Jeruk Purut

Kaffir Lime | Citrus hystrix
Jeruk Purut
Nama
Jeruk Purut (Kaffir Lime)
Nama Latin/Ilmiah
Citrus hystrix
Famili
Bagian Digunakan
Daun, Kulit Buah
Rasa
Citrus, lime, and slightly bitter

Nama Lain
Bai makrut (Thailand), Daun limau purut (Malaysia), Kaffir lime leaf (United States), Makrut lime leaf (United Kingdom)
Asal
Indonesia, Malaysia, Thailand
Kandungan Utama
Sitronelal, limonena, sitronelol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Jeruk Purut

Daun jeruk purut, yang dikenal secara ilmiah sebagai Citrus hystrix, merupakan tanaman rempah khas Asia Tenggara yang memiliki peran vital dalam kuliner dan pengobatan tradisional. Berbeda dengan jeruk pada umumnya, daun dari spesies ini memiliki bentuk unik seperti angka delapan atau dua helai daun yang menyatu, dengan permukaan hijau tua mengilap dan aroma citrus yang sangat tajam. Tanaman ini tumbuh sebagai perdu atau pohon kecil dengan duri-duri tajam pada batangnya, serta menghasilkan buah berkerut berwarna hijau tua yang jarang digunakan secara langsung karena rasa asamnya yang ekstrem. Minyak atsiri dalam daun mengandung senyawa sitronelal dan limonene yang memberikan aroma khas, menjadikannya bahan esensial dalam masakan seperti tom yum, kari Thailand, dan berbagai hidangan Indonesia seperti rendang atau soto.

Baca Lebih Lanjut
Update: 10 Agu 2026 - 13:20:04
 

II. Ciri-ciri Jeruk Purut

Jeruk purut ini aslinya dari Asia Tenggara. Tumbuh paling oke di daerah tropis dengan sinar matahari yang cukup dan tanah yang subur, serta nggak suka kalau tanahnya tergenang air terlalu lama. Karakteristik/ciri-ciri Jeruk Purut (Citrus hystrix):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Tipe akar tunggang yang kuat, warnanya putih kotor sampai kecokelatan.
Batang Pohonnya perdu atau pohon kecil yang tingginya bisa 2-5 meter. Batangnya berkayu, cabangnya banyak, dan uniknya ada duri-duri tajam di bagian dahan.
Daun Ini ciri paling khasnya: daunnya bertangkai lebar (sayap daun) sehingga terlihat kayak dua helai daun yang menyambung (bifoliate). Bentuknya bulat telur sampai lonjong dengan tepi yang rata dan permukaannya mengkilap.
Bunga Bunganya muncul di ketiak daun, warnanya putih kekuningan, ukurannya kecil, dan aromanya harum banget.
Buah Bentuknya bulat atau agak lonjong dengan kulit yang sangat kasar dan berkerut-kerut. Kalau masih muda warnanya hijau, dan pas matang biasanya berubah jadi hijau kekuningan.
Biji Bijinya berbentuk bulat telur atau agak gepeng, ukurannya kecil, dan jumlahnya cukup banyak di dalam daging buah.

III. Manfaat Jeruk Purut

8 Manfaat Jeruk Purut untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada kondisi inflamasi akut dan kronis

    Ekstrak daun Citrus hystrix menghambat produksi mediator pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan COX-2 melalui penekanan aktivasi NF-κB dan MAPK (ERK, JNK, p38) pada makrofag. Senyawa flavonoid dan alkaloid menghambat enzim lipoxygenase dan siklooksigenase.

    Senyawa Aktif: Flavonoid (rutin, quercetin), Alkaloid (citrusin A), Minyak atsiri (citronellal, linalool)
    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas terhadap bakteri dan jamur patogen

    Minyak atsiri dan senyawa terpenoid merusak integritas membran sel mikroba dengan mengganggu lapisan lipid bilayer, menyebabkan kebocoran ion dan kematian sel. Juga menghambat pembentukan biofilm dan menurunkan motilitas bakteri.

    Senyawa Aktif: Citronellal, Sitronelol, Linalool, Geraniol
    Tampilkan
  3. Antioksidan tinggi untuk perlindungan seluler

    Polifenol dan flavonoid mendonasikan atom hidrogen kepada radikal bebas, menetralkan ROS, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutathione peroksidase melalui aktivasi Nrf2.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Rutin, Asam Klorogenat, Vitamin C
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Jeruk Purut

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jeruk Purut.

  1. Citronellal

    Golongan: Monoterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba (bakteri, Jamur), Antiinflamasi, Insektisida, Repelan Nyamuk.
    Tampilkan
  2. Golongan: Monoterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antioksidan, Sedatif Ringan (aromaterapi).
    Tampilkan
  3. Golongan: Monoterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Anksiolitik, Sedatif, Antikonvulsan (preklinis), Antimikroba.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Jeruk Purut

Interaksi & Kontraindikasi Jeruk Purut dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, calcium channel blocker, beta blocker)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi daun jeruk purut dalam jumlah kuliner aman. Namun, penggunaan ekstrak dosis tinggi secara kronis dapat menambah efek penurunan tekanan darah. Pantau tekanan darah secara berkala jika mengonsumsi suplemen.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetik (metformin, insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun jeruk purut dilaporkan memiliki aktivitas penurun glukosa darah. Kombinasi dengan obat antidiabetik dapat meningkatkan risiko hipoglikemia. Monitor gula darah secara ketat dan konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat sedatif/hipnotik (benzodiazepin, barbiturat, antihistamin sedatif)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Daun jeruk purut mengandung senyawa aromatik yang dapat memberikan efek relaksasi ringan. Jika dikombinasikan dengan obat penenang, potensi sedasi berlebihan perlu diwaspadai. Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin berat apabila efek sedasi terasa.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+3)

VI. Efek Samping Jeruk Purut

Jeruk purut (Citrus hystrix) tidak sepenuhnya bebas risiko, terutama bila digunakan dalam bentuk ekstrak pekat atau minyak atsiri. Pada penggunaan luar, minyak atsiri jeruk purut dapat menimbulkan iritasi kulit dan dermatitis kontak iritan maupun alergi, karena mengandung citronellal dan produk oksidasi d-limonene. Kulit buahnya juga mengandung furokoumarin yang bersifat fototoksik; setelah kontak dengan kulit yang terpapar sinar matahari dapat terjadi eritema, edema, rasa terbakar, vesikel atau lepuh, lalu hiperpigmentasi. Inhalasi uap minyak atsiri yang berlebihan dapat mengiritasi mukosa saluran napas pada penderita asma atau rhinitis.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Jeruk Purut

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Jeruk Purut.

  1. Aktivitas antibakteri minyak atsiri daun jeruk purut terhadap bakteri patogen makanan

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Minyak atsiri jeruk purut memiliki aktivitas antibakteri spektrum luas dengan zona hambat terbesar pada Staphylococcus aureus. Kandungan sitronelal menjadi senyawa utama yang berkontribusi terhadap efek antibakteri.
    Tampilkan
  2. Potensi antioksidan dan antiinflamasi ekstrak etanol daun jeruk purut pada sel makrofag RAW 264.7

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan produksi nitrit oksida serta sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-6 secara bergantung dosis. Aktivitas antioksidan ditunjukkan melalui kemampuan menangkap radikal DPPH dengan IC50 sebesar 82,5 μg/mL.
    Tampilkan
  3. Efek antiobesitas ekstrak kulit jeruk purut terhadap profil lipid tikus Wistar obesitas

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kulit jeruk purut menurunkan berat badan, trigliserida, dan LDL sekaligus meningkatkan HDL. Efek terbaik terlihat pada dosis 400 mg/kgBB.
    Tampilkan

VIII. FAQ Jeruk Purut

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jeruk Purut.

Apa manfaat kesehatan utama dari daun jeruk purut (Citrus hystrix)?
Daun jeruk purut kaya akan senyawa fitokimia seperti flavonoid, tanin, dan minyak atsiri (sitronelal, limonene) yang memberikan aktivitas antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Studi menunjukkan ekstrak daun dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan sistem imun (Chandrakar et al., 2021; Journal of Pharmacy and Pharmacology).
Bagaimana cara mengonsumsi daun jeruk purut dengan aman dalam kehidupan sehari-hari?
Daun jeruk purut umumnya digunakan sebagai bumbu masakan dalam jumlah wajar (2-5 lembar per hidangan). Konsumsi langsung dalam bentuk segar atau kering aman, namun hindari penggunaan minyak atsiri murni tanpa pengenceran karena dapat mengiritasi saluran cerna. Pastikan daun dicuci bersih sebelum digunakan (Nakamura et al., 2019; Food Chemistry).
Apakah daun jeruk purut aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Penggunaan daun jeruk purut sebagai bumbu dapur dalam jumlah normal dianggap aman selama kehamilan dan menyusui. Namun, konsumsi ekstrak pekat atau suplemen herbal tidak dianjurkan karena kurangnya studi keamanan pada populasi ini. Kandungan senyawa aktif seperti sitronelal dapat memengaruhi kontraksi rahim jika dikonsumsi berlebihan (Ernst, 2002; British Journal of Obstetrics and Gynaecology).
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi daun jeruk purut?
Efek samping jarang terjadi pada penggunaan normal. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi lambung, mulas, atau reaksi alergi pada individu sensitif. Minyak atsiri murni jika tertelan dapat menyebabkan keracunan. Studi pada hewan menunjukkan dosis tinggi ekstrak daun dapat menekan sistem saraf pusat (Lertsatitthanakorn et al., 2006; Fitoterapia).
Bagaimana penggunaan daun jeruk purut untuk bayi dan anak-anak?
Untuk bayi di bawah 6 bulan, tidak dianjurkan memberikan daun jeruk purut secara langsung. Pada anak-anak, penggunaan sebagai bumbu masakan dalam jumlah kecil (misalnya 1 lembar dalam sup) dianggap aman. Tidak ada data klinis yang mendukung pemberian sebagai obat herbal untuk anak. Hindari penggunaan minyak esensial secara oral pada anak (Tisserand & Young, 2014; Essential Oil Safety).
Apakah daun jeruk purut dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk penyakit tertentu?
Secara tradisional, daun jeruk purut digunakan untuk meredakan perut kembung, masuk angin, dan sebagai antiseptik ringan. Beberapa studi in vitro dan in vivo mendukung aktivitas antimikroba terhadap bakteri dan jamur, serta efek penurun tekanan darah. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas; konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum digunakan sebagai terapi (Prakobsri et al., 2017; Journal of Ethnopharmacology).
Apa kandungan fitokimia utama dalam daun jeruk purut yang bertanggung jawab atas khasiatnya?
Daun jeruk purut mengandung minyak atsiri dengan komponen utama sitronelal (hingga 80%), limonene, dan β-pinene. Selain itu, terdapat flavonoid seperti rutin, quercetin, dan hesperidin, serta senyawa fenolik lainnya. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi (Sawamura et al., 2004; Flavour and Fragrance Journal).

Serai / Sereh

Cymbopogon citratus

Pandan

Pandanus amaryllifolius

Cari: