Advertisement
Trigonella foenum-graecum, yang dikenal luas sebagai fenugreek atau klabet, merupakan tumbuhan herbal tahunan dari famili Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Mediterania timur dan Asia Barat, namun kini telah tersebar luas di berbagai negara. Secara morfologi, fenugreek memiliki daun majemuk berbentuk trifoliat (tiga anak daun) yang menyerupai semanggi, serta bunga kecil berwarna putih kekuningan yang kemudian berkembang menjadi polong melengkung berisi biji kecil berwarna cokelat kekuningan. Biji inilah yang menjadi bagian paling bernilai, baik untuk keperluan rempah maupun pengobatan, karena mengeluarkan aroma khas yang kuat menyerupai maple saat dipanggang.
Klabet biasanya tumbuh subur di wilayah beriklim sedang hingga tropis. Tanaman ini suka banget sama tanah yang subur, drainasenya bagus, dan butuh sinar matahari yang cukup. Umumnya dibudidayakan di negara-negara Mediterania, India, dan sebagian wilayah Asia. Karakteristik/ciri-ciri Klabet (Trigonella foenum-graecum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tanaman herbal semusim yang tumbuhnya tegak dengan tinggi sekitar 30 sampai 60 cm. |
| Daun | Berbentuk trifoliate (terdiri dari tiga anak daun) dengan bentuk oval atau memanjang dan tepi daun yang sedikit bergerigi. |
| Bunga | Warnanya putih kekuningan atau terkadang ada semburat ungu di pangkalnya, muncul di ketiak daun. |
| Buah Polong | Bentuknya memanjang seperti sabit atau silinder ramping, di dalamnya berisi biji-biji kecil. |
| Biji | Berbentuk kotak atau belah ketupat, ukurannya kecil, keras, dan warnanya kuning kecokelatan. Inilah bagian yang paling sering dipakai karena aromanya yang khas. |
| Akar | Sistem perakarannya tunggang dan punya bintil-bintil akar karena dia termasuk keluarga kacang-kacangan (legum). |
8 Manfaat Klabet untuk kesehatan.
Meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi reseptor PPAR-γ dan modulasi jalur sinyal insulin; menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat penyerapan karbohidrat; menstimulasi sekresi insulin dari sel β pankreas melalui peningkatan kadar GLP-1.
Menurunkan absorpsi kolesterol usus melalui pengikatan asam empedu oleh serat larut (galaktomanan); menurunkan sintesis LDL hati melalui regulasi ekspresi gen HMG-CoA reduktase; meningkatkan katabolisme LDL via aktivasi reseptor LDL.
Merangsang prolaktin melalui modulasi reseptor dopamin D2 di hipofisis anterior; meningkatkan aktivitas kelenjar mammae dan sekresi ASI akibat efek estrogenik fitoestrogen (diosgenin).
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Klabet.
Interaksi & Kontraindikasi Klabet dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Klabet (Trigonella foenum-graecum) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang biasa ditemukan dalam makanan. Namun, penggunaan sebagai suplemen herbal atau dalam dosis tinggi dapat menimbulkan berbagai efek samping pada saluran pencernaan. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi mual, gangguan pencernaan, perut kembung, dan diare. Selain itu, konsumsi klabet diketahui dapat menyebabkan perubahan metabolik dan sekresi tubuh, seperti membuat urine, keringat, atau ASI memiliki aroma yang khas mirip seperti sirup maple.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Klabet.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Klabet.