Advertisement
Alstonia scholaris, yang dikenal luas sebagai pohon Pulai, adalah spesies pohon tropis dari famili Apocynaceae. Tumbuhan ini tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta di anak benua India dan Australia bagian utara. Nama spesifik "scholaris" merujuk pada pemanfaatan tradisional kayunya sebagai papan tulis bagi para pelajar di masa lalu. Pulai dapat tumbuh hingga ketinggian 40 meter dengan batang lurus dan tajuk yang lebar. Ciri khasnya adalah daun yang tersusun dalam lingkaran (verticillate), berjumlah 4-7 helai per lingkaran, dengan bentuk elips hingga lonjong serta tepi daun yang rata. Daunnya mengeluarkan getah putih susu saat dipotong, yang merupakan ciri umum famili Apocynaceae.
Advertisement
Ekologi dan habitat Alstonia scholaris sangat adaptif. Pohon ini umum ditemukan di hutan hujan dataran rendah, tepi sungai, hingga area terbuka dan lahan terganggu. Sistem perakarannya yang kuat dan kemampuannya tumbuh di tanah marginal menjadikannya salah satu pohon pionir yang efektif dalam reboisasi. Dari segi reproduksi, Pulai menghasilkan bunga kecil berwarna putih kehijauan yang harum, tersusun dalam malai padat. Buahnya berbentuk polong panjang dan ramping yang menggantung, berisi banyak biji berumbai rambut halus yang membantu penyebaran oleh angin. Proses penyerbukan terutama dibantu oleh serangga nokturnal seperti ngengat, karena bunganya yang mekar pada malam hari.
Manfaat Alstonia scholaris sangat beragam, mulai dari aspek ekologis hingga etnomedisinal dan ekonomi. Kayu Pulai yang ringan dan mudah dikerjakan digunakan untuk pembuatan peti, mainan, kayu lapis, serta bahan pembuatan pensil. Selain itu, kayunya juga dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas dan pulp. Dalam pengobatan tradisional, berbagai bagian pohon—terutama kulit batang dan daun—digunakan untuk mengobati demam, malaria, diare, dan gangguan pencernaan. Kandungan alkaloid seperti alstonine dan echitamine diketahui memiliki aktivitas antimalaria, antipiretik, dan antimikroba. Namun, perlu diperhatikan bahwa getahnya dapat menyebabkan iritasi kulit, dan beberapa bagian tanaman bersifat toksik jika dikonsumsi dalam dosis berlebih. Dengan demikian, Alstonia scholaris adalah spesies multifungsi yang memainkan peran penting baik dalam ekosistem alami maupun kehidupan manusia.
Manfaat Pulai untuk kesehatan.
Ekstrak A. scholaris menghambat aktivitas COX-2 dan LOX, menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Juga menekan aktivasi NF-κB sehingga mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.
Alkaloid indol dan flavonoid mengganggu integritas membran sel mikroba, menghambat sintesis protein dan asam nukleat, serta menginduksi stres oksidatif intraseluler.
Polifenol dan flavonoid dalam A. scholaris meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) serta menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS, superoksida) secara langsung.
Echitamine dan alstonine menghambat α-glukosidase dan α-amilase, memperlambat penyerapan karbohidrat. Juga mengaktivasi jalur AMPK dan meningkatkan translokasi GLUT4 pada sel otot.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pulai.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pulai.