Advertisement
Sanguisorba minor, yang lebih dikenal sebagai Salad Burnet, adalah tumbuhan herba tahunan yang berasal dari wilayah Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara. Tanaman ini termasuk dalam famili Rosaceae dan memiliki habitus semak rendah dengan tinggi sekitar 20–50 cm. Daunnya majemuk menyirip dengan anak daun bulat telur hingga lonjong, bergerigi, dan berwarna hijau kebiruan. Ciri khasnya adalah aroma segar seperti mentimun yang keluar saat daun diremas atau dipotong. Bunga-bunga kecil berwarna merah keunguan tersusun dalam kepala bulat padat di ujung tangkai, mekar sepanjang musim panas hingga awal musim gugur. Tanaman ini sangat adaptif terhadap tanah kering, berbatu, dan sinar matahari penuh, sehingga sering ditemukan tumbuh liar di padang rumput, lereng bukit, dan tepi jalan.
Tanaman ini suka banget sama tempat yang terbuka, kering, dan banyak sinar matahari. Sering banget ditemuin di padang rumput, pinggiran jalan, atau area berbatu dengan tanah yang kapurnya tinggi. Tahan banting meski cuaca lagi dingin atau kering. Karakteristik/ciri-ciri Salad Burnet (Sanguisorba minor):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Terna abadi yang tumbuh membentuk rumpun (roset) rendah. |
| Daun | Bentuknya menyirip ganjil, terdiri dari deretan anak daun kecil berbentuk oval dengan pinggiran yang bergerigi tajam kayak gergaji. |
| Batang | Tumbuh tegak, ramping, dan biasanya tidak berbulu atau halus, bisa mencapai tinggi sekitar 20-60 cm. |
| Bunga | Bunganya unik karena kecil-kecil dan ngumpul jadi satu di ujung tangkai berbentuk bulat (globular). Warnanya perpaduan hijau, merah, sampai kecokelatan. |
| Akar | Punya sistem perakaran yang cukup dalam, bikin dia tahan sama kekeringan. |
| Aroma | Kalau daunnya diremas, bakal kecium aroma segar mirip mentimun. |
8 Manfaat Salad Burnet untuk kesehatan.
Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan ekspresi faktor transkripsi NF-κB, serta menekan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa triterpenoid (asam ursolat, asam oleanolat) dan flavonoid (quercetin, kaempferol) berperan dalam modulasi jalur arachidonic acid dan signaling MAPK.
Mengganggu integritas membran sel bakteri dan jamur melalui interaksi dengan lipid bilayer serta menghambat sintesis dinding sel. Tanin dan polifenol berikatan dengan protein permukaan mikroba, menyebabkan kebocoran ion dan kematian sel. Flavonoid juga mengikat DNA girase bakteri.
Menyumbangkan atom hidrogen atau elektron dari gugus hidroksil fenolik untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS, superoksida). Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Salad Burnet.
Interaksi & Kontraindikasi Salad Burnet dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Salad Burnet (Sanguisorba minor) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan dalam kuliner dan pengobatan herbal, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan. Namun, tanaman ini mengandung kadar senyawa tanin yang cukup tinggi. Konsumsi bagian tanaman dalam jumlah berlebihan, terutama sebagai ekstrak pekat atau suplemen, dapat memicu efek samping pada saluran pencernaan seperti mual, sakit perut, dan sembelit akibat sifat astringen dari tanin tersebut yang dapat mengiritasi mukosa lambung.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Salad Burnet.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Salad Burnet.