Salad Burnet

Salad Burnet | Sanguisorba minor
Salad Burnet
Nama
Salad Burnet (Salad Burnet)
Nama Latin/Ilmiah
Sanguisorba minor
Famili
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Mentimun

Nama Lain
Petite pimprenelle (Prancis), kleiner wiesenknopf (Jerman), kleine pimpernel (Belanda)
Asal
Eropa, Asia Barat, Afrika Utara
Kandungan Utama
Vitamin C, tanin, flavonoid, saponin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Salad Burnet

Sanguisorba minor, yang lebih dikenal sebagai Salad Burnet, adalah tumbuhan herba tahunan yang berasal dari wilayah Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara. Tanaman ini termasuk dalam famili Rosaceae dan memiliki habitus semak rendah dengan tinggi sekitar 20–50 cm. Daunnya majemuk menyirip dengan anak daun bulat telur hingga lonjong, bergerigi, dan berwarna hijau kebiruan. Ciri khasnya adalah aroma segar seperti mentimun yang keluar saat daun diremas atau dipotong. Bunga-bunga kecil berwarna merah keunguan tersusun dalam kepala bulat padat di ujung tangkai, mekar sepanjang musim panas hingga awal musim gugur. Tanaman ini sangat adaptif terhadap tanah kering, berbatu, dan sinar matahari penuh, sehingga sering ditemukan tumbuh liar di padang rumput, lereng bukit, dan tepi jalan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 10 Agu 2026 - 22:00:03
 

II. Ciri-ciri Salad Burnet

Tanaman ini suka banget sama tempat yang terbuka, kering, dan banyak sinar matahari. Sering banget ditemuin di padang rumput, pinggiran jalan, atau area berbatu dengan tanah yang kapurnya tinggi. Tahan banting meski cuaca lagi dingin atau kering. Karakteristik/ciri-ciri Salad Burnet (Sanguisorba minor):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Terna abadi yang tumbuh membentuk rumpun (roset) rendah.
Daun Bentuknya menyirip ganjil, terdiri dari deretan anak daun kecil berbentuk oval dengan pinggiran yang bergerigi tajam kayak gergaji.
Batang Tumbuh tegak, ramping, dan biasanya tidak berbulu atau halus, bisa mencapai tinggi sekitar 20-60 cm.
Bunga Bunganya unik karena kecil-kecil dan ngumpul jadi satu di ujung tangkai berbentuk bulat (globular). Warnanya perpaduan hijau, merah, sampai kecokelatan.
Akar Punya sistem perakaran yang cukup dalam, bikin dia tahan sama kekeringan.
Aroma Kalau daunnya diremas, bakal kecium aroma segar mirip mentimun.

III. Manfaat Salad Burnet

8 Manfaat Salad Burnet untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi

    Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan ekspresi faktor transkripsi NF-κB, serta menekan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa triterpenoid (asam ursolat, asam oleanolat) dan flavonoid (quercetin, kaempferol) berperan dalam modulasi jalur arachidonic acid dan signaling MAPK.

    Tampilkan
  2. Antimikroba

    Mengganggu integritas membran sel bakteri dan jamur melalui interaksi dengan lipid bilayer serta menghambat sintesis dinding sel. Tanin dan polifenol berikatan dengan protein permukaan mikroba, menyebabkan kebocoran ion dan kematian sel. Flavonoid juga mengikat DNA girase bakteri.

    Senyawa Aktif: asam ellagic, Katekin, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Menyumbangkan atom hidrogen atau elektron dari gugus hidroksil fenolik untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS, superoksida). Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: Asam Galat, quercetin-3-O-glukosida, Kaempferol-3-O-rutinosida
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Salad Burnet

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Salad Burnet.

  1. Golongan: Fenolik
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Antimikroba, Dan Antiinflamasi. Studi In Vitro Menunjukkan Penghambatan Radikal Bebas Dan Peroksidasi Lipid..
    Tampilkan
  2. Asam elagat

    Golongan: Fenolik
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antikarsinogenik Pada Studi In Vitro, Dan Antidiabetes Melalui Penghambatan α-glukosidase..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Antiproliferatif. Studi In Vivo Pada Hewan Menunjukkan Efek Perlindungan Kardiovaskular..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Salad Burnet

Interaksi & Kontraindikasi Salad Burnet dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, heparin, aspirin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari konsumsi bersamaan karena Salad Burnet dapat memengaruhi pembekuan darah dan meningkatkan risiko perdarahan. Konsultasi dengan dokter sebelum penggunaan.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Potensi efek penurun tekanan darah ringan. Pantau tekanan darah secara teratur jika dikombinasikan. Tidak ada kontraindikasi absolut.

  3. Kehamilan dan menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena kurangnya data keamanan. Efek stimulasi uterus dan kandungan tannin dapat menimbulkan risiko. Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+4)

VI. Efek Samping Salad Burnet

Salad Burnet (Sanguisorba minor) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan dalam kuliner dan pengobatan herbal, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan. Namun, tanaman ini mengandung kadar senyawa tanin yang cukup tinggi. Konsumsi bagian tanaman dalam jumlah berlebihan, terutama sebagai ekstrak pekat atau suplemen, dapat memicu efek samping pada saluran pencernaan seperti mual, sakit perut, dan sembelit akibat sifat astringen dari tanin tersebut yang dapat mengiritasi mukosa lambung.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Salad Burnet

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Salad Burnet.

  1. Profil Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Sanguisorba minor sebagai Sumber Senyawa Bioaktif

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Sanguisorba minor mengandung 31 senyawa fenolik, terutama asam kaftarat, rutin, dan kuersetin glukuronida. Ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan kuat yang sebanding dengan standar Trolox.
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antibakteri dan Antibiofilm Ekstrak Sanguisorba minor terhadap Bakteri Patogen dan Klebsiella pneumoniae Penghasil Karbapenemase

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dengan MIC 62,5–125 µg/mL dan mencegah pembentukan biofilm K. pneumoniae pada konsentrasi sub-MIC. Kandungan tanin dan flavonoid berperan dalam efek antimikroba.
    Tampilkan
  3. Aktivitas Inhibisi α-Glukosidase, α-Amilase, dan Tirosinase oleh Sanguisorba minor

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Ekstrak etanol S. minor menghambat α-glukosidase dengan IC50 34,2 µg/mL dan tirosinase dengan IC50 78,9 µg/mL, tetapi efek terhadap α-amilase rendah. Temuan ini menunjukkan potensi sebagai agen antidiabetes dan pencerah kulit.
    Tampilkan

VIII. FAQ Salad Burnet

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Salad Burnet.

Apa itu Salad Burnet (Sanguisorba minor) dan bagaimana penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari?
Salad Burnet adalah tanaman herbal dengan daun beraroma seperti mentimun, sering digunakan sebagai lalapan, campuran salad, atau hiasan makanan. Daun mudanya bisa dimakan mentah dan kaya akan vitamin C serta flavonoid. Dalam pengobatan tradisional, daunnya digunakan untuk mengatasi diare ringan dan gangguan pencernaan. Menurut penelitian (Kusuma & Dewi, 2021), konsumsi rutin dalam jumlah wajar (1-2 genggam daun segar per hari) umumnya aman.
Apa saja kandungan fitokimia utama dari Salad Burnet?
Tanaman ini mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid (quercetin, kaempferol), tanin (ellagitannin), saponin triterpenoid, asam fenolik, serta vitamin C dan K. Kandungan tanin memberikan efek astringen dan anti-inflamasi. Berdasarkan analisis fitokimia oleh (Hartati et al., 2022), ekstrak daun Sanguisorba minor menunjukkan aktivitas antioksidan yang signifikan.
Bagaimana cara konsumsi Salad Burnet yang aman dan dosis yang dianjurkan?
Daun segar dapat dikonsumsi langsung sebagai lalapan atau ditambahkan ke salad, sup, atau sandwich. Dosis umum untuk dewasa adalah sekitar 10-20 gram daun segar per hari (setara 1-2 genggam). Teh herbal bisa dibuat dengan menyeduh 1-2 sendok teh daun kering dalam air panas selama 10 menit. Menurut panduan herbal Eropa (Komisi E), penggunaan hingga 3 cangkir teh per hari dianggap aman untuk jangka pendek. Hindari konsumsi berlebihan karena kandungan tanin dapat menyebabkan konstipasi.
Apakah Salad Burnet memiliki efek samping?
Efek samping jarang terjadi pada dosis normal. Namun, konsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan pencernaan, mual, atau konstipasi karena kandungan tanin. Orang dengan gangguan lambung atau riwayat alergi tanaman keluarga Rosaceae sebaiknya berhati-hati. Laporan kasus (Nugroho, 2020) menyebutkan reaksi alergi ringan pada individu sensitif. Jika muncul gejala, hentikan penggunaan dan konsultasi ke tenaga kesehatan.
Apakah Salad Burnet aman untuk ibu hamil, menyusui, bayi, dan anak-anak?
Keamanan pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti secara memadai. Karena efek astringennya dapat memengaruhi kontraksi rahim, sebaiknya hindari penggunaan dalam dosis tinggi atau sebagai obat selama kehamilan. Untuk bayi dan anak di bawah 2 tahun, tidak disarankan karena sensitivitas saluran cerna. Anak di atas 2 tahun dapat mengonsumsi dalam jumlah sangat kecil sebagai lalapan jika tidak ada alergi. Pusat Informasi Obat Herbal (BPOM, 2023) menyarankan konsultasi dokter sebelum digunakan pada kelompok rentan.
Apa manfaat kesehatan umum dari Salad Burnet?
Salad Burnet secara tradisional digunakan untuk meredakan diare, wasir, dan luka ringan karena efek astringen dan hemostatik. Kandungan antioksidannya membantu melawan radikal bebas dan mendukung sistem imun. Beberapa studi menunjukkan potensi anti-inflamasi dan antimikroba. Penelitian in vitro oleh (Sari et al., 2019) mengkonfirmasi aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Namun, klaim ini masih perlu dikonfirmasi dengan uji klinis lebih lanjut.
Apakah Salad Burnet berinteraksi dengan obat-obatan?
Karena kandungan vitamin K yang rendah, interaksi dengan antikoagulan seperti warfarin kemungkinan kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Efek astringennya dapat mengurangi penyerapan obat-obatan tertentu jika dikonsumsi bersamaan. Berdasarkan data interaksi (Depkes RI, 2022), disarankan untuk memberikan jeda 2 jam antara konsumsi herbal dan obat resep. Jika Anda sedang menjalani pengobatan rutin, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Seledri Melur

Myrrhis odorata

Good King Henry

Blitum bonus-henricus

Cari: