Advertisement
Brassica nigra, atau yang dikenal sebagai sesawi hitam, merupakan tumbuhan tahunan berbunga dari keluarga Brassicaceae. Asli dari kawasan Mediterania dan Asia Barat, tanaman ini telah menyebar luas ke seluruh dunia berkat adaptabilitasnya yang tinggi. Ciri khas fisiknya meliputi batang tegak yang dapat mencapai tinggi hingga 2 meter, daun berbulu dengan tepi bergerigi, serta bunga kuning kecil berkelopak empat yang tersusun dalam rangkaian tandan. Buahnya berupa polong sempit berisi biji-biji kecil berwarna coklat gelap hingga hitam yang menjadi sumber utama rempah. Proses pematangan biji pada sesawi hitam relatif cepat, biasanya dalam waktu 3-4 bulan setelah tanam, menjadikannya tanaman yang efisien untuk dibudidayakan.
Tanaman ini suka banget sama tempat yang kena sinar matahari penuh dan tanah yang subur. Biasanya tumbuh liar di pinggir jalan, ladang, atau area yang agak terganggu. Adaptif di iklim sedang sampai tropis. Karakteristik/ciri-ciri Sesawi Hitam (Brassica nigra):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tumbuhan herba tegak yang bisa tumbuh lumayan tinggi, sekitar 0,5 sampai 2 meter. |
| Batang | Batangnya bercabang-cabang, teksturnya agak kasar dan terkadang ada bulu-bulu halus di bagian bawahnya. |
| Daun | Bentuk daunnya unik, yang di bawah biasanya lebih lebar dan berlekuk-lekuk (seperti lobus), sedangkan daun bagian atas ukurannya lebih kecil dan bentuknya lebih sederhana atau memanjang. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, punya 4 kelopak warna kuning terang yang tersusun membentuk huruf silang (khas keluarga Brassicaceae). |
| Buah Dan Biji | Buahnya berbentuk polong ramping (silika) yang menempel rapat pada batang. Di dalamnya ada biji-biji kecil yang warnanya cokelat gelap kehitaman, inilah yang sering dipakai buat bumbu atau bahan mustard. |
7 Manfaat Sesawi Hitam untuk kesehatan.
Allyl isothiocyanate (AITC) menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin pro-inflamasi (IL-1β, TNF-α) melalui modulasi jalur TRPA1/TRPV1. Senyawa polifenol seperti quercetin dan kaempferol juga berkontribusi pada penghambatan jalur MAPK dan PI3K/Akt.
AITC mengganggu integritas membran bakteri dengan berikatan pada gugus tiol protein, menghambat enzim esensial seperti thioredoxin reductase dan DNA girase. Sinigrin mengalami hidrolisis menjadi AITC oleh myrosinase, yang meningkatkan permeabilitas membran dan kebocoran ion.
Quercetin dan kaempferol menangkap radikal bebas (ROS, RNS) melalui donasi elektron dan aktivasi faktor transkripsi Nrf2, yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx). AITC juga menginduksi fase II detoksifikasi enzim seperti glutation S-transferase (GST).
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sesawi Hitam.
Interaksi & Kontraindikasi Sesawi Hitam dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Sesawi hitam (Brassica nigra) mengandung senyawa glukosinolat, khususnya sinigrin, yang ketika terhidrolisis oleh enzim mirosinase menghasilkan alil isothiocyanate. Senyawa iritan kuat ini bertanggung jawab atas efek samping lokal seperti dermatitis kontak, iritasi kulit parah, dan sensasi terbakar jika diaplikasikan secara topikal dalam jangka waktu lama atau konsentrasi tinggi. Pada kasus yang parah, paparan langsung dapat menyebabkan lepuh dan kerusakan jaringan dermal akibat sifat vesikan dari minyak atsiri mustard.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Sesawi Hitam.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sesawi Hitam.