Aktivitas antiinflamasi adalah kemampuan suatu senyawa atau ekstrak herbal untuk mengurangi atau mencegah proses peradangan dalam tubuh. Peradangan adalah respons alami sistem imun terhadap cedera atau infeksi, namun jika terjadi secara kronis dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti artritis, asma, penyakit radang usus, dan bahkan kanker. Herbal dengan aktivitas antiinflamasi bekerja dengan menghambat berbagai jalur sinyal inflamasi, termasuk jalur NF-κB yang merupakan regulator utama respons peradangan. Senyawa seperti kurkumin dari kunyit, andrographolide dari sambiloto, dan kuersetin dari berbagai buah dan sayuran telah terbukti secara ilmiah memiliki aktivitas antiinflamasi yang kuat.
Mekanisme antiinflamasi pada herbal melibatkan penghambatan enzim COX-1/COX-2 dan LOX yang bertanggung jawab dalam produksi prostaglandin dan leukotrien, serta penekanan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Beberapa herbal juga bekerja dengan mengaktifkan jalur antioksidan Nrf2 yang meningkatkan produksi enzim antioksidan endogen, menciptakan efek sinergis dalam memerangi peradangan. Indonesia dengan kekayaan hayatinya memiliki banyak tumbuhan dengan potensi antiinflamasi, termasuk kunyit, sambiloto, temulawak, jahe, dan daun sirsak. Penelitian terus berkembang untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa baru yang dapat dikembangkan sebagai obat antiinflamasi alami dengan efek samping yang lebih minimal dibandingkan obat sintetik.
Advertisement
Menghambat aktivitas enzim COX-2 dan 5-LOX, menurunkan ekspresi TNF-α, IL-6, dan NF-κB pada makrofag, serta menghambat degranulasi neutrofil.
Senyawa: Filantin, Hipofilantin, Asam Ellagat
Tingkat Bukti: Terbatas
Apigenin dan myristicin menghambat jalur NF-κB dan COX-2, menurunkan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Juga menekan aktivitas lipooksigenase sehingga mengurangi leukotrien.
Senyawa: Apigenin, Myristicin, Luteolin
Tingkat Bukti: Sedang
Eurycomanone dan pasakbumin A-B menghambat aktivasi NF-κB dengan mencegah degradasi IκBα, sehingga menurunkan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Ekstrak juga memblokir enzim COX-2 dan 5-LOX, mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien. In vivo, ekstrak menekan jalur TLR4/MyD88 pada sinovium.
Senyawa: Eurycomanone, Pasakbumin A, Pasakbumin B
Tingkat Bukti: Sedang
Ekstrak sumac menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin proinflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa flavonoid dan tanin menghambat jalur MAPK dan mengurangi produksi prostaglandin E2.
Senyawa: Asam Galat, Kuerstin, Mirisetin
Tingkat Bukti: Kuat
Menghambat jalur COX-2 dan iNOS, serta menurunkan produksi TNF-α, IL-6, dan PGE2 melalui modulasi NF-κB.
Senyawa: Luteolin, Apigenin, β-Sitosterol
Tingkat Bukti: Sedang
Carvacrol dan luteolin menghambat jalur COX-2 dan 5-LOX, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. Juga menghambat aktivasi NF-κB, sehingga mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi (IL-1β, TNF-α, IL-6). Pada model radang kulit, thymol menekan migrasi neutrofil dan pelepasan histamin.
Senyawa: Carvacrol, Luteolin, Timol
Tingkat Bukti: Sedang