Advertisement
Daun jeruk purut, yang dikenal secara ilmiah sebagai Citrus hystrix, merupakan tanaman rempah khas Asia Tenggara yang memiliki peran vital dalam kuliner dan pengobatan tradisional. Berbeda dengan jeruk pada umumnya, daun dari spesies ini memiliki bentuk unik seperti angka delapan atau dua helai daun yang menyatu, dengan permukaan hijau tua mengilap dan aroma citrus yang sangat tajam. Tanaman ini tumbuh sebagai perdu atau pohon kecil dengan duri-duri tajam pada batangnya, serta menghasilkan buah berkerut berwarna hijau tua yang jarang digunakan secara langsung karena rasa asamnya yang ekstrem. Minyak atsiri dalam daun mengandung senyawa sitronelal dan limonene yang memberikan aroma khas, menjadikannya bahan esensial dalam masakan seperti tom yum, kari Thailand, dan berbagai hidangan Indonesia seperti rendang atau soto.
Jeruk purut ini aslinya dari Asia Tenggara. Tumbuh paling oke di daerah tropis dengan sinar matahari yang cukup dan tanah yang subur, serta nggak suka kalau tanahnya tergenang air terlalu lama. Karakteristik/ciri-ciri Jeruk Purut (Citrus hystrix):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Tipe akar tunggang yang kuat, warnanya putih kotor sampai kecokelatan. |
| Batang | Pohonnya perdu atau pohon kecil yang tingginya bisa 2-5 meter. Batangnya berkayu, cabangnya banyak, dan uniknya ada duri-duri tajam di bagian dahan. |
| Daun | Ini ciri paling khasnya: daunnya bertangkai lebar (sayap daun) sehingga terlihat kayak dua helai daun yang menyambung (bifoliate). Bentuknya bulat telur sampai lonjong dengan tepi yang rata dan permukaannya mengkilap. |
| Bunga | Bunganya muncul di ketiak daun, warnanya putih kekuningan, ukurannya kecil, dan aromanya harum banget. |
| Buah | Bentuknya bulat atau agak lonjong dengan kulit yang sangat kasar dan berkerut-kerut. Kalau masih muda warnanya hijau, dan pas matang biasanya berubah jadi hijau kekuningan. |
| Biji | Bijinya berbentuk bulat telur atau agak gepeng, ukurannya kecil, dan jumlahnya cukup banyak di dalam daging buah. |
8 Manfaat Jeruk Purut untuk kesehatan.
Ekstrak daun Citrus hystrix menghambat produksi mediator pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan COX-2 melalui penekanan aktivasi NF-κB dan MAPK (ERK, JNK, p38) pada makrofag. Senyawa flavonoid dan alkaloid menghambat enzim lipoxygenase dan siklooksigenase.
Minyak atsiri dan senyawa terpenoid merusak integritas membran sel mikroba dengan mengganggu lapisan lipid bilayer, menyebabkan kebocoran ion dan kematian sel. Juga menghambat pembentukan biofilm dan menurunkan motilitas bakteri.
Polifenol dan flavonoid mendonasikan atom hidrogen kepada radikal bebas, menetralkan ROS, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutathione peroksidase melalui aktivasi Nrf2.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jeruk Purut.
Interaksi & Kontraindikasi Jeruk Purut dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Jeruk purut (Citrus hystrix) tidak sepenuhnya bebas risiko, terutama bila digunakan dalam bentuk ekstrak pekat atau minyak atsiri. Pada penggunaan luar, minyak atsiri jeruk purut dapat menimbulkan iritasi kulit dan dermatitis kontak iritan maupun alergi, karena mengandung citronellal dan produk oksidasi d-limonene. Kulit buahnya juga mengandung furokoumarin yang bersifat fototoksik; setelah kontak dengan kulit yang terpapar sinar matahari dapat terjadi eritema, edema, rasa terbakar, vesikel atau lepuh, lalu hiperpigmentasi. Inhalasi uap minyak atsiri yang berlebihan dapat mengiritasi mukosa saluran napas pada penderita asma atau rhinitis.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Jeruk Purut.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jeruk Purut.