Advertisement
Tinospora crispa, yang dikenal luas di Nusantara sebagai brotowali, adalah tumbuhan merambat dari famili Menispermaceae. Tanaman ini dapat ditemukan tumbuh liar di hutan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan sering dibudidayakan di pekarangan sebagai tanaman obat tradisional. Batangnya yang kecil dan melilit memiliki ciri khas berupa tonjolan-tonjolan tidak beraturan, sementara daunnya berbentuk hati dengan ujung meruncing. Rasa batangnya yang sangat pahit telah menjadi identitas utama brotowali, sehingga dalam pengobatan herbal sering dijuluki sebagai "raja obat pahit".
Brotowali biasanya tumbuh liar di hutan, semak belukar, atau sekitar pagar rumah. Tanaman ini suka tempat yang teduh dengan kelembapan cukup dan merambat pada pohon lain untuk mencari sinar matahari. Karakteristik/ciri-ciri Brotowali (Tinospora crispa):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Berkayu, bentuknya bulat dengan permukaan yang khas yaitu berbenjol-benjol (seperti kutil) dan keriput, warnanya hijau kecokelatan. |
| Daun | Daun tunggal berbentuk jantung atau bulat telur dengan ujung yang meruncing, permukaan daun halus, dan memiliki tangkai yang panjang. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berbentuk tandan yang muncul di ketiak daun atau di sepanjang batang yang sudah tua. |
| Akar | Akar tunggang yang cukup kuat, seringkali muncul akar gantung dari batangnya yang merambat. |
| Buah | Buah batu berbentuk lonjong atau bulat telur, saat masih muda berwarna hijau dan berubah menjadi merah saat sudah matang. |
8 Manfaat Brotowali untuk kesehatan.
Menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase, meningkatkan sekresi insulin melalui aktivasi jalur AMPK dan PPARγ, serta meningkatkan translokasi GLUT4 ke membran sel otot rangka.
Menghambat aktivasi NF-κB dan menekan ekspresi COX-2, iNOS, serta produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β) melalui jalur MAPK dan PI3K/Akt.
Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, glutation peroksidase) dan menangkap radikal bebas seperti DPPH, ABTS, serta mengurangi peroksidasi lipid.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Brotowali.
Interaksi & Kontraindikasi Brotowali dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Brotowali (Tinospora crispa) dikenal sebagai tanaman herbal tradisional yang sering digunakan untuk menurunkan kadar gula darah, meredakan demam, dan sebagai antiinflamasi. Namun, konsumsi ekstrak brotowali, terutama dalam dosis tinggi atau jangka panjang,, dapat memicu berbagai efek samping yang signifikan. Salah satu efek samping utama yang paling banyak dilaporkan dalam literatur medis adalah toksisitas pada hati (hepatotoksisitas). Beberapa uji klinis dan laporan kasus menunjukkan bahwa penggunaan brotowali dapat menyebabkan peningkatan enzim hati seperti SGPT (ALT) dan SGOT (AST), serta berpotensi memicu hepatitis akibat obat (drug-induced liver injury) yang ditandai dengan gejala seperti mual, muntah, nyeri perut kanan atas, dan ikterus (penurunan fungsi hati yang menyebabkan kekuningan pada kulit dan mata).
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Brotowali.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Brotowali.