Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi dan Keamanan Dekoksi Gualou Xiebai yang Mengandung Trichosanthes kirilowii untuk Angina Pektoris Stabil: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review & Meta-Analisis
    Sampel:
    14 uji klinis acak dengan total 1.203 pasien angina pektoris stabil berusia 40–75 tahun.
    Dosis/Durasi:
    Dekoksi oral mengandung 15 g Trichosanthes kirilowii per hari, diberikan selama 4–8 minggu.
    Temuan:
    Dekoksi herbal yang mengandung Trichosanthes kirilowii secara signifikan menurunkan frekuensi serangan angina dan meningkatkan perbaikan elektrokardiografi dibanding terapi konvensional saja. Tidak ditemukan perbedaan bermakna dalam efek samping antara kelompok terapi.
  2. Analisis Farmakologi Jaringan dan Docking Molekuler Trichosanthes kirilowii dalam Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi in silico / Network Pharmacology
    Sampel:
    26 senyawa aktif dari Trichosanthes kirilowii dan 105 target protein yang berhubungan dengan resistensi insulin.
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis karena studi komputasional.
    Temuan:
    Senyawa aktif seperti trichosanthin, cucurbitacin D, dan quercetin berikatan dengan target AKT1, PIK3R1, serta PPARG. Regulasi jalur sinyal insulin dan FoxO menjadi mekanisme kunci efek hipoglikemik.
  3. Polisakarida Trichosanthes kirilowii Memperbaiki Kadar Glukosa Darah dan Dislipidemia pada Tikus Diabetes Tipe 2 melalui Modulasi Mikrobiota Usus

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 tikus C57BL/6 jantan yang diinduksi streptozotocin dan diet tinggi lemak, dibagi menjadi kelompok normal, diabetes, polisakarida dosis rendah, polisakarida dosis tinggi, dan metformin.
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg berat badan polisakarida per oral, sekali sehari, selama 6 minggu.
    Temuan:
    Pemberian polisakarida menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan LDL, serta meningkatkan keanekaragaman mikrobiota usus. Efek pada dosis tinggi setara dengan metformin.
  4. Trichosanthin Menghambat Proliferasi dan Metastasis Kanker Paru Bukan Sel Kecil melalui Inaktivasi Jalur PI3K/AKT/mTOR

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro dan in vivo
    Sampel:
    Sel A549 dan H1299; serta model xenograft pada 20 mencit nude.
    Dosis/Durasi:
    In vitro: konsentrasi IC50 sekitar 2,5 µM selama 48 jam. In vivo: 1,5 mg/kg intraperitoneal dua hari sekali selama 21 hari.
    Temuan:
    Trichosanthin menghambat viabilitas sel dan menginduksi apoptosis, serta menurunkan ekspresi protein mesenkim seperti N-cadherin dan vimentin. Pada model mencit, ukuran tumor mengecil tanpa perubahan berat badan yang signifikan.
  5. Trichosanthin Menginduksi Autofagi dan Apoptosis untuk Membalikkan Resistensi 5-Fluorourasil pada Sel Kanker Kolorektal

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel HCT116 dan LoVo yang resisten terhadap 5-fluorourasil (5-FU).
    Dosis/Durasi:
    0,5–8 µM trichosanthin, diinkubasi selama 24–72 jam.
    Temuan:
    Trichosanthin meningkatkan apoptosis dan ekspresi penanda autofagi LC3-II serta Beclin-1. Kombinasi trichosanthin dan 5-FU menunjukkan efek sinergis dengan penurunan konsentrasi hambat 50%.
  6. Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Buah Trichosanthes kirilowii pada Makrofag RAW264.7 Terinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7 yang distimulasi dengan lipopolisakarida (LPS) 1 μg/mL.
    Dosis/Durasi:
    25, 50, dan 100 μg/mL ekstrak etanol, selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak buah Trichosanthes kirilowii menurunkan produksi nitrit oksida, TNF-α, dan IL-6 melalui penghambatan fosforilasi NF-κB p65. Efek anti-inflamasi terlihat mulai dosis 50 μg/mL.
  7. Trichosanthin dan Protein Bioaktif Trichosanthes kirilowii sebagai Kandidat Terapi Kanker dan Infeksi Virus: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    67 artikel eksperimental dan preklinis yang dipublikasikan antara tahun 2010 dan 2024.
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi, dengan rentang IC50 sekitar 0,1–10 µM dan durasi inkubasi 24–72 jam.
    Temuan:
    Trichosanthin menunjukkan aktivitas antiproliferatif pada berbagai lini sel tumor dan menghambat replikasi HIV serta virus hepatitis B. Toksisitas sistemik masih menjadi batasan utama untuk pengembangan klinis.

Advertisement


Cari: