Jelatang

Common Nettle | Urtica dioica
Jelatang
Nama
Jelatang (Common Nettle)
Nama Latin/Ilmiah
Urtica dioica
Bagian Digunakan
Daun, Pucuk
Rasa
Tikta, Kashaya

Nama Lain
Brennnessel (Jerman), ortie (Perancis), ortiga (Spanyol), brännässla (Swedia)
Asal
Eropa, Asia, Afrika Utara, dan Amerika Utara
Kandungan Utama
Flavonoid, mineral, vitamin C, vitamin K, klorofil, histamin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Jelatang

Urtica dioica, yang dikenal luas sebagai Stinging Nettle/Common Nettle atau Jelatang, adalah tumbuhan herba abadi yang terkenal karena rambut-rambut halusnya yang menyengat. Rambut-rambut ini mengandung histamin, asetilkolin, dan serotonin yang akan menyuntikkan zat kimia iritan ke kulit saat tersentuh, menimbulkan rasa perih dan gatal yang khas. Meskipun reputasinya sebagai gulma pengganggu, tumbuhan ini memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional dan kuliner di berbagai belahan dunia. Daun muda jelatang kaya akan nutrisi seperti vitamin A, C, K, serta mineral seperti zat besi dan kalsium, sehingga sering diolah menjadi sup, teh, atau pesto setelah dimasak untuk menonaktifkan sengatannya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 29 Agu 2026 - 21:57:06
 

II. Ciri-ciri Jelatang

Jelatang suka banget tumbuh di tempat yang tanahnya subur, lembap, dan kaya nitrogen. Kamu bakal sering nemuin tanaman ini di pinggiran hutan, dekat aliran sungai, semak belukar, atau bahkan di lahan kosong yang agak terlantar. Karakteristik/ciri-ciri Jelatang (Urtica dioica):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Batangnya berbentuk segi empat, tegak, dan bisa tumbuh cukup tinggi, sekitar 1 sampai 2 meter. Yang paling khas, batangnya ditutupi rambut-rambut halus yang bisa bikin kulit gatal atau panas kalau kesentuh.
Daun Daunnya berbentuk hati atau oval memanjang dengan pinggiran yang bergerigi tajam. Warnanya hijau gelap dan tumbuhnya berpasangan (saling berhadapan) di sepanjang batang.
Bunga Bunganya kecil-kecil, warnanya hijau kekuningan atau pucat, dan muncul dalam kelompok yang menjuntai. Tanaman ini biasanya punya bunga jantan dan betina di tanaman yang berbeda.
Akar Punya sistem perakaran yang kuat berupa rimpang (rhizome) yang menjalar di bawah tanah, bikin tanaman ini gampang banget menyebar dan koloni-koloni baru cepat terbentuk.
Sistem Pertahanan Fitur paling ikonik adalah 'rambut penyengat' (trichomes) yang ada di hampir seluruh bagian tanaman. Di dalamnya mengandung zat kimia kayak asam format dan histamin yang bakal nembus kulit kalau tersentuh, bikin rasa perih dan gatal seketika.

III. Manfaat Jelatang

8 Manfaat Jelatang untuk kesehatan.

  1. Osteoartritis (Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi)

    Penghambatan jalur NF-κB dan COX-2 oleh senyawa flavonoid (quercetin, kaempferol) dan asam kafeat, mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β) dan aktivitas enzim siklooksigenase. Ekstrak juga menghambat aktivitas leukosit dan mengurangi degradasi kartilago.

    Tampilkan
  2. Hiperplasia Prostat Jinak (BPH)

    Penghambatan enzim 5α-reduktase tipe 2 dan kompetisi terhadap ikatan androgen di reseptor prostat oleh β-sitosterol dan lignan; efek anti-inflamasi lokal melalui penekanan COX-2 dan faktor pertumbuhan fibroblas (FGF).

    Senyawa Aktif: β-Sitosterol, Lignan (secoisolariciresinol), Polisakarida
    Tampilkan
  3. Diabetes Melitus Tipe 2 (Antihiperglikemik)

    Stimulasi sekresi insulin dari sel β pankreas (melalui aktivasi saluran KATP dan peningkatan cAMP), penghambatan enzim α-glukosidase di usus, serta peningkatan sensitivitas insulin melalui aktivasi AMPK dan GLUT4 di jaringan perifer. Asam klorogenat dan flavonoid berperan sebagai inhibitor transporter glukosa SGLT1.

    Senyawa Aktif: Asam Klorogenat, Kuersetin, Selenium organik
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Jelatang

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jelatang.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antialergi Melalui Inhibisi Pelepasan Histamin Dan Modulasi NF-κB.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Memperkuat Dinding Kapiler, Antioksidan, Antiinflamasi; Digunakan Untuk Insufisiensi Vena (belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Dosis Terstandar).
    Tampilkan
  3. Golongan: Asam Fenolat
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antihiperglikemik Melalui Inhibisi Enzim α-glukosidase, Hepatoprotektif Pada Studi Hewan.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Jelatang

Interaksi & Kontraindikasi Jelatang dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi sebagai makanan/teh

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aman digunakan dalam jumlah makanan; hindari daun segar mentah karena bulu halus dapat menyebabkan iritasi kulit dan mukosa. Gunakan daun kering atau dimasak.

  2. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan tanin dapat mengikat zat besi dan menurunkan penyerapannya. Beri jeda konsumsi 2 jam antara jelatang dan suplemen zat besi untuk mengurangi risiko interaksi.

  3. Diuretik (mis. furosemid, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Jelatang memiliki efek diuretik ringan dan dapat meningkatkan efek obat diuretik, sehingga berisiko menyebabkan hipokalemia dan dehidrasi. Pantau elektrolit dan fungsi ginjal, serta hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Jelatang

Jelatang (Urtica dioica), meskipun sering digunakan dalam pengobatan herbal tradisional untuk mengatasi nyeri sendi dan gejala alergi, memiliki berbagai potensi efek samping yang terdokumentasi secara ilmiah. Efek samping yang paling langsung dan umum terjadi akibat kontak fisik dengan bulu-bulu halus (trikoma) pada daun dan batangnya adalah dermatitis kontak iritan atau alergika. Bulu-bulu ini bertindak seperti jarum hipodermik kecil yang menyuntikkan berbagai zat kimia, termasuk histamin, asetilkolin, serotonin, dan asam format, ke dalam kulit. Akibatnya, korban akan langsung merasakan sensasi terbakar yang parah, gatal-gatal, kesemutan, serta munculnya bentol atau ruam kemerahan yang dapat bertahan selama beberapa jam hingga hari.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Jelatang

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Jelatang.

  1. Efek Suplementasi Urtica dioica terhadap Profil Glikemik dan Lipid pada Orang Dewasa: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Suplementasi Urtica dioica secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan trigliserida. Efek terhadap kolesterol LDL masih heterogen antar studi.
    Tampilkan
  2. Efikasi dan Keamanan Urtica dioica pada Benign Prostatic Hyperplasia: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Urtica dioica memperbaiki skor gejala International Prostate Symptom Score (IPSS) dan laju aliran urin maksimum (Qmax). Efek samping yang dilaporkan ringan dan tidak berbeda signifikan dengan plasebo.
    Tampilkan
  3. Efek Ekstrak Daun Urtica dioica terhadap Nyeri dan Fungsi Fisik pada Pasien Osteoartritis Lutut: Uji Klinis Acak

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Urtica dioica selama 8 minggu menurunkan skor nyeri VAS dan memperbaiki skor WOMAC dibandingkan plasebo. Kadar C-reactive protein juga menurun secara signifikan.
    Tampilkan

VIII. FAQ Jelatang

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jelatang.

Apa saja kandungan fitokimia utama dari Stinging Nettle dan bagaimana manfaatnya?
Daun Urtica dioica mengandung flavonoid seperti kuersetin dan kaempferol, asam fenolik, asam kafeoilmalat, karotenoid, mineral seperti Zn, Fe, Ca, dan Mg, serta pitosterol. Kandungan ini berperan dalam aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Referensi: Orčić D. et al., Food Chemistry, 2014.
Bagaimana cara konsumsi teh Stinging Nettle yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Untuk konsumsi harian, teh dari daun kering dibuat dengan menyeduh 1–2 sendok teh (sekitar 1–3 g) daun dalam 200 ml air panas selama 3–5 menit, lalu diminum 1–2 cangkir sehari. Hindari melebihi dosis tersebut karena efek diuretiknya. Referensi: ESCOP Monographs: Urticae folium, 2003; European Medicines Agency (EMA/HMPC), 2012.
Apakah Stinging Nettle dapat membantu meredakan nyeri sendi pada osteoartritis?
Ya. Urtikasi atau penempelan daun segar pada area yang nyeri serta ekstrak oral telah diteliti dapat mengurangi nyeri dan kekakuan pada osteoartritis. Efek ini didukung oleh penghambatan jalur peradangan NF-κB. Referensi: Randall C. et al., J R Soc Med, 2000; Riehemann K. et al., FEBS Letters, 1999.
Apa saja efek samping yang perlu diwaspadai dari Stinging Nettle?
Daun segar dapat menyebabkan ruam gatal atau urtikaria karena rambut halusnya mengandung histamin dan asam format. Konsumsi oral dosis tinggi dapat menimbulkan mual, nyeri ulu hati, atau diare. Referensi: European Medicines Agency (EMA/HMPC), Urtica dioica monograph, 2012; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2009.
Apakah Stinging Nettle aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena adanya potensi stimulasi uterus dan belum cukup data keamanan. Pada ibu menyusui juga tidak dianjurkan karena keamanannya bagi bayi belum diketahui. Referensi: WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 4, 2009; Natural Medicines Comprehensive Database, 2023.
Apakah Stinging Nettle aman diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Keamanan pada bayi dan anak belum diteliti secara memadai. Karena Stinging Nettle dapat memengaruhi tekanan darah serta menyebabkan iritasi kulit dan saluran cerna, jangan diberikan kepada bayi atau anak tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: European Medicines Agency (EMA/HMPC), Urtica dioica monograph, 2012.
Apakah Stinging Nettle berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya. Penggunaan bersama diuretik dapat memperberat kehilangan cairan dan kalium; bersama antihipertensi dapat menurunkan tekanan darah terlalu jauh; bersama antikoagulan seperti warfarin dapat mengganggu kontrol INR karena kandungan vitamin K pada daun; dan bersama obat diabetes berpotensi meningkatkan efek hipoglikemia. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database, 2023; European Medicines Agency (EMA/HMPC), 2012.
Apakah akar Stinging Nettle bermanfaat untuk hiperplasia prostat jinak (BPH)?
Ekstrak akar Urtica dioica digunakan untuk meredakan gejala saluran kemih pada hiperplasia prostat jinak. Sebuah uji acak terkontrol plasebo menunjukkan perbaikan gejala, meskipun tidak semua hasil klinis konsisten. Referensi: Safarinejad M.R., Journal of Herbal Pharmacotherapy, 2005; EMA/HMPC Urtica dioica radix monograph, 2012.

Dandelion

Taraxacum officinale

Nayar

Sambucus nigra

Cari: