

Advertisement
Withania somnifera, yang lebih dikenal sebagai Ashwagandha, adalah semak perdu tegak yang tumbuh setinggi sekitar 35–75 cm dan termasuk dalam famili Solanaceae (terong-terongan). Tanaman ini berasal dari wilayah kering dan subtropis di India, Timur Tengah, dan sebagian Afrika. Bagian yang paling sering digunakan dalam pengobatan tradisional adalah akarnya, meskipun daun dan buahnya juga memiliki khasiat. Secara botani, Ashwagandha dikenal karena buahnya yang kecil, berwarna merah-oranye, dan dilindungi oleh kelopak yang membesar. Nama spesies "somnifera" berasal dari bahasa Latin yang berarti "pembawa tidur," merujuk pada efek sedatif ringan yang dimilikinya.
Tanaman ini suka banget sama iklim kering dan hangat. Biasanya tumbuh liar di daerah subtropis seperti India, Timur Tengah, dan beberapa bagian Afrika. Dia tahan banting di tanah yang agak tandus dan nggak suka tanah yang terlalu basah atau tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Ashwagandha (Withania somnifera):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Semak kecil yang tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 30 sampai 150 cm. |
| Batang | Bercabang banyak dan ditutupi oleh rambut halus yang terasa lembut saat disentuh. |
| Daun | Berbentuk oval atau lonjong dengan ujung yang agak runcing. Warnanya hijau kusam dan tersusun selang-seling di sepanjang batang. |
| Bunga | Ukurannya kecil, bentuknya seperti lonceng, warnanya kuning kehijauan, dan muncul dari ketiak daun. |
| Buah | Berbentuk bulat kecil seperti beri, warnanya oranye kemerahan saat matang, dan terbungkus rapat oleh kelopak bunga yang mengering (seperti kantung kertas). |
| Akar | Bagian paling ikonik, bentuknya panjang, tebal, berdaging, dan warnanya cokelat pucat. Inilah bagian yang paling sering dicari buat obat. |
| Biji | Berbentuk pipih, kecil, dan warnanya kuning kecokelatan. |
8 Manfaat Ashwagandha untuk kesehatan.
Modulasi sumbu HPA (hipotalamus-hipofisis-adrenal) dengan menurunkan kadar kortisol serum; aktivasi reseptor GABA-A dan peningkatan aktivitas antioksidan untuk mengurangi stres oksidatif di amigdala.
Stimulasi sekresi hormon tiroid melalui peningkatan aktivitas enzim peroksidase tiroid (TPO) dan peningkatan konversi T4 ke T3; juga efek antioksidan melindungi folikel tiroid dari kerusakan.
Aktivasi jalur PI3K/Akt/mTOR yang meningkatkan sintesis protein otot; penurunan kadar kreatinin kinase (CK) dan malondialdehyde (MDA) setelah latihan; peningkatan sekresi testosteron secara fisiologis.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ashwagandha.
Interaksi & Kontraindikasi Ashwagandha dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Ashwagandha (Withania somnifera) umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jangka pendek hingga menengah, namun konsumsinya dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama pada sistem pencernaan. Efek samping ringan yang paling sering dilaporkan meliputi sakit perut, mual, diare, dan muntah akibat iritasi mukosa lambung. Dalam beberapa kasus, penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan kantuk berlebihan, penurunan tekanan darah (hipotensi), serta peningkatan kadar hormon tiroid yang dapat memicu hipertiroidisme subklinis pada individu yang sensitif.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ashwagandha.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ashwagandha.