Advertisement
Alstonia scholaris, yang dikenal luas sebagai pohon Pulai, adalah spesies pohon tropis dari famili Apocynaceae. Tumbuhan ini tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta di anak benua India dan Australia bagian utara. Nama spesifik "scholaris" merujuk pada pemanfaatan tradisional kayunya sebagai papan tulis bagi para pelajar di masa lalu. Pulai dapat tumbuh hingga ketinggian 40 meter dengan batang lurus dan tajuk yang lebar. Ciri khasnya adalah daun yang tersusun dalam lingkaran (verticillate), berjumlah 4-7 helai per lingkaran, dengan bentuk elips hingga lonjong serta tepi daun yang rata. Daunnya mengeluarkan getah putih susu saat dipotong, yang merupakan ciri umum famili Apocynaceae.
Pohon ini cukup tangguh dan bisa tumbuh di berbagai kondisi, mulai dari hutan hujan dataran rendah sampai daerah berbatu. Sering ditemukan di pinggiran hutan atau lahan terbuka karena dia suka banget sama sinar matahari (tanaman pionir). Karakteristik/ciri-ciri Pulai (Alstonia scholaris):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Pohon berkayu yang bisa tumbuh tinggi banget, kulit batangnya warnanya abu-abu kecokelatan dengan tekstur agak kasar dan mengeluarkan getah putih kalau dilukai. |
| Daun | Uniknya, daunnya tumbuh melingkar (berkarang) di setiap ruas batang, biasanya dalam kelompok 4-8 helai. Bentuk daunnya lonjong memanjang dengan ujung yang tumpul atau agak bulat. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil berwarna putih kehijauan atau krem, bergerombol membentuk payung, dan punya aroma wangi yang cukup tajam, terutama pas malam hari. |
| Buah | Bentuk buahnya panjang seperti polong atau pita gantung, bisa mencapai 20-50 cm, dan kalau sudah matang bakal pecah buat menyebarkan biji-bijinya yang berambut halus supaya gampang terbawa angin. |
| Perawakan | Secara keseluruhan bentuk pohonnya sangat khas, kalau dilihat dari jauh percabangannya cenderung bertingkat-tingkat atau seperti pagoda. |
8 Manfaat Pulai untuk kesehatan.
Ekstrak A. scholaris menghambat aktivitas COX-2 dan LOX, menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Juga menekan aktivasi NF-κB sehingga mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.
Alkaloid indol dan flavonoid mengganggu integritas membran sel mikroba, menghambat sintesis protein dan asam nukleat, serta menginduksi stres oksidatif intraseluler.
Polifenol dan flavonoid dalam A. scholaris meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) serta menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS, superoksida) secara langsung.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pulai.
Interaksi & Kontraindikasi Pulai dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Pulai (Alstonia scholaris) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan untuk berbagai pengobatan, namun bagian tanaman seperti kulit batang, daun, dan getahnya mengandung senyawa alkaloid aktif (seperti echitamine dan alstonine) yang dapat memicu berbagai efek samping jika dikonsumsi secara tidak tepat. Efek samping yang paling sering dilaporkan terkait dengan sistem pencernaan, termasuk mual, muntah, sakit perut, diare, serta hilangnya nafsu makan akibat iritasi pada mukosa lambung oleh kandungan alkaloid dan glikosida di dalamnya.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Pulai.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pulai.