Kayu Manis Padang

Cassia | Cinnamomum burmannii
Kayu Manis Padang
Nama
Kayu Manis Padang (Cassia)
Nama Latin/Ilmiah
Cinnamomum burmannii
Bagian Digunakan
Kulit Batang
Rasa
Pedas, manis

Nama Lain
Padang cassia (Indonesia), Korintje cassia (Indonesia), Java cinnamon (Indonesia), Batavia cassia (Indonesia), Indonesian cinnamon (Indonesia)
Asal
Indonesia, Sumatera Barat
Kandungan Utama
Sinamaldehida, eugenol, kumarin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kayu Manis Padang

Cinnamomum burmannii, yang dikenal luas sebagai Cassia atau Kayu Manis Padang, merupakan spesies pohon penghasil rempah yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai salah satu pusat penyebaran utamanya, khususnya di daerah Sumatera Barat. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Lauraceae dan dapat tumbuh hingga ketinggian 15 meter. Ciri khas botani dari spesies ini adalah daunnya yang berbentuk lonjong dengan tiga urat utama yang melengkung dari pangkal, serta kulit batang yang lebih tebal dan bertekstur kasar dibandingkan jenis kayu manis lainnya. Bagian yang paling bernilai secara ekonomi adalah kulit kayu bagian dalam yang dikeringkan dan menghasilkan aroma khas.

Baca Lebih Lanjut
Update: 11 Agu 2026 - 11:00:06
 

II. Ciri-ciri Kayu Manis Padang

Tumbuh subur di daerah pegunungan tropis dengan ketinggian 500 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut. Suka banget sama tanah yang subur, gembur, dan punya sistem drainase yang baik. Biasanya banyak ditemukan di kawasan hutan primer atau dibudidayakan di perkebunan rakyat di wilayah Sumatera Barat. Karakteristik/ciri-ciri Kayu Manis Padang (Cinnamomum burmannii):

Bagian Ciri-Ciri
Pohon Bisa tumbuh tinggi sampai 10-15 meter, kulit kayunya tebal, wangi, dan punya tekstur agak kasar dengan warna cokelat kemerahan.
Daun Bentuknya lonjong sampai oval dengan ujung yang agak meruncing. Uniknya, daun muda biasanya berwarna kemerahan, sedangkan daun tua berwarna hijau gelap mengkilap dengan tiga tulang daun utama yang kelihatan jelas.
Bunga Berukuran kecil, warnanya kuning keputihan, muncul dalam rangkaian malai, dan biasanya mekar di ujung ranting atau ketiak daun.
Buah Buahnya termasuk jenis buah buni (seperti beri), bentuknya bulat memanjang (elipsoid). Waktu masih muda warnanya hijau, dan kalau sudah matang berubah jadi ungu gelap sampai hitam.
Akar Punya sistem perakaran tunggang yang kuat, membantu pohon berdiri kokoh di lereng-lereng perbukitan.

III. Manfaat Kayu Manis Padang

8 Manfaat Kayu Manis Padang untuk kesehatan.

  1. Antidiabetes (Penurunan Glukosa Darah pada Diabetes Tipe 2)

    Sinamaldehida dan proantosianidin meningkatkan sensitivitas insulin dengan mengaktifkan jalur pensinyalan insulin (IRS-1/PI3K/Akt) dan menghambat enzim α-glukosidase serta α-amilase. Selain itu, ekstrak meningkatkan ekspresi GLUT4 dan mengurangi resistensi insulin melalui aktivasi AMPK.

    Senyawa Aktif: Sinamaldehida, Proantosianidin, Eugenol
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Nyeri Sendi (Osteoartritis)

    Sinamaldehida dan kumarin menghambat aktivasi NF-κB dan menekan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Jalur ini mengurangi degradasi kartilago dan nyeri.

    Senyawa Aktif: Sinamaldehida, Kumarin, Eugenol
    Tampilkan
  3. Antimikroba terhadap Bakteri Rongga Mulut (termasuk Streptococcus mutans)

    Sinamaldehida dan eugenol merusak membran sel bakteri, menghambat sintesis dinding sel, dan mengganggu pembentukan biofilm. Efek sinergis dengan fluoride telah diamati.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kayu Manis Padang

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kayu Manis Padang.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antiinflamasi, Antidiabetes, Dan Neuroprotektif.
    Tampilkan
  2. Golongan: Kumarin
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikoagulan (penghambat Vitamin K Epoksida Reduktase), Antiinflamasi, Dan Vasodilator.
    Tampilkan
  3. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun, kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik, Antiseptik, Antioksidan, Dan Antiinflamasi.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kayu Manis Padang

Interaksi & Kontraindikasi Kayu Manis Padang dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan sebagai bumbu dapur (dosis rendah)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aman dikonsumsi dalam jumlah kecil sebagai bumbu. Tidak diperlukan tindakan khusus.

  2. Penggunaan bersamaan dengan obat antidiabetes (misal metformin, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau kadar gula darah secara teratur karena kayu manis dapat menurunkan gula darah. Konsultasi dengan dokter untuk penyesuaian dosis obat.

  3. Penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Monitor tekanan darah karena efek vasodilatasi dan hipotensi potensial. Hindari dosis tinggi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Kayu Manis Padang

Kayu Manis Padang (Cinnamomum burmannii) umumnya aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai bumbu masakan. Namun, konsumsi berlebihan, terutama suplemen ekstrak kayu manis, dapat menimbulkan berbagai efek samping signifikan karena kandungan senyawa aktifnya, terutama kumarin. Paparan kumarin dalam dosis tinggi dan jangka panjang diketahui bersifat hepatotoksik, yang dapat menyebabkan peningkatan enzim hati hingga kerusakan atau toksisitas pada organ hati manusia. Risiko ini menjadi lebih tinggi pada individu yang memang telah memiliki kondisi gangguan fungsi hati sebelumnya.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Kayu Manis Padang

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kayu Manis Padang.

  1. Efek ekstrak kulit kayu manis Padang (Cinnamomum burmannii) terhadap kontrol glikemik dan profil lipid pada diabetes melitus tipe 2

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak C. burmannii menurunkan kadar glukosa darah puasa, HbA1c, dan LDL secara signifikan dibandingkan plasebo. Efek ini disertai peningkatan HDL, tanpa perubahan fungsi ginjal dan hati.
    Tampilkan
  2. Potensi Cinnamomum burmannii sebagai agen antidiabetes: sebuah kajian sistematis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    C. burmannii secara konsisten menurunkan glukosa darah melalui penghambatan α-glukosidase dan α-amilase serta peningkatan sensitivitas insulin. Bukti klinis masih terbatas dan memerlukan RCT dengan durasi lebih panjang.
    Tampilkan
  3. Ekstrak Cinnamomum burmannii memperbaiki resistensi insulin dan stres oksidatif pada mencit yang diberi diet tinggi lemak

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan HOMA-IR, TNF-α, dan malondialdehid, serta meningkatkan ekspresi GLUT4 di jaringan otot. Perbaikan ini sebanding dengan metformin pada dosis 400 mg/kgBB.
    Tampilkan

VIII. FAQ Kayu Manis Padang

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kayu Manis Padang.

Apa perbedaan utama antara kayu manis Cassia (Cinnamomum burmannii) dan kayu manis Ceylon (Cinnamomum verum)?
Kayu manis Cassia memiliki kandungan kumarin yang jauh lebih tinggi (rata-rata 2-4 g/kg) dibandingkan kayu manis Ceylon (0,01-0,1 g/kg). Kumarin dapat menyebabkan kerusakan hati jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Cassia juga memiliki rasa yang lebih pedas dan kuat, sedangkan Ceylon lebih lembut. Sumber: EFSA Journal, 2008; 6(9): 793 dan Bundesinstitut für Risikobewertung (BfR), 2006.
Berapa batas aman konsumsi harian kayu manis Cassia?
Batas aman asupan kumarin dari kayu manis Cassia adalah 0,1 mg per kg berat badan per hari. Untuk orang dewasa dengan berat 70 kg, setara dengan sekitar 2-3 gram Cassia per hari (kurang lebih 1 sendok teh). Konsumsi di atas batas ini secara teratur dapat meningkatkan risiko hepatotoksisitas. Sumber: EFSA Panel on Food Additives, 2010; 8(1): 1238.
Apakah kayu manis Cassia aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Penggunaan kayu manis Cassia dalam jumlah bumbu dapur (sekitar 1-2 gram per hari) umumnya dianggap aman selama kehamilan dan menyusui. Dosis tinggi (suplemen) tidak dianjurkan karena kandungan kumarin yang berpotensi menyebabkan kontraksi rahim dan gangguan hati. Tidak ada studi memadai tentang keamanan suplemen pada ibu hamil. Sumber: Gardner et al., 2016, Journal of Midwifery & Women's Health dan American Pregnancy Association.
Bagaimana efek kayu manis Cassia terhadap kadar gula darah?
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kayu manis Cassia (1-6 gram per hari) dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2. Mekanismenya diduga melalui peningkatan sensitivitas insulin dan penghambatan enzim alfa-glukosidase. Namun efeknya bervariasi dan belum konsisten antar studi. Sumber: Khan et al., 2003, Diabetes Care; 26(12): 3215-3218 dan Ziegenfuss et al., 2006, Journal of the International Society of Sports Nutrition; 3: 45-51.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi berlebihan kayu manis Cassia?
Konsumsi kumarin dosis tinggi (>0,1 mg/kg BB/hari) dapat menyebabkan kerusakan hati, mulai dari peningkatan enzim hati hingga hepatitis. Gejala lain meliputi iritasi mulut dan lambung, reaksi alergi, serta interaksi dengan obat pengencer darah. Kasus keracunan kumarin jarang namun telah dilaporkan. Sumber: BfR, 2006 dan Laksmita et al., 2020, Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia; 11(2): 123-130.
Apakah kayu manis Cassia aman untuk bayi dan anak-anak?
Penggunaan kayu manis Cassia sebagai bumbu dalam jumlah sangat kecil pada makanan bayi (misal taburan bubur) umumnya aman, tetapi tidak dianjurkan untuk pemberian suplemen atau dosis tinggi. Anak-anak memiliki berat badan rendah sehingga lebih rentan terhadap efek toksik kumarin. Batas aman kumarin pada anak-anak juga 0,1 mg/kg BB/hari. Sumber: EFSA, 2010 dan Pedoman Makanan Bayi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).
Apakah kayu manis Cassia dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya, kayu manis Cassia dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan (warfarin) karena kumarin memiliki aktivitas antikoagulan ringan dan meningkatkan risiko perdarahan. Juga dapat berinteraksi dengan obat diabetes (misal insulin, sulfonilurea) karena efek penurun gula darah yang sinergis. Pada dosis tinggi, dapat mempengaruhi obat yang dimetabolisme oleh hati. Sumber: Ulbricht et al., 2013, Journal of Dietary Supplements; 10(1): 1-22 dan National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH).

Kayu Manis

Cinnamomum verum

Kayu Manis Cina

Cinnamomum cassia

Cari: