Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis Aktivitas Farmakologi Eclipta prostrata (Urang-Aring)

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    46 artikel terindeks Scopus/PubMed (2000–2020)
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (telaah pustaka)
    Temuan:
    Eclipta prostrata memiliki aktivitas hepatoprotektif, antioksidan, antiinflamasi, dan penumbuh rambut. Senyawa utama wedelolakton diduga berkontribusi terhadap efek farmakologi, tetapi uji klinis masih terbatas.
  2. Efek Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Eclipta prostrata pada Tikus yang Diinduksi Karbon Tetraklorida

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    36 tikus Wistar jantan, diinduksi CCl4 1 mL/kg i.p. sebanyak 2 kali per minggu
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg berat badan, oral, sekali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan kadar ALT, AST, dan MDA secara signifikan serta meningkatkan SOD dan GSH. Gambaran histopatologi hati menunjukkan pengurangan nekrosis dan infiltrasi sel radang.
  3. Aktivitas Antiinflamasi Eclipta prostrata pada Makrofag RAW264.7 yang Distimulasi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vitro)
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7, distimulasi LPS 1 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    12,5–100 µg/mL selama 24 jam, pretreatment 1 jam sebelum LPS
    Temuan:
    Ekstrak menekan produksi NO, TNF-α, dan IL-6 serta menghambat ekspresi iNOS dan COX-2. Mekanisme yang terlibat adalah inaktivasi jalur NF-κB dan MAPK.
  4. Efek Perangsang Pertumbuhan Rambut Ekstrak Eclipta prostrata pada Mencit C57BL/6

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo dan in vitro)
    Sampel:
    24 mencit C57BL/6 fase telogen dan kultur sel papilla dermis manusia (HDPC)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 2% dan 5% dalam etanol 70%, dioleskan 0,2 mL setiap hari selama 4 minggu; in vitro 25–200 µg/mL selama 48 jam
    Temuan:
    Pemberian topikal ekstrak mempercepat transisi folikel rambut dari telogen ke anagen dan meningkatkan ekspresi β-katenin serta siklin-D1. Efeknya sebanding dengan minoksidil 2%.
  5. Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Eclipta prostrata pada Tikus Diabetes Tipe 2 yang Diinduksi Streptozotocin-Nikotinamid

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley, diabetes tipe 2 induksi STZ 45 mg/kg + nikotinamida 110 mg/kg
    Dosis/Durasi:
    150 dan 300 mg/kg berat badan, oral, selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan glukosa darah puasa, HOMA-IR, dan HbA1c, serta meningkatkan kadar insulin dan fosforilasi AMPK. Ekstrak juga memperbaiki toleransi glukosa intraperitoneal.
  6. Aktivitas Antimikroba dan Antibiofilm Ekstrak Daun Eclipta prostrata terhadap Patogen Klinis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vitro)
    Sampel:
    12 isolat klinis: Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Candida albicans
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,125–8 mg/mL; MIC diukur setelah inkubasi 24–48 jam
    Temuan:
    Ekstrak menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Candida albicans dengan MIC terendah 32–64 µg/mL. Aktivitas antimikroba berkaitan dengan kandungan flavonoid dan terpenoid.
  7. Efek Penyembuhan Luka Gel Ekstrak Eclipta prostrata pada Tikus dengan Luka Eksisi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    18 tikus Sprague-Dawley dengan luka eksisi diameter 8 mm
    Dosis/Durasi:
    Gel 5% ekstrak etil asetat, dioleskan sekali sehari pada luka selama 14 hari
    Temuan:
    Gel ekstrak 5% meningkatkan persentase penutupan luka dan ketebalan jaringan granulasi dibandingkan kontrol. Ekspresi kolagen tipe I dan jumlah pembuluh darah juga meningkat.
  8. Wedelolakton dari Eclipta prostrata Menginduksi Apoptosis pada Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vitro)
    Sampel:
    Sel MCF-7 dan sel normal MCF-10A sebagai kontrol
    Dosis/Durasi:
    0,5–20 µM wedelolakton selama 48 jam
    Temuan:
    Wedelolakton menurunkan viabilitas sel MCF-7 secara tergantung dosis dan meningkatkan apoptosis melalui aktivasi kaspase-9 dan kaspase-3. Sel normal MCF-10A relatif tidak terganggu.

Advertisement


Cari: