Kasifikasi ilmiah Cincau (Cyclea barbata)
Author: L.P.Miers
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Magnoliidae |
| Ordo: | Ranunculales |
| Famili: | Menispermaceae |
| Subfamili: | Menispermoideae |
| Tribus: | Cocculeae |
| Genus: | Cyclea |
| Spesies: | Cyclea barbata |
Cyclea barbata atau yang lebih dikenal dengan nama cincau hijau adalah tanaman merambat yang sangat populer di Indonesia. Tanaman ini punya daun berbentuk jantung dengan tekstur agak berbulu halus yang menjadi ciri khas utamanya. Biasanya, daunnya diolah secara tradisional dengan cara diremas bersama air hingga membentuk gel alami yang segar, kenyal, dan sangat nikmat dijadikan minuman pelepas dahaga saat cuaca panas.
Selain rasanya yang menyegarkan, cincau hijau dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan karena kaya akan serat dan antioksidan. Tanaman ini banyak ditemukan tumbuh liar di semak-semak atau di pekarangan rumah pedesaan. Tidak butuh perawatan ekstra, cukup sediakan rambatan, tanaman ini akan tumbuh subur dan siap dipanen daunnya kapan saja kamu ingin membuat minuman sehat sendiri di rumah.
Advertisement