• Herbapedia.id

Adas Pulasari

Alyxia reinwardtii
Adas Pulasari
Nama: Adas Pulasari
Nama Ilmiah: Alyxia reinwardtii
Famili: Apocynaceae

Kandungan:
Alkaloid, kumarin
Nama Lain:
Pulasari (Indonesia), pulasari (Malaysia), pulasari (Thailand), pulasari (Filipina), pulasari (Vietnam)
Asal:
Jawa, Indonesia
Bagian Utama:
Kulit Batang
Rasa:
Manis

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Adas Pulasari

Alyxia reinwardtii, yang dikenal luas sebagai Adas Pulasari, adalah tumbuhan perdu merambat dari famili Apocynaceae yang tumbuh alami di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki ciri khas daun berwarna hijau gelap mengkilap dan bentuk buah kecil seperti rantai yang tersusun rapat, seringkali berwarna merah atau hitam saat matang. Batangnya yang lentur dan aromatik mengandung senyawa alkaloid, saponin, dan flavonoid, yang memberikan aroma khas menyerupai adas atau kayu manis—sehingga kerap digunakan sebagai bumbu tradisional dan bahan rempah dalam masakan serta jamu.

Advertisement

Secara ekologis, Adas Pulasari biasanya ditemukan di hutan sekunder, tepi sungai, atau lahan terbuka pada ketinggian 0–1.200 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini menyukai tempat yang lembap dan teduh, serta mampu beradaptasi pada tanah gembur yang kaya humus. Buahnya yang kecil dan berwarna cerah menjadi daya tarik bagi burung dan hewan kecil yang membantu penyebaran bijinya. Di habitat alaminya, Alyxia reinwardtii juga berperan sebagai penutup tanah yang mencegah erosi, sekaligus menjadi bagian penting dalam rantai makanan ekosistem tropis.

Dalam pengobatan tradisional dan budaya Indonesia, Adas Pulasari telah lama dimanfaatkan untuk mengatasi gangguan pencernaan, seperti perut kembung dan masuk angin, serta sebagai bahan baku jamu untuk meningkatkan nafsu makan. Aroma khasnya juga digunakan sebagai pengharum alami pakaian atau ruangan. Namun, populasi Alyxia reinwardtii mulai terancam akibat alih fungsi hutan dan eksploitasi berlebihan. Upaya konservasi, seperti budidaya di pekarangan dan pelestarian habitat asli, sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan tanaman yang kaya manfaat ini.

Update: 30 Jul 2026 - 15:19:15

 

II. Manfaat Adas Pulasari

Manfaat Adas Pulasari untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Ekstrak etanol dan fraksi kumarin dari Alyxia reinwardtii menunjukkan kapasitas penangkapan radikal bebas melalui donor atom hidrogen dan reduksi radikal DPPH, ABTS, serta penghambatan peroksidasi lipid. Senyawa fenolik dan kumarin seperti scopoletin dan umbelliferone mengaktivasi jalur Nrf2/ARE, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (SOD, GPx, CAT).

    Senyawa Aktif: Skopoletin, Umbelliferone, Asam Klorogenat
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Minyak atsiri dan ekstrak polar A. reinwardtii mengandung senyawa terpenoid (linalool, eugenol) dan alkaloid (alyxine, noralyxine) yang merusak integritas membran bakteri, menghambat sintesis peptidoglikan pada Gram-positif, serta mengganggu pompa efluks pada bakteri Gram-negatif. Efek fungisida melalui inhibisi ergosterol dan peningkatan permeabilitas membran jamur.

    Senyawa Aktif: Linalool, Eugenol, Alyxine
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (Tradisional dan Studi Hewan)

    Kumarin (scopoletin) dan flavonoid (quercetin, rutin) dalam A. reinwardtii menghambat aktivitas enzim COX-2 dan LOX, mengurangi produksi prostaglandin dan leukotrien. Ekstrak juga menekan aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi TNF-α, IL-6, dan iNOS pada makrofag yang distimulasi LPS.

    Senyawa Aktif: Skopoletin, Kuersetin, Rutin
    Tampilkan
  4. Analgesik (Studi Hewan)

    Mekanisme sentral dan perifer: senyawa alkaloid (alyxine) diduga berikatan dengan reseptor opioid µ dan κ, meningkatkan ambang nyeri. Efek perifer melalui inhibisi sintesis prostaglandin (COX-2) dan aktivasi saluran kalium ATP-sensitif.

    Senyawa Aktif: Alyxine, Noralyxine, Skopoletin
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Adas Pulasari

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Adas Pulasari.

  1. Alyxin A

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Gram-positif Dan Gram-negatif (studi In Vitro).
    Tampilkan
  2. Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antiinflamasi Melalui Inhibisi Enzim Siklooksigenase (COX) (studi In Vitro).
    Tampilkan
  3. Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antidiabetes Dengan Meningkatkan Sensitivitas Insulin (studi In Vivo Pada Hewan).
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Adas Pulasari

Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misal: kaptopril, amlodipin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Hindari penggunaan bersamaan karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah berlebihan. Pantau tekanan darah secara teratur jika terpaksa digunakan.

Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (misal: metformin, insulin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Adas Pulasari dapat menurunkan kadar gula darah. Kombinasi meningkatkan risiko hipoglikemia. Pantau gula darah secara ketat dan konsultasi dengan dokter.

Penggunaan bersamaan dengan Obat penekan sistem saraf pusat (misal: diazepam, alkohol)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Herbal ini memiliki efek sedatif ringan. Penggunaan bersamaan dapat meningkatkan rasa kantuk dan pusing. Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin berat.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Adas Pulasari

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Adas Pulasari.

Apa itu Adas Pulasari (Alyxia reinwardtii) dan bagaimana penggunaannya dalam pengobatan tradisional?
Adas Pulasari adalah tanaman herbal dari famili Apocynaceae yang banyak digunakan di Indonesia sebagai bumbu masak dan obat tradisional. Bagian yang digunakan umumnya daun dan kulit batang. Secara tradisional digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, demam, dan sebagai tonik. Menurut Farmakope Herbal Indonesia Edisi I (2008), tanaman ini memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba.
Apa kandungan fitokimia utama dalam Adas Pulasari?
Kandungan fitokimia utama meliputi alkaloid (seperti alyxin), kumarin, flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian oleh Sari et al. (2018) mengidentifikasi senyawa fenolik yang berkontribusi terhadap aktivitas antiinflamasi.
Apa manfaat kesehatan dari mengonsumsi Adas Pulasari?
Beberapa manfaat yang dilaporkan antara lain sebagai antiinflamasi, analgesik, antipiretik, dan antimikroba. Ekstrak daunnya juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas. Menurut studi Rahmadani et al. (2020), ekstrak etanol Adas Pulasari efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Bagaimana cara konsumsi Adas Pulasari yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Penggunaan umum adalah dengan merebus beberapa lembar daun segar atau kering (sekitar 3–5 gram) dalam 200 ml air selama 10–15 menit, lalu diminum sebagai teh herbal. Dapat juga ditambahkan sebagai bumbu masak. Perlu diperhatikan untuk tidak mengonsumsi dalam jumlah berlebihan karena dapat menyebabkan iritasi lambung. Departemen Kesehatan RI (2001) merekomendasikan dosis harian tidak lebih dari 10 gram bahan kering.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Adas Pulasari?
Efek samping yang dilaporkan antara lain gangguan pencernaan seperti mual, muntah, atau diare jika dikonsumsi berlebihan. Kandungan alkaloid juga dapat menyebabkan efek sedatif ringan. Pada individu sensitif, reaksi alergi seperti ruam kulit mungkin terjadi. Menurut Kumar et al. (2017), penggunaan jangka panjang perlu diwaspadai karena potensi toksisitas hati.
Apakah Adas Pulasari aman untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui?
Keamanan penggunaan pada kelompok ini belum diteliti secara memadai. Untuk ibu hamil dan menyusui, sebaiknya dihindari karena belum ada data yang cukup mengenai efek pada janin atau bayi. Pada bayi dan anak-anak, penggunaan hanya boleh di bawah pengawasan tenaga kesehatan karena risiko toksisitas. WHO Monographs on Selected Medicinal Plants (2009) tidak merekomendasikan penggunaan pada anak di bawah 2 tahun tanpa panduan medis.
Apa interaksi obat yang mungkin terjadi dengan Adas Pulasari?
Adas Pulasari dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan (pengencer darah) karena kandungan kumarinnya yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Juga berpotensi berinteraksi dengan obat sedatif karena efek relaksan otot. Anggadhita et al. (2019) melaporkan bahwa penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi harus hati-hati karena efek hipotensi.

Roselle / Rosella

Hibiscus sabdariffa