Advertisement
Papaver somniferum, atau yang lebih dikenal sebagai poppy seed, adalah tanaman herba tahunan dari keluarga Papaveraceae yang telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Tanaman ini berasal dari wilayah Mediterania timur dan Asia Barat, namun kini tersebar luas di berbagai belahan dunia. Ciri khasnya berupa batang tegak setinggi 30–120 cm, daun bergerigi berwarna hijau kebiruan, serta bunga berwarna putih, merah muda, atau ungu yang mencolok. Buahnya berbentuk kapsul bulat yang berisi ribuan biji kecil berwarna putih, biru tua, atau abu-abu. Biji inilah yang dikenal sebagai poppy seed dan lazim digunakan dalam industri pangan, meski tanamannya sendiri memiliki kandungan alkaloid opiat yang sangat kuat.
Tanaman ini asalnya dari wilayah Mediterania timur dan Asia Barat. Mereka suka banget sama tempat yang dapet sinar matahari penuh, tanah yang subur, berdrainase baik (nggak gampang tergenang air), dan iklim yang cenderung sejuk atau sedang. Karakteristik/ciri-ciri Popi (Papaver somniferum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Punya akar tunggang yang cukup kuat buat menopang tubuhnya yang tegak. |
| Batang | Batangnya tegak, tingginya bisa sampai 1 meter lebih, teksturnya halus, dan biasanya punya lapisan lilin tipis yang bikin warnanya agak kebiruan atau hijau pucat. |
| Daun | Daunnya lebar, bergelombang di bagian pinggir, warnanya hijau kebiruan, dan tumbuh selang-seling di sepanjang batang. |
| Bunga | Ini bagian paling ikoniknya. Bunganya besar dan cantik dengan 4 kelopak yang lembut banget kayak kertas tisu. Warnanya variatif, ada yang putih, pink, ungu, sampai merah, dan biasanya punya bercak gelap di bagian pangkal kelopaknya. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat kayak kapsul atau kendi kecil. Kalau bunganya udah rontok, kapsul inilah yang bakal menyimpan biji-biji kecil di dalamnya. |
| Getah | Bagian paling khas adalah getahnya yang berwarna putih susu; kalau kena udara, getah ini bakal mengering dan berubah warna jadi cokelat kehitaman. |
6 Manfaat Popi untuk kesehatan.
Minyak biji poppy kaya akan tokoferol (α-, γ-, δ-tokoferol) dan polifenol (asam ferulat, asam vanilat, flavonoid) yang mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas, menghambat peroksidasi lipid, dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase dan katalase.
Ekstrak biji poppy menghambat aktivitas siklooksigenase-2 (COX-2) dan menekan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan NF-κB melalui jalur MAPK/ERK, kemungkinan berkat kandungan asam linoleat dan polifenol.
Minyak biji poppy kaya asam lemak tak jenuh (terutama asam linoleat dan oleat) yang meningkatkan ekspresi reseptor LDL, menurunkan sintesis kolesterol hepatik, dan meningkatkan ekskresi asam empedu, serta fitosterol yang menghambat absorpsi kolesterol usus.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Popi.
Interaksi & Kontraindikasi Popi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Tanaman Papaver somniferum (opium poppy) mengandung berbagai alkaloid opiat seperti morfin, kodein, dan tebain yang bekerja pada sistem saraf pusat. Konsumsi atau penyalahgunaan zat ini memicu efek samping akut yang signifikan pada sistem pernapasan, gastrointestinal, dan saraf. Depresi pernapasan merupakan efek samping paling berbahaya dan mengancam jiwa, di mana laju pernapasan menurun drastis akibat penekanan pusat pernapasan di batang otak. Selain itu, penurunan motilitas saluran pencernaan sering terjadi, menyebabkan konstipasi parah (opioid-induced constipation), mual, dan muntah akibat interaksi obat dengan reseptor mu-opioid di sistem saraf enterik.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Popi.