Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas antibakteri minyak atsiri daun jeruk purut terhadap bakteri patogen makanan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Minyak atsiri daun Citrus hystrix hasil destilasi uap diuji terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coli ATCC 25922, Salmonella Typhi, dan Bacillus subtilis.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,5; 1; 2; dan 4% (v/v); masa kontak 24 jam.
    Temuan:
    Minyak atsiri jeruk purut memiliki aktivitas antibakteri spektrum luas dengan zona hambat terbesar pada Staphylococcus aureus. Kandungan sitronelal menjadi senyawa utama yang berkontribusi terhadap efek antibakteri.
  2. Potensi antioksidan dan antiinflamasi ekstrak etanol daun jeruk purut pada sel makrofag RAW 264.7

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak etanol daun Citrus hystrix dan sel RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida (LPS).
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 10–100 μg/mL; inkubasi 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan produksi nitrit oksida serta sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-6 secara bergantung dosis. Aktivitas antioksidan ditunjukkan melalui kemampuan menangkap radikal DPPH dengan IC50 sebesar 82,5 μg/mL.
  3. Efek antiobesitas ekstrak kulit jeruk purut terhadap profil lipid tikus Wistar obesitas

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok; obesitas diinduksi dengan diet tinggi lemak selama 8 minggu.
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB per oral selama 4 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kulit jeruk purut menurunkan berat badan, trigliserida, dan LDL sekaligus meningkatkan HDL. Efek terbaik terlihat pada dosis 400 mg/kgBB.
  4. Aktivitas inhibitor α-glukosidase dan lipase dari ekstrak daun jeruk purut

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Enzim α-glukosidase dan lipase pankreas dengan substrat p-nitrofenil-α-D-glukopiranosida dan 4-metilumbelliferil oleat.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 1–200 μg/mL; inkubasi 30 menit.
    Temuan:
    Ekstrak daun jeruk purut menghambat α-glukosidase secara kompetitif dengan IC50 48,7 μg/mL. Ekstrak juga menghambat lipase pankreas, sehingga berpotensi untuk pengendalian diabetes dan obesitas.
  5. Aktivitas larvisidal minyak atsiri daun jeruk purut terhadap larva Aedes aegypti

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Minyak atsiri daun Citrus hystrix; larva Aedes aegypti instar III/IV, 25 larva per konsentrasi dengan 4 ulangan.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 25, 50, 75, 100, dan 125 μg/mL; pengamatan 24 dan 48 jam.
    Temuan:
    Minyak atsiri jeruk purut menyebabkan mortalitas 100% larva pada konsentrasi 125 μg/mL setelah 24 jam. Nilai LC50 diperoleh sebesar 58,5 μg/mL, sehingga berpotensi sebagai larvasida alami.
  6. Aktivitas antivirus senyawa bioaktif Citrus hystrix terhadap protease utama SARS-CoV-2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in silico dan in vitro
    Sampel:
    Senyawa sitronelal, limonena, dan linalool dari Citrus hystrix; target protein Mpro SARS-CoV-2 (PDB ID: 6LU7) dan sel Vero E6.
    Dosis/Durasi:
    Senyawa 5–100 μM; pengamatan 48 jam.
    Temuan:
    Docking molekuler menunjukkan sitronelal memiliki afinitas ikatan terhadap Mpro yang lebih baik dibandingkan ligan kontrol. Uji in vitro mengonfirmasi penghambatan replikasi virus pada sel Vero E6 dengan IC50 42,1 μM.
  7. Telaah sistematis aktivitas farmakologi dan fitokimia Citrus hystrix

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    42 artikel dari PubMed, Scopus, dan ScienceDirect yang memenuhi kriteria inklusi.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi pustaka).
    Temuan:
    Tinjauan sistematis menyimpulkan bahwa Citrus hystrix memiliki aktivitas antimikroba, antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, dan larvasida yang didukung bukti in vitro serta studi hewan. Keterbatasan utama adalah belum banyaknya uji klinis pada manusia.

Advertisement


Cari: