Antitusif

Antitussive

Info:

Aktivitas: Antitusif (Antitussive)
Kategori: Pernapasan
Sub-Kategori: Agen Antitusif, Ekspektoran

Kategori Penyakit/Kondisi: Penyakit Pernapasan

Brief:

Kemampuan senyawa untuk menekan atau mengurangi refleks batuk.

Mekanisme:

Bekerja pada pusat batuk di otak (efek sentral), meningkatkan produksi mukus (ekspektoran), atau memiliki efek anestetik lokal pada tenggorokan.

Deskripsi:

Aktivitas antitusif adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk menekan atau mengurangi refleks batuk. Batuk adalah mekanisme perlindungan tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari iritan atau lendir, namun batuk yang berkepanjangan dapat sangat mengganggu. Herbal dengan aktivitas antitusif menawarkan pendekatan alami untuk mengatasi batuk.

Mekanisme antitusif pada herbal meliputi efek sentral yang bekerja pada pusat batuk di otak (mirip dengan kodein tetapi lebih ringan), efek ekspektoran yang meningkatkan produksi mukus sehingga batuk menjadi produktif, dan efek anestetik lokal yang mengurangi iritasi pada tenggorokan. Mentol dari pepermin dan eugenol dari cengkeh memiliki efek anestetik lokal yang mengurangi iritasi tenggorokan. Jahe memiliki efek ekspektoran dan antiinflamasi yang membantu mengatasi batuk. Dengan profil keamanan yang baik, herbal antitusif menawarkan alternatif alami untuk mengatasi berbagai jenis batuk.


Senyawa:


Advertisement


Herba:


Chuan Bei Mu / Sichuan Fritillary

Fritillaria cirrhosa

Antitusif dan Ekspektoran

Alkaloid vertisin dan vertisinon bekerja sebagai antagonis reseptor β2-adrenergik pada otot polos bronkus, meningkatkan sekresi mukus dan menekan refleks batuk melalui inhibisi pusat batuk di medula oblongata. Selain itu, senyawa tersebut memodulasi kanal ion kalsium dan kalium pada sel epitel saluran napas.

Senyawa: Vertisin (Peimine), Vertisinon (Peiminine), Imperialine

Tingkat Bukti: Sedang

Kayu Legi / Licorice

Glycyrrhiza glabra
Kayu Legi

Ekspektoran dan Antitusif pada Batuk

Mengiritasi mukosa saluran pernapasan secara ringan sehingga meningkatkan refleks batuk dan sekresi lendir (ekspektoran). Juga memiliki efek anti-inflamasi pada saluran napas melalui penghambatan kontraksi otot polos bronkus (efek antitusif via licochalcone A).

Senyawa: Asam glycyrrhetinic, Licochalcone A, Glycyrrhizin

Tingkat Bukti: Sedang

Timun Cina / Chinese Cucumber

Trichosanthes kirilowii

Ekspektoran dan Antitusif (Tradisional dengan Dukungan Farmakologis)

Trichosanthin meningkatkan sekresi mukus dan aktivitas silia epitel saluran napas. Senyawa cucurbitacin menghambat refleks batuk melalui efek pada pusat batuk di medula oblongata.

Senyawa: Trichosanthin, Saponin triterpenoid, Polisakarida

Tingkat Bukti: Tradisional

Violet / Sweet Violet

Viola odorata
Violet

Antitusif dan Ekspektoran

Saponin dan mukilago dalam Viola odorata merangsang sekresi lendir saluran pernapasan dan menekan refleks batuk melalui kerja sentral (pusat batuk di medula oblongata) dan perifer (mengencerkan dahak).

Senyawa: Saponin (misal: saponin triterpen), Mukilago, Flavonoid

Tingkat Bukti: Terbatas

Osha Root

Ligusticum porteri

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) — penggunaan tradisional sebagai ekspektoran/antitusif

Z-ligustilide dan monoterpena diduga menghambat sekresi mukus berlebih serta menekan inflamasi saluran napas melalui penghambatan NF-κB dan pelepasan TNF-α. Efek antimikroba terhadap patogen respiratorik menunjang penggunaan tradisional.

Senyawa: Z-ligustilide, α-Pinene, Asam Ferulat

Tingkat Bukti: Tradisional

Creeping Thyme

Thymus serpyllum

Antitusif dan ekspektoran (gangguan pernapasan)

Efek sekretolitik dan spasmolitik pada bronkus diduga berasal dari timol/karvakrol: meningkatkan cairan mukus, mengencerkan dahak, dan merelaksasi otot polos saluran napas. Namun bukti eksperimental modern khusus Thymus serpyllum masih terbatas.

Senyawa: Timol, Karvakrol

Tingkat Bukti: Tradisional


Antialergi

Antiallergic

Antivarikosa

Antivaricose

Cari: