Nama: Asam Oleat
Nama (en): Oleic Acid
Formula: C18H34O2
Sumber: Serenoa repens (Saw Palmetto), Tanaman herbal Indonesia
Klasifikasi: Fatty Acid
Sub-Klasifikasi: Omega-9 fatty acid

Advertisement


Nama Lain:
Oleic Acid, Omega-9, 18:1 n-9, Asam lemak tak jenuh tunggal
IUPAC: (9Z)-octadec-9-enoic acid
Molecular Weight: 282.4600
Mass: 282.2559

Apa itu Asam Oleat?

Asam oleat (C₁₈H₃₄O₂) adalah asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA) omega-9 dengan rumus kimia CH₃(CH₂)₇CH=CH(CH₂)₇COOH dan massa molar 282,47 g/mol. Senyawa ini tergolong asam lemak rantai panjang dengan satu ikatan rangkap cis pada posisi C-9 dan C-10. Pada suhu ruang, asam oleat berupa cairan kental tidak berwarna hingga kuning pucat dengan bau seperti lemak babi. 

Sifat fisikokimianya yang khas: densitas 0,895 g/mL, titik lebur sekitar 13-14°C, titik didih 360°C, dan nilai logP yang tinggi, sehingga praktis tidak larut dalam air namun sangat larut dalam pelarut organik. Asam oleat banyak ditemukan dalam minyak nabati dengan kandungan tertinggi pada minyak zaitun (55-80%), serta minyak sawit, minyak kanola, minyak biji anggur, dan minyak mustard (sekitar 37%).

Aktivitas & Manfaat Farmakologi

Asam oleat menunjukkan berbagai aktivitas farmakologis, terutama melalui mekanisme anti-inflamasi dan antioksidan. Senyawa ini bekerja sebagai inhibitor asam arakidonat, yang menonaktifkan enzim COX-1 dan COX-2 sehingga menghentikan sintesis prostaglandin—mekanisme serupa dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Dalam studi pada hewan, asam oleat terbukti meningkatkan kadar glutathione (GSH) dan menurunkan lipoperoksidasi di otak, menunjukkan efek neuroprotektif dengan meningkatkan kadar dopamin dan mengurangi stres oksidatif akibat agen antikanker. 

Dalam konteks kesehatan kardiovaskular, penggantian 5% asupan energi dari lemak jenuh dengan asam oleat dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner 20-40% melalui reduksi kolesterol LDL. Asam oleat juga berperan sebagai faktor neurotropik yang mendukung diferensiasi neuron dan pertumbuhan neurit selama perkembangan otak.

Implementasi di TCM, Ayurveda, & Fitokimia Terapan

Dalam Ayurveda, asam oleat merupakan komponen biomolekuler penting dalam berbagai formulasi minyak obat tradisional. Analisis GC-MS pada Dhanwantharam Thailam, minyak Ayurveda yang digunakan untuk rematik, osteoartritis, dan nyeri saraf, mengidentifikasi asam oleat sebagai salah satu molekul kunci yang bertanggung jawab atas aktivitas anti-inflamasinya. 

Minyak mustard, yang mengandung asam oleat tinggi (37%), digunakan secara luas dalam pengobatan Ayurveda untuk kesehatan jantung, meredakan nyeri artritis, dan merangsang kelenjar keringat. Dalam implementasi fitokimia modern, asam oleat digunakan sebagai fase minyak dalam sistem penghantaran SNEDDS (Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System) untuk meningkatkan bioavailabilitas obat-obatan yang sukar larut air. 

Formulasi berbasis asam oleat juga terbukti meningkatkan absorpsi limfatik obat lipofilik melalui pembentukan kilomikron di usus, yang memungkinkan obat terhindar dari metabolisme lintas-pertama di hati. Dari sisi keamanan dan interaksi, asam oleat menunjukkan profil yang relatif aman tanpa penghambatan signifikan terhadap CYP3A4, CYP2C9, maupun CYP2C19, meskipun dapat memengaruhi ekspresi CYP2B6 dalam kondisi tertentu. Data ADMET juga menunjukkan asam oleat terabsorpsi baik di usus (HIA+), namun dapat menyebabkan iritasi mata dan sensitisasi kulit pada aplikasi topikal.

---

Daftar Referensi

  1. Asam oleat. Wikipedia bahasa Indonesia.
  2. Calderón Guzmán, D., et al. (2024). Oleic acid reduces oxidative stress in rat brain induced by some anticancer drugs. Elsevier.
  3. GC-MS Study of Dhanwantharam Thailam. (2024). NIH/PMC.
  4. Oleic acid-based formulation enables drug delivery through intestinal lymphatic absorption. (2026). ScienceDirect.
  5. ADMET Profile Table: Oleic Acid. NIH/PMC.
  6. Oleic Acid Thermophysical Properties. Chem-Casts.
  7. Mustard Oil - Traditional Ayurvedic Use. ScienceDirect.
  8. Oleic Acid - Pharmaceutical and Biological Properties. ScienceDirect.
  9. SNEDDS with Oleic Acid as Oil Phase. Garuda Kemdiktisaintek.
  10. Oleic Acid - CYP2B6 Interaction. CTD Base.

Asam Linoleat

Linoleic Acid

Asam Galat

Gallic Acid

Resep Herbal

Cari: