Kencur

Lesser Galangal | Kaempferia galanga
Kencur
Nama
Kencur (Lesser Galangal)
Nama Latin/Ilmiah
Kaempferia galanga
Bagian Digunakan
Rimpang
Rasa
Pahit, pedas

Nama Lain
Kencur (Indonesia), cekur (Malaysia), proh (Thailand), sha jiang (China), kacholam (India)
Asal
Indonesia (Jawa), Malaysia, Thailand
Kandungan Utama
Etil sinamat, etil p-metoksisinamat, borneol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kencur

Kaempferia galanga, yang lebih dikenal sebagai kencur atau lesser galangal, adalah tanaman rempah dan obat dari famili Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman herba tahunan ini memiliki rimpang kecil beraroma khas yang digunakan secara luas dalam masakan dan pengobatan tradisional. Kencur mudah dibedakan dari jahe atau lengkuas karena ukuran rimpangnya yang lebih kecil, kulit tipis berwarna cokelat muda, dan daging berwarna putih kekuningan dengan aroma tajam menyerupai kapur barus dan jeruk. Tanaman ini tumbuh rendah dengan daun lebar dan bunganya yang harum berwarna putih dengan semburat ungu, sering mekar di awal musim hujan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 09 Agu 2026 - 19:40:03
 

II. Ciri-ciri Kencur

Kencur suka banget tumbuh di daerah dataran rendah sampai pegunungan yang tanahnya subur, gembur, dan nggak tergenang air. Dia lebih oke kalau hidup di tempat yang agak teduh atau sedikit kena sinar matahari. Karakteristik/ciri-ciri Kencur (Kaempferia galanga):

Bagian Ciri-Ciri
Rimpang Bentuknya bulat, warnanya cokelat di luar dan putih kekuningan di dalam. Baunya aromatik banget dan punya banyak cabang.
Akar Akar tunggang yang tumbuh dari rimpang, teksturnya agak kasar dan warnanya cokelat muda.
Daun Bentuknya melebar/bulat telur, tumbuh mendatar di atas permukaan tanah. Pinggiran daunnya agak bergelombang dengan warna hijau muda di bagian atas dan hijau pucat di bawah.
Bunga Muncul di antara dua helai daun, bentuknya seperti terompet kecil dengan warna putih dengan bercak ungu di bagian tengahnya.
Batang Batangnya pendek banget (batang semu) karena daunnya langsung tumbuh dari rimpang di dalam tanah.

III. Manfaat Kencur

7 Manfaat Kencur untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi (Osteoartritis Lutut)

    Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan jalur NF-κB, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa etil p-metoksisinamat (EPMC) memblokir aktivasi NF-κB dan menekan ekspresi COX-2 melalui jalur MAPK p38.

    Senyawa Aktif: Etil p-metoksisinamat (EPMC), Pinosembrin, Kaempferol
    Tampilkan
  2. Antimikroba (Bakteri dan Jamur)

    Mengganggu integritas membran sel mikroorganisme melalui interaksi dengan lipid bilayer dan meningkatkan permeabilitas sel. EPMC dan minyak atsiri (borneol, kamfor) menghambat sintesis dinding sel bakteri Gram-positif dan menginduksi kebocoran ion kalium pada jamur Candida albicans.

    Senyawa Aktif: Etil p-metoksisinamat (EPMC), Borneol, Kamfor
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Menyumbangkan elektron dan menetralkan radikal bebas (ROS, RNS) melalui gugus hidroksil pada flavonoid (kaempferol, pinocembrin). Juga menginduksi ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: Kaempferol, Pinosembrin, Etil p-metoksisinamat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Kencur

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kencur.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (in Vitro, Belum Ada Uji Klinis Manusia), Analgesik (model Hewan), Antimikroba Terhadap Staphylococcus Aureus.
    Tampilkan
  2. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba (Staphylococcus, E. Coli), Antioksidan (DPPH), Efek Sedatif Ringan Pada Hewan Uji.
    Tampilkan
  3. Golongan: Monoterpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antispasmodik (usus Halus), Analgesik Topikal, Iritan Kulit Pada Konsentrasi Tinggi.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kencur

Interaksi & Kontraindikasi Kencur dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Warfarin, Aspirin, Clopidogrel, dan antikoagulan/antiplatelet lainnya

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Kencur memiliki efek antikoagulan yang dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikombinasikan dengan obat pengencer darah. Hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan medis.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kencur dapat menurunkan kadar gula darah. Kombinasi dengan obat diabetes dapat menyebabkan hipoglikemia. Pantau gula darah secara ketat dan konsultasikan dengan dokter.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta blocker, diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kencur dapat menurunkan tekanan darah. Kombinasi dengan obat hipertensi dapat menyebabkan hipotensi. Lakukan pemantauan tekanan darah secara teratur.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Kencur

Kencur (Kaempferia galanga) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan atau obat tradisional. Namun, konsumsi ekstrak kencur dalam dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal, seperti iritasi lambung, rasa terbakar pada ulu hati, mual, dan peningkatan produksi asam lambung. Senyawa aktif seperti minyak atsiri di dalamnya, jika terakumulasi dalam jumlah berlebihan, dapat memicu reaksi hipersensitivitas pada saluran pencernaan yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Kencur

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kencur.

  1. Kajian Komprehensif Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Kaempferia galanga L.

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Kaempferia galanga kaya akan etil p-metoksisinamat, etil sinamat, dan borneol yang berperan dalam aktivitas antiinflamasi, analgesik, serta antimikroba. Rimpang kencur berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku sediaan farmasi dan kosmetik.
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Rimpang Kaempferia galanga L. pada Model Peradangan Akut Tikus

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak etanol rimpang kencur menurunkan edema kaki secara signifikan dan menekan kadar TNF-α serta IL-6. Dosis 200 mg/kgBB menunjukkan efek antiinflamasi yang sebanding dengan diklofenak.
    Tampilkan
  3. Aktivitas Sitotoksik dan Apoptosis Ekstrak Kaempferia galanga L. pada Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak kencur menghambat proliferasi sel MCF-7 dengan IC50 45,2 µg/mL dan menginduksi apoptosis melalui peningkatan rasio Bax/Bcl-2. Efek sitotoksik terhadap sel normal relatif rendah, menunjukkan adanya selektivitas.
    Tampilkan

VIII. FAQ Kencur

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kencur.

Apa kandungan fitokimia utama dari kencur (Kaempferia galanga) yang bertanggung jawab atas khasiatnya?
Kencur mengandung minyak atsiri dengan komponen utama etil sinamat dan etil p-metoksisinamat, serta senyawa flavonoid, saponin, dan polifenol. Kandungan ini memberikan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba (_Kumar dkk., 2013, International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences_).
Bagaimana cara konsumsi kencur yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Kencur dapat dikonsumsi dalam bentuk segar (diparut atau diiris), sebagai bumbu masak, atau dalam bentuk serbuk (1-2 gram per hari). Rebusan rimpang (10-15 gram dalam 200 ml air) juga umum digunakan. Hindari konsumsi berlebihan karena dapat menyebabkan iritasi lambung (_British Herbal Pharmacopoeia, 1996_).
Apakah kencur aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Kencur tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena memiliki efek merangsang kontraksi rahim (emmenagogue) yang dapat meningkatkan risiko keguguran. Bagi ibu menyusui, penggunaan dalam jumlah kecil sebagai bumbu dianggap aman, namun konsumsi dalam dosis terapeutik sebaiknya dihindari karena kurangnya data keamanan (_Ernst, 2002, Complementary Therapies in Nursing & Midwifery_).
Bolehkah kencur diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Penggunaan kencur pada bayi dan anak-anak harus sangat hati-hati. Secara tradisional, kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan pada anak dengan dosis sangat kecil (misalnya, parutan rimpang seujung sendok). Namun, karena belum ada uji klinis yang memadai, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Anak di bawah 2 tahun tidak dianjurkan (_WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 1999_).
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi kencur?
Efek samping yang jarang namun mungkin terjadi meliputi iritasi lambung, mual, atau reaksi alergi seperti ruam kulit. Konsumsi dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan pusing. Henti penggunaan jika timbul gejala tidak nyaman (_European Medicines Agency, 2012, Assessment Report on Kaempferia galanga_).
Apa manfaat kencur untuk kesehatan umum berdasarkan bukti ilmiah?
Kencur memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif, serta bersifat antiinflamasi dan antimikroba. Penelitian menunjukkan ekstrak kencur dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, serta membantu meredakan nyeri sendi dan batuk (_Lakshmanan dkk., 2011, Research Journal of Microbiology_; _Tewtrakul & Subhadhirasakul, 2007, Journal of Ethnopharmacology_).
Apakah kencur efektif sebagai obat tradisional untuk batuk dan masuk angin?
Secara tradisional, kencur sering digunakan untuk meredakan batuk berdahak dan masuk angin. Kandungan minyak atsiri bekerja sebagai ekspektoran ringan yang membantu mengencerkan dahak. Meski begitu, uji klinis masih terbatas, sehingga sebaiknya digunakan sebagai terapi komplementer, bukan pengganti obat medis (_Kumar dkk., 2013, International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences_).
Apakah ada interaksi kencur dengan obat-obatan modern?
Belum banyak data mengenai interaksi, namun secara teoritis kencur dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan (pengencer darah) karena kandungan kumarinnya, serta dengan obat hipertensi karena efek vasodilatasi ringan. Jika Anda sedang dalam pengobatan rutin, konsultasikan dengan apoteker atau dokter (_Williamson dkk., 2013, Journal of Pharmacy and Pharmacology_).

Lengkuas

Alpinia galanga

Lada Hitam

Piper nigrum

Cari: