Sophora Perdu

Shrubby Sophora | Sophora flavescens
Nama
Sophora Perdu (Shrubby Sophora)
Nama Latin/Ilmiah
Sophora flavescens
Famili
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Pahit
Nama Lain
Ku shen (China), Kujin (Japan), Gosam (Korea), Khổ sâm (Vietnam), Light-yellow sophora (English-speaking countries)
Asal
Cina, Jepang, Korea
Kandungan Utama
Matrine, oksimatrine

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sophora Perdu

Sophora flavescens, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Ku Shen (苦参), adalah tanaman perdu tahunan dari famili Fabaceae. Tanaman ini berasal dari Asia Timur, terutama China, Jepang, dan Korea. Akar tanaman ini, yang disebut Sophora Root atau Ku Shen, telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan herbal. Tanaman ini memiliki daun majemuk menyirip dan bunga kecil berwarna kuning pucat. Akar yang dipanen biasanya berwarna coklat kekuningan dan memiliki rasa pahit yang khas, sesuai dengan namanya “Ku” yang berarti pahit.

Baca Lebih Lanjut
Update: 21 Agu 2026 - 16:41:20
 

II. Ciri-ciri Sophora Perdu

Tanaman ini asalnya dari Asia Timur (seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea). Dia suka banget tumbuh di area berumput, lereng bukit yang cerah, atau di pinggir sungai dengan tanah yang punya drainase baik. Karakteristik/ciri-ciri Sophora Perdu (Sophora flavescens):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Perdu tegak yang bisa tumbuh cukup tinggi, biasanya mencapai 0,5 sampai 1,5 meter.
Akar Akar tunggangnya tebal, panjang, dan bercabang, warnanya kuning kecokelatan (makanya sering disebut 'Ku Shen' yang artinya akar pahit).
Batang Batangnya berkayu, berbentuk silinder, dan permukaannya sering tertutup rambut halus saat masih muda.
Daun Daunnya majemuk menyirip gasal dengan banyak anak daun berbentuk lonjong atau oval yang tersusun rapi.
Bunga Bunganya berbentuk seperti kupu-kupu (khas keluarga kacang-kacangan/Fabaceae), warnanya kuning pucat atau kekuningan, dan tersusun dalam tandan yang menjulang di ujung batang.
Buah Buahnya berbentuk polong yang ramping, agak melengkung, dan di dalamnya terdapat biji-biji kecil berwarna hitam atau cokelat.

III. Manfaat Sophora Perdu

7 Manfaat Sophora Perdu untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis dan Rheumatoid Arthritis

    Menghambat aktivitas NF-κB dan MAPK signaling, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6). Alkaloid matrine dan oxymatrine juga memodulasi jalur NLRP3 inflammasome.

    Senyawa Aktif: Matrine, Oxymatrine, Sophocarpine
    Tampilkan
  2. Antivirus Hepatitis B (HBV)

    Menghambat replikasi HBV dengan menurunkan level HBV DNA dan antigen permukaan (HBsAg). Oxymatrine menghambat aktivitas polimerase HBV dan meningkatkan respons imun seluler melalui aktivasi TLR7/MyD88.

    Senyawa Aktif: Oxymatrine, Matrine, Sophocarpine
    Tampilkan
  3. Aktivitas Antikanker (Kanker Hati, Paru, Kolorektal)

    Induksi apoptosis melalui jalur mitokondria (peningkatan Bax/Bcl-2 ratio, pelepasan sitokrom c), aktivasi caspase 3/9, dan inhibisi PI3K/Akt/mTOR. Juga menghambat angiogenesis dengan menurunkan VEGF dan HIF-1α.

    Senyawa Aktif: Matrine, Oxymatrine, Sophoflavescenol (flavonoid)
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Sophora Perdu

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sophora Perdu.

  1. Matrine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antivirus (hepatitis B), Antitumor, Imunomodulator. Uji Klinis Terbatas Pada Hepatitis B Dan Kanker..
    Tampilkan
  2. Oxymatrine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatoprotektif, Antifibrosis, Antivirus (hepatitis B Dan C), Antiinflamasi. Bukti Klinis Terkuat Pada Fibrosis Hati, Namun Masih Diperlukan Studi Lebih Besar..
    Tampilkan
  3. Sophocarpine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik, Antinosiseptif. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Sophora Perdu

Interaksi & Kontraindikasi Sophora Perdu dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, CCB, diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Ku Shen dapat menurunkan tekanan darah. Kombinasi berpotensi menyebabkan hipotensi. Pantau tekanan darah secara berkala dan konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan bersama.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antiaritmia (misalnya amiodarone, quinidine, prokainamida)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Ku Shen memiliki efek depresan pada konduksi jantung dan dapat memperlambat denyut jantung. Risiko bradikardia berat dan blok jantung. Hindari kombinasi kecuali di bawah pengawasan ketat dokter.

  3. Beta-blocker (misalnya propranolol, metoprolol)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek aditif pada penurunan denyut jantung dan kontraktilitas. Risiko bradikardia. Pantau denyut nadi dan tekanan darah secara teratur.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Sophora Perdu

Sophora flavescens (Sophora Perdu), yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Kushen, mengandung berbagai alkaloid aktif secara biologis seperti matrine dan oxymatrine. Meskipun sering digunakan untuk sifat anti-inflamasi dan antimikrobanya, konsumsi tanaman ini tanpa pengawasan ketat dapat memicu berbagai efek samping yang signifikan pada sistem saraf pusat dan gastrointestinal. Toksisitas akut dari alkaloid ini dapat bermanifestasi sebagai mual, muntah, nyeri abdominal, diare, serta gangguan neurologis seperti pusing, sakit kepala, dan kelemahan otot. Pada kasus keracunan yang lebih berat, paparan dosis tinggi dapat menyebabkan kelumpuhan pernapasan, penurunan tekanan darah yang drastis (hipotensi), dan bahkan kematian akibat kegagalan fungsi organ vital.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Sophora Perdu

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Sophora Perdu.

  1. Efikasi dan keamanan injeksi Kushen majemuk dikombinasikan dengan kemoterapi berbasis platinum untuk kanker paru non-sel kecil: meta-analisis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Penambahan injeksi Kushen majemuk meningkatkan tingkat respons keseluruhan dan kualitas hidup pasien dibandingkan kemoterapi saja. Risiko mual, muntah, dan leukopenia juga lebih rendah pada kelompok kombinasi.
    Tampilkan
  2. Efikasi dan keamanan oksimarin pada hepatitis B kronis: meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Oksimarin secara signifikan meningkatkan normalisasi ALT dan konversi negatif HBV DNA dibandingkan terapi konvensional. Tidak ditemukan perbedaan bermakna dalam kejadian efek samping serius.
    Tampilkan
  3. Matrine sebagai agen antikanker baru: tinjauan sistematis mekanisme apoptosis dan penghambatan proliferasi

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Matrine menghambat proliferasi sel kanker melalui penghentian siklus sel pada fase G1 dan induksi apoptosis jalur PI3K/AKT serta regulasi Bax/Bcl-2. Efeknya bersifat dosis-dependent dan menunjukkan potensi sebagai adjuvan kemoterapi.
    Tampilkan

VIII. FAQ Sophora Perdu

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sophora Perdu.

Apa senyawa aktif utama dalam Sophora Root (Ku Shen) dan bagaimana mekanisme kerjanya?
Sophora Root mengandung alkaloid kuinolizidin utama seperti matrine dan oxymatrine, serta flavonoid seperti sophoraflavone G. Senyawa-senyawa ini menunjukkan aktivitas anti-inflamasi, antivirus (terutama terhadap hepatitis B), dan imunomodulator. Matrine bekerja dengan menghambat aktivasi NF-κB dan menekan produksi sitokin pro-inflamasi (Liu et al., 2020).
Bagaimana dosis harian yang dianjurkan untuk konsumsi Ku Shen sebagai suplemen?
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, dosis decoction akar kering umumnya 5–10 gram per hari. Namun, penggunaan jangka panjang tidak dianjurkan karena risiko toksisitas. Suplemen terstandardisasi biasanya mengandung ekstrak 10:1 dengan dosis 500–1000 mg per hari, tetapi harus di bawah pengawasan profesional. Studi toksikologi menunjukkan bahwa dosis >1 g/kg berat badan pada hewan dapat menyebabkan neurotoksisitas (Wang et al., 2019).
Apakah Ku Shen aman digunakan pada ibu hamil atau menyusui?
Tidak aman. Alkaloid matrine dan oxymatrine telah terbukti memiliki efek abortifacient pada hewan percobaan dengan merangsang kontraksi uterus. Selain itu, senyawa ini dapat menembus plasenta dan berpotensi menyebabkan toksisitas pada janin. Penggunaan pada ibu menyusui juga tidak disarankan karena belum ada data keamanan sekresi dalam ASI (Chen et al., 2018).
Bisakah Ku Shen digunakan pada anak-anak?
Penggunaan pada anak tidak dianjurkan kecuali di bawah pengawasan ketat praktisi berpengalaman. Sistem saraf anak yang belum matang lebih rentan terhadap neurotoksisitas alkaloid kuinolizidin. Laporan kasus menunjukkan bahwa overdosis dapat menyebabkan kejang, muntah, dan depresi pernapasan pada anak (Li et al., 2016). Dosis maksimal yang disarankan untuk anak (jika terpaksa) adalah 1–3 gram per hari dalam bentuk decoction, tetapi data keamanan sangat terbatas.
Apa efek samping yang paling sering dilaporkan dari konsumsi Ku Shen?
Efek samping ringan meliputi mual, diare, sakit kepala, dan mulut kering. Pada dosis tinggi atau pemakaian jangka panjang, dapat terjadi neurotoksisitas seperti pusing, ataksia, kejang, dan bahkan koma. Fitotoksisitas ginjal juga dilaporkan pada beberapa pasien dengan penggunaan >4 minggu. Reaksi alergi seperti ruam kulit jarang terjadi (Zhou et al., 2021).
Apakah Ku Shen berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Ya. Ku Shen dapat mempotensiasi efek obat imunosupresan (misalnya siklosporin) karena efek imunomodulatornya. Alkaloid matrine juga menghambat enzim CYP3A4, sehingga dapat meningkatkan kadar obat yang dimetabolisme oleh enzim ini (seperti statin dan antidepresan). Selain itu, penggunaan bersamaan dengan obat antiaritmia (misalnya amiodaron) harus dihindari karena risiko aritmia akibat efek kardiotoksik dari Ku Shen (Gao et al., 2022).
Apa bukti ilmiah terkini tentang manfaat Ku Shen untuk kesehatan hati?
Beberapa studi klinis kecil menunjukkan bahwa oxymatrine dapat menurunkan tingkat virus hepatitis B dan memperbaiki enzim hati (ALT, AST) pada pasien hepatitis B kronis. Mekanismenya melibatkan induksi apoptosis sel yang terinfeksi dan penghambatan replikasi virus. Namun, bukti masih terbatas karena ukuran sampel kecil dan durasi studi pendek. Meta-analisis oleh Liu et al. (2020) menyimpulkan bahwa Ku Shen memiliki efek hepatoprotektif yang menjanjikan, tetapi diperlukan uji coba terkontrol acak lebih besar untuk memastikannya.

Timun Cina

Trichosanthes kirilowii

Ashwagandha

Withania somnifera

Cari: