Ashwagandha

Ashwagandha | Withania somnifera
Ashwagandha
Ashwagandha
Botanical Illustration Ashwagandha (Withania somnifera) Ashwagandha
Akar Ashwagandha Ashwagandha

Ashwagandha
Botanical Illustration Ashwagandha (Withania somnifera) Ashwagandha
Akar Ashwagandha Ashwagandha
Nama
Ashwagandha (Ashwagandha)
Nama Latin/Ilmiah
Withania somnifera
Bagian Digunakan
Akar, Daun, Buah
Rasa
Tikta, Madhura

Nama Lain
Ashwagandha (India), Winter cherry (English-speaking countries), Indian ginseng (United States), Asgandh (Pakistan), Ajagandha (Bangladesh)
Asal
India, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, dan Bangladesh
Kandungan Utama
Withanolida, withaferin a, withanolida d

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ashwagandha

Withania somnifera, yang lebih dikenal sebagai Ashwagandha, adalah semak perdu tegak yang tumbuh setinggi sekitar 35–75 cm dan termasuk dalam famili Solanaceae (terong-terongan). Tanaman ini berasal dari wilayah kering dan subtropis di India, Timur Tengah, dan sebagian Afrika. Bagian yang paling sering digunakan dalam pengobatan tradisional adalah akarnya, meskipun daun dan buahnya juga memiliki khasiat. Secara botani, Ashwagandha dikenal karena buahnya yang kecil, berwarna merah-oranye, dan dilindungi oleh kelopak yang membesar. Nama spesies "somnifera" berasal dari bahasa Latin yang berarti "pembawa tidur," merujuk pada efek sedatif ringan yang dimilikinya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 10 Agu 2026 - 01:00:04
 

II. Ciri-ciri Ashwagandha

Tanaman ini suka banget sama iklim kering dan hangat. Biasanya tumbuh liar di daerah subtropis seperti India, Timur Tengah, dan beberapa bagian Afrika. Dia tahan banting di tanah yang agak tandus dan nggak suka tanah yang terlalu basah atau tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Ashwagandha (Withania somnifera):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Semak kecil yang tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 30 sampai 150 cm.
Batang Bercabang banyak dan ditutupi oleh rambut halus yang terasa lembut saat disentuh.
Daun Berbentuk oval atau lonjong dengan ujung yang agak runcing. Warnanya hijau kusam dan tersusun selang-seling di sepanjang batang.
Bunga Ukurannya kecil, bentuknya seperti lonceng, warnanya kuning kehijauan, dan muncul dari ketiak daun.
Buah Berbentuk bulat kecil seperti beri, warnanya oranye kemerahan saat matang, dan terbungkus rapat oleh kelopak bunga yang mengering (seperti kantung kertas).
Akar Bagian paling ikonik, bentuknya panjang, tebal, berdaging, dan warnanya cokelat pucat. Inilah bagian yang paling sering dicari buat obat.
Biji Berbentuk pipih, kecil, dan warnanya kuning kecokelatan.

III. Manfaat Ashwagandha

8 Manfaat Ashwagandha untuk kesehatan.

  1. Stres dan Kecemasan

    Modulasi sumbu HPA (hipotalamus-hipofisis-adrenal) dengan menurunkan kadar kortisol serum; aktivasi reseptor GABA-A dan peningkatan aktivitas antioksidan untuk mengurangi stres oksidatif di amigdala.

    Senyawa Aktif: Withanólida A, Withaferin A, Alkaloid somniferina
    Tampilkan
  2. Fungsi Tiroid

    Stimulasi sekresi hormon tiroid melalui peningkatan aktivitas enzim peroksidase tiroid (TPO) dan peningkatan konversi T4 ke T3; juga efek antioksidan melindungi folikel tiroid dari kerusakan.

    Senyawa Aktif: Withaferin A, Withanólida D, Kumarin
    Tampilkan
  3. Massa dan Kekuatan Otot

    Aktivasi jalur PI3K/Akt/mTOR yang meningkatkan sintesis protein otot; penurunan kadar kreatinin kinase (CK) dan malondialdehyde (MDA) setelah latihan; peningkatan sekresi testosteron secara fisiologis.

    Senyawa Aktif: Withaferin A, Withanólida A, β-Sitosterol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Ashwagandha

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ashwagandha.

  1. Withaferin A

    Golongan: Withanolida
    Bagian Tanaman: Akar, daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Apoptosis Pada Sel Kanker, Imunomodulator, Neuroprotektif.
    Tampilkan
  2. Withanolide A

    Golongan: Withanolida
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Neuroprotektif, Peningkatan Kognisi, Adaptogenik, Antistres.
    Tampilkan
  3. Withanolide B

    Golongan: Withanolida
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antikarsinogenik, Meningkatkan Daya Tahan Fisik.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Ashwagandha

Interaksi & Kontraindikasi Ashwagandha dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan dan menyusui

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan. Ashwagandha dapat memicu kontraksi rahim dan berpotensi menyebabkan keguguran. Tidak ada data keamanan yang memadai untuk ibu menyusui.

  2. Hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Gunakan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan dokter. Ashwagandha dapat meningkatkan kadar hormon tiroid, yang dapat memperburuk hipertiroidisme.

  3. Penyakit autoimun (misal lupus, rheumatoid arthritis, multiple sclerosis)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Konsultasikan dengan dokter. Ashwagandha dapat merangsang sistem imun, yang berpotensi memperburuk gejala penyakit autoimun.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Ashwagandha

Ashwagandha (Withania somnifera) umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jangka pendek hingga menengah, namun konsumsinya dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama pada sistem pencernaan. Efek samping ringan yang paling sering dilaporkan meliputi sakit perut, mual, diare, dan muntah akibat iritasi mukosa lambung. Dalam beberapa kasus, penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan kantuk berlebihan, penurunan tekanan darah (hipotensi), serta peningkatan kadar hormon tiroid yang dapat memicu hipertiroidisme subklinis pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Ashwagandha

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ashwagandha.

  1. Dampak Ganda Ashwagandha: Penurunan Kortisol Signifikan Tanpa Efek pada Stres yang Dirasa - Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2025
    Temuan:
    Suplementasi Ashwagandha secara signifikan menurunkan kadar kortisol (-1.16 µg/dL), namun tidak ditemukan efek signifikan pada skor stres yang dirasakan (PSS). Menyoroti perbedaan antara penanda biologis dan persepsi subjektif.
    Tampilkan
  2. Efek Withania somnifera (Ashwagandha) pada Gejala Kesehatan Mental pada Individu dengan Gangguan Mental: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2025
    Temuan:
    Menunjukkan bukti efektivitas Ashwagandha dalam memperbaiki gejala kecemasan (efek besar, SMD=-1.13), serta potensi manfaat untuk depresi dan kualitas tidur. Profil keamanan dan tolerabilitasnya baik.
    Tampilkan
  3. Efikasi dan Keamanan Ekstrak Akar Ashwagandha terhadap Kesehatan Seksual pada Wanita Sehat: Temuan dari Studi Prospektif, Acak, Tersamar Ganda, Terkendali Plasebo

    Tahun: 2025
    Temuan:
    Ekstrak akar Ashwagandha (600 mg/hari selama 8 minggu) secara signifikan meningkatkan fungsi seksual (skor FSFI, p=0.002), keinginan seksual (p<0.0001), dan kualitas hidup (SF-12, p=0.044) dibandingkan plasebo. Suplementasi ditoleransi dengan baik.
    Tampilkan

VIII. FAQ Ashwagandha

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ashwagandha.

Apa itu Ashwagandha (Withania somnifera) dan bagaimana cara kerjanya dalam tubuh?
Ashwagandha adalah tanaman adaptogen yang telah digunakan dalam pengobatan Ayurveda selama ribuan tahun. Senyawa aktif utamanya adalah withanolid, yang diketahui memodulasi respons stres dengan memengaruhi sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA). Kandungan fitokimia seperti withaferin A dan withanolid D memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, dan imunomodulator. (Chandrasekhar et al., 2012)
Berapa dosis harian Ashwagandha yang aman dan efektif untuk konsumsi sehari-hari?
Dosis yang umum digunakan dalam penelitian klinis adalah 300–600 mg ekstrak akar yang distandarisasi mengandung 5% withanolid, diminum sekali atau dua kali sehari. Dosis rendah (300 mg) sering digunakan untuk mengurangi stres, sedangkan dosis lebih tinggi (500–600 mg) untuk meningkatkan performa fisik. Konsumsi harus dimulai dari dosis rendah dan ditingkatkan secara bertahap. (Langade et al., 2019)
Apa efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi Ashwagandha?
Efek samping umum termasuk gangguan pencernaan ringan seperti mual, diare, atau sakit perut. Pada dosis tinggi dapat menyebabkan kantuk atau penurunan tekanan darah. Penggunaan jangka panjang belum banyak diteliti. Ashwagandha tidak dianjurkan bagi penderita hipertiroidisme, gangguan autoimun, atau mereka yang sedang menjalani operasi karena dapat memengaruhi fungsi tiroid dan sistem imun. (Sharma et al., 2018)
Apakah Ashwagandha aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena beberapa studi pada hewan menunjukkan potensi efek abortif dan stimulasi kontraksi uterus. Data pada manusia sangat terbatas. Pada ibu menyusui, belum ada penelitian yang memadai mengenai keamanannya, sehingga sebaiknya dihindari. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan suplemen herbal selama kehamilan atau menyusui. (Gardner et al., 2015)
Bolehkah Ashwagandha diberikan kepada anak-anak atau bayi?
Keamanan dan efektivitas Ashwagandha pada anak-anak belum diteliti secara memadai. Beberapa sumber Ayurveda merekomendasikan dosis sangat rendah untuk kondisi tertentu, namun tidak ada bukti ilmiah yang kuat. Penggunaan pada anak harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan profesional dan tidak disarankan untuk bayi. (Singh et al., 2011)
Bagaimana efektivitas Ashwagandha dalam mengurangi stres dan kecemasan?
Beberapa uji klinis terkontrol secara acak menunjukkan bahwa konsumsi Ashwagandha selama 8–12 minggu secara signifikan menurunkan skor stres dan kecemasan, serta kadar kortisol serum. Efek ini diduga melalui modulasi neurotransmitter GABA dan pengaturan HPA axis. Namun, mekanisme pastinya masih diteliti. (Chandrasekhar et al., 2012; Lopresti et al., 2019)
Apakah Ashwagandha berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ashwagandha dapat berinteraksi dengan obat penekan sistem imun (imunosupresan), obat tiroid (karena dapat meningkatkan kadar hormon tiroid), obat sedatif (misalnya benzodiazepin), obat antidiabetes, dan obat antihipertensi. Efek tambahan dapat terjadi jika dikombinasikan dengan obat yang memengaruhi sistem saraf pusat. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan. (Pratte et al., 2014)
Apa cara konsumsi Ashwagandha yang paling dianjurkan untuk mendapatkan manfaat optimal?
Ashwagandha tersedia dalam bentuk kapsul, bubuk, atau ekstrak cair. Untuk penyerapan optimal, konsumsilah bersama makanan yang mengandung lemak sehat (misalnya susu atau minyak kelapa). Hindari mengonsumsi bersamaan dengan kafein atau minuman stimulan. Durasi penggunaan umumnya 8–12 minggu, kemudian jeda selama beberapa minggu sebelum melanjutkan. (PDR for Herbal Medicines, 2004)

Sophora Perdu

Sophora flavescens

Mimba

Azadirachta indica

Cari: