Advertisement
Papaver somniferum, atau yang lebih dikenal sebagai poppy seed, adalah tanaman herba tahunan dari keluarga Papaveraceae yang telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Tanaman ini berasal dari wilayah Mediterania timur dan Asia Barat, namun kini tersebar luas di berbagai belahan dunia. Ciri khasnya berupa batang tegak setinggi 30–120 cm, daun bergerigi berwarna hijau kebiruan, serta bunga berwarna putih, merah muda, atau ungu yang mencolok. Buahnya berbentuk kapsul bulat yang berisi ribuan biji kecil berwarna putih, biru tua, atau abu-abu. Biji inilah yang dikenal sebagai poppy seed dan lazim digunakan dalam industri pangan, meski tanamannya sendiri memiliki kandungan alkaloid opiat yang sangat kuat.
Advertisement
Kandungan kimia terpenting dari Papaver somniferum terletak pada lateks yang keluar dari buah mentah—bahan baku opium. Opium mengandung lebih dari 40 alkaloid, termasuk morfin (analgesik kuat), kodein (antitusif), dan tebain (prekursor obat semisintetik). Zat-zat ini telah digunakan dalam pengobatan modern untuk meredakan nyeri berat dan batuk, namun juga memiliki potensi penyalahgunaan yang tinggi. Biji poppy sendiri hampir tidak mengandung alkaloid saat matang dan bersih, tetapi kontaminasi residu dari getah tanaman dapat menyebabkan hasil positif pada tes narkoba jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Hal ini menimbulkan dilema antara manfaat kuliner dan risiko hukum.
Regulasi penanaman Papaver somniferum sangat ketat di banyak negara, termasuk Indonesia, mengingat statusnya sebagai tanaman narkotika golongan I. Meskipun demikian, biji poppy tetap legal diperdagangkan sebagai bahan pangan, terutama untuk taburan roti, kue, pasta, atau minyak biji poppy. Di Indonesia, penggunaan biji poppy hanya diizinkan dalam jumlah terbatas untuk keperluan kuliner dan harus melalui pengawasan Badan POM. Penanaman, pengolahan, atau distribusi tanpa izin dapat dikenai sanksi pidana berat. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang karakteristik botani, kandungan kimia, serta regulasi terkait poppy seed menjadi penting bagi masyarakat umum dan penegak hukum demi mencegah penyalahgunaan sekaligus memanfaatkan aspek kulinernya secara aman.
Manfaat Poppy Seed untuk kesehatan.
Minyak biji poppy kaya akan tokoferol (α-, γ-, δ-tokoferol) dan polifenol (asam ferulat, asam vanilat, flavonoid) yang mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas, menghambat peroksidasi lipid, dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase dan katalase.
Ekstrak biji poppy menghambat aktivitas siklooksigenase-2 (COX-2) dan menekan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan NF-κB melalui jalur MAPK/ERK, kemungkinan berkat kandungan asam linoleat dan polifenol.
Minyak biji poppy kaya asam lemak tak jenuh (terutama asam linoleat dan oleat) yang meningkatkan ekspresi reseptor LDL, menurunkan sintesis kolesterol hepatik, dan meningkatkan ekskresi asam empedu, serta fitosterol yang menghambat absorpsi kolesterol usus.
Polifenol dan alkaloid minor (seperti papaverin dalam jumlah sangat kecil) pada ekstrak biji poppy mengganggu membran sel bakteri dengan meningkatkan permeabilitas, menghambat sintesis asam nukleat, dan mengikat protein dinding sel.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Poppy Seed.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Poppy Seed.