Advertisement
Aktivitas antialergi adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk mencegah atau mengurangi reaksi alergi. Alergi adalah respons imun yang berlebihan terhadap zat asing yang sebenarnya tidak berbahaya (alergen), yang dapat menyebabkan gejala seperti bersin, gatal, ruam, dan dalam kasus berat, anafilaksis. Herbal dengan aktivitas antialergi menawarkan pendekatan alami untuk mengelola alergi.
Mekanisme antialergi pada herbal meliputi stabilisasi sel mast yang mencegah degranulasi dan pelepasan histamin, penghambatan pelepasan mediator alergi lainnya seperti leukotrien, penghambatan reseptor histamin H1, dan modulasi respons imun Th2 yang berperan dalam alergi. Kuersetin dari bawang adalah salah satu flavonoid dengan aktivitas antialergi terkuat melalui stabilisasi sel mast. Katekin dari teh hijau dan kurkumin dari kunyit juga memiliki efek antialergi melalui berbagai mekanisme. Dengan profil keamanan yang baik, herbal antialergi menawarkan alternatif alami untuk mengatasi berbagai jenis alergi.
Advertisement
Eugenol dan asam betulinat menghambat degranulasi sel mast dan pelepasan histamin melalui stabilisasi membran. Ekstrak juga memodulasi respons Th1/Th2 dengan meningkatkan aktivitas sel NK dan makrofag.
Senyawa: Eugenol, Asam betulinat, Ocimarin
Tingkat Bukti: Sedang
Menghambat aktivasi FcεRI dan jalur downstream (Syk, PLCγ, PKC, MAPK) sehingga mengurangi pelepasan histamin dan mediator inflamasi (leukotrien, prostaglandin) dari sel mast. ACA secara langsung menghambat degranulasi.
Senyawa: 1'-Acetoxychavicol acetate (ACA), Galangin, Eugenol
Tingkat Bukti: Sedang