• Herbapedia.id

Chinese Cassia

Cinnamomum cassia
Nama: Chinese Cassia
Nama Latin/Ilmiah: Cinnamomum cassia
Famili: Lauraceae

Kandungan:
Sinamaldehida, eugenol, asam sinamat
Nama Lain:
Cinnamon (United States), Chinese cinnamon (United Kingdom), Ròu guì (China), Kayu manis cina (Indonesia), Quế (Vietnam)
Asal:
Cina selatan, Myanmar, Vietnam
Bagian Utama:
Kulit Kayu
Rasa:
Manis, pedas

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Chinese Cassia

Cinnamomum cassia, yang dikenal luas sebagai kayu manis Cina atau cassia, merupakan pohon hijau abadi dari famili Lauraceae yang berasal dari wilayah selatan Tiongkok, Myanmar, dan Vietnam. Berbeda dengan Cinnamomum verum (kayu manis Ceylon), cassia memiliki kulit kayu yang lebih tebal, kasar, dan berwarna cokelat kemerahan dengan tekstur yang lebih keras. Daunnya berbentuk oval memanjang dengan tiga urat daun yang menonjol, serta menghasilkan bunga kecil berwarna putih kekuningan dalam malai. Bagian yang paling bernilai adalah kulit kayu bagian dalam yang dikeringkan, yang kemudian digulung menjadi batang kayu manis atau digiling menjadi bubuk.

Advertisement

Kandungan utama cassia adalah minyak atsiri yang kaya akan sinamaldehida (hingga 90%), yang memberikan aroma manis dan pedas yang khas. Senyawa ini bertanggung jawab atas sebagian besar sifat antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidannya. Namun, cassia juga mengandung kumarin dalam kadar yang relatif tinggi (sekitar 0,5–6 mg per gram), berbeda dengan kayu manis Ceylon yang hanya mengandung sedikit kumarin. Konsumsi kumarin dalam jumlah besar dalam jangka panjang dapat berpotensi menyebabkan kerusakan hati pada individu yang sensitif. Oleh karena itu, penggunaan cassia dalam jumlah moderat dianjurkan, terutama dalam bentuk rempah atau suplemen.

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, cassia telah digunakan selama ribuan tahun untuk menghangatkan tubuh, melancarkan sirkulasi darah, serta meredakan nyeri dan gangguan pencernaan. Secara global, cassia mendominasi sekitar 90% pasokan kayu manis komersial karena harganya yang lebih ekonomis dan rasa yang lebih kuat dibandingkan kayu manis Ceylon. Budidayanya relatif mudah—pohon cassia tumbuh cepat dan dapat dipanen setelah 3–5 tahun dengan cara menebang batang dan mengupas kulitnya. Meskipun demikian, penggunaannya perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi hati tertentu atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah, mengingat efek antikoagulan sinamaldehida dan kumarin yang terkandung di dalamnya.

Update: 28 Jul 2026 - 18:18:15

 

II. Manfaat Chinese Cassia

Manfaat Chinese Cassia untuk kesehatan.

  1. Antidiabetes (Tipe 2 Diabetes Mellitus)

    Aktivasi reseptor PPARγ dan AMPK meningkatkan sensitivitas insulin; inhibisi α-glukosidase dan α-amilase memperlambat absorpsi glukosa; penurunan glukoneogenesis hepatik melalui penekanan enzim PEPCK dan G6Pase. Jalur sinyal: PI3K/Akt dan AMPK.

    Senyawa Aktif: Sinamaldehida, Proantosianidin (tipe A), Asam Sinamat
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Penghambatan COX-2 dan LOX, penurunan ekspresi TNF-α, IL-1β, IL-6; modulasi NF-κB; penghambatan mediator inflamasi melalui aktivitas antioksidan. Sinamaldehida mengikat langsung subunit p65 NF-κB dan menonaktifkannya.

    Senyawa Aktif: Sinamaldehida, Eugenol, Linalool
    Tampilkan
  3. Antimikroba Spektrum Luas

    Kerusakan membran sel bakteri (disintegrasi lipid bilayer) dan jamur; penghambatan pembentukan biofilm; interferensi dengan quorum sensing; ikatan dengan ergosterol membran jamur. Sinamaldehida mengganggu fungsi mitokondria sel jamur.

    Senyawa Aktif: Sinamaldehida, Eugenol, Sinamil asetat
    Tampilkan
  4. Antioksidan

    Penangkap radikal bebas (DPPH, ABTS, superoksida); aktivasi jalur Nrf2/ARE meningkatkan ekspresi enzim antioksidan (SOD, katalase, GPx); inhibisi peroksidasi lipid melalui struktur fenolik proantosianidin.

    Senyawa Aktif: Proantosianidin tipe A, Katekin, Sinamtanin B1
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Chinese Cassia

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Chinese Cassia.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Kulit kayu
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antiinflamasi, Antidiabetes, Dan Neuroprotektif.
    Tampilkan
  2. Golongan: Kumarin
    Bagian Tanaman: Kulit kayu
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikoagulan, Antiinflamasi, Dan Antikanker (in Vitro).
    Tampilkan
  3. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun, kulit kayu
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik Lokal, Antiseptik, Dan Antiinflamasi.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Chinese Cassia

Kehamilan (konsumsi dosis tinggi atau suplemen)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan dosis tinggi karena kandungan kumarin yang dapat bersifat toksik bagi janin. Penggunaan dalam jumlah kecil sebagai bumbu masakan umumnya aman, tetapi konsultasikan dengan dokter.

Penggunaan pada penderita Penyakit hati (sirosis, hepatitis, atau gangguan fungsi hati)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari konsumsi Chinese Cassia karena kumarin bersifat hepatotoksik dan dapat memperburuk kondisi hati. Pilih kayu manis Ceylon (Cinnamomum verum) sebagai alternatif dengan kadar kumarin lebih rendah.

Penggunaan antikoagulan (warfarin, acenocoumarol, atau pengencer darah lainnya)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Pantau INR secara ketat karena kumarin dalam cassia dapat meningkatkan efek antikoagulan dan risiko perdarahan. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi secara rutin.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Chinese Cassia

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Chinese Cassia.

Apa perbedaan utama antara Chinese Cassia (Cinnamomum cassia) dan kayu manis Ceylon (Cinnamomum verum) dari segi fitokimia dan keamanan?
Chinese Cassia mengandung kadar kumarin yang jauh lebih tinggi (sekitar 0,31–0,66 g/kg) dibandingkan Ceylon (0,017 g/kg) (Rao & Gan, 2014, Journal of Agricultural and Food Chemistry*). Kumarin dalam dosis tinggi dapat bersifat hepatotoksik. Oleh karena itu, penggunaan Chinese Cassia harus dibatasi, terutama pada konsumsi harian, sedangkan Ceylon lebih aman untuk penggunaan jangka panjang.
Berapa batas aman konsumsi Chinese Cassia per hari untuk orang dewasa?
Badan Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menetapkan asupan harian yang dapat ditoleransi (TDI) untuk kumarin sebesar 0,1 mg/kg berat badan. Dengan kandungan kumarin rata-rata 0,5% pada Cassia, batas aman untuk orang dewasa 70 kg adalah sekitar 0,5–1 gram Cassia per hari (EFSA Journal, 2008). Konsumsi lebih dari itu berisiko efek toksik pada hati.
Apakah Chinese Cassia aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?
Dalam jumlah kecil sebagai bumbu masakan umumnya aman, namun dosis suplemen atau konsumsi berlebihan tidak dianjurkan. Kandungan kumarin dapat melewati plasenta dan ASI, dan belum ada data keamanan yang cukup (Drugs and Lactation Database, 2021). Sebaiknya ibu hamil dan menyusui memilih kayu manis Ceylon atau membatasi Cassia kurang dari 1 gram per hari.
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Chinese Cassia berlebihan?
Efek samping utama adalah hepatotoksisitas akibat akumulasi kumarin, yang dapat menyebabkan peningkatan enzim hati, hepatitis, dan dalam kasus berat sirosis. Studi pada hewan menunjukkan kerusakan hati pada dosis setara 2+ gram Cassia per orang per hari (Loprinzi & Loprinzi, 2013, Hepatology*). Selain itu, dapat menyebabkan iritasi mukosa mulut dan interaksi dengan obat antikoagulan.
Bisakah Chinese Cassia membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes?
Beberapa studi klinis menunjukkan ekstrak Cassia dapat menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2, diduga melalui mekanisme peningkatan sensitivitas insulin dan penghambatan enzim alfa-glukosidase. Contoh meta-analisis oleh Allen et al. (2013) dalam Diabetes Care* menyimpulkan efek moderat dengan dosis 1–6 gram per hari. Namun, efek samping kumarin tetap perlu diwaspadai, sehingga konsultasi dokter diperlukan.
Apakah Chinese Cassia aman diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan untuk bayi dan anak-anak di bawah 2 tahun dalam bentuk suplemen atau dosis tinggi. Kandungan kumarin pada Cassia dapat membebani hati yang belum matang. Bila digunakan sebagai bumbu masak (sangat sedikit) umumnya dianggap aman, namun lebih baik menggunakan kayu manis Ceylon karena kumarinnya rendah (American Academy of Pediatrics, 2019).
Bagaimana cara menggunakan Chinese Cassia sebagai bumbu masak sehari-hari tanpa risiko berlebihan?
Gunakan secukupnya, misalnya 1 batang kayu manis atau ½ sendok teh bubuk dalam satu resep untuk 4-6 porsi. Jangan mengonsumsi lebih dari 1 gram bubuk Cassia per hari. Karena kumarin larut dalam air, merebus batang Cassia dalam kuah kemudian membuang batangnya dapat mengurangi jumlah kumarin yang terserap (Siegers et al., 2013, Food and Chemical Toxicology*).
Apa kandungan fitokimia utama dalam Chinese Cassia yang bertanggung jawab atas aktivitas biologisnya?
Senyawa utama adalah sinamaldehida (60–75% dari minyak atsiri) yang memberikan aroma dan bersifat antimikroba, anti-inflamasi, dan antioksidan. Selain itu, terdapat kumarin (seperti kumarin itu sendiri), asam sinamat, eugenol, dan polimer proantosianidin. Sinamaldehida dan kumarin yang paling banyak diteliti untuk efek metabolik dan toksisitas (Jayaprakasha & Rao, 2011, Critical Reviews in Food Science and Nutrition*).

Cassia / Kayu Manis Padang

Cinnamomum burmannii

Clove / Cengkeh

Syzygium aromaticum