Advertisement
Aktivitas imunomodulator adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk memodulasi atau menyeimbangkan respons sistem imun. Herbal imunomodulator dapat bekerja dengan cara meningkatkan respons imun pada kondisi infeksi atau menurunkan respons imun berlebihan pada penyakit autoimun. Indonesia memiliki banyak herbal yang secara tradisional digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, termasuk sambiloto, meniran, temulawak, dan jahe.
Mekanisme imunomodulator herbal meliputi peningkatan proliferasi sel T dan B, aktivasi sel natural killer (NK) yang membunuh sel terinfeksi dan sel kanker, serta regulasi produksi sitokin. Beberapa herbal seperti andrographolide dari sambiloto juga dapat meningkatkan produksi interferon yang penting untuk pertahanan antivirus. Dengan gaya hidup modern yang sering menyebabkan penurunan sistem imun, herbal imunomodulator menawarkan solusi alami untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Penelitian terus dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa baru yang dapat dimanfaatkan sebagai agen imunomodulator yang aman dan efektif.
Advertisement
Mengaktifkan makrofag melalui jalur TLR4/NF-κB dan meningkatkan fagositosis, serta merangsang proliferasi limfosit T dan produksi IFN-γ dan IL-2.
Senyawa: Polisakarida (arabinogalaktan), Elephantopin, Flavonoid glikosida
Tingkat Bukti: Terbatas
Polisakarida dan flavonoid bawang merah mengaktifasi makrofag dan sel NK melalui jalur TLR-4, meningkatkan produksi sitokin Th1 (IFN-γ, IL-2) dan fagositosis. Allicin juga memodulasi diferensiasi sel T regulator.
Senyawa: Polisakarida, Quercetin, Allicin
Tingkat Bukti: Terbatas
Eugenol dan asam betulinat menghambat degranulasi sel mast dan pelepasan histamin melalui stabilisasi membran. Ekstrak juga memodulasi respons Th1/Th2 dengan meningkatkan aktivitas sel NK dan makrofag.
Senyawa: Eugenol, Asam betulinat, Ocimarin
Tingkat Bukti: Sedang
Karpain dan polisakarida daun pepaya merangsang proliferasi limfosit T dan B, meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag, serta memicu produksi interferon-gamma (IFN-γ) dan interleukin-12 (IL-12). Flavonoid juga memodulasi respons imun adaptif melalui aktivasi sel dendritik.
Senyawa: Carpaine, Polisakarida, Quercetin
Tingkat Bukti: Terbatas
Mengaktifkan makrofag dan sel NK melalui jalur MAPK/NF-κB, meningkatkan produksi sitokin Th1 (IFN-γ, IL-2) dan fagositosis. Senyawa polisakarida dari Eucommia (terutama arabinogalaktan) merangsang aktivitas limfosit.
Senyawa: Arabinogalaktan, Asam glukuronat, Pinoresinol
Tingkat Bukti: Terbatas
Polisakarida dan lektin dalam Talinum paniculatum merangsang proliferasi limfosit T dan B, meningkatkan fagositosis makrofag, dan menginduksi produksi sitokin imun (IFN-γ, IL-2) melalui aktivasi reseptor TLR-4 dan jalur protein kinase C.
Senyawa: Polisakarida terlarut air, Lektin Talinum, β-Glukan
Tingkat Bukti: Terbatas