Mahkota Dewa

Crown of God | Phaleria macrocarpa
Mahkota Dewa
Nama
Mahkota Dewa (Crown of God)
Nama Latin/Ilmiah
Phaleria macrocarpa
Bagian Digunakan
Buah, Daun
Rasa
Pahit

Nama Lain
Pau (Papua New Guinea), Buah Mahkota (Malaysia), ลูกมงกุฎเทพ (Thailand), 帝王果 (China)
Asal
Papua, Indonesia
Kandungan Utama
Alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, polifenol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Mahkota Dewa

Phaleria macrocarpa, yang dikenal luas sebagai Mahkota Dewa, merupakan tanaman perdu asli Indonesia yang banyak ditemukan di Pulau Jawa. Tanaman ini memiliki karakteristik unik, yaitu buahnya yang tumbuh langsung di batang utama (cauliflori), bukan di ranting. Buah berbentuk bulat hingga oval dengan diameter sekitar 3–5 cm ini memiliki warna hijau saat muda dan berubah menjadi merah cerah saat matang. Daging buahnya berwarna putih dan berserat, sedangkan bijinya berwarna cokelat kehitaman. Seluruh bagian tanaman, mulai dari daun, batang, akar, hingga buah, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai penyakit.

Baca Lebih Lanjut
Update: 12 Agu 2026 - 14:42:54
 

II. Ciri-ciri Mahkota Dewa

Tumbuh subur di daerah tropis dengan ketinggian 10-1.200 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini suka tempat yang agak teduh atau terbuka dan biasanya dibudidayakan di pekarangan rumah atau kebun sebagai tanaman obat. Karakteristik/ciri-ciri Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Batang berkayu, berbentuk bulat, permukaan kulit kasar dan berwarna cokelat. Tinggi pohon bisa mencapai 1-2,5 meter dengan percabangan yang banyak.
Daun Daun tunggal, bentuknya lonjong sampai lanset dengan ujung runcing. Teksturnya agak kaku, warnanya hijau tua, dan tumbuh saling berhadapan.
Bunga Bunga muncul dari batang atau ketiak daun, berwarna putih, berbentuk seperti terompet kecil, dan punya aroma yang cukup harum.
Buah Bentuknya bulat atau lonjong, saat muda berwarna hijau dan berubah menjadi merah menyala saat sudah matang. Daging buahnya berserat dan berair.
Biji Biji berwarna cokelat, berbentuk bulat telur, dan bersifat beracun jika dikonsumsi langsung tanpa proses pengolahan yang tepat.
Akar Sistem perakaran tunggang yang kuat, berwarna cokelat, dan mampu menunjang pertumbuhan pohon dengan stabil.

III. Manfaat Mahkota Dewa

8 Manfaat Mahkota Dewa untuk kesehatan.

  1. Antidiabetes (Tipe 2)

    Ekstrak Mahkota Dewa meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur sinyal PI3K/Akt dan meningkatkan ekspresi GLUT4 pada sel otot rangka. Selain itu, senyawa polifenol seperti mangiferin menghambat α-glukosidase dan α-amilase, mengurangi penyerapan glukosa di usus.

    Senyawa Aktif: Mangiferin, Phalerin, Asam Galat
    Tampilkan
  2. Antihipertensi

    Penghambatan enzim pengkonversi angiotensin (ACE) oleh senyawa flavonoid dan tanin, serta peningkatan produksi oksida nitrat (NO) endotel melalui aktivasi eNOS, menyebabkan vasodilatasi dan penurunan tekanan darah.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Phalerin
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (Osteoartritis)

    Menghambat jalur NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-6). Senyawa mangaferin juga menghambat aktivitas lipoksigenase dan siklooksigenase, mengurangi produksi prostaglandin.

    Senyawa Aktif: Mangiferin, Asam Kafeat, Phalerin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Mahkota Dewa

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Mahkota Dewa.

  1. Phalerin

    Golongan: Benzofenon (Fenolik)
    Bagian Tanaman: Buah (daging dan kulit)
    Aktivitas Farmakologis:
    Sitotoksik Terhadap Sel Kanker (MCF-7, HeLa), Antioksidan, Antimikroba.
    Tampilkan
  2. Desacetylphalerin

    Golongan: Benzofenon (Fenolik)
    Bagian Tanaman: Buah (daging dan kulit)
    Aktivitas Farmakologis:
    Sitotoksik Terhadap Sel Kanker (HT-29, A549), Antioksidan.
    Tampilkan
  3. Golongan: Xanton (Fenolik)
    Bagian Tanaman: Daun, buah (kulit)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidiabetes (menurunkan Glukosa Darah), Antioksidan, Antiinflamasi, Neuroprotektif.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Mahkota Dewa

Interaksi & Kontraindikasi Mahkota Dewa dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (metformin, insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Mahkota Dewa memiliki efek hipoglikemik. Penggunaan bersamaan dapat meningkatkan risiko hipoglikemia. Pantau kadar gula darah secara rutin dan konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Ekstrak Mahkota Dewa dapat menurunkan tekanan darah. Kombinasi dengan obat antihipertensi dapat menyebabkan hipotensi. Awasi tekanan darah dan hindari penggunaan bersamaan tanpa pengawasan medis.

  3. Antikoagulan/antiplatelet (warfarin, aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kandungan saponin dan flavonoid dalam Mahkota Dewa berpotensi meningkatkan risiko perdarahan. Hindari penggunaan bersamaan atau pantau waktu protrombin/INR jika tidak dapat dihindari.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Mahkota Dewa

Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dikenal sebagai tanaman herbal yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia. Namun, konsumsi bagian dari tanaman ini, terutama daging buah dan bijinya, tanpa pengolahan yang tepat dapat menimbulkan berbagai efek samping toksik. Studi farmakologis menunjukkan bahwa biji Mahkota Dewa mengandung senyawa beracun yang sangat tinggi, sehingga jika tertelan mentah-mentah dapat menyebabkan gejala keracunan akut seperti rasa terbakar di tenggorokan, pembengkakan pada rongga mulut, mual, muntah hebat, hingga mati rasa.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Mahkota Dewa

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Mahkota Dewa.

  1. Tinjauan Sistematis Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Phaleria macrocarpa kaya akan flavonoid, fenolik, lignan, dan saponin dengan aktivitas antidiabetes, antioksidan, antiinflamasi, serta antikanker. Sebagian besar bukti berasal dari uji in vitro dan hewan coba, sehingga uji klinis pada manusia masih diperlukan.
    Tampilkan
  2. Efek Ekstrak Perikarp Mahkota Dewa terhadap Kontrol Glikemik dan Profil Lipid Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Acak Terkendali

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak perikarp Phaleria macrocarpa selama 12 minggu menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c bermakna dibanding plasebo. Profil lipid LDL dan trigliserida juga membaik tanpa peningkatan enzim hati atau kreatinin secara signifikan.
    Tampilkan
  3. Fraksi Etil Asetat Perikarp Mahkota Dewa Meningkatkan Ekspresi GLUT4 dan Menghambat Glukoneogenesis pada Tikus Diabetes Induksi Streptozotocin

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Fraksi etil asetat Phaleria macrocarpa menurunkan kadar glukosa darah serta meningkatkan ekspresi GLUT4 pada otot tikus diabetes. Aktivitas enzim glukoneogenik PEPCK dan G6Pase juga menurun, menunjukkan perbaikan homeostasis glukosa.
    Tampilkan

VIII. FAQ Mahkota Dewa

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Mahkota Dewa.

Apa kandungan fitokimia utama dalam buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)?
Buah Mahkota Dewa mengandung senyawa fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan lignan. Senyawa yang paling banyak diteliti adalah falerin dan desoksifalerin yang termasuk dalam golongan benzofenon glikosida, serta asam galat yang memiliki aktivitas antioksidan kuat. (Journal of Ethnopharmacology, 2015; Fitoterapia, 2017)
Bagaimana cara konsumsi Mahkota Dewa yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Konsumsi Mahkota Dewa sebaiknya dalam bentuk rebusan kulit buah atau ekstrak yang sudah terstandarisasi. Dosis yang umum digunakan adalah 1-2 gram serbuk kering per hari, diseduh dengan air panas dan diminum setelah makan. Hindari konsumsi biji karena mengandung racun yang dapat menyebabkan keracunan. Sebaiknya konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum konsumsi rutin. (Journal of Herbal Medicine, 2019)
Apakah Mahkota Dewa memiliki efek samping?
Efek samping yang dilaporkan antara lain gangguan pencernaan seperti mual, diare, dan sakit perut jika dikonsumsi dosis tinggi. Beberapa kasus hipoglikemia (penurunan gula darah) juga dilaporkan pada pengguna diabetes yang mengonsumsi bersamaan dengan obat antidiabetes. Konsumsi biji mentah dapat menyebabkan keracunan akut karena kandungan toksiknya. (Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 2016; Toxicology Reports, 2018)
Bisakah Mahkota Dewa digunakan untuk anak-anak dan bayi?
Tidak dianjurkan. Belum ada penelitian klinis yang memadai mengenai keamanan dan dosis untuk anak-anak dan bayi. Senyawa aktif seperti alkaloid dan lignan dapat memengaruhi sistem saraf dan metabolisme anak yang belum matang. Risiko toksisitas dan interaksi obat juga belum diketahui. (International Journal of Pediatrics, 2020; Pediatric Reports, 2021)
Apakah aman mengonsumsi Mahkota Dewa selama kehamilan dan menyusui?
Tidak aman. Beberapa senyawa dalam Mahkota Dewa, terutama falerin dan desoksifalerin, memiliki efek sitotoksik dan kontraksi pada uterus hewan uji. Risiko keguguran dan cacat janin tidak dapat dikecualikan. Pada ibu menyusui, senyawa aktif dapat terdeteksi dalam ASI dan berpotensi membahayakan bayi. Hindari penggunaan selama kehamilan dan menyusui. (Journal of Ethnopharmacology, 2014; Reproductive Toxicology, 2017)
Apa manfaat kesehatan umum dari Mahkota Dewa yang didukung bukti ilmiah?
Beberapa manfaat yang memiliki bukti ilmiah awal meliputi: aktivitas antioksidan yang tinggi dari asam galat dan flavonoid, efek antidiabetes melalui mekanisme penghambatan α-glukosidase dan peningkatan sensitivitas insulin, efek antikanker in vitro terhadap beberapa jenis sel kanker, serta aktivitas antimikroba terhadap bakteri seperti Staphylococcus aureus. Namun, sebagian besar studi masih terbatas pada hewan dan in vitro. (BMC Complementary and Alternative Medicine, 2017; Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2019)
Bagaimana interaksi Mahkota Dewa dengan obat-obatan konvensional?
Mahkota Dewa dapat berinteraksi dengan obat antidiabetes dan antihipertensi karena efek hipoglikemik dan vasodilatornya. Penggunaan bersamaan dengan obat diabetes seperti metformin atau insulin dapat menyebabkan hipoglikemia berat. Selain itu, kandungan flavonoid dapat memengaruhi metabolisme obat di hati melalui enzim CYP450, sehingga meningkatkan atau menurunkan efektivitas obat lain seperti warfarin atau statin. Konsultasi dokter sangat disarankan. (Drug Metabolism and Disposition, 2016; Phytomedicine, 2020)
Apakah ada dosis harian yang dianjurkan untuk konsumsi Mahkota Dewa sebagai suplemen?
Belum ada dosis resmi yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan. Berdasarkan studi tradisional dan beberapa penelitian ekstrak, dosis yang sering digunakan adalah 500-1000 mg ekstrak kering per hari untuk orang dewasa, atau setara dengan 1-2 potong kecil kulit buah yang direbus dalam 200 ml air. Mulai dengan dosis rendah dan amati respons tubuh. Penting untuk tidak melebihi dosis yang direkomendasikan produk atau saran tenaga kesehatan. (Journal of Dietary Supplements, 2018; Natural Product Communications, 2019)

Brotowali

Tinospora crispa

Sirsak

Annona muricata

Cari: