• Herbapedia.id

Pulai

Alstonia scholaris
Nama: Pulai
Nama Latin/Ilmiah: Alstonia scholaris
Famili: Apocynaceae

Kandungan:
Ekiamin, Ditamin, Alstonin
Nama Lain:
Saptaparni (India), dita (Filipina), thin nok (Thailand), lettok (Myanmar), ruk-attana (Sri Lanka)
Asal:
Pulai (Alstonia scholaris) berasal dari India, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua Nugini, dan Australia utara.
Bagian Utama:
Kulit Kayu
Rasa:
Pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Pulai

Alstonia scholaris, yang dikenal luas sebagai pohon Pulai, adalah spesies pohon tropis dari famili Apocynaceae. Tumbuhan ini tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta di anak benua India dan Australia bagian utara. Nama spesifik "scholaris" merujuk pada pemanfaatan tradisional kayunya sebagai papan tulis bagi para pelajar di masa lalu. Pulai dapat tumbuh hingga ketinggian 40 meter dengan batang lurus dan tajuk yang lebar. Ciri khasnya adalah daun yang tersusun dalam lingkaran (verticillate), berjumlah 4-7 helai per lingkaran, dengan bentuk elips hingga lonjong serta tepi daun yang rata. Daunnya mengeluarkan getah putih susu saat dipotong, yang merupakan ciri umum famili Apocynaceae.

Advertisement

Ekologi dan habitat Alstonia scholaris sangat adaptif. Pohon ini umum ditemukan di hutan hujan dataran rendah, tepi sungai, hingga area terbuka dan lahan terganggu. Sistem perakarannya yang kuat dan kemampuannya tumbuh di tanah marginal menjadikannya salah satu pohon pionir yang efektif dalam reboisasi. Dari segi reproduksi, Pulai menghasilkan bunga kecil berwarna putih kehijauan yang harum, tersusun dalam malai padat. Buahnya berbentuk polong panjang dan ramping yang menggantung, berisi banyak biji berumbai rambut halus yang membantu penyebaran oleh angin. Proses penyerbukan terutama dibantu oleh serangga nokturnal seperti ngengat, karena bunganya yang mekar pada malam hari.

Manfaat Alstonia scholaris sangat beragam, mulai dari aspek ekologis hingga etnomedisinal dan ekonomi. Kayu Pulai yang ringan dan mudah dikerjakan digunakan untuk pembuatan peti, mainan, kayu lapis, serta bahan pembuatan pensil. Selain itu, kayunya juga dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas dan pulp. Dalam pengobatan tradisional, berbagai bagian pohon—terutama kulit batang dan daun—digunakan untuk mengobati demam, malaria, diare, dan gangguan pencernaan. Kandungan alkaloid seperti alstonine dan echitamine diketahui memiliki aktivitas antimalaria, antipiretik, dan antimikroba. Namun, perlu diperhatikan bahwa getahnya dapat menyebabkan iritasi kulit, dan beberapa bagian tanaman bersifat toksik jika dikonsumsi dalam dosis berlebih. Dengan demikian, Alstonia scholaris adalah spesies multifungsi yang memainkan peran penting baik dalam ekosistem alami maupun kehidupan manusia.

Update: 29 Jul 2026 - 13:22:13

 

II. Manfaat Pulai

Manfaat Pulai untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada kondisi inflamasi akut dan kronis

    Ekstrak A. scholaris menghambat aktivitas COX-2 dan LOX, menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien. Juga menekan aktivasi NF-κB sehingga mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Echitamine, Alstonine, Loganin
    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas (bakteri, jamur, parasit)

    Alkaloid indol dan flavonoid mengganggu integritas membran sel mikroba, menghambat sintesis protein dan asam nukleat, serta menginduksi stres oksidatif intraseluler.

    Senyawa Aktif: Echitamine, Picrinine, Vincamine
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan perlindungan terhadap stres oksidatif

    Polifenol dan flavonoid dalam A. scholaris meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) serta menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS, superoksida) secara langsung.

    Tampilkan
  4. Antidiabetes dan perbaikan sensitivitas insulin

    Echitamine dan alstonine menghambat α-glukosidase dan α-amilase, memperlambat penyerapan karbohidrat. Juga mengaktivasi jalur AMPK dan meningkatkan translokasi GLUT4 pada sel otot.

    Senyawa Aktif: Echitamine, Alstonine, β-Sitosterol
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Pulai

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pulai.

  1. Echitamine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (apoptosis In Vitro, Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia), Antimalaria (in Vivo, Belum Ada Uji Klinis), Analgesik (studi Hewan).
    Tampilkan
  2. Alstonine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antipsikotik (studi Hewan, Belum Ada Uji Klinis), Antimalaria (in Vitro), Antimikroba (studi Laboratorium).
    Tampilkan
  3. Scholarine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (in Vitro, Belum Ada Uji Klinis), Antimikroba (studi Laboratorium).
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Pulai

Kehamilan

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan karena alkaloid seperti echitamine dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran atau efek toksik pada janin.

Menyusui

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Hindari atau konsultasi dokter karena alkaloid dapat masuk ke ASI dan berpotensi mempengaruhi bayi; belum ada data keamanan yang memadai.

Penggunaan pada penderita Gangguan jantung (aritmia, gagal jantung)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari karena efek kardiotoksik dari echitamine dapat memperburuk irama jantung dan menurunkan kontraktilitas miokard.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Pulai

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pulai.

Apa kandungan fitokimia utama dari tanaman Pulai (Alstonia scholaris) dan bagaimana manfaatnya bagi kesehatan?
Pulai mengandung alkaloid indol seperti alstonine, echitamine, dan scholarine, serta triterpenoid, flavonoid, dan tanin. Alstonine telah diteliti memiliki aktivitas antimalaria dan antidiabetes, sedangkan echitamine menunjukkan efek anti-inflamasi. (Journal of Natural Products, 1998; Phytomedicine, 2016)
Bagaimana cara penggunaan sehari-hari tanaman Pulai dalam pengobatan tradisional?
Dalam pengobatan tradisional Asia, kulit kayu Pulai direbus dan air rebusannya diminum untuk mengatasi demam, gangguan pencernaan, dan sebagai tonik. Daunnya dapat digunakan sebagai obat luar untuk luka. Namun, penggunaan oral harus hati-hati karena potensi toksisitas. (Journal of Ethnopharmacology, 2005)
Apakah Pulai aman dikonsumsi sebagai obat herbal untuk diabetes?
Beberapa studi menunjukkan ekstrak kulit kayu Pulai memiliki efek hipoglikemik pada hewan uji, namun belum ada uji klinis yang memadai pada manusia. Kandungan alstonine diduga bekerja dengan meningkatkan sekresi insulin. Penggunaan pada diabetes harus di bawah pengawasan medis karena risiko toksisitas. (Indian Journal of Pharmacology, 2010)
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Pulai?
Efek samping yang dilaporkan meliputi mual, muntah, diare, dan sakit kepala. Konsumsi dosis tinggi dapat menyebabkan hepatotoksisitas dan nefrotoksisitas karena kandungan alkaloid. Overdosis dapat mengakibatkan gangguan neurologis. (Phytotherapy Research, 2009; Toxicology Reports, 2017)
Apakah Pulai boleh digunakan pada bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui?
Tidak ada data keamanan yang memadai untuk populasi ini. Senyawa alkaloid seperti echitamine dapat melewati plasenta dan diekskresikan dalam ASI, berpotensi menyebabkan toksisitas. Penggunaan pada bayi, anak-anak, ibu hamil, dan menyusui sangat tidak dianjurkan. (Journal of Ethnopharmacology, 2012)
Bagaimana mekanisme kerja antimalaria dari Alstonia scholaris?
Alkaloid alstonine dan echitamine menghambat pertumbuhan Plasmodium falciparum dengan mengganggu sintesis asam nukleat dan depolarisasi membran mitokondria parasit. Studi in vitro menunjukkan IC50 yang menjanjikan, namun efektivitas in vivo masih perlu validasi lebih lanjut. (Malaria Journal, 2013)
Apakah ada interaksi obat yang perlu diwaspadai saat menggunakan Pulai?
Kandungan alkaloid dapat berinteraksi dengan obat yang dimetabolisme oleh enzim hati CYP450, seperti antikoagulan warfarin dan obat penekan imun siklosporin. Kombinasi dengan obat antihipertensi atau antidiabetes juga berpotensi meningkatkan efek. Konsultasi dengan profesional kesehatan sangat disarankan. (Drug Metabolism and Disposition, 2005)
Berapa dosis yang dianjurkan untuk penggunaan Pulai sebagai obat herbal?
Tidak ada dosis standar yang disepakati. Dalam pengobatan tradisional, dosis umum adalah 10-15 gram kulit kayu kering direbus dalam air dan diminum satu kali sehari. Namun, karena potensi toksisitas, dosis harus disesuaikan oleh ahli herbal yang berpengalaman dan tidak melebihi rekomendasi. (WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2009)

Secang / Sappan Wood

Caesalpinia sappan

Cajuput / Kayu Putih

Melaleuca cajuputi