Milk Thistle

Milk Thistle | Silybum marianum
Milk Thistle
Nama
Milk Thistle (Milk Thistle)
Nama Latin/Ilmiah
Silybum marianum
Bagian Digunakan
Biji, Daun Muda
Rasa
Pahit

Nama Lain
Mariendistel (Jerman), Chardon-Marie (Perancis), Cardo mariano (Italia), Ostropest plamisty (Polandia)
Asal
Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Timur Tengah
Kandungan Utama
Silymarin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Milk Thistle

Silybum marianum, yang lebih dikenal sebagai Milk Thistle, merupakan tanaman berbunga asli wilayah Mediterania yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini termasuk dalam famili Asteraceae dan mudah dikenali dari daunnya yang berwarna hijau dengan corak putih seperti marmer serta bunganya yang ungu mencolok. Buah atau biji tanaman inilah yang menjadi sumber utama senyawa aktif, terutama silymarin—sebuah kompleks flavonolignan yang terdiri dari silibin, silidianin, dan silikristin. Silymarin dikenal karena sifat antioksidan dan anti-inflamasinya yang kuat, sehingga menjadikan Milk Thistle sebagai salah satu herbal paling populer untuk mendukung fungsi hati.

Baca Lebih Lanjut
Update: 25 Agu 2026 - 06:42:58
 

II. Ciri-ciri Milk Thistle

Tumbuh subur di daerah dengan iklim mediterania, biasanya ditemukan di tanah kering, berbatu, atau area terbuka seperti pinggir jalan dan lahan terlantar. Tanaman ini sangat tangguh dan bisa beradaptasi di berbagai jenis tanah yang cukup drainasenya. Karakteristik/ciri-ciri Milk Thistle (Silybum marianum):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Memiliki akar tunggang yang kuat dan dalam untuk menyerap nutrisi di tanah yang keras.
Batang Tumbuh tegak, bisa mencapai tinggi 30 hingga 200 cm, batangnya berongga dan memiliki tekstur agak berbulu.
Daun Ciri khas paling ikonik, daunnya lebar dan mengkilap dengan corak bercak putih seperti marmer. Tepian daun bergerigi tajam dan memiliki duri-duri kecil yang kaku di ujungnya.
Bunga Berbentuk bonggol besar (capitulum) dengan warna ungu cerah. Dikelilingi oleh kelopak pelindung (bracts) yang ujungnya berbentuk duri melengkung dan tajam.
Biji Bentuknya kecil, keras, berwarna cokelat gelap atau hitam, dan memiliki rambut halus (pappus) di atasnya yang membantunya terbang terbawa angin.

III. Manfaat Milk Thistle

8 Manfaat Milk Thistle untuk kesehatan.

  1. Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)

    Silymarin meningkatkan aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi melalui inhibisi NF-κB, aktivasi Nrf2, serta mengurangi stres oksidatif dan apoptosis hepatosit. Juga menghambat sintesis lipid de novo melalui penurunan ekspresi SREBP-1c dan FAS.

    Senyawa Aktif: Silymarin, Silibinin, Silydianin
    Tampilkan
  2. Penyakit Hati Alkoholik

    Silymarin menghambat aktivasi sel stelata hati, mengurangi produksi kolagen melalui TGF-β, serta menstabilkan membran hepatosit dan meningkatkan glutation intraseluler.

    Senyawa Aktif: Silibinin, Silychristin, Silydianin
    Tampilkan
  3. Hepatitis C Kronis

    Silymarin menghambat replikasi virus hepatitis C secara in vitro melalui inhibisi NS5B RNA polimerase dan modulasi respons imun (peningkatan IFN-γ). Efek klinis bervariasi.

    Senyawa Aktif: Silibinin, Silydianin, Taxifolin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Milk Thistle

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Milk Thistle.

  1. Silybin (Silibinin)

    Golongan: Flavonolignan
    Bagian Tanaman: Biji (achene)
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatoprotektor Melalui Antioksidan Dan Stabilisasi Membran Sel; Menghambat Faktor Transkripsi NF-κB; Menunjukkan Aktivitas Antifibrotik Dan Antikarsinogenik Pada Model Hewan..
    Tampilkan
  2. Silydianin

    Golongan: Flavonolignan
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatoprotektor Dengan Meningkatkan Aktivitas Glutation Peroksidase; Menghambat Peroksidasi Lipid; Efek Antiinflamasi Dengan Menurunkan TNF-α Dan IL-6..
    Tampilkan
  3. Silychristin

    Golongan: Flavonolignan
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat; Meningkatkan Aktivitas Enzim Detoksifikasi Fase II (misal: Quinone Reductase); Efek Sitoprotektif Pada Sel Hati Terhadap Toksin..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Milk Thistle

Interaksi & Kontraindikasi Milk Thistle dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kafein

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Studi klinis menunjukkan silymarin tidak mengubah klirens kafein secara bermakna; konsumsi biasa umumnya aman. Tetap batasi kafein bila muncul palpitasi, insomnia, atau tremor. Sumber: Natural Medicines Comprehensive Database.

  2. Dekstrometorfan

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Interaksi dengan CYP2D6 tidak bermakna secara klinis pada dosis lazim. Tetap amati efek sedasi atau mual bila digunakan bersamaan. Sumber: Natural Medicines Comprehensive Database.

  3. Kontrasepsi hormonal

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Milk thistle berpotensi mengubah metabolisme estrogen/progestin di hati sehingga efektivitas kontrasepsi dapat menurun. Gunakan metode kontrasepsi tambahan selama konsumsi milk thistle. Sumber: Natural Medicines Comprehensive Database.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+19)

VI. Efek Samping Milk Thistle

Milk Thistle (Silybum marianum) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam dosis yang disarankan, namun beberapa individu dapat mengalami efek samping ringan pada saluran pencernaan. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi mual, perut kembung, diare, dan dispepsia. Reaksi gastrointestinal ini biasanya bersifat sementara dan akan mereda dengan sendirinya setelah tubuh beradaptasi atau ketika penghentian penggunaan suplemen dilakukan. Selain gangguan pencernaan, beberapa orang juga dapat mengalami sakit kepala atau nyeri sendi ringan selama mengonsumsi ekstrak tanaman ini.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Milk Thistle

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Milk Thistle.

  1. Efektivitas Silymarin dalam Memperbaiki Fungsi Hati pada Pasien Penyakit Hati Berlemak Non-Alkoholik: Systematic Review dan Meta-Analisis

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Silymarin secara signifikan menurunkan kadar ALT dan AST serta memperbaiki derajat steatosis hati. Tidak dijumpai kejadian efek samping serius yang terkait dengan pemberian silymarin.
    Tampilkan
  2. Pengaruh Suplementasi Silymarin terhadap Kontrol Glikemik, Profil Lipid, dan Enzim Hati pada Dewasa

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Silymarin menurunkan kadar glukosa darah puasa, HbA1c, kolesterol total, dan LDL, serta meningkatkan HDL. Efek ini bermakna pada durasi suplementasi ≥12 minggu.
    Tampilkan
  3. Efikasi dan Keamanan Silymarin pada Cedera Hati Akibat Obat

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Silymarin mempercepat normalisasi ALT dan mengurangi risiko perkembangan cedera hati berat bila diberikan sebagai tambahan penghentian obat hepatotoksik. Kejadian efek samping dilaporkan ringan dan setara dengan plasebo.
    Tampilkan

VIII. FAQ Milk Thistle

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Milk Thistle.

Apa itu milk thistle (Silybum marianum) dan senyawa aktif utamanya?
Milk thistle adalah tanaman herbal yang bijinya mengandung silymarin, yaitu kompleks flavonolignan yang terdiri atas silibinin, silychristin, dan silydianin. Silymarin dikenal memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) dalam laman Milk Thistle (2020) menyebutkan silymarin sebagai komponen aktif utama dalam suplemen milk thistle.
Apakah milk thistle aman dikonsumsi setiap hari dan berapa dosis umumnya?
Suplemen ekstrak standar umumnya aman untuk konsumsi harian dalam dosis wajar untuk jangka pendek, tetapi keamanan jangka panjang belum terdokumentasi dengan baik. Dosis yang sering digunakan adalah 140–420 mg silymarin per hari, dibagi dalam 2–3 kali konsumsi. Natural Medicines Comprehensive Database (2023) menilai milk thistle sebagai 'likely safe' bila digunakan sesuai dosis pada kondisi normal.
Bagaimana cara mengonsumsi milk thistle agar penyerapannya optimal?
Gunakan ekstrak standar yang mencantumkan kadar silymarin, misalnya 70–80%. Karena silymarin sukar larut dalam air, beberapa produk diformulasi dengan fosfatidilkolin (fitosom) untuk meningkatkan bioavailabilitas; minum bersama makanan juga dianjurkan karena silymarin bersifat lipofilik. Barzaghi et al. (1990) dalam European Journal of Drug Metabolism and Pharmacokinetics menunjukkan peningkatan absorbsi silymarin pada sediaan kompleks fosfatidilkolin.
Apakah milk thistle efektif untuk melindungi atau mengobati penyakit hati?
Bukti ilmiah masih belum konsisten. Beberapa uji klinis menunjukkan silymarin dapat menurunkan enzim hati pada pasien perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD), tetapi tinjauan sistematis lain tidak menemukan cukup bukti untuk merekomendasikannya pada sirosis alkoholik. Salomone et al. (2017) dalam Phytotherapy Research melaporkan silymarin dapat memperbaiki enzim hati pada NAFLD; sedangkan Rambaldi et al. (2005) dalam Cochrane Database of Systematic Reviews menyimpulkan bukti untuk sirosis alkoholik dan hepatitis belum meyakinkan.
Apa saja efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi milk thistle?
Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah gangguan pencernaan ringan seperti mual, diare, kembung, serta sakit kepala dan ruam kulit. Reaksi alergi lebih mungkin terjadi pada orang yang alergi terhadap tumbuhan keluarga Asteraceae, misalnya ragweed, krisan, atau marigold. NCCIH (2020) menyatakan milk thistle kemungkinan aman jika digunakan dalam dosis yang dianjurkan dalam jangka pendek, dengan efek samping yang umumnya ringan.
Apakah milk thistle aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak disarankan karena belum ada bukti keamanan yang memadai. NCCIH (2020) menyatakan bahwa keamanan milk thistle selama kehamilan dan menyusui belum diketahui; oleh karena itu sebaiknya dihindari oleh ibu hamil dan menyusui.
Bolehkah milk thistle diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Belum ada penelitian yang cukup untuk mendukung penggunaan milk thistle pada bayi dan anak-anak. Keamanan serta dosisnya tidak terdokumentasi, sehingga tidak dianjurkan tanpa pengawasan dokter. Natural Medicines Comprehensive Database (2023) mengklasifikasikan milk thistle sebagai 'tidak cukup bukti' untuk penggunaan pada anak-anak.
Apakah milk thistle dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Silymarin dapat memengaruhi enzim sitokrom P450 dan protein transporter di hati, sehingga berpotensi mengubah kadar obat tertentu dalam darah, misalnya warfarin, diazepam, losartan, dan beberapa obat statin. Konsultasi dengan dokter sangat penting bila Anda sedang menjalani pengobatan. NCCIH (2020) mencatat adanya potensi interaksi milk thistle dengan obat-obatan yang dimetabolisme oleh hati.
Apakah milk thistle bermanfaat untuk penderita diabetes?
Beberapa uji klinis kecil menunjukkan silymarin dapat membantu menurunkan gula darah puasa dan HbA1c pada pasien diabetes tipe 2, tetapi milk thistle bukan pengganti obat diabetes dan belum direkomendasikan sebagai terapi utama. Huseini et al. (2006) dalam Phytotherapy Research melaporkan perbaikan kadar gula darah puasa dan HbA1c pada pasien diabetes tipe 2 setelah pemberian silymarin 200 mg/hari selama 4 bulan.

Valerian

Valeriana officinalis

Dandelion

Taraxacum officinale

Cari: