• Herbapedia.id

Mahkota Dewa

Phaleria macrocarpa
Mahkota Dewa
Nama: Mahkota Dewa
Nama Ilmiah: Phaleria macrocarpa
Famili: Thymelaeaceae

Kandungan:
Alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, polifenol
Nama Lain:
Crown of God (English), Pau (Papua New Guinea), Buah Mahkota (Malaysia), ลูกมงกุฎเทพ (Thailand), 帝王果 (China)
Asal:
Papua, Indonesia
Bagian Utama:
Buah, Daun
Rasa:
Pahit

Advertisement


I. Tentang Mahkota Dewa

Phaleria macrocarpa, yang dikenal luas sebagai Mahkota Dewa, merupakan tanaman perdu asli Indonesia yang banyak ditemukan di Pulau Jawa. Tanaman ini memiliki karakteristik unik, yaitu buahnya yang tumbuh langsung di batang utama (cauliflori), bukan di ranting. Buah berbentuk bulat hingga oval dengan diameter sekitar 3–5 cm ini memiliki warna hijau saat muda dan berubah menjadi merah cerah saat matang. Daging buahnya berwarna putih dan berserat, sedangkan bijinya berwarna cokelat kehitaman. Seluruh bagian tanaman, mulai dari daun, batang, akar, hingga buah, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai penyakit.

Advertisement

Kandungan senyawa bioaktif dalam Mahkota Dewa sangat beragam, termasuk alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, dan lignan. Senyawa-senyawa ini memberikan potensi farmakologis seperti efek antioksidan, antiinflamasi, antikanker, dan antihipertensi. Penelitian modern menunjukkan bahwa ekstrak buah Mahkota Dewa mampu menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu, termasuk kanker payudara dan serviks, melalui mekanisme induksi apoptosis. Selain itu, kemampuannya menurunkan tekanan darah telah dikaitkan dengan efek vasodilatasi dan penghambatan enzim pengubah angiotensin (ACE).

Meskipun memiliki potensi terapeutik yang menjanjikan, konsumsi Mahkota Dewa secara langsung tidak dianjurkan tanpa pengolahan yang tepat karena mengandung racun (misalnya senyawa saponin dalam konsentrasi tinggi) yang dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan, mual, hingga kerusakan hati. Ekstrak yang distandarisasi dan diolah secara ilmiah menjadi lebih aman, namun penggunaannya tetap memerlukan pengawasan medis. Saat ini, tanaman ini banyak dikembangkan sebagai bahan baku obat herbal dan suplemen, serta terus diteliti untuk pengobatan penyakit degeneratif dan metabolik. Sebagai tanaman endemik Indonesia, Mahkota Dewa memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi, tetapi konservasi dan budidaya yang berkelanjutan menjadi tantangan penting mengingat eksploitasi yang berlebihan di habitat alaminya.

Update: 28 Jul 2026 - 09:26:08

 

II. Manfaat Mahkota Dewa

Manfaat Mahkota Dewa untuk kesehatan.

  1. Antidiabetes (Tipe 2)

    Ekstrak Mahkota Dewa meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur sinyal PI3K/Akt dan meningkatkan ekspresi GLUT4 pada sel otot rangka. Selain itu, senyawa polifenol seperti mangiferin menghambat α-glukosidase dan α-amilase, mengurangi penyerapan glukosa di usus.

    Senyawa Aktif: Mangiferin, Phalerin, Asam galat
    Tampilkan
  2. Antihipertensi

    Penghambatan enzim pengkonversi angiotensin (ACE) oleh senyawa flavonoid dan tanin, serta peningkatan produksi oksida nitrat (NO) endotel melalui aktivasi eNOS, menyebabkan vasodilatasi dan penurunan tekanan darah.

    Senyawa Aktif: Quercetin, Kaempferol, Phalerin
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (Osteoartritis)

    Menghambat jalur NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-6). Senyawa mangaferin juga menghambat aktivitas lipoksigenase dan siklooksigenase, mengurangi produksi prostaglandin.

    Senyawa Aktif: Mangiferin, Asam kafeat, Phalerin
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Mahkota Dewa

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Mahkota Dewa.

  1. Phalerin

    Golongan: Benzofenon (Fenolik)
    Bagian Tanaman: Buah (daging dan Kulit)
    Aktivitas Farmakologis:
    Sitotoksik Terhadap Sel Kanker (MCF-7, HeLa), Antioksidan, Antimikroba
    Tampilkan
  2. Desacetylphalerin

    Golongan: Benzofenon (Fenolik)
    Bagian Tanaman: Buah (daging dan Kulit)
    Aktivitas Farmakologis:
    Sitotoksik Terhadap Sel Kanker (HT-29, A549), Antioksidan
    Tampilkan
  3. Mangiferin

    Golongan: Xanton (Fenolik)
    Bagian Tanaman: Daun, Buah (kulit)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidiabetes (menurunkan Glukosa Darah), Antioksidan, Antiinflamasi, Neuroprotektif
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

Brotowali

Tinospora crispa