Advertisement
Bawang putih (Allium sativum) merupakan tumbuhan herba tahunan dari famili Amaryllidaceae yang telah dibudidayakan selama ribuan tahun, terutama di kawasan Asia Tengah dan Mediterania. Umbi lapisnya yang khas terdiri dari beberapa siung yang terbungkus kulit tipis berwarna putih atau keunguan. Tanaman ini memiliki daun berbentuk pita yang memanjang dan bunga berbentuk payung yang jarang menghasilkan biji, sehingga perbanyakannya umum dilakukan secara vegetatif melalui siung. Secara botanis, Allium sativum dikenal karena kandungan senyawa organosulfur utamanya, yaitu alliin, yang ketika jaringan umbi rusak akan terkonversi menjadi allicin—senyawa bioaktif yang memberikan aroma tajam dan beragam khasiat kesehatan.
Bawang putih paling oke tumbuh di dataran tinggi dengan iklim sejuk, tanah yang gembur, dan pastinya butuh sinar matahari yang cukup biar tumbuhnya maksimal. Karakteristik/ciri-ciri Bawang Putih (Allium sativum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Akar serabut yang tumbuh dari bagian dasar batang (cakram), tipis dan warnanya putih. |
| Batang | Sebenarnya bawang putih punya batang sejati yang sangat pendek atau berbentuk cakram di dasar umbi, sementara bagian yang terlihat panjang ke atas adalah batang semu dari pelepah daun. |
| Daun | Bentuknya pipih memanjang mirip pita, warnanya hijau segar, dan bagian pangkalnya saling menutupi membentuk batang semu. |
| Umbi | Bagian paling ikonik, bentuknya bulat agak lonjong yang terdiri dari kumpulan siung (anak bawang) yang dibungkus oleh kulit tipis berwarna putih atau agak ungu. |
| Bunga | Bunga bawang putih muncul di ujung tangkai panjang, bentuknya payung kecil dengan warna putih atau merah muda, meskipun jarang banget bisa berbunga di iklim tropis seperti Indonesia. |
8 Manfaat Bawang Putih untuk kesehatan.
Senyawa sulfur seperti allicin dan S-allyl cysteine merangsang produksi hidrogen sulfida (H2S) dan nitric oxide (NO) pada endotel vaskular, menyebabkan vasodilatasi. Selain itu, allicin menghambat enzim pengkonversi angiotensin (ACE) dan menurunkan aktivitas sistem renin-angiotensin-aldosteron.
Allicin dan diallyl disulfide menghambat aktivitas HMG-CoA reduktase di hati, mengurangi sintesis kolesterol. Juga meningkatkan ekskresi asam empedu dan menurunkan oksidasi LDL.
Efek antioksidan dan anti-inflamasi dari senyawa sulfur menghambat oksidasi LDL, menekan ekspresi molekul adhesi pada endotel, dan menghambat agregasi trombosit melalui penurunan sintesis tromboksan A2.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bawang Putih.
Interaksi & Kontraindikasi Bawang Putih dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Bawang putih (Allium sativum) umumnya aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang biasa ditemukan dalam makanan. Namun, konsumsi suplemen bawang putih dosis tinggi atau penggunaan ekstraknya secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai efek samping saluran pencernaan. Keluhan yang paling sering dilaporkan meliputi bau napas dan bau badan yang tak sedap, rasa terbakar pada dada (heartburn), mual, muntah, serta diare. Senyawa organosulfur yang terkandung di dalam bawang putih dapat mengiritasi mukosa lambung dan saluran pencernaan, terutama pada individu yang memiliki lambung sensitif.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Bawang Putih.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bawang Putih.