Nama: Asam Kafeat
Nama (en): Caffeic Acid
Formula: C9H8O4
Sumber: Many plants (coffee, fruits, vegetables)
Klasifikasi: Phenol
Sub-Klasifikasi: Phenylpropanoid

Advertisement


Nama Lain:
Caffeic Acid, 3,4-Dihydroxycinnamic acid, Caffeate, Coffee acid
IUPAC: 3-(3,4-dihydroxyphenyl)prop-2-enoic acid
Molecular Weight: 180.1600
Mass: 180.0423

Apa itu Asam Kafeat?

Asam kafeat (asam 3,4-dihidroksisinamat) adalah asam fenolat alami yang termasuk dalam golongan hidroksisinamat, dengan rumus molekul C₉H₈O₄ dan berat molekul 180,16 g/mol. Senyawa ini terbentuk dari ikatan antara gugus fenolik dan asam akrilat, serta merupakan intermediet penting dalam biosintesis lignin sehingga dapat ditemukan hampir di semua tumbuhan. Asam kafeat hadir dalam dua bentuk isomer, trans dan cis, dengan struktur trans sebagai bentuk yang paling umum ditemukan di alam. 

Secara fisikokimia, senyawa ini memiliki titik lebur sekitar 211-225°C (terdekomposisi), kelarutan dalam air mencapai 1,61 g/L, nilai logP 1,42-1,67 yang menunjukkan sifat lipofilitas rendah hingga sedang, serta tiga gugus donor dan empat akseptor ikatan hidrogen. Sumber alami asam kafeat sangat melimpah, ditemukan pada teh, kopi, berbagai sayuran berdaun hijau, buah-buahan seperti apel dan anggur, serta rempah-rempah seperti daun salam (Syzygium polyanthum) yang mengandung asam kafeat 38,78-103,47 µg/mg ekstrak.

Aktivitas & Manfaat Farmakologi

Asam kafeat menunjukkan spektrum aktivitas farmakologis yang luas, terutama sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Aktivitas antioksidannya berasal dari gugus dihidroksifenil yang efektif menangkap radikal bebas, sementara mekanisme anti-inflamasinya meliputi inhibisi enzim 5-Lipoksigenase (5-LOX) dan modulasi jalur sinyal MAPK serta Akt. 

Pada model hewan, asam kafeat terbukti mengurangi stres oksidatif dan perilaku sakit akibat LPS, menangkal agregasi α-sinuklein (terkait Parkinson), serta memperbaiki gangguan memori dan pembelajaran pada model hiperinsulinemia melalui modulasi sinyal insulin serebral dan penurunan ekspresi p-tau dan APP di hipokampus. Dalam konteks onkologi, efek antitumornya dikaitkan dengan sifat pro-oksidan selektif yang meningkatkan oksidasi DNA sel tumor, menekan angiogenesis, dan menghambat MMP-2 serta MMP-9. 

Dalam pengelolaan diabetes dan komplikasinya, asam kafeat terbukti menekan jalur molekuler yang memicu inflamasi, ketidakseimbangan redoks, dan apoptosis pada berbagai organ target. Senyawa ini juga menunjukkan aktivitas nefroprotektif melalui pengaturan sitokin inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan CASP-3. Namun, bioavailabilitas oral asam kafeat tergolong rendah akibat absorpsi intestinal yang buruk dan permeabilitas rendah pada sel Caco-2.

Implementasi di TCM, Ayurveda, & Fitokimia Terapan

Dalam pengobatan tradisional, asam kafeat merupakan komponen bioaktif yang teridentifikasi dalam berbagai formulasi herbal di sistem Ayurveda dan TCM. Dalam Ayurveda, asam kafeat ditemukan sebagai salah satu senyawa penanda kualitas dalam formulasi NEERI KFT yang digunakan untuk disfungsi ginjal, bersama dengan asam galat dan asam ferulat. Formulasi Ayurveda yang direkomendasikan untuk COVID-19 juga menunjukkan adanya asam kafeat bersama dengan senyawa aktif lain seperti kurkumin, piperin, dan berberin, yang berkontribusi pada aktivitas antivirus dan imunomodulator. 

Dalam Thai Traditional Medicine yang terintegrasi dengan konsep Ayurveda, formulasi AVS073 (Ayurved Siriraj Wattana) mengandung asam kafeat dengan kadar 0,0021-0,0695% w/w, menjadikannya asam fenolat yang paling umum ditemukan di antara 18 komponen herbal penyusunnya. Dalam Pengobatan Tradisional Tionghoa (TCM), tanaman yang kaya asam kafeat seperti Honeysuckle (Lonicera japonica) dan Salvia miltiorrhiza telah digunakan secara luas dalam formula antimikroba dan kardiovaskular. 

Dari sisi implementasi fitokimia modern, interaksi obat menjadi perhatian penting: asam kafeat terbukti menghambat enzim CYP1A2 yang berperan dalam metabolisme melatonin, sehingga pemberian bersamaan meningkatkan AUC melatonin hingga 30% pada studi hewan, mengindikasikan potensi interaksi klinis dengan obat-obatan yang dimetabolisme oleh CYP1A2 seperti teofilin dan kafein. Metabolisme asam kafeat sendiri melibatkan enzim CYP450 dan senyawa ini mudah terdisosiasi dari bentuk konjugasinya (seperti asam klorogenat) untuk beredar dalam sirkulasi sistemik.

---

Daftar Referensi

  1. BOC Sciences. Caffeic acid - CAS 331-39-5 Product Information.
  2. National Institutes of Health (NIH). Table 1: Caffeic acid disease models and mechanisms of action. Nutrients, 2022. PubMed Central PMC8875888.
  3. Akarasereenont, P. (2015). Quantitative Analysis of Some Phenolic Compounds in Ayurved Siriraj Wattana (AVS073) Using HPTLC. Siriraj Medical Journal, 67(2).
  4. Jana, S., & Rastogi, H. (2017). Effects of Caffeic Acid and Quercetin on In Vitro Permeability, Metabolism and In Vivo Pharmacokinetics of Melatonin in Rats. European Journal of Drug Metabolism and Pharmacokinetics, 42(5), 781-791.
  5. Garuda Kemdiktisaintek. Isolasi Asam Fenolat dari Daun Anting-anting (Acalypha indica L.), 2018.
  6. FooDB. Caffeic acid (FDB002558) Compound Information.
  7. Alam, M., et al. (2022). Potential Therapeutic Implications of Caffeic Acid in Cancer Signaling: Past, Present, and Future. Frontiers in Pharmacology.
  8. Gaurav, et al. (2023). Multi-Mechanistic and Therapeutic Exploration of Nephroprotective Effect of Traditional Ayurvedic Polyherbal Formulation. Biomedicines, 11(1), 168.
  9. Springer. (2017). Effects of Caffeic Acid and Quercetin on Melatonin Pharmacokinetics in Rats. European Journal of Drug Metabolism and Pharmacokinetics.
  10. Fikriyah, A.G., & Yuliana, N.D. (2020). Pengaruh Umur Daun dan Jenis Pelarut terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Salam. FAO/AGRIS.
  11. BOC Sciences Building Block. Caffeic acid Technical Data Sheet.
  12. Salau, V., & Olofinsan, K. (2025). Therapeutic Effects of Caffeic Acid and Its Derivatives on Diabetes and Associated Complications. Taylor & Francis.
  13. Sulaiman, C.T., et al. (2021). Chemical profiling of selected Ayurveda formulations recommended for COVID-19. Beni-Suef University Journal of Basic and Applied Sciences, 10(1).
  14. ScienceDirect. (2013). Metabolism schemes of chlorogenic, quinic and caffeic acid derivatives in rats. Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis.
  15. InvivoChem. Caffeic acid (CAS 331-39-5) Product Manual.

Piperin

Piperine

Rutin

Rutin

Resep Herbal

Cari: