• Herbapedia.id

Poppy Seed

Papaver somniferum
Nama: Poppy Seed
Nama Ilmiah: Papaver somniferum
Famili: Papaveraceae

Kandungan:
morfin, kodein, tebain, papaverin, narkotin
Nama Lain:
Biji poppy (Indonesia), Mohn (Jerman), Semillas de amapola (Spanyol), Graines de pavot (Perancis), Seme di papavero (Italia)
Asal:
Kawasan Mediterania timur, Asia Kecil, dan Balkan
Bagian Utama:
Biji
Rasa:
Gurih, kacang-kacangan

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Poppy Seed

Papaver somniferum, atau yang lebih dikenal sebagai poppy seed, adalah tanaman herba tahunan dari keluarga Papaveraceae yang telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Tanaman ini berasal dari wilayah Mediterania timur dan Asia Barat, namun kini tersebar luas di berbagai belahan dunia. Ciri khasnya berupa batang tegak setinggi 30–120 cm, daun bergerigi berwarna hijau kebiruan, serta bunga berwarna putih, merah muda, atau ungu yang mencolok. Buahnya berbentuk kapsul bulat yang berisi ribuan biji kecil berwarna putih, biru tua, atau abu-abu. Biji inilah yang dikenal sebagai poppy seed dan lazim digunakan dalam industri pangan, meski tanamannya sendiri memiliki kandungan alkaloid opiat yang sangat kuat.

Advertisement

Kandungan kimia terpenting dari Papaver somniferum terletak pada lateks yang keluar dari buah mentah—bahan baku opium. Opium mengandung lebih dari 40 alkaloid, termasuk morfin (analgesik kuat), kodein (antitusif), dan tebain (prekursor obat semisintetik). Zat-zat ini telah digunakan dalam pengobatan modern untuk meredakan nyeri berat dan batuk, namun juga memiliki potensi penyalahgunaan yang tinggi. Biji poppy sendiri hampir tidak mengandung alkaloid saat matang dan bersih, tetapi kontaminasi residu dari getah tanaman dapat menyebabkan hasil positif pada tes narkoba jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Hal ini menimbulkan dilema antara manfaat kuliner dan risiko hukum.

Regulasi penanaman Papaver somniferum sangat ketat di banyak negara, termasuk Indonesia, mengingat statusnya sebagai tanaman narkotika golongan I. Meskipun demikian, biji poppy tetap legal diperdagangkan sebagai bahan pangan, terutama untuk taburan roti, kue, pasta, atau minyak biji poppy. Di Indonesia, penggunaan biji poppy hanya diizinkan dalam jumlah terbatas untuk keperluan kuliner dan harus melalui pengawasan Badan POM. Penanaman, pengolahan, atau distribusi tanpa izin dapat dikenai sanksi pidana berat. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang karakteristik botani, kandungan kimia, serta regulasi terkait poppy seed menjadi penting bagi masyarakat umum dan penegak hukum demi mencegah penyalahgunaan sekaligus memanfaatkan aspek kulinernya secara aman.

Update: 29 Jul 2026 - 00:10:12

 

II. Manfaat Poppy Seed

Manfaat Poppy Seed untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Minyak biji poppy kaya akan tokoferol (α-, γ-, δ-tokoferol) dan polifenol (asam ferulat, asam vanilat, flavonoid) yang mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas, menghambat peroksidasi lipid, dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase dan katalase.

    Senyawa Aktif: γ-tokoferol, Asam Ferulat, asam vanilat
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi

    Ekstrak biji poppy menghambat aktivitas siklooksigenase-2 (COX-2) dan menekan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan NF-κB melalui jalur MAPK/ERK, kemungkinan berkat kandungan asam linoleat dan polifenol.

    Tampilkan
  3. Antihiperlipidemia

    Minyak biji poppy kaya asam lemak tak jenuh (terutama asam linoleat dan oleat) yang meningkatkan ekspresi reseptor LDL, menurunkan sintesis kolesterol hepatik, dan meningkatkan ekskresi asam empedu, serta fitosterol yang menghambat absorpsi kolesterol usus.

    Tampilkan
  4. Antimikroba

    Polifenol dan alkaloid minor (seperti papaverin dalam jumlah sangat kecil) pada ekstrak biji poppy mengganggu membran sel bakteri dengan meningkatkan permeabilitas, menghambat sintesis asam nukleat, dan mengikat protein dinding sel.

    Senyawa Aktif: Asam Ferulat, Asam p-Kumarat, papaverin (trace)
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Poppy Seed

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Poppy Seed.

  1. Morfin

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik Opioid Kuat Melalui Agonis Reseptor μ; Efek Sedatif, Euforia, Dan Depresi Pernapasan..
    Tampilkan
  2. Kodein

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antitusif Dan Analgesik Ringan; Dimetabolisme Menjadi Morfin Melalui CYP2D6..
    Tampilkan
  3. Tebain

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Stimulan SSP Dan Prekursor Semisintetik Untuk Opioid Seperti Oksikodon Dan Nalokson; Efek Stimulan Dan Konvulsan Pada Dosis Tinggi..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Poppy Seed

Alkohol

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Hindari konsumsi bersama karena dapat meningkatkan efek sedasi dan depresi sistem saraf pusat.

Penggunaan bersamaan dengan Obat penenang (benzodiazepin, barbiturat)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari kombinasi; risiko depresi pernapasan dan sedasi berlebihan. Konsultasi dokter jika perlu.

Anestesi umum

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hentikan konsumsi biji poppy setidaknya 2 minggu sebelum operasi untuk mengurangi risiko interaksi dengan obat anestesi.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Poppy Seed

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Poppy Seed.

Apakah aman mengonsumsi biji poppy (Poppy Seed) setiap hari?
Konsumsi biji poppy dalam jumlah kecil sebagai bumbu makanan (misalnya pada roti atau kue) umumnya dianggap aman bagi kebanyakan orang dewasa. Namun, karena biji poppy dapat mengandung trace alkaloid opiat (morfin dan kodein) dalam kadar yang sangat rendah, konsumsi harian dalam jumlah besar (misalnya >50 gram per hari) berpotensi menyebabkan hasil tes narkoba positif atau efek samping ringan. European Food Safety Authority (EFSA) menetapkan batas aman konsumsi morfin dari biji poppy sebesar 0,6 µg/kg berat badan per hari untuk menghindari efek farmakologis (EFSA Journal, 2011). Untuk konsumsi sehari-hari, batasi porsi sebagai bumbu saja.
Bisakah biji poppy digunakan sebagai obat herbal?
Poppy seed sendiri tidak digunakan sebagai obat herbal karena kandungan alkaloidnya terlalu rendah untuk efek terapeutik. Sebaliknya, bagian tanaman lainnya seperti getah dari buah mentah (opium) yang mengandung morfin dan kodein digunakan sebagai analgesik kuat, namun penggunaannya sangat diatur dan berisiko adiksi. Biji poppy yang dipanggang atau direbus kehilangan sebagian besar alkaloid sehingga tidak memiliki efek analgesik yang signifikan (Lachenmeier et al., Analytical and Bioanalytical Chemistry, 2010). Oleh karena itu, biji poppy hanya berperan sebagai bahan pangan, bukan obat.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi biji poppy berlebihan?
Konsumsi biji poppy dalam jumlah sangat besar (misalnya >200 gram sekaligus) dapat menyebabkan efek samping akibat akumulasi morfin, seperti mual, pusing, sedasi, konstipasi, dan dalam kasus ekstrem depresi pernapasan. Laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat kasus keracunan morfin akibat konsumsi teh biji poppy buatan sendiri (MMWR, 2018). Efek samping lebih sering terjadi pada individu yang sensitif atau anak-anak. Gejala ringan seperti mulut kering atau kantuk juga mungkin muncul. Hindari konsumsi biji poppy mentah dalam jumlah besar.
Apakah ibu hamil dan menyusui boleh mengonsumsi biji poppy?
Ibu hamil dan menyusui sebaiknya membatasi konsumsi biji poppy dalam jumlah kecil sebagai bumbu, namun tidak dianjurkan dalam jumlah besar. Alkaloid opiat dapat melewati plasenta dan masuk ke ASI, berpotensi menyebabkan efek sedasi pada janin atau bayi. Studi oleh Brenneisen et al. (2015) menemukan bahwa konsumsi kue biji poppy oleh ibu hamil dapat menghasilkan kadar morfin yang terdeteksi dalam urin bayi (Journal of Analytical Toxicology). Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat memberikan peringatan untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung biji poppy dalam jumlah besar selama kehamilan dan menyusui. Konsultasikan dengan dokter jika ragu.
Bolehkah anak-anak atau bayi mengonsumsi biji poppy?
Anak-anak dan bayi sebaiknya tidak diberikan biji poppy dalam jumlah signifikan karena sistem metabolisme dan saraf mereka lebih sensitif terhadap alkaloid. EFSA menekankan bahwa batas aman morfin pada anak-anak lebih rendah dibandingkan dewasa karena berat badan yang lebih kecil (EFSA Journal, 2011). Risiko terjadinya efek sedasi atau depresi pernapasan lebih tinggi pada bayi. Sebagai bumbu dalam roti atau kue dalam jumlah sangat sedikit (seperti taburan) mungkin masih dianggap aman untuk anak usia di atas 2 tahun, namun tetap harus dalam pengawasan orang tua. Jangan pernah memberikan biji poppy mentah atau produk yang mengandung konsentrat biji poppy pada bayi.
Apakah biji poppy menyebabkan hasil tes narkoba positif?
Ya, konsumsi biji poppy dalam jumlah cukup besar dapat menyebabkan hasil tes urine positif untuk opiat (morfin/kodein). Penelitian oleh Moeller et al. (2017) menunjukkan bahwa mengonsumsi dua bagel dengan biji poppy dapat menghasilkan kadar morfin di atas ambang batas tes standar (Journal of Analytical Toxicology). Kadar morfin dalam biji bervariasi tergantung asal dan pengolahan. Untuk menghindari risiko positif palsu, hindari konsumsi biji poppy dalam jumlah besar (misalnya >1 sendok makan) 24-48 jam sebelum tes narkoba. Produk yang dipanggang biasanya memiliki kadar lebih rendah tetapi tetap berpotensi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Apa kandungan nutrisi utama dari biji poppy?
Biji poppy kaya akan nutrisi, terutama lemak tak jenuh (termasuk asam linoleat), protein, serat, kalsium, fosfor, magnesium, zat besi, dan seng. Dalam 100 gram biji poppy terkandung sekitar 525 kalori, 25 gram protein, 42 gram lemak, 28 gram karbohidrat, dan 19 gram serat. Menurut USDA National Nutrient Database, biji poppy juga menyediakan mangan dan tembaga dalam jumlah signifikan (USDA FoodData Central, 2019). Kandungan kalsiumnya relatif tinggi (~1400 mg/100g) namun ketersediaan hayati mungkin terbatas karena adanya asam fitat. Konsumsi dalam jumlah wajar dapat berkontribusi pada asupan mineral, tetapi bukan sebagai sumber utama.
Apakah ada interaksi obat dengan konsumsi biji poppy?
Konsumsi biji poppy dalam jumlah biasa tidak diketahui menyebabkan interaksi obat yang signifikan. Namun, dalam jumlah besar yang mengandung alkaloid opiat, dapat berinteraksi dengan obat depresan sistem saraf pusat (SSP) seperti benzodiazepin, alkohol, antipsikotik, atau opioid lain, meningkatkan risiko sedasi dan depresi pernapasan. Laporan FDA menyebutkan bahwa morfin dari biji poppy dapat memperkuat efek obat penekan SSP (FDA Safety Communication, 2018). Pasien yang mengonsumsi obat MAOI (monoamine oxidase inhibitor) juga perlu waspada karena kombinasi dapat menyebabkan krisis hipertensi, meskipun risiko ini sangat rendah dari biji poppy. Jika Anda mengonsumsi obat resep, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi biji poppy dalam jumlah besar.

Sesame / Wijen

Sesamum indicum

Caraway

Carum carvi