Temu Mangga

Mango Ginger | Curcuma mangga
Temu Mangga
Nama
Temu Mangga (Mango Ginger)
Nama Latin/Ilmiah
Curcuma mangga
Bagian Digunakan
Rimpang
Rasa
Mango

Nama Lain
Mango ginger (International), Temu pauh (Malaysia), Amba haldi (India), Khamin khao (Thailand)
Asal
Indonesia, Malaysia, Thailand
Kandungan Utama
Kurkumin, demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Temu Mangga

Curcuma mangga, yang dikenal luas sebagai temu mangga atau mango ginger, adalah tanaman herbal tahunan dari famili Zingiberaceae yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ciri khas utamanya terletak pada rimpangnya yang beraroma segar seperti mangga mentah, berbeda dengan Curcuma lain yang cenderung pedas atau pahit. Rimpangnya berwarna kuning pucat hingga oranye muda, dengan tekstur renyah dan rasa sedikit asam. Tanaman ini tumbuh setinggi 60–100 cm, memiliki daun lebar berbentuk lanset, serta bunga berwarna putih kekuningan dengan bercak ungu. Secara ilmiah, C. mangga sering disalahartikan dengan Curcuma amada (mango ginger India), namun keduanya berbeda spesies dan komposisi senyawa kimianya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 14 Agu 2026 - 20:41:23
 

II. Ciri-ciri Temu Mangga

Tumbuh subur di daerah tropis, biasanya ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut. Suka tempat yang teduh dengan tanah yang gembur dan tidak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Temu Mangga (Curcuma mangga):

Bagian Ciri-Ciri
Rimpang Bentuknya bulat memanjang, kulitnya berwarna kuning muda sampai krem, dan bagian dalamnya berwarna kuning cerah. Kalau diiris, aromanya mirip sekali dengan buah mangga muda.
Daun Helai daun lebar berbentuk lanset memanjang, warnanya hijau segar, dengan tulang daun yang menonjol dan jelas.
Batang Batang semu yang terbentuk dari pelepah daun yang saling menutupi, warnanya hijau agak kemerahan di bagian pangkal.
Bunga Muncul dari rimpang atau di samping batang semu, bentuknya tandan dengan kelopak bunga berwarna kuning atau putih kekuningan yang cantik.
Akar Sistem perakaran serabut yang tumbuh dari rimpang utama, berfungsi untuk menyerap nutrisi dan menopang tanaman.

III. Manfaat Temu Mangga

8 Manfaat Temu Mangga untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6 melalui modulasi jalur NF-κB. Ekstrak Curcuma mangga juga menekan ekspresi iNOS dan meningkatkan kadar antioksidan endogen.

    Senyawa Aktif: Kurkumin (kadar rendah), Mangganon, α-Pinena
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Minyak atsiri Curcuma mangga mengganggu integritas membran sel mikroba, menyebabkan kebocoran ion dan lisis sel. Senyawa terpen seperti α-pinena dan β-pinena juga menghambat sintesis dinding sel bakteri dan pertumbuhan hifa jamur.

    Senyawa Aktif: α-Pinena, β-Pinena, Mirsena
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Senyawa fenolik dalam rimpang Curcuma mangga mendonorkan atom hidrogen kepada radikal bebas (DPPH, ABTS) dan mengkelat ion logam transisi (Fe²⁺), sehingga menghambat peroksidasi lipid. Aktivitas juga melibatkan peningkatan enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase.

    Senyawa Aktif: Kurkuminoid (terutama bisdemetoksikurkumin), Asam Galat, Kuersetin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Temu Mangga

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Temu Mangga.

  1. Golongan: Kurkuminoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antikanker, Neuroprotektif.
    Tampilkan
  2. Golongan: Kurkuminoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antimikroba, Hepatoprotektif.
    Tampilkan
  3. Golongan: Kurkuminoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antiproliferatif.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Temu Mangga

Interaksi & Kontraindikasi Temu Mangga dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat Antikoagulan (Warfarin, Aspirin, Clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan karena temu mangga memiliki efek antiplatelet yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan, terutama jika menjalani terapi antikoagulan.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat Diabetes (Metformin, Insulin, Sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Temu mangga dapat menurunkan kadar gula darah. Pantau gula darah secara ketat jika digunakan bersamaan dengan obat diabetes untuk menghindari hipoglikemia. Penyesuaian dosis mungkin diperlukan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat Antihipertensi (Captopril, Amlodipin, Losartan)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Efek penurun tekanan darah dari temu mangga dapat bersifat aditif. Pantau tekanan darah secara teratur dan waspadai gejala hipotensi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Temu Mangga

Temu Mangga (Curcuma mangga) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan atau bagian dari pengobatan tradisional. Namun, penggunaan ekstrak dosis tinggi atau konsumsi jangka panjang dapat memicu beberapa efek samping pada sistem pencernaan, seperti mual, kembung, iritasi lambung, dan sensasi panas di dada (heartburn) akibat kandungan minyak atsiri dan kurkuminoid yang bersifat merangsang sekresi asam lambung.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Temu Mangga

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Temu Mangga.

  1. Aktivitas Antiinflamasi dan Antioksidan Ekstrak Etanol Rimpang Temu Mangga (Curcuma mangga) pada Tikus Wistar yang Diinduksi Karagenan

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak etanol rimpang Curcuma mangga dosis 400 dan 800 mg/kg secara signifikan menghambat edema kaki, menurunkan kadar MDA, dan meningkatkan SOD dibandingkan kontrol. Efek antiinflamasi pada dosis 800 mg/kg sebanding dengan natrium diklofenak.
    Tampilkan
  2. Senyawa Xanthorrhizol dari Curcuma mangga Menghambat Proliferasi Sel Kanker Payudara MDA-MB-231 melalui Apoptosis dan Penghentian Siklus Sel

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Xanthorrhizol menginduksi apoptosis sel kanker payudara secara tergantung konsentrasi dengan meningkatkan ekspresi Bax dan menurunkan Bcl-2. Aktivitas sitotoksik berkaitan dengan peningkatan fragmentasi DNA dan akumulasi sel pada fase sub-G1.
    Tampilkan
  3. Perbaikan Sindrom Metabolik pada Tikus yang Mendapat Ekstrak Etanol Rimpang Temu Mangga (Curcuma mangga)

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Pemberian ekstrak dosis 300 mg/kg memperbaiki profil lipid, menurunkan TNF-α, serta meningkatkan aktivitas katalase. Dosis 600 mg/kg tidak memberikan efek tambahan yang bermakna dibandingkan dosis 300 mg/kg.
    Tampilkan

VIII. FAQ Temu Mangga

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Temu Mangga.

Apa kandungan fitokimia utama dari temu mangga (Curcuma mangga) yang memberikan manfaat kesehatan?
Temu mangga mengandung senyawa fitokimia utama seperti kurkuminoid (kurkumin, desmetoksikurkumin, bisdesmetoksikurkumin), minyak atsiri (α-pinena, β-pinena, kamfora, sineol), dan senyawa fenolik seperti mangiferin. Kandungan kurkuminoid temu mangga lebih rendah dibanding kunyit biasa, tetapi memiliki profil flavonoid dan terpenoid yang khas. (Journal of Applied Pharmaceutical Science, 2019)
Bagaimana cara penggunaan temu mangga dalam konsumsi sehari-hari?
Temu mangga dapat dikonsumsi sebagai bumbu masakan (misalnya dalam kari atau tumisan), diolah menjadi minuman jamu dengan merebus irisan rimpang segar, atau dalam bentuk suplemen bubuk. Dosis umum untuk jamu adalah 1-2 gram rimpang segar yang direbus dalam 200 ml air, diminum 1-2 kali sehari. Untuk suplemen, ikuti petunjuk pada label produk. (Penelitian Gizi dan Makanan, 2020)
Apa manfaat kesehatan temu mangga yang telah didukung oleh penelitian?
Penelitian menunjukkan temu mangga memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, dan antikanker. Ekstraknya dapat membantu meredakan nyeri sendi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan melindungi hati. Studi pada hewan juga menunjukkan efek antihiperglikemik. Namun, uji klinis pada manusia masih terbatas. (Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 2017)
Apakah temu mangga aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan temu mangga pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti secara memadai. Secara tradisional, rimpang ini digunakan dalam jumlah kecil sebagai bumbu dianggap aman, tetapi dosis tinggi atau penggunaan sebagai obat sebaiknya dihindari karena potensi efek stimulan uterus dari golongan kurkuminoid. Ibu hamil dan menyusui disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya dalam bentuk suplemen atau jamu pekat. (Drug Safety, 2016)
Bolehkah bayi dan anak-anak mengonsumsi temu mangga?
Penggunaan temu mangga pada bayi dan anak-anak belum ada data keamanan yang cukup. Secara tradisional, temu mangga tidak direkomendasikan untuk bayi di bawah 1 tahun karena sistem pencernaan yang masih rentan. Untuk anak di atas 2 tahun, penggunaan sebagai bumbu masakan dalam jumlah sedikit dianggap aman, namun konsumsi sebagai obat harus dihindari. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak terlebih dahulu. (Journal of Ethnopharmacology, 2018)
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi temu mangga?
Efek samping umumnya ringan dan jarang terjadi, seperti gangguan pencernaan (mual, kembung, diare) jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Pada individu sensitif, dapat terjadi reaksi alergi kulit. Penggunaan jangka panjang dosis tinggi berpotensi mengiritasi lambung. Kurkuminoid juga dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah (warfarin) sehingga meningkatkan risiko perdarahan. (Phytotherapy Research, 2020)
Apakah temu mangga memiliki interaksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya, kurkuminoid dalam temu mangga dapat menghambat enzim CYP450 dan transporter obat, sehingga berpotensi meningkatkan kadar obat seperti warfarin (antikoagulan), obat antiplatelet, dan obat kemoterapi. Selain itu, temu mangga dapat menurunkan gula darah sehingga perlu hati-hati pada pasien diabetes yang menggunakan obat hipoglikemik. Konsultasi dengan dokter sangat disarankan jika Anda sedang dalam pengobatan. (Current Drug Metabolism, 2019)
Apa kontraindikasi penggunaan temu mangga?
Temu mangga dikontraindikasikan pada orang dengan obstruksi saluran empedu atau batu empedu karena dapat merangsang kontraksi kandung empedu. Penderita gangguan perdarahan atau yang akan menjalani operasi sebaiknya menghindari penggunaannya karena efek antiplatelet. Juga tidak dianjurkan pada penderita tukak lambung aktif. (Natural Medicine Comprehensive Database, 2021)

Temu Giring

Curcuma heyneana

Pasak Bumi

Eurycoma longifolia

Cari: