• Herbapedia.id

Cassia / Kayu Manis Padang

Cinnamomum burmannii
Nama: Cassia / Kayu Manis Padang
Nama Latin/Ilmiah: Cinnamomum burmannii
Famili: Lauraceae

Kandungan:
Sinamaldehida, eugenol, kumarin
Nama Lain:
Padang cassia (Indonesia), Korintje cassia (Indonesia), Java cinnamon (Indonesia), Batavia cassia (Indonesia), Indonesian cinnamon (Indonesia)
Asal:
Indonesia, Sumatera Barat
Bagian Utama:
Kulit Batang
Rasa:
Pedas, manis

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Cassia / Kayu Manis Padang

Cinnamomum burmannii, yang dikenal luas sebagai Cassia atau Kayu Manis Padang, merupakan spesies pohon penghasil rempah yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai salah satu pusat penyebaran utamanya, khususnya di daerah Sumatera Barat. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Lauraceae dan dapat tumbuh hingga ketinggian 15 meter. Ciri khas botani dari spesies ini adalah daunnya yang berbentuk lonjong dengan tiga urat utama yang melengkung dari pangkal, serta kulit batang yang lebih tebal dan bertekstur kasar dibandingkan jenis kayu manis lainnya. Bagian yang paling bernilai secara ekonomi adalah kulit kayu bagian dalam yang dikeringkan dan menghasilkan aroma khas.

Advertisement

Flavor dan karakteristik kulit kayu Cinnamomum burmannii membedakannya secara signifikan dari kerabat dekatnya, Cinnamomum verum (kayu manis Ceylon). Kayu Manis Padang memiliki rasa yang lebih pedas, tajam, dan manis dengan sedikit sensasi pahit, serta tekstur yang lebih keras dan sulit digulung. Perbedaan kimiawi yang paling penting adalah kandungan kumarin pada spesies ini yang jauh lebih tinggi dibandingkan kayu manis asli. Senyawa kumarin inilah yang memberikan aroma khas yang kuat, namun juga menjadi perhatian dalam konsumsi dalam jumlah besar karena efeknya terhadap kesehatan hati pada beberapa individu.

Secara komersial, Cinnamomum burmannii mendominasi perdagangan kayu manis global, terutama karena harga produksinya yang lebih rendah dan daya tahan kulit kayu yang baik. Di Indonesia, tanaman ini menjadi primadona ekspor rempah dengan sentra produksi utama di Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu. Selain digunakan sebagai bumbu masakan dan bahan campuran kue, ekstraknya juga dimanfaatkan dalam industri farmasi dan kosmetik karena sifat antimikroba dan antioksidannya. Minyak atsiri yang dihasilkan dari kulit kayu dan daunnya mengandung sinamaldehida sebagai komponen utama, yang memberikan aroma hangat dan kegunaan dalam terapi aromatik.

Update: 28 Jul 2026 - 17:56:22

 

II. Manfaat Cassia / Kayu Manis Padang

Manfaat Cassia / Kayu Manis Padang untuk kesehatan.

  1. Antidiabetes (Penurunan Glukosa Darah pada Diabetes Tipe 2)

    Sinamaldehida dan proantosianidin meningkatkan sensitivitas insulin dengan mengaktifkan jalur pensinyalan insulin (IRS-1/PI3K/Akt) dan menghambat enzim α-glukosidase serta α-amilase. Selain itu, ekstrak meningkatkan ekspresi GLUT4 dan mengurangi resistensi insulin melalui aktivasi AMPK.

    Senyawa Aktif: Sinamaldehida, Proantosianidin, Eugenol
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Nyeri Sendi (Osteoartritis)

    Sinamaldehida dan kumarin menghambat aktivasi NF-κB dan menekan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Jalur ini mengurangi degradasi kartilago dan nyeri.

    Senyawa Aktif: Sinamaldehida, Kumarin, Eugenol
    Tampilkan
  3. Antimikroba terhadap Bakteri Rongga Mulut (termasuk Streptococcus mutans)

    Sinamaldehida dan eugenol merusak membran sel bakteri, menghambat sintesis dinding sel, dan mengganggu pembentukan biofilm. Efek sinergis dengan fluoride telah diamati.

    Senyawa Aktif: Sinamaldehida, Eugenol, Asam Sinamat
    Tampilkan
  4. Antioksidan (Penangkal Radikal Bebas)

    Senyawa polifenol (flavonoid, proantosianidin) mendonorkan elektron dan menstabilkan radikal bebas. Ekstrak meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx).

    Senyawa Aktif: Proantosianidin, Katekin, Asam Klorogenat
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Cassia / Kayu Manis Padang

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cassia / Kayu Manis Padang.

  1. Sinamaldehida

    Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antiinflamasi, Antidiabetes, Dan Neuroprotektif.
    Tampilkan
  2. Kumarin (1,2-benzopiron)

    Golongan: Kumarin
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikoagulan (penghambat Vitamin K Epoksida Reduktase), Antiinflamasi, Dan Vasodilator.
    Tampilkan
  3. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun, kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik, Antiseptik, Antioksidan, Dan Antiinflamasi.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Cassia / Kayu Manis Padang

Penggunaan sebagai bumbu dapur (dosis rendah)

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Aman dikonsumsi dalam jumlah kecil sebagai bumbu. Tidak diperlukan tindakan khusus.

Penggunaan bersamaan dengan obat antidiabetes (misal metformin, insulin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Pantau kadar gula darah secara teratur karena kayu manis dapat menurunkan gula darah. Konsultasi dengan dokter untuk penyesuaian dosis obat.

Penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Monitor tekanan darah karena efek vasodilatasi dan hipotensi potensial. Hindari dosis tinggi.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Cassia / Kayu Manis Padang

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cassia / Kayu Manis Padang.

Apa perbedaan utama antara kayu manis Cassia (Cinnamomum burmannii) dan kayu manis Ceylon (Cinnamomum verum)?
Kayu manis Cassia memiliki kandungan kumarin yang jauh lebih tinggi (rata-rata 2-4 g/kg) dibandingkan kayu manis Ceylon (0,01-0,1 g/kg). Kumarin dapat menyebabkan kerusakan hati jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Cassia juga memiliki rasa yang lebih pedas dan kuat, sedangkan Ceylon lebih lembut. Sumber: EFSA Journal, 2008; 6(9): 793 dan Bundesinstitut für Risikobewertung (BfR), 2006.
Berapa batas aman konsumsi harian kayu manis Cassia?
Batas aman asupan kumarin dari kayu manis Cassia adalah 0,1 mg per kg berat badan per hari. Untuk orang dewasa dengan berat 70 kg, setara dengan sekitar 2-3 gram Cassia per hari (kurang lebih 1 sendok teh). Konsumsi di atas batas ini secara teratur dapat meningkatkan risiko hepatotoksisitas. Sumber: EFSA Panel on Food Additives, 2010; 8(1): 1238.
Apakah kayu manis Cassia aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Penggunaan kayu manis Cassia dalam jumlah bumbu dapur (sekitar 1-2 gram per hari) umumnya dianggap aman selama kehamilan dan menyusui. Dosis tinggi (suplemen) tidak dianjurkan karena kandungan kumarin yang berpotensi menyebabkan kontraksi rahim dan gangguan hati. Tidak ada studi memadai tentang keamanan suplemen pada ibu hamil. Sumber: Gardner et al., 2016, Journal of Midwifery & Women's Health dan American Pregnancy Association.
Bagaimana efek kayu manis Cassia terhadap kadar gula darah?
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kayu manis Cassia (1-6 gram per hari) dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2. Mekanismenya diduga melalui peningkatan sensitivitas insulin dan penghambatan enzim alfa-glukosidase. Namun efeknya bervariasi dan belum konsisten antar studi. Sumber: Khan et al., 2003, Diabetes Care; 26(12): 3215-3218 dan Ziegenfuss et al., 2006, Journal of the International Society of Sports Nutrition; 3: 45-51.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi berlebihan kayu manis Cassia?
Konsumsi kumarin dosis tinggi (>0,1 mg/kg BB/hari) dapat menyebabkan kerusakan hati, mulai dari peningkatan enzim hati hingga hepatitis. Gejala lain meliputi iritasi mulut dan lambung, reaksi alergi, serta interaksi dengan obat pengencer darah. Kasus keracunan kumarin jarang namun telah dilaporkan. Sumber: BfR, 2006 dan Laksmita et al., 2020, Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia; 11(2): 123-130.
Apakah kayu manis Cassia aman untuk bayi dan anak-anak?
Penggunaan kayu manis Cassia sebagai bumbu dalam jumlah sangat kecil pada makanan bayi (misal taburan bubur) umumnya aman, tetapi tidak dianjurkan untuk pemberian suplemen atau dosis tinggi. Anak-anak memiliki berat badan rendah sehingga lebih rentan terhadap efek toksik kumarin. Batas aman kumarin pada anak-anak juga 0,1 mg/kg BB/hari. Sumber: EFSA, 2010 dan Pedoman Makanan Bayi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).
Apakah kayu manis Cassia dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya, kayu manis Cassia dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan (warfarin) karena kumarin memiliki aktivitas antikoagulan ringan dan meningkatkan risiko perdarahan. Juga dapat berinteraksi dengan obat diabetes (misal insulin, sulfonilurea) karena efek penurun gula darah yang sinergis. Pada dosis tinggi, dapat mempengaruhi obat yang dimetabolisme oleh hati. Sumber: Ulbricht et al., 2013, Journal of Dietary Supplements; 10(1): 1-22 dan National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH).

Chinese Cassia

Cinnamomum cassia