Advertisement
Wijen, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Sesamum indicum, merupakan salah satu tanaman penghasil minyak tertua yang telah dibudidayakan sejak ribuan tahun lalu, terutama di kawasan Afrika dan India. Tanaman herba tahunan ini termasuk dalam famili Pedaliaceae dan memiliki ciri khas berupa batang tegak dengan daun berbentuk lanset yang tersusun berseling. Bunganya berbentuk lonceng berwarna putih, merah muda, atau ungu, dan setelah penyerbukan akan menghasilkan buah kapsul yang berisi biji-biji kecil berwarna putih, kuning, cokelat, atau hitam. Biji wijen inilah yang menjadi komoditas utama karena kandungan minyaknya yang tinggi, mencapai 50–60%, serta protein dan antioksidan seperti sesamin dan sesamolin.
Wijen suka banget sama daerah tropis yang hangat dan banyak sinar matahari. Tanaman ini cukup tahan kering, jadi cocok ditanam di lahan yang drainasenya bagus dan nggak terlalu lembap. Karakteristik/ciri-ciri Wijen (Sesamum indicum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perakaran | Punya akar tunggang yang cukup dalam, jadi bisa menjangkau air di tanah yang agak kering. |
| Batang | Batangnya tegak, bentuknya segi empat atau bersegi, dan kadang berbulu halus. Tingginya bisa bervariasi, dari yang pendek sampai yang cukup tinggi. |
| Daun | Daunnya tunggal dengan bentuk yang berubah-ubah tergantung posisinya; yang di bawah biasanya lebar, sedangkan yang di atas lebih sempit dan runcing. |
| Bunga | Bunganya muncul dari ketiak daun, bentuknya seperti lonceng atau terompet dengan warna putih, merah muda, atau ungu muda. |
| Buah | Buahnya berbentuk kapsul memanjang yang terbagi jadi beberapa ruang (lokulus). Kalau sudah matang, kapsul ini bakal pecah sendiri. |
| Biji | Bijinya kecil-kecil, pipih, dan warnanya beragam mulai dari putih, cokelat, sampai hitam, tergantung varietasnya. |
8 Manfaat Wijen untuk kesehatan.
Sesamin dan sesamol menghambat jalur NF-κB dan COX-2, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-1β, serta mengurangi degradasi kartilago melalui inhibisi MMP-13.
Lignan wijen (sesamin) menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) dan meningkatkan bioavailabilitas nitrit oksida (NO) melalui aktivasi eNOS, menyebabkan vasodilatasi dan penurunan tekanan darah.
Sesamin mengaktifkan PPARα dan meningkatkan ekspresi gen terkait oksidasi asam lemak di hati, serta menghambat penyerapan kolesterol di usus melalui modulasi transporter NPC1L1.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Wijen.
Interaksi & Kontraindikasi Wijen dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Wijen (Sesamum indicum) adalah salah satu komoditas biji-bijian tertua di dunia yang sering digunakan dalam berbagai produk kuliner dan minyak. Meskipun kaya akan nutrisi seperti asam lemak sehat, protein, dan antioksidan, konsumsi biji wijen dapat memicu efek samping tertentu pada sebagian individu. Efek samping yang paling umum dan signifikan secara klinis adalah reaksi alergi. Wijen telah diakui secara global sebagai salah satu allergen makanan utama yang dapat memicu gejala mulai dari yang ringan, seperti urtikaria (biduran), pruritus (gatal-gatal), dan angioedema, hingga kondisi yang mengancam jiwa berupa anafilaksis sistemik yang ditandai dengan kesulitan bernapas dan penurunan tekanan darah drastis.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Wijen.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Wijen.