Serai / Sereh

Lemongrass | Cymbopogon citratus
Serai / Sereh
Nama
Serai / Sereh (Lemongrass)
Nama Latin/Ilmiah
Cymbopogon citratus
Famili
Bagian Digunakan
Batang, Daun
Rasa
Lemon

Nama Lain
Takrai (Thailand), Hierba limón (Mexico), Fever grass (Jamaica), Citronelle (France)
Asal
Sri Lanka, India
Kandungan Utama
Sitral, geraniol, sitronellal

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Serai / Sereh

Cymbopogon citratus, yang lebih dikenal sebagai serai atau lemongrass, adalah tanaman herba abadi dari famili Poaceae yang berasal dari wilayah tropis Asia Tenggara. Tanaman ini tumbuh membentuk rumpun padat dengan batang semu berlapis-lapis yang keras dan daun panjang meruncing seperti rumput, berwarna hijau kebiruan. Ciri khasnya terletak pada minyak atsiri yang kaya akan sitral (sekitar 65-85%), senyawa yang memberi aroma segar khas lemon sekaligus berfungsi sebagai mekanisme pertahanan alami dari herbivora. Secara morfologi, serai memiliki sistem perakaran serabut yang kuat dan sering diperbanyak secara vegetatif melalui pemisahan anakan, sehingga mudah dibudidayakan di pekarangan rumah maupun lahan perkebunan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 10 Agu 2026 - 01:20:02
 

II. Ciri-ciri Serai / Sereh

Sereh paling seneng tumbuh di daerah tropis dengan sinar matahari penuh. Tanaman ini fleksibel, bisa hidup di berbagai jenis tanah asalkan drainasenya bagus dan nggak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Serai / Sereh (Cymbopogon citratus):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Tipe akar serabut yang tumbuh rapat dan kuat di dalam tanah.
Batang Batangnya sebenarnya adalah pelepah daun yang saling menumpuk dan membentuk rimpang semu berwarna putih keunguan atau agak hijau.
Daun Bentuknya panjang seperti pita, permukaannya kasar kalau dipegang, tepinya tajam, dan punya aroma jeruk yang khas banget kalau diremas.
Bunga Jarang banget berbunga, tapi kalau muncul, bunganya berbentuk malai yang menjuntai keluar dari batang.
Tinggi Tanaman Bisa tumbuh sampai 50–100 cm tergantung perawatan dan kesuburan tanah.

III. Manfaat Serai / Sereh

8 Manfaat Serai / Sereh untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis Lutut

    Senyawa sitral dan geraniol menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. Juga menghambat aktivasi NF-κB, mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Citral (geranial + neral), Geraniol, β-Myrcene
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas (Kulit dan Mulut)

    Citral dan geraniol merusak membran sel mikroba dengan meningkatkan permeabilitas, menyebabkan kebocoran ion dan lisis. Juga menghambat pembentukan biofilm pada Candida albicans dan bakteri Gram-positif seperti Staphylococcus aureus.

    Senyawa Aktif: Citral (geranial + neral), Geraniol, Limonen
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan Perlindungan terhadap Stres Oksidatif

    Flavonoid (luteolin, apigenin) dan asam fenolat (asam klorogenat) meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase. Menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS) dan menghambat peroksidasi lipid.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Serai / Sereh

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Serai / Sereh.

  1. Citral (neral + geranial)

    Golongan: Terpenoid (monoterpena aldehida)
    Bagian Tanaman: Daun (termasuk batang muda)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba (Staphylococcus Aureus, Escherichia Coli, Candida Albicans), Antiinflamasi, Antioksidan, Antikanker (in Vitro), Penghambat CYP450.
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (monoterpena hidrokarbon)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik, Antiinflamasi, Sedatif (studi Hewan), Antimikroba (in Vitro).
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid (monoterpena siklik)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (penghambat Karsinogenesis Pada Hewan), Antioksidan, Meningkatkan Penyerapan Kulit.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Serai / Sereh

Interaksi & Kontraindikasi Serai / Sereh dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan (terutama trimester pertama dan menjelang persalinan)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan serai dalam dosis tinggi atau sebagai suplemen karena dapat merangsang kontraksi rahim dan berpotensi menyebabkan keguguran.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, aspirin, clopidogrel, heparin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Serai memiliki efek antikoagulan ringan yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Pantau waktu perdarahan dan konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan rutin.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Serai dapat menurunkan kadar gula darah. Pantau gula darah secara teratur dan sesuaikan dosis obat diabetes jika perlu di bawah pengawasan medis.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Serai / Sereh

Serai (Cymbopogon citratus) secara umum dianggap aman jika digunakan dalam jumlah makanan atau seduhan teh. Namun, minyak atsiri serai serta komponen utamanya seperti citral, geraniol, dan limonene dapat menyebabkan dermatitis kontak alergik. Gejala yang muncul dapat berupa eritema, rasa gatal, papul, eksema, atau rasa terbakar pada kulit, terutama pada individu yang sudah tersensitisasi terhadap produk wewangian atau alergen tanaman dari famili Poaceae. Reaksi hipersensitivitas ini umumnya terjadi setelah pemakaian topikal berulang, bukan karena konsumsi teh biasa.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Serai / Sereh

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Serai / Sereh.

  1. Aktivitas Akarisidal Minyak Atsiri Cymbopogon citratus terhadap Rhipicephalus microplus: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Minyak atsiri C. citratus menunjukkan efek akarisidal yang tinggi dan bergantung pada konsentrasi terhadap R. microplus. Konsentrasi 10% menghasilkan mortalitas lebih dari 90%, setara dengan akarisida komersial.
    Tampilkan
  2. Efek Teh Daun Serai (Cymbopogon citratus) terhadap Kontrol Glikemik dan Profil Lipid pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda Terkontrol Plasebo

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Konsumsi teh daun serai selama 12 minggu secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan trigliserida dibandingkan plasebo. Tidak ada efek signifikan terhadap kolesterol LDL dan HDL.
    Tampilkan
  3. Pengaruh Aromaterapi Minyak Atsiri Serai (Cymbopogon citratus) terhadap Kecemasan dan Kualitas Tidur pada Dewasa Muda: Uji Klinis Acak

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Inhalasi aromaterapi serai selama 15 menit sebelum tidur selama 7 hari mengurangi skor kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur secara signifikan. Tidak ditemukan efek samping yang merugikan.
    Tampilkan

VIII. FAQ Serai / Sereh

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Serai / Sereh.

Apa saja senyawa aktif utama dalam serai (Cymbopogon citratus) dan bagaimana manfaatnya bagi kesehatan?
Serai mengandung minyak atsiri dengan senyawa utama seperti sitral (geranial dan neral), geraniol, myrcene, dan limonene. Senyawa-senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan analgesik. (Sumber: Shah, G., et al. (2011). Pharmacological potential of Cymbopogon citratus: A review. Journal of Advanced Pharmaceutical Technology & Research, 2(1), 4-9.)
Apakah aman mengonsumsi teh serai setiap hari dalam jangka panjang?
Konsumsi teh serai dalam jumlah wajar (1-2 cangkir per hari) umumnya aman bagi orang dewasa sehat. Namun, karena efek diuretik ringannya, konsumsi berlebih dapat menyebabkan dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit. (Sumber: Sari, D. K., & Sari, R. (2018). Efek diuretik infusa serai (Cymbopogon citratus) pada tikus putih. Jurnal Ilmiah Farmasi, 14(2), 60-66.)
Bagaimana cara menggunakan serai untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti perut kembung?
Serai dapat dikonsumsi sebagai teh dengan menyeduh 2-3 batang serai segar yang dimemarkan dalam air panas selama 5-10 menit. Minyak atsiri seperti sitral dan geraniol membantu merelaksasi otot polos saluran pencernaan serta memiliki efek karminatif. (Sumber: Blanco, M. M., et al. (2009). Gastroprotective effect of Cymbopogon citratus. Journal of Ethnopharmacology, 124(1), 45-50.)
Apakah serai aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Konsumsi serai dalam jumlah kecil sebagai bumbu atau teh sesekali mungkin aman, namun dosis tinggi atau ekstrak pekat sebaiknya dihindari karena efek stimulasi uterus dan potensi kontraksi. Ibu menyusui juga perlu hati-hati karena belum ada data cukup tentang ekskresinya ke ASI. Konsultasi dokter sangat dianjurkan. (Sumber: Ernst, E. (2002). Herbal medicinal products during pregnancy: are they safe? British Journal of Obstetrics and Gynaecology, 109(3), 227-235.)
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi serai berlebihan?
Konsumsi serai dalam dosis sangat tinggi dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung, pusing, mulut kering, dan gangguan frekuensi buang air kecil akibat efek diuretik. Pada beberapa individu sensitif, reaksi alergi seperti ruam kulit juga mungkin terjadi. (Sumber: Leung, A. Y., & Foster, S. (1996). Encyclopedia of Common Natural Ingredients Used in Food, Drugs, and Cosmetics. John Wiley & Sons.)
Bagaimana pengaruh serai terhadap tekanan darah?
Ekstrak serai dilaporkan memiliki efek hipotensif karena kandungan sitral yang dapat merelaksasi pembuluh darah dan meningkatkan produksi oksida nitrat. Namun, efek ini perlu diwaspadai pada individu yang mengonsumsi obat antihipertensi karena dapat menyebabkan tekanan darah terlalu rendah. (Sumber: Momin, A. H., et al. (2010). Antihypertensive effect of Cymbopogon citratus in rats. Journal of Basic and Clinical Physiology and Pharmacology, 21(4), 333-344.)
Apakah serai aman digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Penggunaan serai pada bayi dan anak-anak belum banyak diteliti secara klinis. Secara tradisional, teh serai encer terkadang diberikan untuk meredakan kolik atau demam pada anak di atas 2 tahun, dosis harus sangat rendah. Namun, karena potensi efek iritasi dan belum adanya data keamanan, konsultasi dokter anak sangat disarankan. (Sumber: Barnes, J., et al. (2007). Herbal Medicines. Pharmaceutical Press.)

Dafnah

Laurus nobilis

Jeruk Purut

Citrus hystrix

Cari: