Adas Pulasari

Alyxia reinwardtii | Alyxia reinwardtii
Adas Pulasari
Nama
Adas Pulasari (Alyxia reinwardtii)
Nama Latin/Ilmiah
Alyxia reinwardtii
Bagian Digunakan
Kulit Batang
Rasa
Manis

Nama Lain
Pulasari (Indonesia), pulasari (Malaysia), pulasari (Thailand), pulasari (Filipina), pulasari (Vietnam)
Asal
Jawa, Indonesia
Kandungan Utama
Alkaloid, kumarin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Adas Pulasari

Alyxia reinwardtii, yang dikenal luas sebagai Adas Pulasari, adalah tumbuhan perdu merambat dari famili Apocynaceae yang tumbuh alami di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki ciri khas daun berwarna hijau gelap mengkilap dan bentuk buah kecil seperti rantai yang tersusun rapat, seringkali berwarna merah atau hitam saat matang. Batangnya yang lentur dan aromatik mengandung senyawa alkaloid, saponin, dan flavonoid, yang memberikan aroma khas menyerupai adas atau kayu manis—sehingga kerap digunakan sebagai bumbu tradisional dan bahan rempah dalam masakan serta jamu.

Baca Lebih Lanjut
Update: 14 Agu 2026 - 04:42:33
 

II. Ciri-ciri Adas Pulasari

Tumbuhan ini biasanya tumbuh liar di area hutan sekunder atau pegunungan rendah dengan iklim tropis yang lembap. Sering ditemukan merambat atau memanjat pada pohon lain untuk mencari sinar matahari. Karakteristik/ciri-ciri Adas Pulasari (Alyxia reinwardtii):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tumbuhan Tanaman perdu atau liana (pemanjat) dengan kayu yang beraroma khas.
Batang Berkayu, bulat, dan mengeluarkan getah putih jika dipotong. Kulit kayunya sering dimanfaatkan karena aromanya yang wangi.
Daun Daun tunggal dengan posisi berhadapan atau melingkar (whorled) di batang. Bentuknya lonjong atau lanset dengan ujung meruncing, tekstur permukaannya halus mengkilap seperti kulit.
Bunga Bunga berukuran kecil, bentuknya seperti terompet atau bintang dengan lima kelopak, biasanya berwarna putih atau kekuningan dan punya aroma yang harum.
Buah Buah berbentuk bulat telur atau elips, ukurannya kecil, dan akan berubah warna dari hijau menjadi hitam mengkilap saat sudah matang.
Akar Sistem perakaran tunggang yang cukup kuat untuk menopang pertumbuhan tanaman di habitat aslinya.

III. Manfaat Adas Pulasari

5 Manfaat Adas Pulasari untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Ekstrak etanol dan fraksi kumarin dari Alyxia reinwardtii menunjukkan kapasitas penangkapan radikal bebas melalui donor atom hidrogen dan reduksi radikal DPPH, ABTS, serta penghambatan peroksidasi lipid. Senyawa fenolik dan kumarin seperti scopoletin dan umbelliferone mengaktivasi jalur Nrf2/ARE, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (SOD, GPx, CAT).

    Senyawa Aktif: Skopoletin, Umbelliferone, Asam Klorogenat
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Minyak atsiri dan ekstrak polar A. reinwardtii mengandung senyawa terpenoid (linalool, eugenol) dan alkaloid (alyxine, noralyxine) yang merusak integritas membran bakteri, menghambat sintesis peptidoglikan pada Gram-positif, serta mengganggu pompa efluks pada bakteri Gram-negatif. Efek fungisida melalui inhibisi ergosterol dan peningkatan permeabilitas membran jamur.

    Senyawa Aktif: Linalool, Eugenol, Alyxine
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (Tradisional dan Studi Hewan)

    Kumarin (scopoletin) dan flavonoid (quercetin, rutin) dalam A. reinwardtii menghambat aktivitas enzim COX-2 dan LOX, mengurangi produksi prostaglandin dan leukotrien. Ekstrak juga menekan aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi TNF-α, IL-6, dan iNOS pada makrofag yang distimulasi LPS.

    Senyawa Aktif: Skopoletin, Kuersetin, Rutin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Adas Pulasari

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Adas Pulasari.

  1. Alyxin A

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antimikroba Terhadap Bakteri Gram-positif Dan Gram-negatif (studi In Vitro).
    Tampilkan
  2. Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antiinflamasi Melalui Inhibisi Enzim Siklooksigenase (COX) (studi In Vitro).
    Tampilkan
  3. Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antidiabetes Dengan Meningkatkan Sensitivitas Insulin (studi In Vivo Pada Hewan).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Adas Pulasari

Interaksi & Kontraindikasi Adas Pulasari dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misal: kaptopril, amlodipin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah berlebihan. Pantau tekanan darah secara teratur jika terpaksa digunakan.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (misal: metformin, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Adas Pulasari dapat menurunkan kadar gula darah. Kombinasi meningkatkan risiko hipoglikemia. Pantau gula darah secara ketat dan konsultasi dengan dokter.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat penekan sistem saraf pusat (misal: diazepam, alkohol)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Herbal ini memiliki efek sedatif ringan. Penggunaan bersamaan dapat meningkatkan rasa kantuk dan pusing. Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin berat.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+3)

VI. Efek Samping Adas Pulasari

Adas Pulasari (Alyxia reinwardtii) adalah tanaman herbal yang secara tradisional sering digunakan dalam ramuan jamu untuk meredakan gangguan pencernaan dan demam. Meskipun dianggap alami, konsumsi ekstrak atau bagian tanaman ini dalam dosis yang tidak tepat atau berlebihan dapat memicu berbagai efek samping yang merugikan bagi tubuh. Beberapa senyawa aktif yang terkandung di dalamnya, seperti kumarin dan minyak atsiri, dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan jika dikonsumsi dalam jumlah besar, berisiko menimbulkan gejala seperti mual, muntah, nyeri lambung, dan diare akut pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Adas Pulasari

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Adas Pulasari.

  1. Aktivitas Antioksidan dan Kadar Fenolik Total Ekstrak Kulit Batang Adas Pulasari (Alyxia reinwardtii) dari Dua Lokasi Tumbuh

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak dari Kalimantan Timur memiliki kadar fenolik lebih tinggi dan nilai IC50 DPPH lebih rendah dibandingkan ekstrak dari Jawa Barat. Kandungan fenolik total berkorelasi kuat dengan peningkatan aktivitas antioksidan.
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antibakteri Fraksi Etil Asetat Kulit Batang Adas Pulasari (Alyxia reinwardtii) terhadap Bakteri Penyebab Diare

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Fraksi etil asetat menghasilkan zona hambat tertinggi terhadap Escherichia coli pada konsentrasi 10%. Nilai KHM terhadap E. coli adalah 1,25 mg/mL.
    Tampilkan
  3. Efek Ekstrak Etanol Kulit Batang Adas Pulasari (Alyxia reinwardtii) terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit Diabetes

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Pemberian ekstrak dosis 200 dan 400 mg/kgBB menurunkan kadar glukosa darah masing-masing sebesar 38,2% dan 51,6% setelah 14 hari. Dosis 400 mg/kgBB memberikan efek yang sebanding dengan glibenklamid 0,5 mg/kgBB.
    Tampilkan

VIII. FAQ Adas Pulasari

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Adas Pulasari.

Apa itu Adas Pulasari (Alyxia reinwardtii) dan bagaimana penggunaannya dalam pengobatan tradisional?
Adas Pulasari adalah tanaman herbal dari famili Apocynaceae yang banyak digunakan di Indonesia sebagai bumbu masak dan obat tradisional. Bagian yang digunakan umumnya daun dan kulit batang. Secara tradisional digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, demam, dan sebagai tonik. Menurut Farmakope Herbal Indonesia Edisi I (2008), tanaman ini memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba.
Apa kandungan fitokimia utama dalam Adas Pulasari?
Kandungan fitokimia utama meliputi alkaloid (seperti alyxin), kumarin, flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian oleh Sari et al. (2018) mengidentifikasi senyawa fenolik yang berkontribusi terhadap aktivitas antiinflamasi.
Apa manfaat kesehatan dari mengonsumsi Adas Pulasari?
Beberapa manfaat yang dilaporkan antara lain sebagai antiinflamasi, analgesik, antipiretik, dan antimikroba. Ekstrak daunnya juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas. Menurut studi Rahmadani et al. (2020), ekstrak etanol Adas Pulasari efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Bagaimana cara konsumsi Adas Pulasari yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Penggunaan umum adalah dengan merebus beberapa lembar daun segar atau kering (sekitar 3–5 gram) dalam 200 ml air selama 10–15 menit, lalu diminum sebagai teh herbal. Dapat juga ditambahkan sebagai bumbu masak. Perlu diperhatikan untuk tidak mengonsumsi dalam jumlah berlebihan karena dapat menyebabkan iritasi lambung. Departemen Kesehatan RI (2001) merekomendasikan dosis harian tidak lebih dari 10 gram bahan kering.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Adas Pulasari?
Efek samping yang dilaporkan antara lain gangguan pencernaan seperti mual, muntah, atau diare jika dikonsumsi berlebihan. Kandungan alkaloid juga dapat menyebabkan efek sedatif ringan. Pada individu sensitif, reaksi alergi seperti ruam kulit mungkin terjadi. Menurut Kumar et al. (2017), penggunaan jangka panjang perlu diwaspadai karena potensi toksisitas hati.
Apakah Adas Pulasari aman untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui?
Keamanan penggunaan pada kelompok ini belum diteliti secara memadai. Untuk ibu hamil dan menyusui, sebaiknya dihindari karena belum ada data yang cukup mengenai efek pada janin atau bayi. Pada bayi dan anak-anak, penggunaan hanya boleh di bawah pengawasan tenaga kesehatan karena risiko toksisitas. WHO Monographs on Selected Medicinal Plants (2009) tidak merekomendasikan penggunaan pada anak di bawah 2 tahun tanpa panduan medis.
Apa interaksi obat yang mungkin terjadi dengan Adas Pulasari?
Adas Pulasari dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan (pengencer darah) karena kandungan kumarinnya yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Juga berpotensi berinteraksi dengan obat sedatif karena efek relaksan otot. Anggadhita et al. (2019) melaporkan bahwa penggunaan bersamaan dengan obat antihipertensi harus hati-hati karena efek hipotensi.

Jintan Hitam

Nigella sativa

Rosella

Hibiscus sabdariffa

Cari: