Advertisement
Eclipta prostrata, yang lebih dikenal sebagai Bhringraj dalam pengobatan tradisional Ayurveda, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Asteraceae. Tumbuhan ini banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Asia, Afrika, dan Amerika, biasanya tumbuh liar di lahan basah, tepi sawah, atau pinggir jalan. Ciri khasnya adalah batang yang merayap atau tegak dengan rambut kasar, daun hijau gelap berbentuk lanset, dan bunga kecil berwarna putih yang menyerupai bunga aster. Nama "Bhringraj" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "raja rambut", merujuk pada khasiatnya yang legendaris dalam merawat kesehatan rambut dan kulit kepala.
Advertisement
Secara fitokimia, Eclipta prostrata kaya akan senyawa bioaktif seperti wedelolactone, ecliptine, flavonoid, alkaloid, dan triterpenoid. Senyawa-senyawa ini bertanggung jawab atas berbagai aktivitas farmakologisnya, termasuk antiinflamasi, hepatoprotektif, antitumor, dan antimikroba. Dalam pengobatan tradisional, tumbuhan ini sering digunakan untuk memperkuat akar rambut, mencegah uban dini, serta mengatasi masalah kulit seperti luka dan eksim. Selain itu, ekstraknya juga dimanfaatkan untuk mendukung fungsi hati dan ginjal, serta sebagai tonik umum untuk meningkatkan vitalitas tubuh.
Penelitian modern telah mengonfirmasi banyak kegunaan tradisional Eclipta prostrata. Studi ilmiah menunjukkan bahwa wedelolactone dalam tumbuhan ini memiliki efek antiinflamasi yang signifikan, setara dengan obat antiinflamasi non-steroid. Ekstrak etanoliknya juga terbukti mempercepat penyembuhan luka dan merangsang pertumbuhan rambut pada model hewan uji. Meskipun demikian, penggunaan Bhringraj secara berlebihan atau tanpa pengawasan dapat menimbulkan efek samping ringan seperti iritasi kulit atau gangguan pencernaan. Oleh karena itu, pemanfaatannya sebaiknya dilakukan secara bijak, idealnya di bawah bimbingan praktisi herbal atau tenaga kesehatan.
Manfaat Bhringraj untuk kesehatan.
Wedelolactone dan ecliptasaponin menghambat aktivasi sel stellate hati, mengurangi stres oksidatif melalui peningkatan enzim antioksidan SOD, CAT, dan GSH, serta menekan jalur inflamasi NF-κB dan TNF-α. Senyawa ini juga merangsang regenerasi hepatosit melalui aktivasi jalur PI3K/Akt.
Wedelolactone menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase-5 (LOX-5), mengurangi produksi prostaglandin E2 dan leukotrien B4. Ekstrak juga menekan aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi iNOS serta sitokin pro-inflamasi IL-1β dan IL-6.
Saponin triterpenoid dan flavonoid merusak membran sel bakteri dengan mengganggu integritas lipid bilayer, serta menghambat sintesis protein dan asam nukleat. Wedelolactone menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif melalui pengikatan pada DNA girase.
Flavonoid (luteolin, apigenin) dan wedelolactone mendonasikan elektron untuk menetralkan radikal bebas melalui aktivitas superoksida dismutase-like dan pengkelat ion logam. Senyawa ini juga meningkatkan kadar GSH dan aktivitas katalase.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bhringraj.