Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Urtica dioica terhadap Profil Glikemik dan Lipid pada Orang Dewasa: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 uji klinis acak dengan total 688 partisipan dewasa dengan atau tanpa diabetes mellitus tipe 2
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak daun Urtica dioica 300–600 mg/hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Urtica dioica secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan trigliserida. Efek terhadap kolesterol LDL masih heterogen antar studi.
  2. Efikasi dan Keamanan Urtica dioica pada Benign Prostatic Hyperplasia: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review & Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis acak dengan total 1.204 pria dengan gejala benign prostatic hyperplasia
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak akar Urtica dioica 120–600 mg/hari selama 12–24 minggu
    Temuan:
    Urtica dioica memperbaiki skor gejala International Prostate Symptom Score (IPSS) dan laju aliran urin maksimum (Qmax). Efek samping yang dilaporkan ringan dan tidak berbeda signifikan dengan plasebo.
  3. Efek Ekstrak Daun Urtica dioica terhadap Nyeri dan Fungsi Fisik pada Pasien Osteoartritis Lutut: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    72 pasien osteoartritis lutut berusia 50–75 tahun
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak daun Urtica dioica 250 mg dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Urtica dioica selama 8 minggu menurunkan skor nyeri VAS dan memperbaiki skor WOMAC dibandingkan plasebo. Kadar C-reactive protein juga menurun secara signifikan.
  4. Efikasi Urtica dioica pada Gejala Rinitis Alergi: Uji Klinis Acak Tersamar Tiga Kali

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    90 pasien rinitis alergi sedang hingga berat
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak daun Urtica dioica 600 mg/hari, dibagi 3 dosis selama 4 minggu
    Temuan:
    Urtica dioica secara signifikan mengurangi skor bersin, rinore, dan kongesti hidung. Tidak terjadi peningkatan efek samping dibandingkan plasebo.
  5. Pengaruh Suplementasi Urtica dioica terhadap Tekanan Darah dan Penanda Inflamasi pada Penderita Prahipertensi: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    46 orang dewasa dengan prahipertensi
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak daun Urtica dioica 350 mg dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Urtica dioica menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan. Kadar TNF-α juga menurun dibandingkan kelompok plasebo.
  6. Pengaruh Urtica dioica terhadap Penanda Inflamasi dan Stres Oksidatif pada Orang Dewasa: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    14 uji klinis acak dengan total 815 partisipan
    Dosis/Durasi:
    300–600 mg ekstrak Urtica dioica per hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Urtica dioica menurunkan kadar CRP dan TNF-α secara signifikan. Biomarker stres oksidatif seperti malondialdehid juga membaik, meskipun heterogenitas antar studi cukup tinggi.
  7. Urtica dioica sebagai Terapi Tambahan pada Sindrom Metabolik: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi klinis (termasuk uji acak dan kuasi-eksperimental) dengan total 1.052 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 300–900 mg ekstrak per hari selama 4–16 minggu
    Temuan:
    Urtica dioica memperbaiki lingkar perut, glukosa darah puasa, dan tekanan darah. Bukti pendukung juga menunjukkan efek penurunan kolesterol LDL.
  8. Efek Ekstrak Akar Urtica dioica terhadap Gejala Saluran Kemih Bawah pada Pria dengan Benign Prostatic Hyperplasia: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 pria berusia di atas 50 tahun dengan gejala BPH sedang (IPSS ≥ 8)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak akar Urtica dioica 300 mg dua kali sehari selama 6 bulan
    Temuan:
    Setelah 6 bulan, kelompok Urtica dioica mengalami penurunan IPSS lebih besar dibandingkan plasebo. Volume prostat dan PSA tidak berubah secara signifikan.

Advertisement


Cari: