atau lengkuas karena ukuran rimpangnya yang lebih kecil, kulit tipis berwarna cokelat muda, dan daging berwarna putih kekuningan dengan aroma tajam menyerupai kapur barus dan jeruk. Tanaman ini tumbuh rendah dengan daun lebar dan bunganya yang harum berwarna putih dengan semburat ungu, sering mekar di awal musim hujan.
Kencur suka banget tumbuh di daerah dataran rendah sampai pegunungan yang tanahnya subur, gembur, dan nggak tergenang air. Dia lebih oke kalau hidup di tempat yang agak teduh atau sedikit kena sinar matahari. Karakteristik/ciri-ciri Kencur (Kaempferia galanga):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Rimpang | Bentuknya bulat, warnanya cokelat di luar dan putih kekuningan di dalam. Baunya aromatik banget dan punya banyak cabang. |
| Akar | Akar tunggang yang tumbuh dari rimpang, teksturnya agak kasar dan warnanya cokelat muda. |
| Daun | Bentuknya melebar/bulat telur, tumbuh mendatar di atas permukaan tanah. Pinggiran daunnya agak bergelombang dengan warna hijau muda di bagian atas dan hijau pucat di bawah. |
| Bunga | Muncul di antara dua helai daun, bentuknya seperti terompet kecil dengan warna putih dengan bercak ungu di bagian tengahnya. |
| Batang | Batangnya pendek banget (batang semu) karena daunnya langsung tumbuh dari rimpang di dalam tanah. |
7 Manfaat Kencur untuk kesehatan.
Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan jalur NF-κB, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa etil p-metoksisinamat (EPMC) memblokir aktivasi NF-κB dan menekan ekspresi COX-2 melalui jalur MAPK p38.
Mengganggu integritas membran sel mikroorganisme melalui interaksi dengan lipid bilayer dan meningkatkan permeabilitas sel. EPMC dan minyak atsiri (borneol, kamfor) menghambat sintesis dinding sel bakteri Gram-positif dan menginduksi kebocoran ion kalium pada jamur Candida albicans.
Menyumbangkan elektron dan menetralkan radikal bebas (ROS, RNS) melalui gugus hidroksil pada flavonoid (kaempferol, pinocembrin). Juga menginduksi ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kencur.
Interaksi & Kontraindikasi Kencur dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Kencur (Kaempferia galanga) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan atau obat tradisional. Namun, konsumsi ekstrak kencur dalam dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal, seperti iritasi lambung, rasa terbakar pada ulu hati, mual, dan peningkatan produksi asam lambung. Senyawa aktif seperti minyak atsiri di dalamnya, jika terakumulasi dalam jumlah berlebihan, dapat memicu reaksi hipersensitivitas pada saluran pencernaan yang sensitif.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kencur.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kencur.