Timun Cina

Chinese Cucumber | Trichosanthes kirilowii
Nama
Timun Cina (Chinese Cucumber)
Nama Latin/Ilmiah
Trichosanthes kirilowii
Bagian Digunakan
Buah, Biji, dan Akar
Rasa
Manis
Nama Lain
Haneultari (South Korea), tokarasuri (Japan), lặc lè (Vietnam), Chinese snake gourd (United Kingdom)
Asal
China, Jepang, Korea
Kandungan Utama
Trichosanthin, cucurbitacin, dan lektin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Timun Cina

Trichosanthes kirilowii, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Gua Lou, adalah tanaman merambat tahunan dari famili Cucurbitaceae. Tanaman ini berasal dari Asia Timur dan banyak dibudidayakan di Tiongkok, Jepang, serta Korea. Ciri khasnya adalah buah bulat hingga lonjong berwarna oranye kemerahan saat matang, dengan daging buah yang lunak dan banyak biji hitam di dalamnya. Daunnya berbentuk seperti hati dengan tepi bergerigi, dan bunganya berwarna putih dengan mahkota berumbai khas. Akar tanaman ini juga besar dan berdaging, sering dipanen untuk keperluan medis. Secara ekologis, Trichosanthes kirilowii tumbuh optimal di daerah beriklim hangat dengan sinar matahari penuh dan tanah yang subur serta drainase baik.

Baca Lebih Lanjut
Update: 21 Agu 2026 - 14:41:25
 

II. Ciri-ciri Timun Cina

Tanaman merambat ini aslinya dari Asia Timur seperti Tiongkok dan Jepang. Dia suka banget tumbuh di area semak belukar, lereng gunung, atau tepian hutan yang kena sinar matahari cukup dan punya drainase tanah yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Timun Cina (Trichosanthes kirilowii):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Punya akar umbi yang ukurannya cukup besar dan berdaging, sering disebut sebagai 'tian hua fen' dalam pengobatan tradisional.
Batang Tipe batangnya merambat atau memanjat, punya sulur (alat pembelit) yang bercabang-cabang buat pegangan di tanaman lain.
Daun Daunnya berbentuk menjari dengan 3 sampai 7 lekukan dalam, permukaannya terasa agak kasar dan warnanya hijau segar.
Bunga Bunga jantan dan betina terpisah tapi masih di satu tanaman. Ciri khasnya ada pada mahkota bunganya yang putih dan punya pinggiran rumbai-rumbai halus (seperti benang), kelihatan cantik dan unik.
Buah Bentuknya bulat panjang (lonjong), waktu masih muda warnanya hijau dengan garis putih, pas sudah matang berubah jadi jingga atau merah terang.
Biji Bijinya gepeng, terbungkus di dalam daging buah yang teksturnya agak berlendir.

III. Manfaat Timun Cina

8 Manfaat Timun Cina untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis dan Rematik

    Menghambat aktivasi jalur NF-κB dan MAPK, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6). Senyawa triterpenoid seperti cucurbitacin B dan D memblokir fosforilasi STAT3 dan JAK2.

    Senyawa Aktif: Cucurbitacin B, Cucurbitacin D, Trichosanthin
    Tampilkan
  2. Antikanker (Kanker Payudara, Hepatoma, Leukemia)

    Trichosanthin menginduksi apoptosis melalui jalur intrinsik mitokondria (peningkatan Bax/Bcl-2, pelepasan sitokrom c, aktivasi caspase 3/9) dan menghambat jalur PI3K/Akt/mTOR. Cucurbitacin B menekan sinyal Wnt/β-catenin.

    Senyawa Aktif: Trichosanthin (ribosome-inactivating protein), Cucurbitacin B, Cucurbitacin E
    Tampilkan
  3. Antimikroba (Bakteri Gram-positif dan Jamur)

    Trichosanthin dan cucurbitacin merusak membran sel mikroba, menghambat sintesis ergosterol pada jamur, dan menginduksi ROS intraseluler. Aktivitas terhadap Staphylococcus aureus, Candida albicans, dan Aspergillus niger.

    Senyawa Aktif: Trichosanthin, Cucurbitacin B, Flavonoid (misal: luteolin, apigenin)
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Timun Cina

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Timun Cina.

  1. Trichosanthin

    Golongan: Protein (RIP)
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antitumor (terhadap Sel Kanker Payudara, Hati, Dan Leukemia), AntiHIV, Imunomodulator, Abortifasien.
    Tampilkan
  2. Cucurbitacin B

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Buah, biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antitumor (kanker Payudara, Hati), Sitotoksik Terhadap Sel Kanker.
    Tampilkan
  3. Cucurbitacin D

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Antitumor, Antiinflamasi, Sitotoksik.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Timun Cina

Interaksi & Kontraindikasi Timun Cina dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan. Trichosanthes dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Konsultasikan dengan dokter. Keamanan selama menyusui belum diketahui secara pasti; sebaiknya hindari penggunaan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, heparin, aspirin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau INR dan tanda perdarahan. Trichosanthes memiliki efek antiplatelet dan antikoagulan ringan, sehingga dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Timun Cina

Timun Cina (Trichosanthes kirilowii), yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Gua Lou, mengandung senyawa protein aktif seperti trichosanthin yang sering digunakan untuk berbagai tujuan terapeutik termasuk aborsi induksi dan regulasi imun. Namun, penggunaan tanaman ini membawa risiko efek samping yang signifikan, terutama karena sifat sitotoksik dan potensi toksisitasnya yang tinggi. Efek samping gastrointestinal yang paling sering dilaporkan meliputi mual, muntah parah, diare, dan nyeri abdomen akut setelah konsumsi ekstrak atau preparat herbal yang mengandung akar atau buah tanaman ini.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Timun Cina

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Timun Cina.

  1. Efikasi dan Keamanan Dekoksi Gualou Xiebai yang Mengandung Trichosanthes kirilowii untuk Angina Pektoris Stabil: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Dekoksi herbal yang mengandung Trichosanthes kirilowii secara signifikan menurunkan frekuensi serangan angina dan meningkatkan perbaikan elektrokardiografi dibanding terapi konvensional saja. Tidak ditemukan perbedaan bermakna dalam efek samping antara kelompok terapi.
    Tampilkan
  2. Analisis Farmakologi Jaringan dan Docking Molekuler Trichosanthes kirilowii dalam Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Senyawa aktif seperti trichosanthin, cucurbitacin D, dan quercetin berikatan dengan target AKT1, PIK3R1, serta PPARG. Regulasi jalur sinyal insulin dan FoxO menjadi mekanisme kunci efek hipoglikemik.
    Tampilkan
  3. Polisakarida Trichosanthes kirilowii Memperbaiki Kadar Glukosa Darah dan Dislipidemia pada Tikus Diabetes Tipe 2 melalui Modulasi Mikrobiota Usus

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Pemberian polisakarida menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan LDL, serta meningkatkan keanekaragaman mikrobiota usus. Efek pada dosis tinggi setara dengan metformin.
    Tampilkan

VIII. FAQ Timun Cina

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Timun Cina.

Apa saja senyawa aktif utama dalam Trichosanthes kirilowii (Gua Lou) dan bagaimana mekanisme kerjanya?
Trichosanthes kirilowii mengandung senyawa aktif seperti trichosanthin (sejenis ribosome-inactivating protein/RIP), cucurbitane triterpenoid, flavonoid, dan polisakarida. Trichosanthin memiliki aktivitas antivirus dan antitumor dengan menghambat sintesis protein sel, sedangkan cucurbitane triterpenoid menunjukkan efek antiinflamasi dan imunomodulasi. (Referensi: Fang, E. F., et al. (2012). Trichosanthin: a promising therapeutic agent for HIV and cancer. Current Medicinal Chemistry, 19(24), 4086-4095)
Apakah Trichosanthes kirilowii aman dikonsumsi sebagai teh atau suplemen sehari-hari?
Konsumsi rutin dalam dosis kecil (seperti teh herbal) belum memiliki cukup bukti keamanan jangka panjang. Trichosanthes kirilowii secara tradisional digunakan untuk jangka pendek, misalnya pada pengobatan demam atau batuk. Dosis tinggi atau penggunaan lama dapat menyebabkan iritasi gastrointestinal dan hepatotoksisitas. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia belum menetapkan dosis aman untuk suplemen harian. Disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum konsumsi rutin.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Trichosanthes kirilowii?
Efek samping yang dilaporkan meliputi mual, muntah, diare, nyeri perut, dan reaksi alergi. Senyawa trichosanthin dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati pada dosis toksik. Kasus berat meliputi hipotensi dan gangguan irama jantung. (Referensi: Wu, J., et al. (2016). Acute toxicity and anti-tumor activity of trichosanthin in mice. Journal of Ethnopharmacology, 184, 55-61) Penggunaan topikal juga dapat menyebabkan iritasi kulit.
Apakah Trichosanthes kirilowii aman digunakan selama kehamilan dan menyusui?
Sangat tidak disarankan. Trichosanthes kirilowii diketahui memiliki efek abortifasien (menggugurkan kandungan) karena trichosanthin dapat menginduksi kontraksi uterus dan nekrosis jaringan plasenta. Studi pada hewan menunjukkan toksisitas janin. (Referensi: Chan, W. Y., et al. (1992). Trichosanthin induces apoptosis in human trophoblast cells. Human Reproduction, 7(4), 541-546) Ibu menyusui juga tidak dianjurkan karena belum ada data tentang keamanan ekskresi ke ASI.
Bisakah Trichosanthes kirilowii diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak dianjurkan. Profil keamanan Trichosanthes kirilowii pada populasi pediatrik belum diteliti. Risiko toksisitas hati dan ginjal lebih tinggi pada anak karena metabolisme yang belum matang. Penggunaan tradisional hanya untuk dewasa dalam kondisi tertentu. Alternatif herbal yang lebih aman (misal jahe untuk batuk) sebaiknya dipertimbangkan.
Apakah Trichosanthes kirilowii dapat digunakan untuk pengobatan kanker atau tumor?
Penelitian in vitro dan pada hewan menunjukkan trichosanthin memiliki aktivitas sitotoksik terhadap berbagai sel kanker (misal kanker payudara, serviks, dan hati). Namun, uji klinis pada manusia masih terbatas. (Referensi: Liu, F., et al. (2019). Trichosanthin: a novel anti-cancer agent with multiple mechanisms. Anti-Cancer Agents in Medicinal Chemistry, 19(2), 162-171) Penggunaan sebagai terapi kanker harus di bawah pengawasan medis karena risiko toksisitas sistemik.
Apa interaksi obat yang mungkin terjadi dengan Trichosanthes kirilowii?
Trichosanthes kirilowii dapat berinteraksi dengan obat imunosupresan (seperti siklosporin) karena sifat imunomodulatornya. Juga berpotensi memperkuat efek obat antikoagulan (warfarin) karena kandungan kurkuminoid yang mirip. Konsumsi bersamaan dengan obat hepatotoksik (misal parasetamol dosis tinggi) dapat meningkatkan risiko kerusakan hati. (Referensi: Izzo, A. A. (2012). Interactions between herbs and conventional drugs: an update. British Journal of Clinical Pharmacology, 73(4), 473-483)
Bagaimana cara konsumsi Trichosanthes kirilowii yang benar menurut pengobatan tradisional Tiongkok (TCM)?
Dalam TCM, Gua Lou (bagian buah) sering digunakan dalam ramuan untuk mengatasi batuk berdahak, nyeri dada, dan sembelit. Dosis umum adalah 6–12 gram buah kering direbus atau diseduh sebagai teh. Rimpang dan biji juga digunakan dengan dosis lebih rendah. Penting untuk membedakan bagian tanaman karena trichosanthin lebih tinggi di akar. Konsultasi dengan praktisi TCM berpengalaman disarankan.

Di Gu Pi

Lycium chinense

Sophora Perdu

Sophora flavescens

Cari: