Pulai

Blackboard Tree | Alstonia scholaris
Pulai
Nama
Pulai (Blackboard Tree)
Nama Latin/Ilmiah
Alstonia scholaris
Bagian Digunakan
Kulit Kayu
Rasa
Pahit

Nama Lain
Saptaparni (India), dita (Filipina), thin nok (Thailand), lettok (Myanmar), ruk-attana (Sri Lanka)
Asal
Pulai (Alstonia scholaris) berasal dari India, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua Nugini, dan Australia utara.
Kandungan Utama
Ekiamin, Ditamin, Alstonin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Pulai

Alstonia scholaris, yang dikenal luas sebagai pohon Pulai, adalah spesies pohon tropis dari famili Apocynaceae. Tumbuhan ini tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta di anak benua India dan Australia bagian utara. Nama spesifik "scholaris" merujuk pada pemanfaatan tradisional kayunya sebagai papan tulis bagi para pelajar di masa lalu. Pulai dapat tumbuh hingga ketinggian 40 meter dengan batang lurus dan tajuk yang lebar. Ciri khasnya adalah daun yang tersusun dalam lingkaran (verticillate), berjumlah 4-7 helai per lingkaran, dengan bentuk elips hingga lonjong serta tepi daun yang rata. Daunnya mengeluarkan getah putih susu saat dipotong, yang merupakan ciri umum famili Apocynaceae.

Baca Lebih Lanjut
Update: 13 Agu 2026 - 16:42:01
 

II. Ciri-ciri Pulai

Pohon ini cukup tangguh dan bisa tumbuh di berbagai kondisi, mulai dari hutan hujan dataran rendah sampai daerah berbatu. Sering ditemukan di pinggiran hutan atau lahan terbuka karena dia suka banget sama sinar matahari (tanaman pionir). Karakteristik/ciri-ciri Pulai (Alstonia scholaris):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohon berkayu yang bisa tumbuh tinggi banget, kulit batangnya warnanya abu-abu kecokelatan dengan tekstur agak kasar dan mengeluarkan getah putih kalau dilukai.
Daun Uniknya, daunnya tumbuh melingkar (berkarang) di setiap ruas batang, biasanya dalam kelompok 4-8 helai. Bentuk daunnya lonjong memanjang dengan ujung yang tumpul atau agak bulat.
Bunga Bunganya kecil-kecil berwarna putih kehijauan atau krem, bergerombol membentuk payung, dan punya aroma wangi yang cukup tajam, terutama pas malam hari.
Buah Bentuk buahnya panjang seperti polong atau pita gantung, bisa mencapai 20-50 cm, dan kalau sudah matang bakal pecah buat menyebarkan biji-bijinya yang berambut halus supaya gampang terbawa angin.
Perawakan Secara keseluruhan bentuk pohonnya sangat khas, kalau dilihat dari jauh percabangannya cenderung bertingkat-tingkat atau seperti pagoda.

III. Manfaat Pulai

8 Manfaat Pulai untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada kondisi inflamasi akut dan kronis

    Ekstrak A. scholaris menghambat aktivitas COX-2 dan LOX, menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Juga menekan aktivasi NF-κB sehingga mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Echitamine, Alstonine, Loganin
    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas (bakteri, jamur, parasit)

    Alkaloid indol dan flavonoid mengganggu integritas membran sel mikroba, menghambat sintesis protein dan asam nukleat, serta menginduksi stres oksidatif intraseluler.

    Senyawa Aktif: Echitamine, Picrinine, Vincamine
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan perlindungan terhadap stres oksidatif

    Polifenol dan flavonoid dalam A. scholaris meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) serta menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS, superoksida) secara langsung.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Pulai

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pulai.

  1. Echitamine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (apoptosis In Vitro, Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia), Antimalaria (in Vivo, Belum Ada Uji Klinis), Analgesik (studi Hewan).
    Tampilkan
  2. Alstonine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antipsikotik (studi Hewan, Belum Ada Uji Klinis), Antimalaria (in Vitro), Antimikroba (studi Laboratorium).
    Tampilkan
  3. Scholarine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (in Vitro, Belum Ada Uji Klinis), Antimikroba (studi Laboratorium).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Pulai

Interaksi & Kontraindikasi Pulai dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena alkaloid seperti echitamine dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran atau efek toksik pada janin.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari atau konsultasi dokter karena alkaloid dapat masuk ke ASI dan berpotensi mempengaruhi bayi; belum ada data keamanan yang memadai.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan jantung (aritmia, gagal jantung)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari karena efek kardiotoksik dari echitamine dapat memperburuk irama jantung dan menurunkan kontraktilitas miokard.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Pulai

Pulai (Alstonia scholaris) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan untuk berbagai pengobatan, namun bagian tanaman seperti kulit batang, daun, dan getahnya mengandung senyawa alkaloid aktif (seperti echitamine dan alstonine) yang dapat memicu berbagai efek samping jika dikonsumsi secara tidak tepat. Efek samping yang paling sering dilaporkan terkait dengan sistem pencernaan, termasuk mual, muntah, sakit perut, diare, serta hilangnya nafsu makan akibat iritasi pada mukosa lambung oleh kandungan alkaloid dan glikosida di dalamnya.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Pulai

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Pulai.

  1. Alstonia scholaris: Tinjauan Sistematis Fitokimia, Kegunaan Tradisional, dan Aktivitas Farmakologi

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Alstonia scholaris kaya akan alkaloid indol, triterpenoid, dan flavonoid yang berperan dalam aktivitas antiinflamasi, antioksidan, antidiabetes, serta antimikroba. Senyawa ekstramin dan skolarisin dilaporkan menjadi penanda utama yang berkontribusi pada efek farmakologi tersebut.
    Tampilkan
  2. Alkaloid Indol dari Alstonia scholaris dengan Aktivitas Anti-inflamasi

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Empat alkaloid indol berhasil diisolasi dan menunjukkan penghambatan produksi nitrogen oksida (NO) pada sel RAW 264.7. Senyawa tersebut menekan ekspresi iNOS dan COX-2 secara tergantung dosis.
    Tampilkan
  3. Total Alkaloid Alstonia scholaris Meringankan Asma Alergi pada Mencit yang Diinduksi Ovalbumin

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian total alkaloid menurunkan hiperresponsif bronkus, jumlah eosinofil, serta kadar IgE dan IL-4 pada cairan bronkoalveolar. Efek antiinflamasi ini sebanding dengan deksametason dalam menekan remodelling saluran napas.
    Tampilkan

VIII. FAQ Pulai

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pulai.

Apa kandungan fitokimia utama dari tanaman Pulai (Alstonia scholaris) dan bagaimana manfaatnya bagi kesehatan?
Pulai mengandung alkaloid indol seperti alstonine, echitamine, dan scholarine, serta triterpenoid, flavonoid, dan tanin. Alstonine telah diteliti memiliki aktivitas antimalaria dan antidiabetes, sedangkan echitamine menunjukkan efek anti-inflamasi. (Journal of Natural Products, 1998; Phytomedicine, 2016)
Bagaimana cara penggunaan sehari-hari tanaman Pulai dalam pengobatan tradisional?
Dalam pengobatan tradisional Asia, kulit kayu Pulai direbus dan air rebusannya diminum untuk mengatasi demam, gangguan pencernaan, dan sebagai tonik. Daunnya dapat digunakan sebagai obat luar untuk luka. Namun, penggunaan oral harus hati-hati karena potensi toksisitas. (Journal of Ethnopharmacology, 2005)
Apakah Pulai aman dikonsumsi sebagai obat herbal untuk diabetes?
Beberapa studi menunjukkan ekstrak kulit kayu Pulai memiliki efek hipoglikemik pada hewan uji, namun belum ada uji klinis yang memadai pada manusia. Kandungan alstonine diduga bekerja dengan meningkatkan sekresi insulin. Penggunaan pada diabetes harus di bawah pengawasan medis karena risiko toksisitas. (Indian Journal of Pharmacology, 2010)
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Pulai?
Efek samping yang dilaporkan meliputi mual, muntah, diare, dan sakit kepala. Konsumsi dosis tinggi dapat menyebabkan hepatotoksisitas dan nefrotoksisitas karena kandungan alkaloid. Overdosis dapat mengakibatkan gangguan neurologis. (Phytotherapy Research, 2009; Toxicology Reports, 2017)
Apakah Pulai boleh digunakan pada bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui?
Tidak ada data keamanan yang memadai untuk populasi ini. Senyawa alkaloid seperti echitamine dapat melewati plasenta dan diekskresikan dalam ASI, berpotensi menyebabkan toksisitas. Penggunaan pada bayi, anak-anak, ibu hamil, dan menyusui sangat tidak dianjurkan. (Journal of Ethnopharmacology, 2012)
Bagaimana mekanisme kerja antimalaria dari Alstonia scholaris?
Alkaloid alstonine dan echitamine menghambat pertumbuhan Plasmodium falciparum dengan mengganggu sintesis asam nukleat dan depolarisasi membran mitokondria parasit. Studi in vitro menunjukkan IC50 yang menjanjikan, namun efektivitas in vivo masih perlu validasi lebih lanjut. (Malaria Journal, 2013)
Apakah ada interaksi obat yang perlu diwaspadai saat menggunakan Pulai?
Kandungan alkaloid dapat berinteraksi dengan obat yang dimetabolisme oleh enzim hati CYP450, seperti antikoagulan warfarin dan obat penekan imun siklosporin. Kombinasi dengan obat antihipertensi atau antidiabetes juga berpotensi meningkatkan efek. Konsultasi dengan profesional kesehatan sangat disarankan. (Drug Metabolism and Disposition, 2005)
Berapa dosis yang dianjurkan untuk penggunaan Pulai sebagai obat herbal?
Tidak ada dosis standar yang disepakati. Dalam pengobatan tradisional, dosis umum adalah 10-15 gram kulit kayu kering direbus dalam air dan diminum satu kali sehari. Namun, karena potensi toksisitas, dosis harus disesuaikan oleh ahli herbal yang berpengalaman dan tidak melebihi rekomendasi. (WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2009)

Secang

Caesalpinia sappan

Kayu Putih

Melaleuca cajuputi

Cari: