Antikanker

Anticancer

Info:

Aktivitas: Antikanker (Anticancer)
Kategori: Antikanker
Sub-Kategori: Apoptosis, Inhibisi Angiogenesis, Antiproliferasi

Kategori Penyakit/Kondisi: Penyakit Kanker

Brief:

Kemampuan senyawa untuk menghambat pertumbuhan sel kanker atau menginduksi kematian sel kanker.

Mekanisme:

Menginduksi apoptosis (caspase-3, caspase-9, Bcl-2/Bax), menghentikan siklus sel (G2/M arrest), menghambat angiogenesis (VEGF), dan meningkatkan sistem imun untuk melawan sel kanker.

Deskripsi:

Aktivitas antikanker adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, menginduksi kematian sel kanker, atau mencegah proses karsinogenesis. Kanker adalah salah satu penyebab kematian utama di dunia, dan pencarian agen antikanker alami dari herbal menjadi fokus penelitian global. Indonesia memiliki kekayaan herbal yang menunjukkan aktivitas antikanker, termasuk kunyit (kurkumin), sambiloto (andrographolide), daun sirsak (annonaceous acetogenins), dan teh hijau (katekin).

Mekanisme antikanker pada herbal sangat beragam dan seringkali multitarget. Senyawa seperti kurkumin dan katekin dapat menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram) melalui aktivasi caspase dan modulasi protein Bcl-2/Bax, menghentikan siklus sel pada fase G2/M, dan menghambat angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru yang memasok nutrisi ke tumor) melalui penekanan VEGF. Beberapa herbal juga bekerja sebagai kemoprevensi dengan melindungi sel dari kerusakan DNA akibat radikal bebas. Dengan efek samping yang minimal dibandingkan kemoterapi konvensional, herbal antikanker menawarkan harapan sebagai terapi adjuvan atau pencegahan kanker. Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengembangkan senyawa-senyawa ini menjadi fitofarmaka yang efektif.


Senyawa:


Advertisement


Herba:


Sirih Merah / Red Betel

Piper crocatum
Sirih Merah

Antikanker

Menginduksi apoptosis melalui jalur mitokondria, menghambat proliferasi sel, dan menekan angiogenesis pada sel kanker.

Senyawa: Piperin, Flavonoid, Alkaloid

Tingkat Bukti: Terbatas

Tapak Liman / Elephant's Foot

Elephantopus scaber
Tapak Liman

Aktivitas Antikanker (In Vitro dan In Vivo)

Induksi apoptosis melalui jalur mitokondria (peningkatan Bax/Bcl-2, pelepasan sitokrom c, aktivasi kaspase-9/3) serta penghambatan jalur PI3K/Akt/mTOR dan STAT3 pada sel kanker payudara, kolorektal, dan paru.

Senyawa: Elephantopin, Deoxyelephantopin, Epielephantopin

Tingkat Bukti: Sedang

Jambu Biji / Guava

Psidium guajava
Jambu Biji

Antikanker (Studi In Vitro)

Induksi apoptosis melalui jalur mitokondria (peningkatan Bax/Bcl-2 ratio) dan penangkapan siklus sel pada fase G2/M. Menghambat proliferasi sel melalui supresi jalur PI3K/Akt dan NF-κB.

Senyawa: Guaijaverin, Asam betulinic, Kuersetin

Tingkat Bukti: Terbatas

Daun Insulin / Insulin Plant

Costus igneus
Daun Insulin

Antikanker (In Vitro)

Menginduksi apoptosis melalui jalur intrinsik (mitokondria) dengan peningkatan Bax/Bcl-2 rasio, aktivasi kaspase-3/9, serta penghambatan proliferasi sel dengan menghentikan siklus sel pada fase G2/M.

Senyawa: Diosgenin, Asam Korosolik, Kuersetin

Tingkat Bukti: Terbatas

Daun Inggu / Common Rue

Ruta graveolens
Daun Inggu

Antikanker (sitotoksik)

Menginduksi apoptosis melalui jalur intrinsik (mitokondria) dengan meningkatkan ekspresi Bax/Bak dan menurunkan Bcl-2; mengaktifkan caspase-3/9; menyebabkan siklus sel terhenti pada fase G2/M. Furanokumarin juga menghambat topoisomerase I/II.

Senyawa: Graveolensine, Chalepensin, Rutamarin

Tingkat Bukti: Terbatas

Angdan / Lovage

Levisticum officinale
Angdan

Antikanker (Pertumbuhan Sel Tumor)

Apigenin dan luteolin menginduksi apoptosis melalui jalur intrinsik mitokondria (peningkatan Bax/Bcl-2, pelepasan sitokrom c) dan menghambat proliferasi dengan menekan sinyal PI3K/Akt/mTOR serta siklus sel (G2/M arrest). Estragol menunjukkan aktivitas anti-angiogenesis.

Senyawa: Apigenin, Luteolin, Estragol

Tingkat Bukti: Terbatas


Antidiabetes

Antidiabetic

Imunomodulator

Immunomodulator

Cari: