Cincau

Cincau Leaf | Cyclea barbata
Cincau
Nama
Cincau (Cincau Leaf)
Nama Latin/Ilmiah
Cyclea barbata
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit

Nama Lain
Daun cincau (Indonesia), Cincau rambat (Indonesia), Cincau daun (Malaysia), Cincau (Malaysia), Cincau (Singapura)
Asal
Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina
Kandungan Utama
Klorofil, flavonoid, polifenol, saponin, alkaloid, tanin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Cincau

Cyclea barbata, yang dikenal luas sebagai cincau hijau atau daun cincau, adalah tumbuhan merambat dari famili Menispermaceae. Tanaman ini berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Keunikan utamanya terletak pada daunnya yang mampu membentuk gel hidrokolloid alami saat diremas dan diendapkan dalam air, karena kandungan pektin dan polisakarida kompleks. Gel ini tidak memerlukan pemanasan atau pendinginan ekstrem, hanya reaksi enzimatik dan ion kalsium dari air atau bahan tambahan seperti kapur sirih. Proses ini menghasilkan tekstur kenyal dan lembut yang menjadi ciri khas cincau hijau.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Agu 2026 - 18:21:17
 

II. Ciri-ciri Cincau

Tumbuh merambat dengan baik di tempat yang agak teduh atau terlindung dari sinar matahari langsung, seperti di pinggiran hutan, kebun, atau pekarangan rumah dengan tanah yang subur dan lembap. Karakteristik/ciri-ciri Cincau (Cyclea barbata):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Batang berbentuk bulat, berkayu, dan merambat. Permukaan batangnya memiliki bulu-bulu halus dan berwarna hijau kecokelatan.
Daun Berbentuk jantung (oval) dengan ujung yang meruncing. Permukaan daun terasa kasar karena dipenuhi bulu-bulu halus, berwarna hijau tua, dan memiliki tekstur yang agak tebal.
Akar Memiliki akar tunggang yang kuat, terkadang membentuk umbi di dalam tanah sebagai cadangan makanan.
Bunga Bunga berukuran sangat kecil yang tumbuh dalam kelompok atau malai di ketiak daun, biasanya berwarna putih kekuningan.
Buah Buahnya berbentuk bulat kecil seperti batu, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi agak gelap saat sudah sangat matang, berisi biji yang keras.

III. Manfaat Cincau

8 Manfaat Cincau untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Senyawa flavonoid seperti quercetin dan apigenin menangkal radikal bebas dengan mendonasikan atom hidrogen dan mengkelat ion logam transisi, mengurangi stres oksidatif melalui aktivasi jalur Nrf2 dan peningkatan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, CAT, dan GPx.

    Tampilkan
  2. Antimikroba

    Alkaloid cissampareine dan flavonoid mengganggu membran sel mikroba dengan meningkatkan permeabilitas dan menginhibisi sintesis dinding sel, serta menghambat pertumbuhan bakteri Gram-positif (Staphylococcus aureus) dan jamur Candida albicans.

    Senyawa Aktif: Cissampareine, Kuersetin, Tanin terkondensasi
    Tampilkan
  3. Anti-hiperglikemi (antidiabetes)

    Flavonoid dan polisakarida dalam daun menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase, memperlambat penyerapan glukosa di usus; juga meningkatkan pengambilan glukosa perifer melalui aktivasi jalur AMPK dan GLUT4.

    Senyawa Aktif: Quercetin-3-O-glukosida, Kaempferol, Pektin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Cincau

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cincau.

  1. Cycleanine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (sitotoksik Terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7), Imunomodulator, Dan Relaksan Otot Polos.
    Tampilkan
  2. Berbamine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (inhibisi NF-κB), Antikanker (leukemia, Karsinoma), Dan Kardioprotektif.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antiinflamasi, Antihiperglikemik, Dan Neuroprotektif.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Cincau

Interaksi & Kontraindikasi Cincau dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misal: ACE inhibitor, beta-blocker, CCB)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun cincau dilaporkan memiliki efek hipotensi ringan. Penggunaan bersamaan dapat meningkatkan risiko tekanan darah terlalu rendah. Pantau tekanan darah secara teratur dan konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun cincau berpotensi menurunkan kadar gula darah. Kombinasi dengan obat antidiabetes dapat menyebabkan hipoglikemia. Monitor gula darah dan sesuaikan dosis obat jika perlu.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat diuretik (furosemid, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Daun cincau memiliki efek diuretik ringan. Penggunaan bersamaan dapat meningkatkan risiko dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit. Pastikan asupan cairan cukup dan awasi tanda-tanda dehidrasi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Cincau

Cincau hijau (Cyclea barbata) umumnya dikenal aman bila dikonsumsi dalam jumlah normal sebagai makanan atau minuman tradisional. Namun, konsumsi berlebihan atau pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu dapat memicu beberapa efek samping, terutama terkait sifatnya yang mendinginkan tubuh dan kandungan serat kasarnya. Efek samping gastrointestinal yang paling sering dilaporkan adalah gangguan pencernaan seperti kembung, kram perut, dan diare. Hal ini disebabkan oleh kandungan serat polisakarida (pektin) yang tinggi, yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat mempercepat motilitas usus melampaui batas normal.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Cincau

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Cincau.

  1. Aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi ekstrak etanol daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers) pada model tikus arthritis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol daun cincau hijau dosis 400 mg/kgBB secara signifikan menurunkan volume edema dan jumlah leukosit dibandingkan kontrol negatif. Efek anti-inflamasi diduga berkaitan dengan kandungan flavonoid dan alkaloid dalam daun cincau hijau.
    Tampilkan
  2. Potensi inhibitor α-glukosidase dan antihiperglikemik ekstrak daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers) pada mencit yang diinduksi aloksan

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak daun cincau hijau dosis 200 mg/kgBB menurunkan kadar glukosa darah puasa sebesar 38% setelah 14 hari pemberian. Aktivitas inhibitor α-glukosidase ekstrak ditunjukkan oleh nilai IC50 sebesar 45,2 µg/mL.
    Tampilkan
  3. Efek hepatoprotektif ekstrak etanol daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers) terhadap tikus yang diinduksi parasetamol

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak dosis 300 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar ALT dan AST dibandingkan kelompok induksi parasetamol. Perbaikan histologi hepar terlihat pada kelompok dosis tinggi, menunjukkan efek protektif terhadap kerusakan hati.
    Tampilkan

VIII. FAQ Cincau

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cincau.

Apa kandungan fitokimia utama dalam daun cincau (Cyclea barbata) dan bagaimana perannya bagi kesehatan?
Daun cincau mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid, polifenol, alkaloid, saponin, dan klorofil. Flavonoid dan polifenol berperan sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas, sebagaimana dilaporkan dalam Jurnal Penelitian Pertanian Terapan (2017). Alkaloid tertentu juga memiliki potensi antiinflamasi dan antimikroba.
Apakah daun cincau aman dikonsumsi setiap hari?
Konsumsi daun cincau dalam jumlah wajar sebagai makanan atau minuman (misalnya cincau jelly) umumnya aman untuk orang dewasa sehat. Namun, belum ada studi jangka panjang tentang konsumsi harian dalam dosis tinggi. Studi toksisitas akut pada tikus menunjukkan tidak ada efek samping berarti pada dosis hingga 5 g/kg BB (Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, 2020). Dianjurkan untuk tidak berlebihan karena seratnya yang tinggi dapat mengganggu pencernaan.
Bagaimana cara konsumsi daun cincau yang tepat untuk mendapatkan manfaat kesehatan?
Daun cincau dapat diolah menjadi jelly dengan cara merendam daun dalam air matang lalu diperas untuk diambil ekstraknya. Konsumsi sebagai minuman segar atau campuran es. Untuk manfaat antioksidan, disarankan tidak menambahkan terlalu banyak gula. Beberapa penelitian menggunakan ekstrak daun segar atau kering yang diseduh sebagai teh (Farmasi Indonesia, 2019). Dosis yang umum dalam studi adalah 100-200 mg ekstrak per kg BB pada hewan, namun belum ada dosis pasti untuk manusia.
Apakah daun cincau memiliki efek samping atau kontraindikasi?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti gangguan pencernaan akibat serat berlebih jika dikonsumsi sangat banyak. Daun cincau mentah mungkin mengandung senyawa anti-nutrisi seperti oksalat yang bisa mengiritasi saluran cerna. Tidak dianjurkan pada penderita gangguan ginjal karena kandungan oksalat (Jurnal Gizi dan Pangan, 2021). Hingga saat ini belum ada laporan toksisitas serius pada manusia.
Bolehkah daun cincau diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Untuk bayi di bawah 1 tahun, sebaiknya dihindari karena sistem pencernaan yang masih sensitif dan risiko alergi. Pada anak-anak, daun cincau dapat diberikan dalam bentuk jelly sebagai camilan sesekali, namun pastikan tidak ada bahan tambahan yang tidak aman. Belum ada penelitian khusus tentang keamanan pada anak, sehingga konsultasi dokter anak dianjurkan (Pediatri Perawatan Primer, 2020).
Apakah daun cincau aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada data ilmiah yang cukup mengenai keamanan daun cincau pada ibu hamil dan menyusui. Secara tradisional, daun cincau sering dikonsumsi dalam jumlah kecil sebagai minuman, namun efek terhadap janin atau ASI belum diketahui. Oleh karena itu, sebaiknya dihindari atau dikonsumsi dalam jumlah sangat terbatas setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan (Obat Tradisional Indonesia, 2018).
Apa manfaat kesehatan umum dari daun cincau?
Berdasarkan studi fitokimia dan farmakologi, daun cincau memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, dan antikanker. Ekstrak etanol daun cincau menunjukkan penurunan kadar gula darah pada tikus diabetes (Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 2022). Seratnya juga bermanfaat untuk pencernaan. Namun, sebagian besar penelitian masih pada tahap preklinis dan diperlukan uji klinis pada manusia untuk memastikan efektivitas.
Apakah daun cincau dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Kandungan flavonoid dan alkaloid dalam daun cincau berpotensi menghambat enzim CYP450 di hati yang memetabolisme banyak obat, sehingga dapat mengubah efektivitas obat. Secara teoretis, interaksi mungkin terjadi dengan obat antidiabetes, antikoagulan, atau antihipertensi. Belum ada laporan kasus langsung, namun pasien yang mengonsumsi obat kronis sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi ekstrak daun cincau secara rutin (Drug Metabolism Reviews, 2016).

Iler

Coleus scutellarioides

Tempuyung

Sonchus arvensis

Cari: