Nama: Asam Galat
Nama (en): Gallic Acid
Formula: C7H6O5
Sumber: Physalis angulata L. (Ciplukan), Polygonum genus
Klasifikasi: Phenol
Sub-Klasifikasi: Benzoic acid derivative

Advertisement


Nama Lain:
Gallic Acid, Asam Galat, 3,4,5-Trihydroxybenzoic acid, Ciplukan compound
IUPAC: 3,4,5-trihydroxybenzoic acid
Molecular Weight: 170.1200
Mass: 170.0215

Apa itu Asam Galat?

Asam galat (asam 3,4,5-trihidroksibenzoat) adalah senyawa polifenol golongan asam fenolik dengan rumus molekul C₇H₆O₅ dan berat molekul 170,12 g/mol. Senyawa ini banyak ditemukan secara alami dalam berbagai tumbuhan, seperti teh, anggur, delima, jambu biji, mangga, serta kulit kayu Syzygium cumini (jamblang) yang digunakan dalam pengobatan tradisional. Secara fisikokimia, asam galat berbentuk kristal putih hingga kekuningan, memiliki titik lebur 250°C, kelarutan 1,1 g/100 ml air pada 20°C, serta nilai logP 0,5 yang menunjukkan sifat hidrofilik sedang. 

Senyawa ini memiliki gugus hidroksil pada posisi 3,4,5 yang memberikan aktivitas biologis kuat, namun juga menyebabkan ketidakstabilan dan metabolisme cepat dalam tubuh. Dalam tumbuhan, asam galat merupakan subunit penyusun galotanin (tanin terhidrolisis) dan turunan katekin seperti epigallocatechin gallate (EGCG) yang banyak ditemukan pada teh hijau.

Aktivitas & Manfaat Farmakologi

Asam galat menunjukkan spektrum aktivitas farmakologis yang sangat luas, terutama sebagai agen anti-inflamasi, antioksidan, antitumor, dan antimikroba. Aktivitas anti-inflamasinya dimediasi melalui penghambatan jalur sinyal NF-κB dan MAPK, yang menekan ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Sebagai antioksidan, asam galat berperan sebagai penangkap radikal bebas melalui gugus polifenolnya, namun juga memiliki dualitas redoks: pada konsentrasi rendah berperan sebagai antioksidan, sedangkan pada konsentrasi tinggi dapat bersifat pro-oksidan melalui reaksi Fenton yang menghasilkan ROS dan menginduksi apoptosis sel kanker secara selektif tanpa merusak sel normal. 

Studi pada tikus dengan diet tinggi lemak membuktikan asam galat memiliki efek anti-obesitas melalui peningkatan enzim antioksidan, penurunan berat badan, serta perbaikan dislipidemia dan hepatosteatosis. Dalam konteks diabetes, asam galat meningkatkan translokasi GLUT4 dan penyerapan glukosa seluler, serta menunjukkan efek antiglikasi yang membuktikan basis ilmiah penggunaan tanaman Syzygium cumini dalam pengobatan Ayurveda. Pada model tikus dengan disfungsi kolinergik yang diinduksi skopolamin, asam galat (25-100 mg/kg) terbukti meningkatkan kinerja memori dan pembelajaran melalui efek anti-asetilkolinesterase, antioksidan, serta penekanan ekspresi sitokin inflamasi di hipokampus. Efek sitotoksiknya terhadap sel kanker tanpa merusak sel normal menjadi keunggulan utama sebagai kandidat antikanker, dengan aktivitas juga dilaporkan terhadap infeksi bakteri E. coli, S. aureus, dan P. aeruginosa.

Implementasi di TCM, Ayurveda, & Fitokimia Terapan

Dalam pengobatan tradisional, asam galat merupakan komponen bioaktif utama yang tercatat dalam farmakope Ayurveda dan TCM. Dalam Ayurveda, asam galat teridentifikasi sebagai salah satu penanda kualitas dalam formulasi fermentasi polihherbal Punarnavadyarishta dengan kadar 4,2%, yang secara klasik disebutkan dalam Charaka Samhita untuk pengobatan inflamasi, gangguan hati, dan ginjal. Tanaman jamblang (Syzygium cumini) yang kaya akan asam galat secara tradisional digunakan sebagai antidiabetes, dan studi modern mengonfirmasi keberadaan asam galat (5 mg/100 mL) bersama asam ellagat dalam dekoksi kulit kayunya, membuktikan basis ilmiah penggunaannya. 

Dalam Pengobatan Tradisional Tionghoa (TCM), tanaman yang mengandung asam galat juga digunakan secara luas, meskipun dokumentasi spesifiknya lebih terintegrasi dalam formulasi polihherbal. Kendala utama implementasi modern adalah bioavailabilitas oral yang rendah karena asam galat tergolong BCS Kelas III (kelarutan tinggi, permeabilitas rendah) dengan waktu paruh pendek akibat metabolisme cepat melalui jalur sulfasi, glukuronidasi, dan metilasi. Berbagai strategi nanoformulasi telah dikembangkan untuk mengatasi hal ini, termasuk nanopartikel polimer (meningkatkan bioavailabilitas hingga 4 kali lipat), liposom, transfersom, dendrimer, dan solid lipid nanoparticles. 

Dari sisi interaksi obat, asam galat menghambat enzim CYP3A4 dan CYP2D6 serta transporter P-glikoprotein dan BCRP, sehingga berpotensi meningkatkan bioavailabilitas obat seperti metoprolol, hidroksiurea, linagliptin, dan diltiazem jika dikonsumsi bersamaan. Profil toksisitasnya tergolong aman dengan LD₀₀ oral 5000 mg/kg pada hewan, menjadikannya kandidat yang menjanjikan untuk pengembangan terapi adjuvan.

---

Daftar Referensi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia. (2010). Asam galat. Wikipedia.
  2. Chen, Y., et al. (2026). Progress in the treatment of inflammatory diseases with gallic acid and its potential application in gynecological disorders. ScienceDirect.
  3. Kumar, B., & Upadhyay, S. (n.d.). Quantification of Gallic Acid, HPTLC, GC-MS Profiling and Anti-inflammatory Potential of Fermented Traditional Formulation "Punarnavadyarishta". International Journal of Ayurveda and Medicine.
  4. ScienceDirect. (2024). Dietary gallic acid as an antioxidant: A review of its food industry applications, health benefits, bioavailability, nano-delivery systems, and drug interactions. Food Research International.
  5. Harwansh, R.K., et al. (2024). Recent Advancements in Gallic Acid-Based Drug Delivery: Applications, Clinical Trials, and Future Directions. Pharmaceutics, 16(9), 1202. NIH/PMC.
  6. Therapeutic Target Database (TTD). Drug Information: Gallic Acid (D0Y3TZ). IDRBLab.
  7. Alikhanzade, M., et al. (2025). Gallic acid enhances memory, learning and reduces neuroinflammation in a rat model of scopolamine-induced cholinergic dysfunction. Inflammopharmacology.
  8. Ranasinghe, M., et al. (2017). Antidiabetic Compounds in Syzygium cumini Decoction and Ready to Serve Herbal Drink. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2017, 1083589. NIH/PMC.
  9. OUCI. (2024). Recent Advancements in Gallic Acid-Based Drug Delivery. OUCI.
  10. Wikipedia tiếng Việt. (2022). Acid gallic.
  11. Park, W.H. (2026). The expanding frontiers of gallic acid: From dual chemistry and pharmacology to innovative technological applications. ScienceDirect.
  12. Scilit. Gallic Acid: A Versatile Molecule with Promising Pharmacological Effect. Scilit.
  13. BenchChem. (2025). Enhancing the Bioavailability of Gallic Acid and Related Phenolic Compounds. BenchChem Technical Support Center.
  14. DrugMapper. (n.d.). Gallic Acid Physicochemical Descriptors. University of Helsinki.
  15. Europe PMC. (2020). Gallic acid: Pharmacological activities and molecular mechanisms involved in inflammation-related diseases. Biomedicine & Pharmacotherapy.

Asam Oleat

Oleic Acid

Asam Palmitat

Palmitic Acid

Resep Herbal

Cari: