Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas antibakteri minyak atsiri biji sesawi hitam (Brassica nigra) terhadap bakteri patogen resisten multidrug

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorik (in vitro)
    Sampel:
    Minyak atsiri B. nigra hasil destilasi hidrodistilasi; isolat klinis Staphylococcus aureus MRSA dan Escherichia coli ESBL
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,1–2 µL/mL; paparan selama 24 jam.
    Temuan:
    Minyak atsiri kaya alil isotiosianat menunjukkan aktivitas antibakteri dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) 0,5–2 µL/mL serta merusak membran sel bakteri. Aktivitas ini lebih kuat terhadap S. aureus dibandingkan E. coli.
  2. Efek antiinflamasi ekstrak etanol biji sesawi hitam pada tikus model artritis rematoid

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi complete Freund’s adjuvant (CFA); terbagi dalam 5 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kgBB; oral; 21 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak dosis 400 mg/kgBB menekan edema kaki serta menurunkan kadar TNF-α dan IL-1β secara signifikan. Efek antiinflamasi setara dengan diklofenak pada dosis yang sama.
  3. Potensi bioherbisida ekstrak air Brassica nigra terhadap gulma Echinochloa crus-galli

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental perkecambahan
    Sampel:
    200 biji Echinochloa crus-galli per perlakuan dengan konsentrasi ekstrak bertingkat
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% (b/v); selama 14 hari.
    Temuan:
    Ekstrak air B. nigra pada konsentrasi 5–10% menghambat perkecambahan dan panjang akar gulma hingga 70–85%. Penghambatan diduga berkaitan dengan senyawa glukosinolat dan isothiocyanate.
  4. Perbandingan kandungan glukosinolat dan aktivitas antioksidan beberapa aksesi Brassica nigra

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi analitik komparatif
    Sampel:
    7 aksesi B. nigra yang dibudidayakan pada kondisi lingkungan berbeda
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada pemberian pada subjek biologis; analisis dilakukan secara in vitro.
    Temuan:
    Kandungan sinigrin bervariasi antara 0,8–2,5 mg/g, sedangkan ekstrak metanol memperlihatkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 DPPH 15–35 µg/mL. Variasi sumber geografis memengaruhi profil fitokimia serta aktivitas biologis.
  5. Efek hepatoprotektif ekstrak biji sesawi hitam terhadap kerusakan hati akibat karbon tetraklorida pada tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 tikus albino jantan; kelompok normal, kontrol CCl4, dan dua kelompok ekstrak B. nigra
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kgBB; oral; 7 hari.
    Temuan:
    Ekstrak B. nigra dosis 400 mg/kgBB menurunkan kadar ALT, AST, dan malondialdehid serta memperbaiki gambaran histopatologi jaringan hati. Efek protektif diduga terkait dengan aktivitas antioksidan senyawa flavonoid dan glukosinolat.
  6. Tinjauan sistematis aktivitas antikanker biji sesawi hitam melalui jalur apoptosis dan PI3K/Akt/mTOR

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    25 artikel penelitian in vitro dan in vivo yang diambil dari PubMed dan Scopus (terbit 2010–2023)
    Dosis/Durasi:
    Beragam, yaitu konsentrasi ekstrak 1–100 µM pada kultur sel; durasi pemberian 24–72 jam.
    Temuan:
    Isotiosianat dari B. nigra menginduksi apoptosis pada berbagai sel karsinoma dan menghambat proliferasi sel melalui penekanan jalur PI3K/Akt/mTOR. Temuan tersebut menjadikan B. nigra sebagai kandidat adjuvan terapi antikanker, meskipun uji klinis masih diperlukan.
  7. Pengaruh suplementasi biji Brassica nigra dalam pakan terhadap performa pertumbuhan dan profil lipid ayam broiler

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental lapangan (in vivo)
    Sampel:
    100 ekor ayam broiler Cobb 500; 5 kelompok pakan dengan ulangan berbeda
    Dosis/Durasi:
    0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% biji giling dalam pakan; 35 hari.
    Temuan:
    Suplementasi biji B. nigra sebanyak 1% dalam pakan meningkatkan bobot akhir ayam serta menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, dan LDL serum. Dosis di atas 1,5% mulai menurunkan palatabilitas pakan.

Advertisement


Cari: