Advertisement
Filipendula ulmaria, yang dikenal luas sebagai meadowsweet atau padang rumput manis, adalah tanaman herbal abadi dari famili Rosaceae yang tumbuh subur di daerah beriklim sedang, terutama di padang rumput basah, tepi sungai, dan rawa-rawa di Eropa dan Asia Barat. Tanaman ini memiliki ciri khas berupa rumpun tinggi mencapai 1–2 meter dengan daun majemuk menyirip yang menyerupai daun elm, serta bunga-bunga kecil berwarna putih krem yang tersusun dalam malai lebat dan memancarkan aroma harum menyerupai madu atau almond. Sejak zaman kuno, meadowsweet telah digunakan dalam pengobatan tradisional, terutama oleh bangsa Kelt dan druid, sebagai tanaman suci yang dimanfaatkan untuk meredakan demam, nyeri sendi, dan gangguan pencernaan. Bahkan, nama "spiraea" dari spesies ini menjadi asal-usul penamaan aspirin, karena senyawa aktifnya yang kaya akan salisilat—pendahulu asam asetilsalisilat—yang ditemukan dalam ekstrak tanamannya.
Tanaman ini suka banget sama tempat yang basah dan lembap, kayak pinggiran sungai, rawa-rawa, atau padang rumput yang tanahnya nggak gampang kering. Dia tumbuh subur di wilayah dengan iklim sedang. Karakteristik/ciri-ciri Meadowsweet (Filipendula ulmaria):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tinggi Tanaman | Bisa tumbuh tegak sampai 1-2 meter. |
| Batang | Batangnya berwarna kemerahan, cukup kuat, dan punya tekstur yang halus tanpa bulu (glabrous). |
| Daun | Bentuknya unik, menyirip ganjil dengan anak daun yang ukurannya beda-beda (ada yang besar dan kecil berselang-seling). Bagian atas daun warnanya hijau tua, sementara bagian bawahnya ada lapisan putih kayak bulu halus. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, warnanya krem kekuningan, dan bergerombol rapat di ujung batang. Wanginya khas banget, mirip aroma madu atau almond. |
| Akar | Punya sistem perakaran yang kuat dengan rimpang (rhizoma) yang bikin dia bisa menyebar dan tumbuh berumpun. |
8 Manfaat Meadowsweet untuk kesehatan.
Penghambatan siklooksigenase (COX-1 dan COX-2) dan lipoksigenase (LOX) oleh salisilat dan flavonoid, sehingga menurunkan sintesis prostaglandin dan leukotrien. Ekstrak juga menghambat aktivitas NF-κB dan menekan ekspresi COX-2 serta iNOS pada makrofag.
Efek antipiretik dan analgesik sentral dan perifer melalui inhibisi COX dan blokade sintesis prostaglandin di hipotalamus. Salisilat juga memengaruhi kanal ion TRPV1 dan reseptor opioid perifer.
Flavonoid dan tanin dalam meadowsweet bertindak sebagai scavenger radikal bebas (DPPH, ABTS, superoksida) dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Meadowsweet.
Interaksi & Kontraindikasi Meadowsweet dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Meadowsweet (Filipendula ulmaria) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan karena kandungan senyawa glikosida salisilat, yang merupakan cikal bakal aspirin. Meskipun umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat oleh orang dewasa yang sehat, penggunaan tanaman ini tetap berisiko menimbulkan efek samping tertentu. Efek samping yang paling umum berkaitan dengan saluran pencernaan, seperti mual, muntah, dispepsia, dan iritasi lambung. Hal ini terjadi karena kandungan salisilat dapat merangsang mukosa lambung, mirip dengan mekanisme kerja obat antiinflamasi nonsteroid (OAIR) konvensional.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Meadowsweet.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Meadowsweet.