Advertisement
Cinnamomum cassia, yang dikenal luas sebagai kayu manis Cina atau cassia, merupakan pohon hijau abadi dari famili Lauraceae yang berasal dari wilayah selatan Tiongkok, Myanmar, dan Vietnam. Berbeda dengan Cinnamomum verum (kayu manis Ceylon), cassia memiliki kulit kayu yang lebih tebal, kasar, dan berwarna cokelat kemerahan dengan tekstur yang lebih keras. Daunnya berbentuk oval memanjang dengan tiga urat daun yang menonjol, serta menghasilkan bunga kecil berwarna putih kekuningan dalam malai. Bagian yang paling bernilai adalah kulit kayu bagian dalam yang dikeringkan, yang kemudian digulung menjadi batang kayu manis atau digiling menjadi bubuk.
Advertisement
Kandungan utama cassia adalah minyak atsiri yang kaya akan sinamaldehida (hingga 90%), yang memberikan aroma manis dan pedas yang khas. Senyawa ini bertanggung jawab atas sebagian besar sifat antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidannya. Namun, cassia juga mengandung kumarin dalam kadar yang relatif tinggi (sekitar 0,5–6 mg per gram), berbeda dengan kayu manis Ceylon yang hanya mengandung sedikit kumarin. Konsumsi kumarin dalam jumlah besar dalam jangka panjang dapat berpotensi menyebabkan kerusakan hati pada individu yang sensitif. Oleh karena itu, penggunaan cassia dalam jumlah moderat dianjurkan, terutama dalam bentuk rempah atau suplemen.
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, cassia telah digunakan selama ribuan tahun untuk menghangatkan tubuh, melancarkan sirkulasi darah, serta meredakan nyeri dan gangguan pencernaan. Secara global, cassia mendominasi sekitar 90% pasokan kayu manis komersial karena harganya yang lebih ekonomis dan rasa yang lebih kuat dibandingkan kayu manis Ceylon. Budidayanya relatif mudah—pohon cassia tumbuh cepat dan dapat dipanen setelah 3–5 tahun dengan cara menebang batang dan mengupas kulitnya. Meskipun demikian, penggunaannya perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi hati tertentu atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah, mengingat efek antikoagulan sinamaldehida dan kumarin yang terkandung di dalamnya.
Manfaat Chinese Cassia untuk kesehatan.
Aktivasi reseptor PPARγ dan AMPK meningkatkan sensitivitas insulin; inhibisi α-glukosidase dan α-amilase memperlambat absorpsi glukosa; penurunan glukoneogenesis hepatik melalui penekanan enzim PEPCK dan G6Pase. Jalur sinyal: PI3K/Akt dan AMPK.
Penghambatan COX-2 dan LOX, penurunan ekspresi TNF-α, IL-1β, IL-6; modulasi NF-κB; penghambatan mediator inflamasi melalui aktivitas antioksidan. Sinamaldehida mengikat langsung subunit p65 NF-κB dan menonaktifkannya.
Kerusakan membran sel bakteri (disintegrasi lipid bilayer) dan jamur; penghambatan pembentukan biofilm; interferensi dengan quorum sensing; ikatan dengan ergosterol membran jamur. Sinamaldehida mengganggu fungsi mitokondria sel jamur.
Penangkap radikal bebas (DPPH, ABTS, superoksida); aktivasi jalur Nrf2/ARE meningkatkan ekspresi enzim antioksidan (SOD, katalase, GPx); inhibisi peroksidasi lipid melalui struktur fenolik proantosianidin.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Chinese Cassia.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Chinese Cassia.