Kayu Manis Cina

Chinese Cassia | Cinnamomum cassia
Kayu Manis Cina
Nama
Kayu Manis Cina (Chinese Cassia)
Nama Latin/Ilmiah
Cinnamomum cassia
Bagian Digunakan
Kulit Kayu
Rasa
Manis, pedas

Nama Lain
Cinnamon (United States), Chinese cinnamon (United Kingdom), Ròu guì (China), Kayu manis cina (Indonesia), Quế (Vietnam)
Asal
Cina selatan, Myanmar, Vietnam
Kandungan Utama
Sinamaldehida, eugenol, asam sinamat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kayu Manis Cina

Cinnamomum cassia, yang dikenal luas sebagai kayu manis Cina atau cassia, merupakan pohon hijau abadi dari famili Lauraceae yang berasal dari wilayah selatan Tiongkok, Myanmar, dan Vietnam. Berbeda dengan Cinnamomum verum (kayu manis Ceylon), cassia memiliki kulit kayu yang lebih tebal, kasar, dan berwarna cokelat kemerahan dengan tekstur yang lebih keras. Daunnya berbentuk oval memanjang dengan tiga urat daun yang menonjol, serta menghasilkan bunga kecil berwarna putih kekuningan dalam malai. Bagian yang paling bernilai adalah kulit kayu bagian dalam yang dikeringkan, yang kemudian digulung menjadi batang kayu manis atau digiling menjadi bubuk.

Baca Lebih Lanjut
Update: 11 Agu 2026 - 05:40:05
 

II. Ciri-ciri Kayu Manis Cina

Tumbuh subur di daerah beriklim tropis dan subtropis dengan curah hujan tinggi. Suka tempat yang sejuk, tanah yang subur, serta sistem drainase yang baik. Sering ditemukan di wilayah pegunungan atau perbukitan Asia Timur dan Asia Tenggara. Karakteristik/ciri-ciri Kayu Manis Cina (Cinnamomum cassia):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohon berukuran sedang hingga besar dengan kulit kayu yang tebal, aromatik, berwarna cokelat keabu-abuan, dan permukaannya cenderung kasar.
Daun Berbentuk lonjong memanjang (lanset), kaku, dan tebal. Warnanya hijau mengilap di bagian atas, dengan tiga tulang daun utama yang terlihat sangat jelas menonjol di bagian bawah.
Bunga Bunga berukuran kecil, berwarna kekuningan atau putih kehijauan, dan muncul dalam rangkaian malai (panikel) di ujung ranting.
Buah Buah berbentuk bulat telur (drupe), kecil, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi hitam keunguan saat sudah matang.
Akar Sistem perakaran tunggang yang kuat, membantunya tumbuh kokoh di lahan miring atau berbukit.

III. Manfaat Kayu Manis Cina

8 Manfaat Kayu Manis Cina untuk kesehatan.

  1. Antidiabetes (Tipe 2 Diabetes Mellitus)

    Aktivasi reseptor PPARγ dan AMPK meningkatkan sensitivitas insulin; inhibisi α-glukosidase dan α-amilase memperlambat absorpsi glukosa; penurunan glukoneogenesis hepatik melalui penekanan enzim PEPCK dan G6Pase. Jalur sinyal: PI3K/Akt dan AMPK.

    Senyawa Aktif: Sinamaldehida, Proantosianidin (tipe A), Asam Sinamat
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Penghambatan COX-2 dan LOX, penurunan ekspresi TNF-α, IL-1β, IL-6; modulasi NF-κB; penghambatan mediator inflamasi melalui aktivitas antioksidan. Sinamaldehida mengikat langsung subunit p65 NF-κB dan menonaktifkannya.

    Senyawa Aktif: Sinamaldehida, Eugenol, Linalool
    Tampilkan
  3. Antimikroba Spektrum Luas

    Kerusakan membran sel bakteri (disintegrasi lipid bilayer) dan jamur; penghambatan pembentukan biofilm; interferensi dengan quorum sensing; ikatan dengan ergosterol membran jamur. Sinamaldehida mengganggu fungsi mitokondria sel jamur.

    Senyawa Aktif: Sinamaldehida, Eugenol, Sinamil asetat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kayu Manis Cina

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kayu Manis Cina.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Kulit kayu
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antiinflamasi, Antidiabetes, Dan Neuroprotektif.
    Tampilkan
  2. Golongan: Kumarin
    Bagian Tanaman: Kulit kayu
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikoagulan, Antiinflamasi, Dan Antikanker (in Vitro).
    Tampilkan
  3. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun, kulit kayu
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik Lokal, Antiseptik, Dan Antiinflamasi.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kayu Manis Cina

Interaksi & Kontraindikasi Kayu Manis Cina dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan (konsumsi dosis tinggi atau suplemen)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan dosis tinggi karena kandungan kumarin yang dapat bersifat toksik bagi janin. Penggunaan dalam jumlah kecil sebagai bumbu masakan umumnya aman, tetapi konsultasikan dengan dokter.

  2. Penggunaan pada penderita Penyakit hati (sirosis, hepatitis, atau gangguan fungsi hati)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari konsumsi Chinese Cassia karena kumarin bersifat hepatotoksik dan dapat memperburuk kondisi hati. Pilih kayu manis Ceylon (Cinnamomum verum) sebagai alternatif dengan kadar kumarin lebih rendah.

  3. Penggunaan antikoagulan (warfarin, acenocoumarol, atau pengencer darah lainnya)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau INR secara ketat karena kumarin dalam cassia dapat meningkatkan efek antikoagulan dan risiko perdarahan. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi secara rutin.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Kayu Manis Cina

Kayu Manis Cina (Cinnamomum cassia) kaya akan senyawa aktif kumarin (coumarin), yang jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan atau memperparah kerusakan hati. Kadar kumarin yang tinggi pada varietas Cassia jauh melampaui kadar pada kayu manis Ceylon (Cinnamomum verum), sehingga paparan jangka panjang berisiko tinggi bagi integritas hepatiosit dan dapat meningkatkan enzim hati. Selain itu, konsumsi bubuk kayu manis Cassia secara langsung atau kering tanpa dilarutkan dengan baik dapat menyebabkan iritasi pada mukosa mulut, luka bakar pada rongga mulut, serta masalah pernapasan jika tidak sengaja terhirup.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Kayu Manis Cina

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kayu Manis Cina.

  1. Efek suplementasi Cinnamomum cassia pada kontrol glikemik dan profil lipid pada pasien diabetes melitus tipe 2: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Suplementasi C. cassia secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, kolesterol total, LDL, dan trigliserida dibandingkan plasebo. Efek hipoglikemik dan hipolipidemik lebih nyata pada dosis ≥2 g/hari selama ≥12 minggu.
    Tampilkan
  2. Efek Cinnamomum cassia terhadap resistensi insulin dan profil hormonal wanita dengan sindrom ovarium polikistik: meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun: 2021
    Temuan:
    C. cassia menurunkan insulin puasa, HOMA-IR, dan kadar testosteron bebas secara signifikan dibandingkan plasebo. Frekuensi siklus menstruasi juga membaik, meskipun kadar LH dan FSH tidak menunjukkan perubahan signifikan.
    Tampilkan
  3. Pengaruh suplementasi Cinnamomum cassia terhadap enzim hati dan profil metabolik pasien penyakit hati berlemak non-alkoholik

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Suplementasi C. cassia 1.500 mg/hari selama 12 minggu menurunkan ALT, AST, dan GGT secara signifikan dibandingkan plasebo. Trigliserida dan HOMA-IR juga membaik, tanpa perubahan indeks massa tubuh.
    Tampilkan

VIII. FAQ Kayu Manis Cina

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kayu Manis Cina.

Apa perbedaan utama antara Chinese Cassia (Cinnamomum cassia) dan kayu manis Ceylon (Cinnamomum verum) dari segi fitokimia dan keamanan?
Chinese Cassia mengandung kadar kumarin yang jauh lebih tinggi (sekitar 0,31–0,66 g/kg) dibandingkan Ceylon (0,017 g/kg) (Rao & Gan, 2014, Journal of Agricultural and Food Chemistry*). Kumarin dalam dosis tinggi dapat bersifat hepatotoksik. Oleh karena itu, penggunaan Chinese Cassia harus dibatasi, terutama pada konsumsi harian, sedangkan Ceylon lebih aman untuk penggunaan jangka panjang.
Berapa batas aman konsumsi Chinese Cassia per hari untuk orang dewasa?
Badan Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menetapkan asupan harian yang dapat ditoleransi (TDI) untuk kumarin sebesar 0,1 mg/kg berat badan. Dengan kandungan kumarin rata-rata 0,5% pada Cassia, batas aman untuk orang dewasa 70 kg adalah sekitar 0,5–1 gram Cassia per hari (EFSA Journal, 2008). Konsumsi lebih dari itu berisiko efek toksik pada hati.
Apakah Chinese Cassia aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?
Dalam jumlah kecil sebagai bumbu masakan umumnya aman, namun dosis suplemen atau konsumsi berlebihan tidak dianjurkan. Kandungan kumarin dapat melewati plasenta dan ASI, dan belum ada data keamanan yang cukup (Drugs and Lactation Database, 2021). Sebaiknya ibu hamil dan menyusui memilih kayu manis Ceylon atau membatasi Cassia kurang dari 1 gram per hari.
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Chinese Cassia berlebihan?
Efek samping utama adalah hepatotoksisitas akibat akumulasi kumarin, yang dapat menyebabkan peningkatan enzim hati, hepatitis, dan dalam kasus berat sirosis. Studi pada hewan menunjukkan kerusakan hati pada dosis setara 2+ gram Cassia per orang per hari (Loprinzi & Loprinzi, 2013, Hepatology*). Selain itu, dapat menyebabkan iritasi mukosa mulut dan interaksi dengan obat antikoagulan.
Bisakah Chinese Cassia membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes?
Beberapa studi klinis menunjukkan ekstrak Cassia dapat menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2, diduga melalui mekanisme peningkatan sensitivitas insulin dan penghambatan enzim alfa-glukosidase. Contoh meta-analisis oleh Allen et al. (2013) dalam Diabetes Care* menyimpulkan efek moderat dengan dosis 1–6 gram per hari. Namun, efek samping kumarin tetap perlu diwaspadai, sehingga konsultasi dokter diperlukan.
Apakah Chinese Cassia aman diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan untuk bayi dan anak-anak di bawah 2 tahun dalam bentuk suplemen atau dosis tinggi. Kandungan kumarin pada Cassia dapat membebani hati yang belum matang. Bila digunakan sebagai bumbu masak (sangat sedikit) umumnya dianggap aman, namun lebih baik menggunakan kayu manis Ceylon karena kumarinnya rendah (American Academy of Pediatrics, 2019).
Bagaimana cara menggunakan Chinese Cassia sebagai bumbu masak sehari-hari tanpa risiko berlebihan?
Gunakan secukupnya, misalnya 1 batang kayu manis atau ½ sendok teh bubuk dalam satu resep untuk 4-6 porsi. Jangan mengonsumsi lebih dari 1 gram bubuk Cassia per hari. Karena kumarin larut dalam air, merebus batang Cassia dalam kuah kemudian membuang batangnya dapat mengurangi jumlah kumarin yang terserap (Siegers et al., 2013, Food and Chemical Toxicology*).
Apa kandungan fitokimia utama dalam Chinese Cassia yang bertanggung jawab atas aktivitas biologisnya?
Senyawa utama adalah sinamaldehida (60–75% dari minyak atsiri) yang memberikan aroma dan bersifat antimikroba, anti-inflamasi, dan antioksidan. Selain itu, terdapat kumarin (seperti kumarin itu sendiri), asam sinamat, eugenol, dan polimer proantosianidin. Sinamaldehida dan kumarin yang paling banyak diteliti untuk efek metabolik dan toksisitas (Jayaprakasha & Rao, 2011, Critical Reviews in Food Science and Nutrition*).

Kayu Manis Padang

Cinnamomum burmannii

Cengkeh

Syzygium aromaticum

Cari: