Advertisement
Asam oleanolat (OA) adalah triterpenoid pentasiklik alami yang tersebar luas di dunia tumbuhan, ditemukan pada lebih dari 1.600 spesies tanaman dalam bentuk asam bebas maupun aglikon dari saponin triterpenoid. Senyawa ini memiliki rumus molekul C₃₀H₄₈O₃ dengan berat molekul 456,7 g/mol. Berdasarkan sistem klasifikasi Biopharmaceutics Classification System (BCS), asam oleanolat termasuk dalam Kelas IV, yang berarti memiliki kelarutan dalam air yang sangat buruk (sekitar 0,00082 g/L) serta permeabilitas yang rendah, menjadikannya kandidat obat dengan bioavailabilitas oral yang sangat terbatas. Struktur kimianya dicirikan oleh gugus hidroksil pada posisi C-3, gugus asam karboksilat pada C-28, dan ikatan rangkap antara C-12 dan C-13.
Asam oleanolat menunjukkan spektrum aktivitas farmakologis yang luas, mencakup efek hepatoprotektif, anti-inflamasi, antioksidan, antitumor, antiviral, antihipertensi, anti-obesitas, antidiabetes, kardioprotektif, hingga antineurodegeneratif. Dalam konteks kanker, asam oleanolat dan turunannya menunjukkan potensi sebagai agen antikanker yang menjanjikan dengan selektivitas lebih baik dan toksisitas lebih rendah dibandingkan terapi konvensional. Efek ini dimediasi melalui berbagai jalur seluler, di antaranya penghambatan jalur NF-κB, PI3K/Akt, JAK/STAT, serta induksi apoptosis melalui jalur mitokondria yang dimediasi ROS/MAPK.
Penelitian pada sel HepG2 (kanker hati) membuktikan bahwa turunan PABA/NO dari asam oleanolat menginduksi apoptosis melalui jalur mitokondria yang dimediasi ROS/MAPK, sementara turunan SZC014 pada sel kanker payudara bekerja melalui jalur Akt dan NF-κB. Pada model hewan, asam oleanolat terbukti mengurangi risiko kerusakan hati patologis dan memulihkan fungsi hati secara keseluruhan, menjadikannya kandidat terapi alternatif yang menjanjikan untuk penyakit hati kronis.
Dalam sistem pengobatan tradisional, asam oleanolat telah diidentifikasi sebagai salah satu penanda kualitas (biomarker) dalam berbagai formulasi herbal. Dalam Ayurveda, asam oleanolat merupakan komponen bioaktif utama dalam Mahasudarshan Churna, formulasi polihherbal yang digunakan untuk demam kronis, malaria, peningkatan pencernaan, detoksifikasi darah, dan peningkatan imunitas. Kadar asam oleanolat dalam formulasi ini terkuantifikasi antara 1,54-1,78% menggunakan metode HPTLC, menjadikannya sebagai senyawa penanda dengan konsentrasi tertinggi dibandingkan biomarker lain seperti mangiferin (1,38-1,52%) dan asam galat (1,01-1,15%).
Dalam Pengobatan Tradisional Tionghoa (TCM) dan pengobatan tradisional lainnya, tanaman seperti Achyranthes spp. yang kaya akan asam oleanolat digunakan secara luas untuk nilai terapeutiknya, dengan metode HPTLC terstandar telah dikembangkan untuk kontrol kualitas rutin. Bioavailabilitas oral asam oleanolat pada tikus hanya sekitar 0,7%, terutama disebabkan oleh kelarutan yang buruk dan metabolisme lintas-pertama yang ekstensif di hati dan usus oleh enzim CYP3A4.
Untuk mengatasi keterbatasan ini, berbagai strategi formulasi canggih telah dikembangkan, di antaranya sistem misel campuran (OA-MMs) berbasis Pluronics F68 dan TPGS yang berhasil meningkatkan kelarutan hingga 47 kali lipat (dari 0,042 mg/mL menjadi 1,98 mg/mL), meningkatkan permeabilitas efektif 30 kali lipat, dan meningkatkan AUC (area di bawah kurva) dari 133,68 menjadi 296,50 melalui mekanisme penghambatan CYP3A sekaligus peningkatan solubilitas dan permeabilitas. Pendekatan lain seperti nanopartikel laktotransferin berhasil meningkatkan bioavailabilitas relatif hingga 340%, sementara kompleks fosfolipid yang dikombinasikan dengan ketokonazol (inhibitor CYP3A4) menunjukkan peningkatan AUC hingga 273% dibandingkan asam oleanolat bebas.
---
- BenchChem. (2025). An In-depth Technical Guide to the Physical and Chemical Properties of Oleanolic Acid. BenchChem Technical Support.
- Wang, Y., & Liu, K. (2024). Therapeutic potential of oleanolic acid in liver diseases. Naunyn-Schmiedeberg's Archives of Pharmacology, 397(7), 4537-4554.
- BenchChem. (2025). Minimizing First-Pass Metabolism of Oleanolic Acid Formulations - Technical Support Center. BenchChem.
- IUPHAR/BPS Guide to Pharmacology. (n.d.). Oleanolic Acid - Ligand ID: 3306. GtoPdb.
- D'Mello, R.S., et al. (2025). Exploring the therapeutic potential of oleanolic acid and its derivatives in cancer treatment: a comprehensive review. 3 Biotech, 15, 56.
- Kaur, P., et al. (2020). Validation and quantification of major biomarkers in 'Mahasudarshan Churna'- an ayurvedic polyherbal formulation through high-performance thin-layer chromatography. BMC Complementary Medicine and Therapies, 20(1).
- (2025). Pluronics® F68 and D-α-tocopheryl polyethylene glycol succinate 1000 tailored self-assembled mixed micelles to improve oral bioavailability of oleanolic acid: in vitro and in vivo characterization. Drug Delivery and Translational Research, 15, 4571-4584.
- Shukla, P.K., et al. (2018). Comparative Pharmacognostical and Pharmacological Evaluation of two Achyranthes species. Pharmacognosy Journal, 10(2).
- EMBL-EBI. (2015). Oleanolic acid (CHEBI:37659). ChEBI.