Nama: Asam Ursolat
Nama (en): Ursolic Acid
Formula: C30H48O3
Sumber: Many plants (basil, rosemary, peppermint)
Klasifikasi: Triterpenoid
Sub-Klasifikasi: Ursane

Advertisement


Nama Lain:
Ursolic Acid, 3β-Hydroxyurs-12-en-28-oic acid, Malol, Rosemary extract
IUPAC: 3β-hydroxyurs-12-en-28-oic acid
Molecular Weight: 456.7000
Mass: 456.3603

Apa itu Asam Ursolat?

Asam ursolat (UA) adalah triterpenoid pentasiklik alami dengan rumus molekul C₃₀H₄₈O₃. Senyawa ini merupakan metabolit sekunder yang sangat luas distribusinya di dunia tumbuhan, terutama ditemukan pada kulit batang, daun, atau kulit buah. Sumber alami utama meliputi kulit apel (Malus domestica), serta herba seperti rosemary, oregano, sage, thyme, lavender, dan kemangi suci (Ocimum sanctum) yang digunakan dalam pengobatan Ayurveda. 

Dalam pengobatan tradisional Cina (TCM), asam ursolat juga ditemukan pada berbagai herba seperti Fructus Mume, Gardeniae Fructus, Fructus Ligustri Lucidi, dan Hedyotis diffusa Willd. Kandungannya bervariasi antar spesies, berkisar antara 0,091 hingga 1,58%. Dari sisi fisikokimia, asam ursolat tergolong senyawa BCS Kelas IV yang berarti memiliki kelarutan dalam air yang sangat rendah dan permeabilitas yang buruk, dengan nilai koefisien permeabilitas apparent (Papp) pada sel Caco-2 hanya 2,7 × 10⁻⁶ cm/s.

Aktivitas & Manfaat Farmakologi

Asam ursolat menunjukkan spektrum aktivitas farmakologis yang sangat luas. Dalam konteks onkologi, senyawa ini bekerja melalui berbagai jalur seluler: menginduksi apoptosis dan autophagy, menghambat invasi sel, metastasis, serta respons inflamasi terkait kanker, dan membalikkan resistensi obat. Aktivitas antikankernya terbukti pada berbagai lini sel, termasuk kanker serviks dan payudara dengan nilai IC₅₀ yang potensial. 

Selain itu, asam ursolat memiliki efek hepatoprotektif, neuroprotektif, anti-inflamasi, antioksidan, serta mampu merangsang diferensiasi osteoblas dan mencegah resorpsi tulang. Senyawa ini juga menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap berbagai strain bakteri, virus HIV dan HCV, serta parasit Plasmodium penyebab malaria. Dalam studi anti-ulkus, asam ursolat (50 mg/kg) terbukti memiliki efek antisekretori dengan menurunkan volume lambung dan sekresi asam-pepsin. Namun, efek toksik perlu diwaspadai pada kondisi tertentu, seperti induksi produksi NO dan TNF-α pada makrofag istirahat.

Implementasi di TCM, Ayurveda, & Fitokimia Terapan

Dalam pengobatan tradisional, asam ursolat telah digunakan secara empiris selama berabad-abad sebagai komponen aktif dalam berbagai formulasi herbal. Dalam Pengobatan Tradisional Tionghoa (TCM), asam ursolat merupakan senyawa penanda kualitas pada berbagai herba yang digunakan untuk pengobatan kanker, infeksi, dan diabetes. Dalam Ayurveda, asam ursolat ditemukan pada kemangi suci (Tulsi) yang digunakan sebagai adaptogen, serta pada formulasi untuk pengobatan ulkus lambung seperti dari akar Aganosma dichotoma yang mengandung asam ursolat 4,26%. 

Tantangan utama implementasi modern adalah bioavailabilitas oral yang sangat rendah. Penelitian menunjukkan bioavailabilitas menurun drastis ketika diberikan dalam bentuk ekstrak tanaman dibandingkan senyawa murni. Untuk mengatasi hal ini, berbagai strategi formulasi dikembangkan, seperti teknologi Fiber Interlaced Liposome (FIL) yang berhasil meningkatkan bioavailabilitas hingga 9,6 kali lipat dibandingkan asam ursolat tidak terformulasi, tanpa toksisitas pada dosis 2000 mg/kg pada studi hewan. 

Dari sisi interaksi obat, studi menunjukkan asam ursolat tidak memiliki efek inhibisi signifikan terhadap enzim CYP450 utama, termasuk CYP3A4 dan CYP2D6 , menjadikannya kandidat yang relatif aman dari risiko interaksi metabolik obat. Kombinasi asam ursolat dengan kurkumin bahkan telah memasuki uji klinis Fase 1 untuk kanker prostat.

---

Daftar Referensi

  1. Liu, Q., et al. (2020). Ursolic acid: A systematic review of its pharmacology, toxicity and rethink on its pharmacokinetics based on PK-PD model. ScienceDirect.
  2. Gawande, S., et al. (2026). Integrative Insights into Ursolic Acid: From Physicochemical Properties to Drug Delivery Approaches, Clinical Applications and Patent Landscape. Current Nutraceuticals.
  3. Wang, Y.P., et al. (2012). Inhibitory effect of oleanolic acid and ursolic acid isomers on cytochrome P450. Chinese Journal of Pharmaceutical Analysis.
  4. Examine.com. (2025). Ursolic Acid Research Breakdown.
  5. (2025). Ekstrak daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum) dan kandungan asam ursolat. CORE.ac.uk.
  6. Parthiban, A., et al. (2025). Decoding the multifunctional potential of ursolic acid: antioxidant, antiproliferative, molecular dynamics, and biodegradability evaluations. Journal of Computer-Aided Molecular Design, 39, 22.
  7. (2026). Fiber Interlaced Liposomal delivery of ursolic acid: Development, characterization, bioavailability studies. ScienceDirect.
  8. Therapeutic Target Database (TTD). Drug Combination: Ursolic Acid + Curcumin for Prostate Cancer (Phase 1).
  9. Joshi, A. (n.d.). Anti-ulcer study of standardized ethanol root extract of Aganosma dichotoma and isolated ursolic acid. CORE.ac.uk.
  10. (n.d.). Ekstrak daun bangun-bangun (Plectranthus amboinicus) dan kandungan asam ursolat. USU Repository.
  11. Woźniak, Ł., et al. (2015). Ursolic Acid—A Pentacyclic Triterpenoid with a Wide Spectrum of Pharmacological Activities. Molecules, 20(11), 20614–20641. NIH/PMC.
  12. Kiseleva, D.A., et al. (2025). Pharmacokinetic Characteristics of Ecdystene and Ursolic Acid in Plant Extracts After Oral Administration In Vivo. Russian Journal of Bioorganic Chemistry, 51(4), 1645-1653.
  13. (2018). Table 3: CYP Inhibition Profile of Ursolic Acid. Molecules. NIH/PMC.
  14. (2016). CYP450 mediated inhibition potential of Swertia chirata and ursolic acid. Journal of Ethnopharmacology, 178, 34-39.
  15. (2021). Isolasi Asam Ursolat dari Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb) dan Aktivitas Antioksidan. Repository Universitas Padjadjaran.

Eugenol

Eugenol

Asam Oleanolat

Oleanolic Acid

Resep Herbal

Cari: