Advertisement
Cymbopogon citratus, yang lebih dikenal sebagai serai atau lemongrass, adalah tanaman herba abadi dari famili Poaceae yang berasal dari wilayah tropis Asia Tenggara. Tanaman ini tumbuh membentuk rumpun padat dengan batang semu berlapis-lapis yang keras dan daun panjang meruncing seperti rumput, berwarna hijau kebiruan. Ciri khasnya terletak pada minyak atsiri yang kaya akan sitral (sekitar 65-85%), senyawa yang memberi aroma segar khas lemon sekaligus berfungsi sebagai mekanisme pertahanan alami dari herbivora. Secara morfologi, serai memiliki sistem perakaran serabut yang kuat dan sering diperbanyak secara vegetatif melalui pemisahan anakan, sehingga mudah dibudidayakan di pekarangan rumah maupun lahan perkebunan.
Sereh paling seneng tumbuh di daerah tropis dengan sinar matahari penuh. Tanaman ini fleksibel, bisa hidup di berbagai jenis tanah asalkan drainasenya bagus dan nggak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Serai / Sereh (Cymbopogon citratus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Tipe akar serabut yang tumbuh rapat dan kuat di dalam tanah. |
| Batang | Batangnya sebenarnya adalah pelepah daun yang saling menumpuk dan membentuk rimpang semu berwarna putih keunguan atau agak hijau. |
| Daun | Bentuknya panjang seperti pita, permukaannya kasar kalau dipegang, tepinya tajam, dan punya aroma jeruk yang khas banget kalau diremas. |
| Bunga | Jarang banget berbunga, tapi kalau muncul, bunganya berbentuk malai yang menjuntai keluar dari batang. |
| Tinggi Tanaman | Bisa tumbuh sampai 50–100 cm tergantung perawatan dan kesuburan tanah. |
8 Manfaat Serai / Sereh untuk kesehatan.
Senyawa sitral dan geraniol menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. Juga menghambat aktivasi NF-κB, mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.
Citral dan geraniol merusak membran sel mikroba dengan meningkatkan permeabilitas, menyebabkan kebocoran ion dan lisis. Juga menghambat pembentukan biofilm pada Candida albicans dan bakteri Gram-positif seperti Staphylococcus aureus.
Flavonoid (luteolin, apigenin) dan asam fenolat (asam klorogenat) meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase. Menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS) dan menghambat peroksidasi lipid.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Serai / Sereh.
Interaksi & Kontraindikasi Serai / Sereh dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Serai (Cymbopogon citratus) secara umum dianggap aman jika digunakan dalam jumlah makanan atau seduhan teh. Namun, minyak atsiri serai serta komponen utamanya seperti citral, geraniol, dan limonene dapat menyebabkan dermatitis kontak alergik. Gejala yang muncul dapat berupa eritema, rasa gatal, papul, eksema, atau rasa terbakar pada kulit, terutama pada individu yang sudah tersensitisasi terhadap produk wewangian atau alergen tanaman dari famili Poaceae. Reaksi hipersensitivitas ini umumnya terjadi setelah pemakaian topikal berulang, bukan karena konsumsi teh biasa.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Serai / Sereh.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Serai / Sereh.