Selasih

Holy Basil | Ocimum tenuiflorum
Selasih
Nama
Selasih (Holy Basil)
Nama Latin/Ilmiah
Ocimum tenuiflorum
Bagian Digunakan
Daun, Batang, dan Biji
Rasa
Pedas, sedikit pahit

Nama Lain
Kemangi Suci, Tulsi (India), Kaphrao (Thailand), Maduruthala (Sri Lanka), Sulasi (Filipina), Tulasi (Nepal)
Asal
India, Sri Lanka, Nepal, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Malaysia, Indonesia
Kandungan Utama
Eugenol, methyl eugenol, beta-caryophyllene, ursolic acid, rosmarinic acid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Selasih

Kemangi suci atau yang lebih dikenal sebagai Selasih, dengan nama ilmiah Ocimum tenuiflorum, merupakan tumbuhan perdu tahunan dari famili Lamiaceae yang berasal dari wilayah anak benua India dan Asia Tenggara. Tanaman ini memiliki habitus tegak dengan tinggi mencapai 30–60 cm, batang berkayu, dan daun berbentuk oval hingga lanset dengan tepi bergerigi. Seluruh bagian tanaman mengeluarkan aroma khas yang kuat karena kandungan senyawa volatil seperti eugenol, metil eugenol, dan kariofilen. Ciri pembeda utama dari kemangi biasa (Ocimum basilicum) adalah batang dan daunnya yang cenderung keunguan serta bunga majemuk berwarna ungu keputihan yang tersusun dalam tandan. Di Indonesia, selasih sering tumbuh liar di pekarangan dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional, terutama untuk meredakan batuk, demam, dan masuk angin.

Baca Lebih Lanjut
Update: 09 Agu 2026 - 18:00:04
 

II. Ciri-ciri Selasih

Tanaman ini suka banget sama tempat yang kena sinar matahari langsung dan punya drainase tanah yang baik. Biasanya gampang ditemukan di pekarangan rumah atau area tropis yang lembap dengan suhu hangat. Karakteristik/ciri-ciri Selasih (Ocimum tenuiflorum):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tanaman perdu atau semak pendek yang tumbuh tegak dengan banyak percabangan.
Batang Batangnya berkayu, berbentuk segi empat, dan biasanya ditumbuhi rambut-rambut halus berwarna hijau atau keunguan.
Daun Daunnya berbentuk lonjong dengan pinggiran yang bergerigi atau rata. Permukaannya agak berbulu dan kalau diremas bakal ngeluarin aroma wangi yang khas banget.
Bunga Bunganya kecil-kecil, tersusun rapi dalam bentuk tandan tegak di ujung batang. Warnanya biasanya putih kehijauan atau agak ungu.
Akar Punya sistem perakaran tunggang yang cukup kuat buat menopang pertumbuhan tanaman di tanah.

III. Manfaat Selasih

8 Manfaat Selasih untuk kesehatan.

  1. Manajemen Stres dan Efek Adaptogenik

    Ekstrak Ocimum tenuiflorum memodulasi sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) dengan menurunkan kadar kortisol dan mengatur aktivitas enzim seperti monoamine oksidase (MAO) serta meningkatkan kadar neurotransmiter GABA dan serotonin di otak. Senyawa seperti eugenol dan asam ursolat menghambat pelepasan CRH dan ACTH, mengurangi respons stres.

    Senyawa Aktif: Eugenol, Asam Ursolat, Ocimumoside A
    Tampilkan
  2. Kontrol Glikemik pada Diabetes Tipe 2

    Senyawa eugenol dan apigenin meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas melalui aktivasi reseptor GLP-1 dan meningkatkan sensitivitas insulin dengan menghambat enzim α-glukosidase dan aldosa reduktase. Ekstrak juga mengurangi stres oksidatif dan inflamasi di jaringan adiposa.

    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Osteoartritis

    Eugenol dan luteolin menghambat aktivasi NF-κB dan mengurangi ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6). Ekstrak juga menghambat jalur MAPK dan menekan aktivitas enzim siklooksigenase.

    Senyawa Aktif: Eugenol, Luteolin, Asam betulinat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Selasih

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Selasih.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun, batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Analgesik, Antimikroba.
    Tampilkan
  2. Golongan: Monoterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun, bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Anxiolytic, Sedatif, Antiinflamasi, Antinosiseptif.
    Tampilkan
  3. Golongan: Seskuiterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun, batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Agonis CB2 Selektif, Antiinflamasi, Gastroprotektif, Analgesik.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Selasih

Interaksi & Kontraindikasi Selasih dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan obat antikoagulan (warfarin, aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan holy basil bersamaan dengan antikoagulan karena efek antiplateletnya dapat meningkatkan risiko perdarahan. Jika tidak dapat dihindari, pantau waktu protrombin (INR) secara ketat.

  2. Kehamilan dan menyusui

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan holy basil selama kehamilan dan menyusui karena kurangnya data keamanan dan potensi efek hormonal yang dapat memicu kontraksi rahim atau perubahan hormonal pada bayi.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan pembekuan darah (hemofilia, trombositopenia, defisiensi vitamin K)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Tidak dianjurkan menggunakan holy basil pada pasien dengan gangguan pembekuan darah karena dapat memperpanjang waktu perdarahan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Selasih

Secara umum, Ocimum tenuiflorum (sinonim Ocimum sanctum) dilaporkan relatif aman bila digunakan dalam dosis yang wajar. Tinjauan sistematis terhadap uji klinis manusia oleh Jamshidi & Cohen [1] menunjukkan bahwa efek samping yang muncul umumnya ringan dan sementara, berupa mual, kembung, tidak nyaman pada saluran cerna, pusing, dan sakit kepala. Namun, minyak atsiri dan ekstrak dosis tinggi yang kaya eugenol dapat menimbulkan iritasi mukosa lambung, muntah, dan pada dosis sangat tinggi berpotensi mengganggu fungsi hati (hepatotoksisitas) berdasarkan bukti dari studi farmakologi [2].

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Selasih

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Selasih.

  1. Efek Suplementasi Ocimum tenuiflorum terhadap Faktor Risiko Kardiometabolik: Sebuah Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan suplementasi Ocimum tenuiflorum secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan tekanan darah sistolik. Efek terhadap profil lipid masih heterogen sehingga memerlukan studi lanjutan.
    Tampilkan
  2. Pengaruh Ekstrak Ocimum tenuiflorum terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa dan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Terkontrol Placebo

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Kelompok yang menerima Ocimum tenuiflorum mengalami penurunan glukosa darah puasa dan HbA1c yang bermakna setelah 12 minggu dibandingkan plasebo. Tidak ada gangguan fungsi hati atau ginjal yang dilaporkan.
    Tampilkan
  3. Efek Adaptogenik Ocimum tenuiflorum terhadap Stres dan Fungsi Kognitif pada Dewasa Sehat: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Suplementasi Ocimum tenuiflorum selama 8 minggu menurunkan skor stres dan kadar kortisol salivari secara signifikan. Peningkatan perhatian dan memori kerja juga dilaporkan pada kelompok intervensi.
    Tampilkan

VIII. FAQ Selasih

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Selasih.

Apa kandungan fitokimia utama dalam Holy Basil (Ocimum tenuiflorum) yang bertanggung jawab atas efek kesehatannya?
Holy Basil mengandung senyawa bioaktif seperti eugenol, asam rosmarinic, apigenin, luteolin, dan ocimumoside. Eugenol bertindak sebagai antioksidan dan antiinflamasi (Phytomedicine, 2016), sementara asam rosmarinic menunjukkan aktivitas neuroprotektif (Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2012).
Bagaimana cara konsumsi Holy Basil yang umum dalam penggunaan sehari-hari?
Daun segar dapat diseduh sebagai teh (3–5 daun per cangkir air panas, 5–10 menit). Ekstrak kering tersedia dalam bentuk kapsul (300–500 mg per hari). Bubuk daun (1/2–1 sendok teh) dapat dicampur ke dalam smoothie atau madu. Hindari konsumsi berlebihan karena risiko efek samping (Journal of Ayurveda and Integrative Medicine, 2017).
Apa manfaat kesehatan utama Holy Basil yang didukung bukti ilmiah?
Holy Basil menunjukkan efek adaptogenik (mengurangi stres dan kelelahan) berdasarkan studi pada hewan (Indian Journal of Experimental Biology, 2008). Selain itu, bersifat antimikroba terhadap bakteri dan jamur (BMC Complementary and Alternative Medicine, 2013), serta menurunkan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes tipe 2 (Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition, 2007).
Apakah Holy Basil aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Holy Basil pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti secara memadai. Kandungan eugenol dosis tinggi dapat merangsang kontraksi rahim pada model hewan (Reproductive Toxicology, 2006). Oleh karena itu, dianjurkan untuk menghindari penggunaan dalam jumlah besar atau suplemen pekat selama kehamilan dan menyusui (Drug Safety, 2011). Konsultasi dokter diperlukan.
Bisakah Holy Basil diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Penggunaan Holy Basil pada bayi di bawah 2 tahun tidak disarankan karena kurangnya data keamanan. Untuk anak yang lebih besar, teh ringan (1–2 daun) kadang digunakan dalam tradisi, namun penelitian terbatas. Dosis eugenol pada anak perlu diwaspadai karena risiko hepatotoksisitas pada kepekaan individu (Pediatric Reports, 2014). Konsultasi tenaga kesehatan sangat dianjurkan.
Apa efek samping atau interaksi obat yang mungkin terjadi akibat konsumsi Holy Basil?
Efek samping ringan meliputi mual, diare, dan sakit kepala. Interaksi signifikan terjadi dengan obat antikoagulan (warfarin) karena Holy Basil dapat memperpanjang waktu perdarahan (Phytotherapy Research, 2011). Juga dapat mempotensiasi efek obat diabetes dan hipertensi. Hindari penggunaan bersamaan tanpa pemantauan medis (Journal of Herbal Medicine, 2015).
Berapa dosis yang dianjurkan untuk penggunaan Holy Basil sebagai obat tradisional?
Dosis umum untuk ekstrak daun air atau teh adalah 300–600 mg per hari (setara 2–4 gram daun kering). Untuk kapsul standar, 300–500 mg dua kali sehari telah digunakan dalam penelitian (Phytomedicine, 2016). Dosis tinggi (>1.000 mg/hari) tidak dianjurkan tanpa pengawasan karena risiko efek samping. Mulai dengan dosis rendah dan tingkatkan bertahap.
Apakah Holy Basil efektif untuk mengurangi stres dan gangguan kecemasan?
Holy Basil diklasifikasikan sebagai adaptogen. Sebuah uji klinis acak pada 60 dewasa dengan stres kronis menunjukkan penurunan skor stres dan perbaikan kualitas hidup setelah 6 minggu konsumsi 500 mg ekstrak daun dua kali sehari (Journal of Ayurveda and Integrative Medicine, 2017). Mekanisme dikaitkan dengan modulasi sumbu HPA dan penurunan kortisol (Indian Journal of Psychological Medicine, 2011).

Kemangi Thailand

Ocimum basilicum var. thyrsiflora

Rosemari

Salvia rosmarinus

Cari: