Advertisement
Curcuma mangga, yang dikenal luas sebagai temu mangga atau mango ginger, adalah tanaman herbal tahunan dari famili Zingiberaceae yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ciri khas utamanya terletak pada rimpangnya yang beraroma segar seperti mangga mentah, berbeda dengan Curcuma lain yang cenderung pedas atau pahit. Rimpangnya berwarna kuning pucat hingga oranye muda, dengan tekstur renyah dan rasa sedikit asam. Tanaman ini tumbuh setinggi 60–100 cm, memiliki daun lebar berbentuk lanset, serta bunga berwarna putih kekuningan dengan bercak ungu. Secara ilmiah, C. mangga sering disalahartikan dengan Curcuma amada (mango ginger India), namun keduanya berbeda spesies dan komposisi senyawa kimianya.
Advertisement
Dalam penggunaannya, temu mangga dimanfaatkan baik segar maupun diolah menjadi bumbu masak, lalapan, atau bahan jamu. Aroma mangganya yang khas membuat rimpang ini populer sebagai penyedap alami pada kari, acar, atau salad di berbagai kuliner Nusantara dan Asia. Selain itu, secara tradisional, C. mangga dipercaya memiliki khasiat antiinflamasi, antimikroba, dan analgesik. Beberapa penelitian modern mengonfirmasi bahwa rimpang ini mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, kurkuminoid, dan minyak atsiri (terutama β-pinena, α-pinena, dan myrcene) yang bertanggung jawab atas aktivitas biologis tersebut. Di Indonesia, temu mangga sering digunakan dalam ramuan jamu untuk mengatasi gangguan pencernaan, nyeri sendi, dan demam.
Budidaya C. mangga relatif mudah karena tanaman ini adaptif terhadap iklim tropis dan subtropis. Rimpang ditanam di tanah gembur yang kaya humus, dengan drainase baik, dan membutuhkan naungan parsial. Panen rimpang biasanya dilakukan setelah 8–10 bulan, ketika daun mulai menguning. Meskipun belum sepopuler kunyit atau jahe, potensi ekonomi temu mangga cukup besar, terutama sebagai bahan baku industri farmasi, kosmetik, dan pangan fungsional. Pelestarian dan pengembangan varietas unggul lokal perlu terus didorong agar C. mangga tidak hanya dikenal sebagai tanaman liar tetapi juga sebagai komoditas bernilai tinggi dalam sistem agromedisinal Indonesia.
Manfaat Mango Ginger / Temu Mangga untuk kesehatan.
Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6 melalui modulasi jalur NF-κB. Ekstrak Curcuma mangga juga menekan ekspresi iNOS dan meningkatkan kadar antioksidan endogen.
Minyak atsiri Curcuma mangga mengganggu integritas membran sel mikroba, menyebabkan kebocoran ion dan lisis sel. Senyawa terpen seperti α-pinena dan β-pinena juga menghambat sintesis dinding sel bakteri dan pertumbuhan hifa jamur.
Senyawa fenolik dalam rimpang Curcuma mangga mendonorkan atom hidrogen kepada radikal bebas (DPPH, ABTS) dan mengkelat ion logam transisi (Fe²⁺), sehingga menghambat peroksidasi lipid. Aktivitas juga melibatkan peningkatan enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase.
Induksi apoptosis melalui jalur intrinsik mitokondria: peningkatan rasio Bax/Bcl-2, pelepasan sitokrom c, aktivasi kaspase-3 dan -9. Juga menghambat proliferasi sel dengan menghentikan siklus sel pada fase G2/M melalui penurunan ekspresi siklin B1.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Mango Ginger / Temu Mangga.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Mango Ginger / Temu Mangga.