Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi ekstrak etanol daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers) pada model tikus arthritis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo dengan desain randomized controlled trial
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan terbagi dalam 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol daun cincau hijau dosis 400 mg/kgBB secara signifikan menurunkan volume edema dan jumlah leukosit dibandingkan kontrol negatif. Efek anti-inflamasi diduga berkaitan dengan kandungan flavonoid dan alkaloid dalam daun cincau hijau.
  2. Potensi inhibitor α-glukosidase dan antihiperglikemik ekstrak daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers) pada mencit yang diinduksi aloksan

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo dengan kontrol
    Sampel:
    24 mencit Swiss Webster jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    100 dan 200 mg/kgBB per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak daun cincau hijau dosis 200 mg/kgBB menurunkan kadar glukosa darah puasa sebesar 38% setelah 14 hari pemberian. Aktivitas inhibitor α-glukosidase ekstrak ditunjukkan oleh nilai IC50 sebesar 45,2 µg/mL.
  3. Efek hepatoprotektif ekstrak etanol daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers) terhadap tikus yang diinduksi parasetamol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    25 tikus Sprague-Dawley jantan yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    150, 300, dan 600 mg/kgBB per oral selama 14 hari, kemudian diinduksi parasetamol 2 g/kgBB pada hari ke-15
    Temuan:
    Ekstrak dosis 300 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar ALT dan AST dibandingkan kelompok induksi parasetamol. Perbaikan histologi hepar terlihat pada kelompok dosis tinggi, menunjukkan efek protektif terhadap kerusakan hati.
  4. Skrining fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers) terhadap bakteri penyebab diare

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium (in vitro)
    Sampel:
    Ekstrak dengan konsentrasi 10%, 20%, 40%, dan 80% diuji terhadap Salmonella typhi dan Escherichia coli
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–80% (b/v), inkubasi 24 jam pada suhu 37°C
    Temuan:
    Ekstrak daun cincau hijau menghasilkan zona hambat tertinggi pada konsentrasi 80% terhadap Escherichia coli, dengan diameter zona hambat 14,2 mm. Kandungan fitokimia yang terdeteksi meliputi alkaloid, flavonoid, dan tanin.
  5. Formulasi sediaan gel antioksidan ekstrak daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers) dan uji stabilitas fisik

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental formulasi sediaan
    Sampel:
    Tiga formula gel dengan konsentrasi ekstrak 0,5%, 1%, dan 2%; parameter yang diuji meliputi pH, daya sebar, viskositas, dan aktivitas DPPH
    Dosis/Durasi:
    Aplikasi topikal; uji stabilitas dilakukan selama 12 minggu pada suhu 25±2°C
    Temuan:
    Gel dengan konsentrasi ekstrak 2% memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dengan nilai IC50 52,1 µg/mL. Semua formula sediaan gel stabil secara fisik selama 12 minggu penyimpanan pada suhu ruang.
  6. Systematic review: Efek farmakologis Cyclea barbata Miers pada penyakit metabolik dan inflamasi

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 artikel dari PubMed, Scopus, dan Cochrane terbitan 2010–2022 yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Dosis 50–400 mg/kgBB secara intraperitoneal atau per oral dengan durasi 7–28 hari, tergantung studi
    Temuan:
    Sebagian besar studi pada model hewan menunjukkan efek antihiperglikemik, antioksidan, dan anti-inflamasi dari ekstrak Cyclea barbata. Keterbatasan utama adalah belum tersedia uji klinis pada manusia yang memadai.
  7. Pengaruh ekstrak daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers) terhadap kadar asam urat dan profil lipid pada tikus hiperurisemia

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo dengan kontrol
    Sampel:
    28 tikus Wistar jantan yang diinduksi hiperurisemia menggunakan kafein-kalium oksonat
    Dosis/Durasi:
    150, 300, dan 450 mg/kgBB per oral selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak dosis 300 mg/kgBB menurunkan kadar asam urat serum sebesar 32% dibandingkan kontrol. Profil lipid juga membaik, ditandai dengan penurunan LDL dan peningkatan HDL.

Advertisement


Cari: