• Herbapedia.id

Asam Linoleat (Linoleic Acid)

Fatty Acid
 
Nama: Asam Linoleat
Nama (en): Linoleic Acid
Formula: C18H32O2
Sumber: Swietenia mahagoni Jacq. (Biji Mahoni), Serenoa repens
Klasifikasi: Fatty Acid
Sub-Klasifikasi: Omega-6 fatty acid

Advertisement


Nama Lain:
Linoleic Acid, Omega-6, LA, 18:2 n-6, Biji Mahoni compound
IUPAC: (9Z,12Z)-octadeca-9,12-dienoic acid
Molecular Weight: 280.4500
Mass: 280.2402

Kandungan & Kimia Fisik

Asam linoleat (LA) adalah asam lemak esensial omega-6 tak jenuh ganda (PUFA) dengan rumus kimia C₁₈H₃₂O₂. Sebagai asam lemak esensial, tubuh manusia tidak memiliki enzim desaturase yang diperlukan untuk mensintesisnya, sehingga asam linoleat harus diperoleh sepenuhnya dari makanan. Sumber utamanya antara lain minyak wijen, minyak kedelai, dan berbagai minyak nabati lainnya, serta ditemukan dalam jumlah signifikan pada tumbuhan obat seperti Achyranthes spp..

Secara fisikokimia, asam linoleat bersifat hidrofobik dan sangat tidak stabil secara oksidatif, yang menjadi tantangan utama dalam aplikasi nutrasetikal dan industri pangan. Penelitian modern mengembangkan strategi enkapsulasi seperti miselisasi dengan HS15 untuk meningkatkan kelarutan air, stabilitas, dan bioavailabilitasnya, di mana tingkat ketidakjenuhan yang lebih tinggi memfasilitasi pembentukan misel yang lebih stabil.

Aktivitas & Manfaat Farmakologi

Asam linoleat menunjukkan berbagai aktivitas farmakologis yang luas, terutama sebagai agen anti-inflamasi, antioksidan, anti-aterogenik, dan antikarsinogenik. Mekanisme anti-inflamasinya salah satunya dimediasi oleh penghambatan enzim fosfolipase A2 (PLA2), di mana studi penambatan molekuler menunjukkan asam linoleat berikatan pada situs aktif PLA2 dengan energi bebas pengikatan -9,88 kkal/mol. Hal ini secara tidak langsung memvalidasi penggunaan minyak obat kaya asam linoleat dalam pengobatan tradisional Ayurveda untuk gejala rematik.

Penelitian terbaru juga mengungkapkan kemampuan asam linoleat dalam menginduksi reprogramming metabolik pada keratinosit yang terpapar sinar UVB, dengan mengembalikan kadar glutathione (GSH) yang terkuras melalui jalur sinyal PI3K/Akt dan menekan ekspresi COX-2. Dalam konteks kesehatan tulang, asam linoleat terbukti meningkatkan diferensiasi osteogenik sel punca mesenkimal sumsum tulang (BMSCs) dan memperbaiki mikrostruktur tulang pada model mencit osteoporosis, juga melalui aktivasi jalur PI3K/AKT. Asam linoleat juga berperan penting dalam menjaga integritas penghalang permeabilitas air pada kulit.

Implementasi di TCM, Ayurveda, & Fitokimia Terapan

Dalam Ayurveda, penggunaan asam linoleat secara tradisional terintegrasi dalam minyak obat yang diaplikasikan secara eksternal maupun oral untuk mengatasi kondisi inflamasi kronis seperti artritis reumatoid. Sebuah studi komputasional dan termodinamika membuktikan bahwa asam linoleat adalah inhibitor PLA2 yang kuat, dengan konstanta pengikatan yang mendukung praktik pengobatan Ayurveda yang menggunakan minyak kaya asam lemak ini untuk pengobatan simptom rematik. Dalam TCM, asam linoleat telah diidentifikasi sebagai senyawa aktif utama dalam Rehmanniae Radix Praeparata (Shudihuang), yang digunakan untuk pengobatan osteoporosis.

Studi menunjukkan asam linoleat menargetkan Retinoid X Receptor Alpha (RXRA) dan mengaktivasi sinyal PI3K/AKT untuk mempromosikan osteogenesis, sekaligus menghambat diferensiasi osteoklast. Implementasi fitokimia modern berfokus pada pengembangan sistem penghantaran kolon-tertarget, seperti nanopartikel kitosan yang berhasil mengenkapsulasi asam linoleat dengan efisiensi 84,96% dan menunjukkan pelepasan terkendali di usus besar pada studi hewan, tanpa efek toksik pada dosis 24 μg/g/hari selama 14 hari. Namun, kewaspadaan diperlukan karena PUFA termasuk asam linoleat merupakan inhibitor kompetitif enzim CYP450, terutama CYP2C9 dan CYP2C19 (dengan nilai Ki 1,7-7,4 μM), sehingga berpotensi mengganggu metabolisme obat-obatan yang dimetabolisme oleh enzim-enzim tersebut.

--

Daftar Referensi

  1. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi. (2024). Analisis GC-MS daun sirsak dan kandungan asam linoleat. Volume 12, Issue 1.
  2. Liao, H., et al. (2025). Linoleic acid promotes osteogenic differentiation of bone marrow mesenchymal stem cells and ameliorates ovariectomy-induced osteoporosis in mice through the PI3K/AKT pathway. International Journal of Biochemistry & Cell Biology. PubMed.
  3. Aparna, V., et al. (2013). Computational and thermodynamic analyses of the phospholipase A2 inhibition by erucic acid and linoleic acid. Medicinal Chemistry Research, 22, 1102–1106.
  4. Manosalva, C., et al. (2024). Linoleic Acid Induces Metabolic Reprogramming and Inhibits Oxidative and Inflammatory Effects in Keratinocytes Exposed to UVB Radiation. International Journal of Molecular Sciences, 25(19).
  5. Gu, W., et al. (2025). Enhanced antioxidant activity and intestinal absorption of unsaturated fatty acids via micellization. Food Bioscience, 72, 107454.
  6. Mayes, P.A. (1999). Asam Lemak Esensial. Repository Universitas Airlangga.
  7. NCATS Inxight Drugs. Linoleic Acid. National Center for Advancing Translational Sciences.
  8. Shukla, P.K., et al. (2018). Comparative Pharmacognostical and Pharmacological Evaluation of two Achyranthes species. Pharmacognosy Journal, 10(2).
  9. Yao, H.T., et al. (2006). The inhibitory effect of polyunsaturated fatty acids on human CYP enzymes. Life Sciences.
  10. Wang, X., et al. (2023). Construction and efficacy evaluation of chitosan-based nanoparticles for colon-targeted release of linoleic acid in rat pups. International Journal of Biological Macromolecules.
  11. DiAugustine, R.P., et al. (1969). The effects of unsaturated fatty acids on hepatic microsomal drug metabolism and cytochrome P-450. Biochemical Journal.
  12. Mohammadi, F., et al. (2024). Encapsulation of conjugated linoleic acid and ruminant trans fatty acids to study the prevention of metabolic syndrome—a review. Nutrition Reviews, 82(2), 262.

Copaene

Copaene

Asam Oleat

Oleic Acid